Sitaa Namanya

Sitaa Namanya cerita seru ❤ Mulailah Berbisnis Yang Halal

04/02/2025
Ada cerita menyentuh hati dari foto2 ini 😢😢
31/05/2019

Ada cerita menyentuh hati dari foto2 ini 😢😢

Entah siapa yang menulis postingan ini, sangat bagus untuk dibaca. Sekarang aku mengerti ,,,😊*Apabila kita telah berusah...
27/03/2019

Entah siapa yang menulis postingan ini, sangat bagus untuk dibaca.
Sekarang aku mengerti ,,,😊

*Apabila kita telah berusaha dan bekerja keras*.
*Apabila kita telah jalani Sholat yang lima waktu.*
*Apabila kita sudah melakukan Sholat Dhuha, Tahajud, Dzikir, Sholawat dan DOA*.
*Namun tetap miskin juga.*
*Tak perlu minder apalagi protes pada-NYA*

Seorang anak bertanya kepada ibunya :
*Ibu, mengapa kita miskin?*

Dengan tenang sang ibu berkata :

*Nak, hidup ini seperti jalan² di Supermarket. Semua orang boleh memilih dan membawa barang apa saja yang ia inginkan*.

*Siapa yang membawa sepotong roti, maka ia harus membayar seharga sepotong roti*,
*Siapa yang membawa tiga potong roti, iapun harus membayar tiga potong roti*.

*Sementara kita tak mungkin membawa apa². Karena tak punya uang untuk membelinya.*
*Dipintu kasirpun kita tak akan diperiksa, dibiarkan jalan begitu saja*

*Begitu p**a kelak di Hari Kiamat Nak.*

*Saat orang² kaya antri menjalani pemeriksaan untuk dimintai pertanggung jawaban.*

*Saat orang² kaya ditanya tentang 😗
*Darimana hartanya mereka peroleh ?.*
*Dan kemana hartanya mereka gunakan ?.*

*Kita dibiarkan terus berjalan tanpa beban.*
*Lebih enak bukan !.*
*Apakah engkau masih juga belum bisa menerima ?.*

*Anakku,*
*Jika kita memang ditakdirkan menjadi orang miskin 😗

*BERSABARLAH SEJENAK,*
*Karena setelah kematian, kemiskinan itu akan sirna.*

*BERPIKIRLAH POSITIF,*
*Barangkali, jika kita kaya belum tentu bisa lebih bertakwa*

*Mungkin juga, dengan kemiskinan kita akan lebih mudah meraih SURGA-NYA.*

*JANGAN PERNAH MINDER*,
*Karena kaya dan miskin bukanlah ukuran Mulia dan Hinanya manusia*.

Tetaplah berprasangka baik pada ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala.

Singkirkan rasa iri , cemburu & buanglah tanda tanya,

Tentang Kehendak-NYA Pembagi Nikmat.

Mungkin jatah yang buat kita masih tersimpan di SURGA.

Menunggu kita Siap Menerimanya....

Ingatlah apa yang disampaikan Rasulullah.. Bahwa "sesungguhnya kekayaan itu bukan terletak pada harta benda,melainkan pada ketenangan hati dan jiwa".

Semoga yg bilang aamiin semua menjadi orang yang pandai mensyukuri akan nikmat dan karunia yang Allah swt berikan.

Aamiiin ya rabbal'alamin

Barokallahu fiikum..silakan di share/bagikan.

HAL INILAH YANG MENYEBABKAN SEORANG MUSLIMAH TAAT MASUK NERAKA KARENA LISANSahabat, jangan merasa aman dan yakin di duni...
29/12/2017

HAL INILAH YANG MENYEBABKAN SEORANG MUSLIMAH TAAT MASUK NERAKA KARENA LISAN

Sahabat, jangan merasa aman dan yakin di dunia apalagi di akhirat karena merasa sudah rajin sholat, mengaji dan berpuasa jikalau tak mampu menjaga lisan. Maksudnya?

Abu Hurairah r.a pernah menyampaikan, ada yang menanyakan kepada Rosulullah SAW begini, “Wahai Rosulullah, sesungguhnya si Fulanah s**a sholat malam, shoum di siang hari, mengerjakan (berbagai kebaikan) dan bersedekah, hanya saja ia s**a mengganggu para tetangganya dengan lisannya?”

Dijawab oleh beliau, “Tiada kebaikan padanya, dia termasuk penghuni neraka”. Nah Mereka pun bertanya lagi, “Sesungguhnya si Fulanah (yang lain) mengerjakan (hanya) sholat wajib dan bersedekah dengan sepotong keju, namun tidak pernah mengganggu seorangpun?”. Bersabda Rosulullah, “Dia termasuk penghuni surga”. [HR al-Bukhari)

Berarti soal menjaga lisan ini bukan perkara kecil bukan?. Amat menentukan nasib seorang hamba di dunia, terlebih-lebih di akhirat kelak. Intinya Ibadah vertikal sesorang juga harus dimplementasikan dengan ibadah horizontal dia kepada sesama. Terutama saudara terdekat seperti tetangga dengan menjaga lisannya.


Urusan lisan buat perempuan memang bukan perkara gampang. Banyak yang mengatakan memang dari “sono”nya perempuan dilahirkan sebagai sosok cerewet dan banyak omong. Betulkah?

Sebenarnya nggak 100% valid, tapi setidaknya kalau ada penyebutan “perempuan” secara khusus oleh Allah SWT dalam kaitannya menjaga lisan, itu tandanya para wanita harus lebih berhati-hati.

Di Surat Al Hujurat ayat 11 disebut jelas, “…dan janganlah perempuan-perempuan (mengolok-ngolok) perempuan lain , kerena boleh jadi perempuan (yang diolok-olok) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-ngolok)”.

Nah Sahabat Ummi, peringatan Allah ini pertanda bahwa siapa saja khususnya perempuan harus benar-benar menjaga lisannya dengan baik. Karena ada istilah mengatakan lidah lebih tajam daripada pedang. Pukulan hanya membekas di badan barang sebentar tapi omongan bisa terpendam di hati hingga terbawa mati. Serem kan?

Tahukah apa saja petaka lisan yang bisa menjauhkan wanita dari surga?

Mencibir atau mengolok-ngolok. Ini masuk petaka besar karena dibalik cibiran biasanya tersembunyi kesombongan. Orang yang mengolok-ngolok seringnya merasa dirinya lebih baik dan sempurna dari orang lain. Padahal barang siapa membawa kesombongan atau ujub maka ia tak akan diperkenankan masuk surga.

Menggunjing atau membicarakan aib orang. Wah ini juga jangan dianggap sepele karena jatuhnya bisa ghibah maupun fitnah. Ghibah jika apa yang disampaikan benar, fitnah jika ternyata salah. Bila tak ingin amal yang sudah kita kumpulkan susah payah di’debet’ orang lain, maka mulai dari sekarang berhentilah menggunjing.

Banyak mengeluh. Konon perempuan gudangnya keluhan terutama mengeluhkan pasangan hidup alias suaminya. Sahabat Ummi, waspadalah…waspadalah jangan sampai tercecer keluhan mengenai pasangan hidup kita di depan teman hatta urusan sepele sekalipun. “Suami saya orangnya ceroboh…naroh barang s**a sembarangan. Sudah gitu malas bangun pagi sekalinya bangun pengennya sudah tersedia kopi!”

Karena mendengar keluhan menantunya mengenai kondisi perekonomian keluarga tanpa sepengetahuan yang bersangkutan, diriwayatkan Nabi Ibrahim AS akhirnya menyuruh Nabi Ismail menceraikan istrinya. Bagaimanapun seorang istri harus menjaga kehormatan suaminya.

Keluhan istri juga bisa diartikan ia tidak ikhlas dengan keadaan. Mengeluhkan suami sama saja ia tidak ikhlas mendampingi. Itulah yang kata Rasulullah SAW mengapa banyak wanita jadi penghuni neraka karena sering berkeluh kesah mengenai suaminya baik soal uang maupun tabiatnya.

Dalam hadits riwayat Al Bukhari dikatakan banyaknya wanita dalam neraka karena mereka kufur terhadap suaminya. Kufur terhadap kebaikan-kebaikannya. Meskipun suaminya berbuat baik sebanyak apa pun namun tatkala sedikit saja seorang istri menemukan kekurangannya yang tidak ia s**ai para istri ini dengan mudahnya mengucap, “Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.”

Pernahkah terucap demikian?...buru-buru minta maaf segera deh para istri.

Gampang mencela dan ngata-ngatain orang. Perempuan juga paling jago memberi label jelek pada sesama perempuan. “dasar jablay. Sundel bolong…,perusak rumah tangga orang” dan sederetan cap jelek lainnya. Sss..ingatlah pepatah mulutmu harimaumu.

Nyinyir dan over penilaian. Nah ini dia penyakit lisan lain yang tak kalah penting untuk diperhatikan. Bukan karena perfeksionis, tapi dasarnya perempuan memang doyan menilai. “Makanan di situ nggak enak. Asiiin. Ih amit-amit mampir ke situ lagi”. Tapi ludes juga tuh masuk ke perut. Apalagi kalau arisan, “ah bu, bajunya ini sudah bagus sayangnya kerudungnya kurang matching..”. Adaaaa saja yang dinilai dan kadang tidak prinsipil.

Basa-basi tapi tak mengenakkan. Menanyakan sesuatu boleh-boleh saja asal jangan berlebihan dan kadang kala bikin susah orang untuk menjawab. Basa-basi tapi minus empati. Contohnya begini:

“Kapan menikah? Saya nggak sabar nih pengen jadi panitia.” Padahal tahu dia lagi nunggu jodoh.

“Kapan punya anak?..sudah setahun belum isi juga?”

“Kapan nambah anak lagi? Cuma dua mah masih sepi rumah”

“Kapan mantu?”

Bla…bla…

Tidak tahukah kadang basa-basi terkesan sepele bisa membekas dalam pikiran seseorang dan membuatnya stress?. Berempati sajalah dan doakan saja secara diam-diam tak usah menanyakan berulang-ulang kayak siaran iklan.

Menghasut dan manas-manasi teman.

“Bu, jangan biarkan anaknya main sama anaknya si A..dia itu celamitan persis kayak ibunya”

“Ibu harus segera menurunkan berat badan biar nggak gampang sakit. Tetangga saya kemarin meninggal di usia 45 tahun. Masih muda kan, sakit jantung karena kegemukan”.

Yakin deh sahabat, bukannya mengena malah antipati. Kadang ada orang yang dijauhi karena sikap dan ucapannya tidak memberi kenyamanan bagi yang mendengar.

Sahabat Ummi, betapa lisan yang tak terjaga akan menjatuhkan seseorang ke dalam neraka sudah sering diingatkan oleh Rasulullah SAW di hadits yang lain.

“Tiada lain yang menjerumuskan manusia ke dalam neraka itu hanyalah karena hal-hal yang diucapkan oleh lidah mereka” (HR. Ashhabu ‘s Sunan dan Ahmad)

Lalu bagaimana cara mencegah lisan dari perkataan yang menyakitkan?.

Jawaban tergampang adalah latihan mengendalikan diri.Jangan berdalih ucapan buruk itu karena karakter (sifat) bawaan, atau kesukuan. Tidak, lisan itu merupakan gambaran karakter seseorang. Karenanya saring-saringlah dulu ucapan sebelum kelepasan. Berfikir sebelum bicara, bukan di balik ngomong dulu baru mikir.

Cara lain adalah mulai berkomitmen untuk tidak berdusta, menggunjing, mencela dan lainnya yang berindikasi menyakiti orang lain. Hal yang juga memungkinkan adalah meninggalkan lingkungan pergaulan yang tidak kondusif.

Banyak di kalangan kita ikutan ghibah karena teman-teman sekeliling kita biasa demikian. Tinggalkan pergaulan yang buruk dan bergantilah mencari kawan-kawan yang mendukung kita dalam kebaikan.

Tentunya dengan cara mensiasatinya karena pada dasarnya kita pun dilarang pilah pilih teman karena kesombongan atau merasa lebih suci. Dan terakhir, isilah waktu dengan kesibukan yang bermanfaat. Insya Allah dengan banyak beraktivitas positif akan menghindarkan kita dari waktu luang yang kadang sia-sia.

Semoga berguna.

Penulis : Sih Wakaningtyas.

ABDURRAHMAN BIN AUF SELALU GAGAL JADI ORANG MISKINJika saya sedang mengalami keterpurukan dalam usaha usaha saya, semang...
28/12/2017

ABDURRAHMAN BIN AUF SELALU GAGAL JADI ORANG MISKIN

Jika saya sedang mengalami keterpurukan dalam usaha usaha saya, semangat down, maka saya selalu bermuhasabah diri dengan mengingat kisah bisnis Abdurrahman bin Auf, tentang investasinya membeli kurma busuk.

Suatu ketika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata, Abdurrahman bin Auf r.a akan masuk surga terakhir karena terlalu kaya.
Ini karena orang yang paling kaya akan dihisab paling lama.

Maka mendengar ini, Abdul Rahman bin Auf r.a pun berfikir keras, bagaimana agar bisa kembali menjadi miskin supaya dapat masuk surga lebih awal.

Setelah Perang Tabuk, kurma di Madinah yang ditinggalkan sahabat menjadi busuk. Lalu harganya jatuh.

Abdurrahman bin Auf r.a pun menjual semua hartanya, kemudian memborong semua kurma busuk milik sahabat tadi dengan harga kurma bagus.

Semuanya bersyukur.. Alhamdulillah.. kurma yang dikhawatirkan tidak laku, tiba-tiba laku keras! Diborong semuanya oleh Abdurrahman bin Auf. Semua sahabat gembira. Abdurrahman bin Auf r.a pun juga gembira.

Sahabat lain gembira sebab semua dagangannya laku. Abdurrahman bin Auf r.a gembira juga sebab...berharap jatuh miskin!

Masya Allah.... luar biasa!

Kebayang ini kita? Ketika usaha sedang diuji sama Allah, kita udah teriak tak tentu arah. Lupa bersyukur bahwa masih banyak rezki yang lain.

Abdurrahman bin Auf r.a merasa sangat lega, sebab tahu akan bakal masuk surga dulu, sebab sudah miskin.

Namun.. Masya Allah Rencana Allah Subhanahu wa ta'ala itu memang terbaik..

Tiba-tiba, datang utusan dari Yaman membawa berita, Raja Yaman mencari kurma busuk.

Rupa-rupanya, di Yaman sedang berjangkit wabah penyakit menular, dan obat yang cocok adalah KURMA BUSUK !

Utusan Raja Yaman berniat memborong semua kurma Abdurrahman bin Auf r.a dengan harga 10 kali lipat dari harga kurma biasa.

Allahu Akbar....!
Orang lain berusaha keras jadi kaya. Sebaliknya, Abdurrahman bin Auf berusaha keras jadi miskin tapi selalu gagal.

Benarlah firman Allah :

" Wahai manusia, di langit ada rezki bagi kalian. Juga semua karunia yang dijanjikan pada kalian " (Qs. Adz Dzariat, 22 )

Jadi.. yang banyak memberi rezeki itu datangnya dari kurma yang bagus atau kurma yang busuk?

Ternyata Allah Subhanahu wa ta'ala lah yang Memberi rezki.

Allah yang memberi rezki. Minta sama Allah kak. Usaha usaha kita ini hanya bentuk ikhtiar padaNya. Karena Allah memang menyukai orang yang bersungguh2 dalam berusaha.

Tapi jangan menuhankan usaha kita. Pengambil keputusan ada di Allah. Maka jemput rezki kita dengan mengejar Allah dulu, Allah lagi, Allah terus.

Boleh gag kita iri sama seseorang?

Boleh bangetttt....

Rasulullah SAW berkata , " Kita tidak boleh iri kecuali kepada 3 orang. Pertama, orang yg berilmu yg mengamalkan dan mengajarkannya. Yang kedua, orang yg mati syahid. Dan yang ketiga, orang kaya yang dermawan."

Orang sholeh harus kaya. Orang kaya harus sholeh.

Itulah kenapa Rasulullah mengatakan bahwa
“… Alangkah baiknya harta di tangan orang yang shalih.” (HR. Ahmad)

Yukkk kejar akherat tapi jangan lupa dunia.

Tri Widayanti
Founder Komunitas Emakpreuneur Indonesia
One family one business

TERIMA KASIH IBU...Kisah sedih: 5 menit merindingseorang pemuda ingin melamar pekerjaan sebagai manajer di perusahaan be...
24/12/2017

TERIMA KASIH IBU...

Kisah sedih: 5 menit merinding

seorang pemuda ingin melamar pekerjaan sebagai manajer di perusahaan besar.

~Interview dengan Direktur

~Direktur : "setelah saya lihat,kamu anak yang pintar"
Pemuda : "Terimakasih pak
"Direktur : "siapa yang membiayai mu sekolah?
"Pemuda : "Ibu saya,karna ayah saya sudah meninggal"
Direktur : "Dimana Ibumu bekerja?
"Pemuda : "Ibu saya bekerja sebagai tukang cuci"
Direktur : "Coba saya lihat tanganmu!
"Pemuda : "ini pak" (menunjukantangannya yg lembut dan halus)
Direktur : "Apa kamu pernah membantu ibumu?
"Pemuda : "tidak, Ibu hanya ingin saya belajar dan membaca banyak buku
"Direktur : "saya memiliki permintaan. Ketika kamu p**ang, kamu cuci tangan Ibumu, kemudian temui saya esok hari"

Si pemuda itu p**ang, ketika di rumah dia meminta ibunya untuk membiarkan dirinya membersihkan tangan Ibunya. Berlahan air matanya tumpah, dia merasakan tangan ibunya yang kasar, berkerut, dan banyak luka. Si pemuda sadar Luka di tangan ibunya merupakan harga yng harus dibayar ibunya untuk pendidikannya. Kemudian dia mencuci baju seperti yg dilakukan ibunya. Dia merasakan betapa susahnya pekerjaan yg dilakukan ibunya seorang diri,tanpa mau di bantu oleh dirinya..

~Ke esokan Hari

~Direktur : "Bagaimana? Apasudah kamu penuhi permintaanku?
"Pemuda : "Sudah pak"
Direktur : "Coba ceritakan?
"Pemuda : "saya membersihkan tangan ibu saya,saya juga mencuci baju. Akhirnya saya mengerti pengorbanan ibu saya. tanpa ibu, saya tidak akan menjadi seperti ini.
Direktur : "Inilah yang saya cari dalam diri Manajer. Seseorang yang mengetahui penderitaan orang lain ketika mengerjakan sesuatu, dan seseorang yg tidak menempatkan uang sebagai tujuan utama dari hidup. Selamat kamu di terima
"Pemuda : "terima kasih pak".

Subhanallah, begitu besar perjuangan seorang ibu, dia mau melakukan apapun demi kebahagiaan anaknya.
Ya Allah...
♡Muliakanlah orang yang membaca status ini
♡Lapangkanlah hatinya
♡Bahagiakanlah keluarganya
♡Luaskan rezekinya seluas lautan
♡Mudahkan segala urusannya
♡Kabulkan cita-citanya
♡Jauhkan dari segala Musibah
♡Jauhkan dari segala Penyakit, Fitnah, Prasangka Keji, Berkata Kasar, dan Mungkar
♡Dan semoga yg me-LIKE, komen Aamiin dan membagikan status ini bisa membahagiakan ibunya, dan kelak berkumpul bersama di Surga aamiin..

JIKA ANDA CINTA PADA IBU BAGIKAN STATUS INI...SEMOGA YG LIKE DAN KOMEN AAMIIN IBUNYA MASUK SURGA TANPA HISAB AAMIIN..BOLEH DI SHARE SEBANYAK MUNGKIN....

Dalam hidup ini ada perkara-perkara yang kadang ngak perlu dipertanyakan
24/12/2017

Dalam hidup ini ada perkara-perkara yang kadang ngak perlu dipertanyakan

 ....!!Aku sudah lulus dari kuliah dan sudah mendapatkan pekerjaan yang bagus.Lamaran kepada diriku untuk menikah juga m...
20/12/2017

....!!
Aku sudah lulus dari kuliah dan sudah mendapatkan pekerjaan yang bagus.
Lamaran kepada diriku untuk menikah juga mulai berdatangan, akan tetapi aku tidak mendapatkan seorangpun yang bisa membuatku tertarik.
Kemudian kesibukan kerja dan karir memalingkan aku dari segala hal yang lain. Hingga aku sampai berumur 34 tahun.
Ketika itulah aku baru menyadari bagaimana susahnya terlambat menikah.
Pada suatu hari datang seorang pemuda meminangku. Usianya lebih tua dariku 2 tahun. Dia berasal dari keluarga yang kurang mampu. Tapi aku ikhlas menerima dirinya apa adanya.
Kami mulai menghitung rencana pernikahan. Dia meminta kepadaku photo copy KTP untuk pengurusan surat-surat pernikahan. Aku segera menyerahkan itu kepadanya.
Setelah berlalu dua hari ibunya menghubungiku melalui telepon. Beliau memintaku untuk bertemu secepat mungkin.
Aku segera menemuinya. Tiba-tiba ia mengeluarkan photo copyan KTPku. Dia bertanya kepadaku apakah tanggal lahirku yang ada di KTP itu benar?
Aku menjawab: Benar.
Lalu ia berkata: Jadi umurmu sudah mendekati usia 40 tahun?!
Aku menjawab: Usiaku sekarang tepatnya 34 tahun.
Ibunya berkata lagi: Iya, sama saja.Usiamu sudah lewat 30 tahun.
Itu artinya kesempatanmu untuk memiliki anak sudah semakin tipis.
Sementara aku ingin sekali menimang cucu.
Dia tidak mau diam sampai ia mengakhiri proses pinangan antara diriku dengan anaknya.
Masa-masa sulit itu berlalu sampai 6 bulan.
Akhirnya aku memutuskan untuk pergi melaksanakan ibadah umrah bersama ayahku, supaya aku bisa menyiram kesedihan dan kekecewaanku di Baitullah.

Akupun pergi ke Mekah.
Aku duduk menangis, berlutut di depan Ka’bah.
Aku memohon kepada Allah supaya diberi jalan terbaik.
Setelah selesai shalat, aku melihat seorang perempuan membaca al Qur’an dengan suara yang sangat merdu.
Aku mendengarnya lagi mengulang-ulangayat:

(وكان فضل الله عليك عظيما)

“Dan karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu itu sangat besar”.
(An Nisa’: 113)

Air mataku menetes dengan derasnya mendengar lantunan ayat itu. Tiba-tiba perempuan itu merangkulku ke pangkuannya.

Dan ia mulai mengulang-ulangfirman Allah:

(ولسوف يعطيك ربك فترضي)

“Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas”.
(Adh Dhuha: 5)

Demi Allah, seolah-olah aku baru kali itu mendengar ayat itu seumur hidupku. Pengaruhnya luar biasa, jiwaku menjadi tenang.
Setelah seluruh ritual umrah selesai, aku kembali ke Cairo.
Di pesawat aku duduk di sebelah kiri ayahku, sementara disebelah kanan beliau duduk seorang pemuda.

Sesampainya pesawat di bandara, akupun turun.
Di ruang tunggu aku bertemu suami salah seorang temanku.
Kami bertanya kepadanya, dalam rangka apa ia datang ke bandara?
Dia menjawab bahwa ia lagi menunggu kedatangan temannya yang kembali dengan pesawat yang sama dengan yang aku tumpangi.
Hanya beberapa saat, tiba-tiba temannya itu datang.Ternyata ia adalah pemuda yang duduk di kursi sebelah kanan ayahku tadi.
Selanjutnya aku berlalu dengan ayahku…..
Baru saja aku sampai di rumah dan ganti pakaian, lagi asik-asik istirahat, temanku yang suaminya tadi aku temui di bandara menelphonku.
Langsung saja ia mengatakan bahwa teman suaminya yang tadi satu pesawat denganku sangat tertarik kepada diriku.
Dia ingin bertemu denganku di rumah temanku tersebut malam itu juga.
Alasannya, kebaikan itu perlu disegerakan.
Jantungku berdenyut sangat kencang akibat kejutan yang tidak pernah aku bayangkan ini.
Lalu aku meminta pertimbangan ayahku terhadap tawaran suami temanku itu.
Beliau menyemangatiku untuk mendatanginya.
Boleh jadi dengan cara itu Allah memberiku jalan keluar.
Akhirnya…..aku pun datang berkunjung ke rumah temanku itu.

Hanya beberapa hari setelah itu pemuda tadi sudah datang melamarku secara resmi.
Dan hanya satu bulan setengah setelah pertemuan itu kami betul-betul sudah menjadi pasangan suami-istri.
Jantungku betul-betul mendenyutkan harapan kebahagiaan.
Kehidupanku berkeluarga dimulai dengan keoptimisan dan kebahagiaan.

Aku mendapatkan seorang suami yang betul-betul sesuai denganharapanku.
Dia seorang yang sangat baik, penuh cinta, lembut, dermawan, punya akhlak yang subhanallah, ditambah lagi keluarganya yang sangat baik dan terhormat.
Namun sudah beberapa bulan berlalu belum juga ada tanda-tanda kehamilan pada diriku.
Perasaanku mulai diliputi kecemasan.Apalagi usiaku waktu itu sudah memasuki 36 tahun.
Aku minta kepada suamiku untuk membawaku memeriksakan diri kepada dokter ahli kandungan.
Aku khawatir kalau-kalau aku tidak bisa hamil.
Kami pergi untuk periksa ke seorang dokter yang sudah terkenaldan berpengalaman.
Dia minta kepadaku untuk cek darah. Ketika kami menerima hasil cek darah, ia berkata bahwa tidak ada perlunya aku melanjutkan pemeriksaan berikitnya, karena hasilnya sudah jelas.
Langsung saja ia mengucapkan
“Selamat, anda hamil!”

Hari-hari kehamilanku pun berlalu dengan selamat, sekalipun aku mengalami kesusahan yang lebih dari orang biasanya.
Barangkali karena aku hamil di usia yang sudah agak berumur.
Sepanjang kehamilanku, aku tidak punya keinginan mengetahui jenis kelamin anak yang aku kandung.
Karena apapun yang dikaruniakan Allah kepadaku semua adalah nikmat dan karunia-Nya.
Setiap kali aku mengadukan bahwa rasanya kandunganku ini terlalu besar, dokter itu menjawab:
Itu karena kamu hamil di usia sudah sampai 36 tahun.

Selanjutnya datanglah hari-hari yang ditunggu, hari saatnya melahirkan.
Proses persalinan secara caesar berjalan dengan lancar.
Setelah aku sadar, dokter masuk ke kamarku dengan senyuman mengambang di wajahnya sambil bertanya tentang jenis kelamin anak yang aku harapkan.
Aku menjawab bahwa aku hanya mendambakan karunia Allah.
Tidak penting bagiku jenis kelaminnya. Laki-laki atau perempuan akan aku sambut dengan beribu syukur.
Aku dikagetkan dengan pernyataannya:
“Jadi bagaimana pendapatmu kalau kamu memperoleh Hasan, Husen dan Fatimah sekaligus?

Aku tidak paham apa gerangan yang ia bicarakan.
Dengan penuh penasaran aku bertanya apa yang ia maksudkan?
Lalu ia menjawab sambil menenangkan ku supaya jangan kaget dan histeris bahwa Allah telah mengaruniaku 3 orang anak sekaligus. 2 orang laki-laki dan 1 orang perempuan.
Seolah-olah Allah berkeinginan memberiku 3 orang anak sekaligus untuk mengejar ketinggalanku dan ketuaan umurku.

Sebenarnya dokter itu tahu kalau aku mengandung anak kembar 3, tapi ia tidak ingin menyampaikan hal itu kepadaku supaya aku tidak merasa cemas menjalani masa-masa kehamilanku.
Lantas aku menangis sambil mengulang-ulangayat Allah:

(ولسوف يعطيك ربك فترضى)

“Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas”. (Adh Dhuha: 5)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

(وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَإِنَّكَ بِأَعْيُنِنَا )

“Dan bersabarlah menunggu ketetapan Tuhanmu, karena sesungguhnya engkau berada dalam pengawasan Kami…”
(Ath Thur: 48)

Bacalah ayat ini penuh tadabbur dan penghayatan, terus berdoalah dengan hati penuh yakin bahwa Allah tidak pernah dan tidak akan pernah menelantarkanmu.

Bila status ini ada manfaatnya silahkan di-share.
Jazaakumullahu khairanRasulallah SAW bersabda :

"Barang siapa yang menyampaikan 1(satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala."
(HR. Al-Bukhari)
Silahkan Klik Like dan Bagikan di halamanmu agar kamu dan teman-temanmu senantiasa istiqomah dan bisa meningkatkan ketakwaannya kepada ALLAH SWT.

Ya ALLAH...
♡ Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini
♡ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
♡ Lapangkanlah hatinya
♡ Bahagiakanlah keluarganya
♡ Luaskan rezekinya selquas lautan
♡ Mudahkan segala urusannya
♡ Kabulkan cita-citanya
♡ Jauhkan dari segala Musibah
♡ Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar.
♡ Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yangmembaca dan membagikan status ini.

Aamiin ya Rabbal'alamin

Dear Ibu2 bekerja,baik yg bekerja di dalam rumah atau di luar rumah..Tolong berhenti mencibir ibu2 lain yang hanya menga...
19/12/2017

Dear Ibu2 bekerja,baik yg bekerja di dalam rumah atau di luar rumah..

Tolong berhenti mencibir ibu2 lain yang hanya mengandalkan penghasilan suami.
Tolong berhenti membuat mereka merasa bersalah,malu bahkanminder karna mereka tidak memiliki penghasilan tambahan.
Tolong berhenti membuat mereka yg awalnya tenang dengan rutinitas mengurus suami anak dan rumah menjadi gelisah karna gak punya penghasilan sendiri.

Apa sih yang salah dengan meminta sesuatu dari suami?
Toh juga minta nya ke suami sendiri kok!
Toh juga penghasilan suami itu HAK istri kok! Udah pernah baca kan testimoni suami2 yg rejekinya malah tambah lancar karna membelanjakan hartanya untuk istri?
Gak usah deh nyindir yg ibu2 kerjaan di rumah doang itu pinternya ngegosip Gak usah juga bilang kalo ibu2 yg ga punya duit sendiri itu gak produktif.
Ada juga yg bilang kalo ibu2 itu tetep harus punya penghasilan sendiri meskipun nafkah suami sudah cukup.
Katanya jaga2 kalo ntar ada kejadian tidak terduga dalam rumah tangga seperti suami di PHK,suami meninggal duluan sampai dengan perceraian.
Plus ada yg bilang juga kalo punya penghasilan sendiri itu enaknya pengen apa2 gak usah minta suami,bisa ngirimin orang tua kita tanpa ngrepotin suami, bisa bantu2 suami beli kebutuhan rumah dst...

Hadeeehhh........Sekedar mengingatkan ya..Setiap makhluk hidup itu sudah dibekali rezeki masing2 sama Allaah SWT.
Masak kita yg orang beriman gak percaya sama janji Allaah? Jadi gak usah khawatir masalah rezeki ibu2..
Kalopun ternyata kedepannya kita ngalamin suami di Phk suami meninggal dst sedangkan kita ga punya penghasilan, YAKIN SAMA ALLAAH pasti Allaah kasih jalan!

Terus yg katanya punya duit sendiri bisa beli2 macem2 tanpa harus minta suami,maaf kok jatuhnya Konsumtif yaa.
Saya ngalamin sendiri soalnya punya duit sendiri berasa pengen beli2 barang yg kurang perlu,sering laper mata,sering ga bisa kontrol. Jadi tolong STOP ya merendahkan ibu rumah tangga yg Full jadi IRT tanpa penghasilan!
Bisa jadi lho bu,mereka2 ini jauh lebih kenceng ngedoain keberkahan&kelancaran rezki suaminya ketimbang kita2 yg merasa santai kalo suami lagi seret.
Bisa jadi lho bu,mereka2 ini jauh lebih cermat&hemat dalam pengaturan uang belanja ketimbang kita2 yg ngrasa tenang karna punya duit sendiri kalo duit belanja abis sblm waktunya.
Bisa jadi juga mereka diem2 bisa nyisihin duit belanja mereka yg terbatas untuk ngirimin keluarganya.
Bisa jadi mereka ini jauh lebih pinter menahan nafsu shopping nya ketimbang kita2 yg asal laper mata smua barang dibeli.
Saya disini udah jualan online dari rumah selama 4-5tahun,tapi saya GAK TERIMA kalo ada yg mencibir merendahkan ibu2 lain yg memilih tidak punya penghasilan tambahan.

NB: Alhamdulillaah nya cuma sedikit ibu2 berpenghasilan yg ngrasa 'sombong' ,masih banyak ibu2 baik yg toleransi sama Full irt

By:Fithri Uswatun Kh

Address

Kota Banda Aceh

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sitaa Namanya posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share