27/04/2026
Ada fase di mana cara kita memproses luka berubah dan itu terasa banget di album terbaru Keisya Levronka, Rombak.
Kalau dulu identik dengan balada sendu seperti “Tak Ingin Usai”, kali ini Keisya hadir dengan energi yang jauh lebih berani.
Ia nggak lagi sekadar “merasa”, tapi mulai “bersuara”. Luka yang dulu pelan, sekarang jadi lebih lantang dibungkus dalam nuansa pop-rock yang terinspirasi era 2000-an, dengan gitar yang dominan dan aransemen full band yang lebih hidup.
Salah satu highlight-nya, “Aku Bukan Dia”, menggambarkan posisi yang nggak pernah benar-benar utuh dalam sebuah hubungan.
Bukan soal ditinggalkan, tapi tentang sadar kalau hati pasangan masih milik masa lalu.
Sementara “Tak Pantas Terluka (Lagi)” hadir dengan versi baru yang lebih eksplosif emosinya nggak lagi dipendam, tapi dilepas habis-habisan.
Menariknya, Rombak nggak cuma soal perubahan musik.
Album ini terasa seperti perjalanan personal dari rapuh, belajar menerima, sampai akhirnya berani merayakan diri sendiri.
Dari “Lukis Hari Ini” sampai “Rayakanlah”, semuanya terasa relate dengan proses hidup banyak perempuan hari ini.
Ini bukan tentang meninggalkan versi lama diri sendiri, tapi tentang membangun ulang lebih kuat, lebih sadar, dan lebih jujur.
Menurut kamu, lagu mana yang paling ngena di Rombak?