04/04/2026
Habibi
Amber Fruity Vanilla
Habibi. Dia semacam mimpi yang hadir. Bagaimana suasananya? Ia ibarat berada di suatu tanah Gersang, Kering kontang. Yang ada hanyalah oasis. Dihiasi kaktus kaktus misteri yang malamnya bergerak, siangnya berhenti. Ah. Kacau bilau.
Kemudian, di dalam mimpi tersebut, kita tertidur, dan kita berada dalam satu lagi mimpi aneh. Ia ibarat inception karya Christopher Nolan, dilakonkan dengan baik sekali oleh Leonardo DiCaprio. Ianya mimpi, di dalam mimpi.
Dan mimpi ini, di alam mimpi tadi, kita berada di kebun bunga penuh dengan rose, jasmine pada row yang lain. Ya aneh bukan?
Kemudian, kita dikejutkan lagi dengan satu sosok protagonis, ya watak utama mimpi tadi, iaitu semestinya seorang wanita, pakaiannya keemasan, rambutnya panjang mengurai, ada rantai rantai yang bergemerlapan di sekitar perut dan dada dan punggung dia. Bergemericing ketika berjalan. Alis matanya nipis, bulu matanya panjang, matanya besar, memerhatikan kita, dan sedang berjalan ke arah kita.
Ah. Sudah. Pertengahan jalan dia berhenti, merenung tepat pada mata kita, dan memberikan isyarat agar pergi. Pergi Dari sini, masanya belum tiba.
Kita terbangun Dari mimpi yang kedua.
Dan kita Masih lagi belum terbangun daripada mimpi pertama. Terus berjalan di tanah Gersang tersebut. Terus berjalan. Entah sampai bila.
Kita sedang menunggu dikejutkan Dari mimpi pertama atau kita menunggu mimpi yang kedua hadir sebenarnya?