Rumah Herbal Al-Liwa

Rumah Herbal Al-Liwa Menjual aneka obat herbal, madu, propolis, sari kurma, susu kambing dll

Mejual herbal, propolis, madu+herbal, madu pahit, madu murni, sari kurma, kurma, aneka susu kambing etawa, gamat, minyak but-but, herba jawi, serta parfume non alkohol, peci, baju muslim, sarung dll

Kapitalisme: Sumber Bencana Kemanusiaan dan Alam Kapitalisme kerap dipromosikan sebagai sistem paling rasional dan moder...
05/01/2026

Kapitalisme: Sumber Bencana Kemanusiaan dan Alam

Kapitalisme kerap dipromosikan sebagai sistem paling rasional dan modern. Ia menjanjikan kemakmuran, kebebasan individu, serta kemajuan teknologi. Namun realitas berbicara sebaliknya. Di balik jargon pertumbuhan ekonomi dan investasi, kapitalisme justru tampil sebagai sumber bencana multidimensi—bagi manusia, masyarakat, dan alam.

Dalam sistem kapitalisme, keuntungan (profit) dijadikan tujuan utama. Segala sesuatu—tanah, air, hutan, bahkan manusia—direduksi menjadi komoditas. Akibatnya, eksploitasi berlangsung tanpa batas. Kerusakan lingkungan dianggap “biaya pembangunan”, kemiskinan dinormalisasi sebagai “risiko pasar”, dan ketimpangan sosial diterima sebagai “konsekuensi logis”.

Bencana alam yang berulang—banjir, longsor, krisis air bersih—bukan semata takdir alam. Ia lahir dari logika kapitalisme yang mengizinkan korporasi merusak hutan, menambang tanpa kendali, dan menguasai sumber daya strategis demi laba segelintir elite. Negara, alih-alih menjadi pelindung rakyat, sering kali berubah menjadi fasilitator kepentingan modal.

Lebih parah lagi, kapitalisme melahirkan ketimpangan struktural. Kekayaan menumpuk di tangan minoritas, sementara mayoritas rakyat berjuang memenuhi kebutuhan dasar. Pendidikan dan kesehatan dikomersialisasi, menjauhkan akses rakyat kecil. Bahkan dalam kondisi krisis sekalipun, kapitalisme tetap dingin: yang punya modal selamat, yang miskin dibiarkan tumbang.

Kritik terhadap sistem ini bukan hal baru. Hizbut Tahrir, sejak lama, secara konsisten menyebut kapitalisme sebagai sistem rusak (fasid) yang bertentangan dengan fitrah manusia. Dalam berbagai kajian dan literaturnya, Hizbut Tahrir menegaskan bahwa kapitalisme gagal mewujudkan keadilan karena menjadikan kebebasan kepemilikan dan keuntungan sebagai asas utama, bukan kemaslahatan umat.

Menurut analisa Hizbut Tahrir, akar masalahnya bukan pada oknum, tetapi pada sistem itu sendiri. Selama kapitalisme dipertahankan, bencana akan terus diproduksi—baik berupa krisis ekonomi, kerusakan lingkungan, perang perebutan sumber daya, maupun runtuhnya nilai kemanusiaan. Solusi tambal sulam seperti “kapitalisme hijau” atau “ekonomi berkelanjutan” hanyalah kosmetik, bukan penyembuh.
Islam, sebagaimana diperjuangkan dalam pemikiran Hizbut Tahrir, menawarkan paradigma yang berbeda. Sumber daya alam dikelola sebagai milik umum, negara berfungsi sebagai pengurus (ra’in), dan ekonomi diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar seluruh rakyat, bukan memperkaya segelintir oligarki. Prinsip halal–haram menjadi pagar moral yang mencegah eksploitasi.

Maka, jika hari ini dunia dipenuhi krisis demi krisis, sudah saatnya kita jujur bertanya: apakah kapitalisme layak dipertahankan? Atau justru inilah sistem yang harus ditinggalkan karena terbukti menjadi sumber bencana?

Selama kapitalisme masih menjadi fondasi kehidupan, bencana bukanlah anomali—ia adalah keniscayaan.

Ubur ubur ikan lele, pingin sehat minum susu kambing le
07/02/2025

Ubur ubur ikan lele, pingin sehat minum susu kambing le

19/11/2024

Address

Jln. Majapahit (simpang 3, Jln. Majapahit) Kel. Majapahit
Lubuklinggau
31626

Opening Hours

Monday 08:00 - 18:00
Tuesday 08:00 - 18:00
Wednesday 08:00 - 18:00
Thursday 08:00 - 18:00
Friday 08:00 - 18:00
Saturday 08:00 - 18:00
Sunday 09:00 - 16:00

Telephone

+6287749692639

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Rumah Herbal Al-Liwa posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Rumah Herbal Al-Liwa:

Share