14/05/2025
إعلم أن النكاح سنة مرغوبة وطريقة حمبوبة َلن به بقاء التناسل ودوام التواصل فقد حرضه الشارع اْلكيم فقال عز من قائل "فانكحواما طاب لكم من النساء مثىن وثالث ورِبع" اَلية وقال "ومن آَيته أن خلقلكم من أنفسكم أزواجا لتسكنوا إليها وجعل بينكم مودة ورمحة" اَلية وقال"وأنكحوا اَلَيمى منكم والصاْلي من عبادكم وإمائكم ان يكونوا فقراء يغنيهم للا من فضله" اآلية.
ومن إغنائه تعال هلم ان الرجل قبل دخوله يف قيد النكاح له يدان ورجالن وعينان وغريها من اجلوارح حبدهتا فقط ولكن كلما دخل فيه صارت تلك اَلعضاء تتضاعف ضعفي بزَيدة أعضاء زوجته اليها.
ال ترى ان العروسة اذا قالت للعريس : ملن يداك؟ قال لك واذا قالت له: ملن أنفك؟ قال لك واذا قالت له ايضا: ملن عيناك؟ قال هلا جميبا ومؤنسا: لك وهكذا. وقال صلى للا عليه وسلم َي معشر الشباب من استطاع منكم الباءة فليتزوج فإنه أغض للبصر وأحصن للفرج اْلديث .والباءة النفقة الظاهرة والباطنة كما قيل. وقال أيضا تزوجوا الولود الودود فإن مكاثر بكم اَلمم يوم القيامة اْلديث او كما قال وغريها من اآلَيت واَلحاديث.
Ketahuilah, bahwasanya nikah adalah sunnah Nabi dan jalan yang disenangi, karena dengannya akan berlangsung keabadian keturunan manusia, serta dengan nikah terdapat keterjalinan hubungan yang berlanjut. Maka Syari' (Allah SWT) Telah menganjurkanya.
"Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi, dua, tiga, atau empat." (QS. an-Nisa' ayat 3).
"Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya adalah Ia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya. Dan dijadikanNya di antaramu rasa kasih dan sayang." (QS. ar-Rum ayat 21).
"Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin maka Allah akan memampukan mereka dengan karuniaNya." (QS. an-Nur ayat 2).
Diantara sebagian contoh kekayaan yang dikaruniakan Allah kepada mereka adalah, sebelum seorang laki-laki memasuki jalinan pernikahan dia hanya memiliki dua tangan, dua kaki, dua mata dan sebagainya dari anggota tubuhnya yang masingmasing hanya sepasang. Namun ketika dirinya telah resmi menikah, maka jadilah anggota-anggota tubuh tersebut menjadi berlipat ganda disebabkan dia telah mendapat tambahan dari anggota tubuh istrinya.
Tidakkah kalian sadari, bahwa ketika pengantin wanita bertanya kepada pengantin pria: "Mas, punya siapa tanganmu itu?" Maka pengantin pria menjawab: "punyamu." Dan ketika pengantin wanita bertanya kepadanya: "punya siapa hidungmu itu mas?" Maka dia menjawab: "punya kamu dik" Begitupula ketika pengantin wanita bertanya kepadanya: "Mata ini punya siapa mas?" Dengan penuh kasih sayang dia menjawab: "punya kamu dik"
Diantara sebagian contoh kekayaan yang dikaruniakan Allah kepada mereka adalah, sebelum seorang laki-laki memasuki jalinan pernikahan dia hanya memiliki dua tangan, dua kaki, dua mata dan sebagainya dari anggota tubuhnya yang masingmasing hanya sepasang. Namun ketika dirinya telah resmi menikah, maka jadilah anggota-anggota tubuh tersebut menjadi berlipat ganda disebabkan dia telah mendapat tambahan dari anggota tubuh istrinya.
Tidakkah kalian sadari, bahwa ketika pengantin wanita bertanya kepada pengantin pria: "Mas, punya siapa tanganmu itu?" Maka pengantin pria menjawab: "punyamu." Dan ketika pengantin wanita bertanya kepadanya: "punya siapa hidungmu itu mas?" Maka dia menjawab: "punya kamu dik" Begitupula ketika pengantin wanita bertanya kepadanya: "Mata ini punya siapa mas?" Dengan penuh kasih sayang dia menjawab: "punya kamu dik"
Nabi Saw. telah bersabda: "Wahai para pemuda, siapa diantara kalian yang sudah mampu membiayai pernikahan, hendaklah kalian menikah. Karena sesungguhnya nikah itu lebih mampu memejamkan pandangan (dari kemaksiatan) dan lebih menjaga kehormatan."
Yang dikehendaki dengan kata "ba-ah" dalam hadits di atas adalah nafkah lahir maupun batin. Nabi Saw. juga bersabda:
"Nikahilah olehmu wanita-wanita yang produktif (gampang melahirkan) dan yang banyak kasih sayangnya kepada suami. Karena sesungguhnya aku berlomba-lomba dengan kalian memperbanyak umat di hari kiamat kelak."
Bab: Tentang Jima' dan Rahasia Waktunya
بيان اْلرث وأسرار اوقاته
إعلم أن املقصود اَلعظم من النكاح التعبد والتقرب واتباع سنة الرسول وحتصيل الولد والنسل َلن به بقاء العاَل وانتظامه وبرتكه وإمهاله خرابه ودراسه ومعلوم أنه لحيصل اْلصاد ال بنثر البذر على اَلرض اول وحرثها وزرعها بطرق وكيفيات معلومة عند الفالح وانتظار املدد ال بدو الصالح وكذلك لحيصل الولد والنسل ال ببث بذر الزوج على مزرعته وزرعته الت هي حليله قال تعال نساؤكم حرث لكم فأتوا حرثكم أىن شئتم وقدموا َلنفسكم اآلية. وسبب نزول هذه اآلية ان املسلمي قالوا: ان أنيت النساء ِبركات وقائمات ومستلقيات ومن بي ايديهم ومن خلفهم بعد ان يكون املأيت واحدا فقالت اليهود ما انتم ال البهائم لكنا أنهتن على هيئة واحدة وان لنجد يف التوراة ان كل اتيان تؤتى النساء غري اإلستلقاء دنس عندللا. فأكذب للا تعال اليهود ففي هذه اآلية دللة على جواز اتيان الرجل زوجته على اي كيفية وحال شاء من قيام وقعود واستلقاء ومن اي جهة شاء من فوق ومن حتت ومن وراء ومن قدام ويف اي وقت شاء يف الليل او النهار بعد ان كان يف صمام واحد
لكن قال اهل العلم من جامع زوجته يف ليلة اجلمعة يصري الولد حافظا يف كتاب للا تعال ومن جامع يف ليلة السبت يكون
الولد جمنون ومن جامع يف ليلة اَلحد يكون الولد سارقا مللك غريه اوظاملا ومن جامع يف ليلة اإلثني يكون الولد فقريا او مسكينا او راضيا َلمر للا وقضائه ومن جامع يف ليلة الثالاثء يكون الولد ِبرا للوالدين ومن جامع يف ليلة اَلربعاء يكون الولد كثري العقل او كثري العلم او كثري الشكر ومن جامع يف ليلة اخلميس يكون الولد خملصا يف قلبه ومن جامع زوجته مع التكلم يكون الولد أبكم ومن جامع يف ظلمة يكون الولد ساحرا ومن جامع مع السراج يكون الولد حسن الصورة ومن جامع رائيا عورة املرأة يكون الولد أعمى او أعمى القلب ومن جامع سائل الزاد لسفر يكون الولد كاذِب ومن جامع حتت الشجرة املطعوم مثرها يكون الولد مقتول اْلديد او مقتول الغرق او مات يف هدم الشجرة
قال أهل العلم وينبغي للعروس أربعة أشياء أوهلا أخذ اليدين واثنيها مس صدرها واثهلا تقبيل اخلدين ورابعها قراءة البسملة عند إدخال الذكر يف الفرج وقال صلى للا عليه وسلم من جامع زوجته عند اْليض فكأمنا جامع أمه سبعي سنة اْلديث او كما قال.
)نفيسة ظريفة( سئل بعض املشايخ عن النعم الدنيا كم هي؟فأجاب أبَّنا كثرية لحيصى عددها قال تعال: وإن تعدوا نعمة للا لحتصوها ولكنأعظمها اَنصر يف ثالثة أشياء: تقبيل النساء وملسها وإدخال الذكر يف الفرج. قال الشاعر يف حبر الرجز:
Ketahuilah bahwa tujuan terpenting dari nikah itu adalah ibadah dan mendekatkan diri kepada sang Khaliq dan mengikuti Rasul, dan menghasilkan keturunan. Dengan pernikahan alam ini akan terus stabil, dan dengan meninggalkan pernikahan maka alam ini bisa rusak dan binasa.
Hal yang maklum, takkan memanen tanpa menanam benih pada bumi, kemudian mengolah dan merawatnya melalui teori dan teknik pertanian. Dan juga perlu waktu beberapa lama hingga buahnya menjadi siap panen. Begitupula takkan terwujud seorang anak dan keturunan tanpa terlebih dulu memasukkan sperma suami di dalam indung telur istrinya. Allah Swt. berfirman:
"Wanita-wanita kamu semua adalah ladang bagimu. Maka datangilah ladangmu itu semaumu dan kerjakanlah olehmu (amal-amal yang baik) untuk dirimu sendiri." (QS. al-Baqarah ayat 223).
Ayat ini turun ketika kaum Muslimin mengatakan bahwa mereka menggauli istri mereka dengan posisi berlutut, berdiri, terlentang, dari arah depan dan dari arah belakang.
Menanggapi pernyataan kaum Muslimin tersebut kaum Yahudi menyatakan: "Tidaklah melakukan hubungan semacam itu selain menyerupai tindakan binatang, sedangkan kami mendatangi mereka dengan satu macam posisi. Sungguh telah kami temukan ajaran dalam Taurat bahwa setiap hubungan badan selain posisi istri terlentang itu kotor di hadapan Allah."
Lalu turunlah ayat di atas, Allah hendak membantah pernyataan kaum Yahudi tersebut.
Jadi dalam kandungan ayat ini menunjukkan diperbolehkannya seorang suami menyetubuhi istrinya dengan cara apapun dan pada posisi bagaimanapun yang ia s**ai. Baik dengan cara berdiri, duduk atau terlentang. Serta dari arah manapun suami berkehendak, baik dari atas, bawah, belakang ataupun dari arah depan. Dan boleh juga menyetubuhinya pada waktu kapanpun suami menghendaki, siang ataupun malam hari. Sepanjang yang dituju adalah satu lobang (Va**na).