Mengejar Mimpi

Mengejar Mimpi Pusat pendidikan dan pemberdayaan masyarakat
WA 085871198011

02/05/2026
Agar terlihat seperti Truk Monster yang bisa Back-Flip (Salto Belakang), ban standar Toyota Avanza pun diganti ban offro...
26/03/2026

Agar terlihat seperti Truk Monster yang bisa Back-Flip (Salto Belakang), ban standar Toyota Avanza pun diganti ban offroad. Hal ini dinilai berfungsi menghindari banjir namun beresiko membahayakan pengguna jalan lainnya karena berpotensi terbalik akibat naiknya pusat gravitasi mobil tersebut. Modif boleh tapi ya jangan maksa juga.

26/03/2026

Larismart
24/03/2026

Larismart

Grosir Coklat karakter warungan..Harga murah meriahWa 085871198011
20/08/2025

Grosir Coklat karakter warungan..
Harga murah meriah

Wa 085871198011

Coklat karakter warungan..Harga murah meriahWa 085871198011
18/08/2025

Coklat karakter warungan..
Harga murah meriah

Wa 085871198011

Pernyataan ini bukan sekadar kritik kosong, ia adalah cermin retak yang tetap harus kita lihat meski menyakitkan. Kalima...
19/07/2025

Pernyataan ini bukan sekadar kritik kosong, ia adalah cermin retak yang tetap harus kita lihat meski menyakitkan.

Kalimat ini berasal dari seorang pemikir Indonesia, yang mencoba menggugah kesadaran masyarakat akan penyakit sosial dan karakter kolektif yang diwariskan dan dilanggengkan.

Alih-alih menyalahkan masa lalu atau sistem, ulasan ini mengajak kita untuk introspeksi diri sebagai bangsa.

1. Hipokrit / Munafik
Sering berkata “demi rakyat”, tapi hidup mewah di atas penderitaan rakyat. Kita sering tampil suci di permukaan, tapi penuh kepentingan di balik layar.
Ini bukan hanya soal pejabattapi juga budaya pencitraan yang meresap di media sosial kita hari ini.

2. Enggan Bertanggung Jawab
Gagal bukan karena salah sendiri, tapi karena “nasib”, “rezeki”, atau “orang dalam”. Budaya menyalahkan orang lain atau sistem membuat kita sulit belajar dari kesalahan.

3. Berjiwa Feodal
Status dan pangkat masih dianggap segalanya. Padahal zaman sudah digital, kita masih terlalu tunduk pada “yang lebih tua”, “yang lebih kaya”, atau “yang punya jabatan” meski salah sekalipun.

4. Percaya Takhayul
Rasionalitas sering kalah dengan mitos. Bukannya cari solusi logis, kita malah cari dukun, pesugihan, atau syarat-syarat mistis. Ilmu pengetahuan pun sering dikalahkan oleh ketakutan yang diwariskan turun-temurun.

5. Artistik
Ini sisi yang menarik, masyarakat Indonesia kaya estetika: dari seni, budaya, hingga humor. Tapi sayangnya, kadang lebih sibuk mempercantik tampilan daripada membenahi isi.

6. Watak Lemah
Mudah menyerah, gampang ikut-ikutan, dan takut berbeda. Di saat tantangan datang, banyak yang memilih diam atau lari, bukan menghadapi.

Ini bukan sekadar tudingan negatif, tapi panggilan untuk menjadi generasi yang berani berubah.
Berani belajar dari kesalahan budaya lama. Berani jujur, bertanggung jawab, rasional, dan berani menjadi manusia Indonesia yang utuh dan tangguh.

“Bangsa yang besar bukan yang tidak punya cacat, tapi yang berani mengakuinya dan memperbaikinya.”

judul: KETIDAKTAHUAN YANG SOMBONG VS. KECERDASAN YANG RENDAH HATIKutipan ini adalah sindiran tajam dari Albert Einstein ...
19/07/2025

judul: KETIDAKTAHUAN YANG SOMBONG VS. KECERDASAN YANG RENDAH HATI

Kutipan ini adalah sindiran tajam dari Albert Einstein
yang lebih dari sekadar lelucon cerdas—
ia menyentil inti dari krisis intelektual yang sering terjadi:
bahwa kebodohan, karena tidak sadar akan dirinya sendiri,
bisa menyebar tanpa batas.

Einstein menggarisbawahi ironi besar dalam dunia pengetahuan:
bahwa semakin seseorang tahu,
semakin ia sadar betapa banyak yang belum ia ketahui.
Sebaliknya, semakin bodoh seseorang,
semakin yakin ia merasa tahu segalanya.

Filsuf Stoik seperti Epictetus dan Socrates telah menyuarakan hal ini jauh sebelumnya.
Epictetus berkata, *“Adalah mustahil bagi seorang manusia untuk belajar
apa yang ia pikir sudah ia ketahui.”*
Socrates pun dikenal dengan pengakuan bijaknya:
*“Saya tahu bahwa saya tidak tahu.”*

Kebodohan yang sombong adalah kebodohan yang merasa dirinya benar,
tidak membuka diri pada kritik,
dan menolak dialog.
Ia menutup pintu belajar,
karena merasa sudah sampai di puncak.
Padahal, ia bahkan belum memulai pendakian.

Sebaliknya, kecerdasan yang sejati justru penuh kerendahan hati.
Ia terbuka, ia ragu,
ia tidak takut mengakui kesalahan.
Karena kecerdasan bukan tentang mengetahui semua jawaban,
tetapi tentang terus mencari dan bersedia memperbaiki.

Di tengah dunia yang bising oleh opini tanpa dasar,
pesan Einstein ini adalah ajakan untuk refleksi:
apakah kita bicara karena tahu,
atau hanya karena ingin terlihat tahu?

Bijaklah seperti para Stoik:
diam ketika perlu,
berpikir sebelum berbicara,
dan sadar bahwa pengetahuan sejati lahir dari kerendahan hati.




Address

Jalan Cibenda Cikahuripan Cimanggung Sumedang
Sumedang
45364

Telephone

+6285871198011

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Mengejar Mimpi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share