Sesuai dengan namanya ‘Bale’ (dalam bahasa Indonesia : Balai), Handiman bercita-cita agar Bale Angklung Bandung dapat menjadi sebuah ‘ruang publik’ sumber informasi berbagai hal mengenai angklung; mulai dari sejarah, pembuatan, musik angklung, sampai cara memainkan dan perawatannya. Cikal bakal Bale Angklung Bandung berasal dari sebuah sanggar produksi angklung yang telah dirintis Handiman sejak t
ahun 1972 di kediaman beliau, di Jalan Surapati no. 95, Bandung. Seiring berjalannya waktu, angklung produksi Handiman telah dikenal sebagai salah satu angklung terbaik se-Indonesia, bahkan dunia. Angklung buatan pak Handiman tak hanya digunakan oleh tim-tim angklung di Bandung, melainkan juga tim-tim angklung dari luar kota, luar pulau, bahkan luar negeri. Bahkan, beberapa kali Handiman ditawarkan untuk tinggal dan mengajar cara membuat angklung di negara lain. Namun, kecintaannya terhadap Indonesia membuatnya menolak tawaran tersebut. Kunci utama kualitas angklung Handiman adalah konsistensinya dalam menjaga prinsip-prinsip pembuatan angklung yang diajarkan Daeng Sotigna; mulai dari penanaman, pemeliharaan, pemilihan, pemotongan bambu, hingga ketelitian dalam pembuatan rangka serta tabung angklung. Hal ini membuat angklung Bale Angklung Bandung menghasilkan nada yang sempurna. Handiman mempunyai keinginan yang sangat besar agar pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya ini dapat dimanfaaatkan dan diteruskan oleh banyak orang. Beliau berharap generasi mendatang dapat melestarikan dan mengembangkan angklung secara berkelanjutan. Muatan pendidikan yang diusung Bale Angklung Bandung membuatnya rutin dikunjungi oleh berbagai kalangan, mulai dari anak sekolah, guru, pelatih angklung, perajin angklung, hingga ilmuwan berbagai bidang terkait angklung. Saat ini, Bale Angklung Bandung tengah merintis sebuah komunitas untuk membantu Handiman mewujudkan cita-citanya dengan semangat gotong royong.