26/10/2021
Ceritanya, kemarin siang ada panggilan mendadak dari Dokter untuk segera merapat. Sampai di Rumah sakit, lalu istriku langsung menuju ke dokter dan melakukan prosedur sesuai dengan arahan dari Dokter. Sep**angnya dari rumah sakit, kita mampir dulu ke swalayan untuk belanja kebutuhan sehari – hari. Selesai belanja Qodarullah, dalam perjalanan p**ang sore menjelang maghrib ketemu dengan sang bocah di jalan Cikutra Kota Bandung sedang duduk lesu di pinggir jalan dengan kondisi sakit gigi ditandai dengan menempelnya koyo di p**i kirinya sambil menjajakan cobek. Saat itu dari belakang istri berbisik “Yah kasian anak itu, mau turunnya tanggung” saya hanya bisa mengaggukan kepala, saya terus melajukan kuda besi tanpa berkomentar apapun.
Sekitar 10 menit kemudian kami sampai ke kontrakan, langsung saya standarkan motor masuk ke rumah tanpa buka helm, dan langsung bertanya ke Istri “Bun, di kencleng ada uang kan? Ia Yah ada “jawab Istri. Ya sudah kita kasihin aja ke anak yang tadi. “Oke Yah coba hitung dulu ada berapa. Akhirnya, kita ambil uang itu dan alhamdulillah terkumpul beberapa rupiah. Kencleng tadi hasil dari sedekah shubuh yang kita coba rutinkan setiap hari dan digunakan hanya untuk keperluan sedekah saja.
Saya langsung balik lagi ke TKP, Ketika sampai ternyata ada ibu – ibu juga yang lagi memberikan sesuatu. Saya berhenti sejenak memakirkan motor menunggu ibu – ibu itu pergi. Setelah pergi, saya langsung mendekati sang bocah. (percakapan dalam Bahasa sunda sudah di terjemahkan kedalam Bahasa Indonesia).
Saya : De, dari mana?
SB : Dari padalarang.
Saya : Jam berapa dari Padalarang?
SB : Jam 08 pagi A (kakak)
Saya : Pake apa?
SB : Dari padalarang ke Bandung naik Kereta Api, terus dari stasiun jalan kaki keliling kota tujuan menjajakan Cobeknya.
Saya : Terus p**ang ke padalarang jam berapa?
SB : Kadang sampe malam A naik kereta lagi
Saya : Oh ya sudah ini ada sedikt Rezeki, mohon diterima yah!
Dengan sedikit malu – malu dan sempet menolak akhirnya SB menerimanya.
Pukul 17.50an terdengar suara Adzan berkumandang menunjukkan waktu sholat Maghrib untuk wilayah Bandung dan sekitarnya. Saya pun bergegas pergi meninggalkan SB menuju masjid terdekat.
Selesai sholat saya duduk termenung lalu berdoa tak terasa menesteskan air mata terucap syukur yang tiada tara atas nikmat-Mu Ya Allah. Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban (فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ) “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan”. Setelah itu, saya berpikir kenapa gak saya bantu aja anak itu dengan produk yang saat ini sedang digeluti.
Dengan yakin niat membantu, saya melaju lagi menuju tempat SB tadi berjualan, ternyata dia sudah tidak ada ditempat. Saya putuskan untuk mengejar SB di sekitaran jalan Cikutra, alhamdulillah ketemu sedang berjalan kaki di sekitaran Taman Makam Pahlawan Cikutra. Sengaja saya mengikutinya dari belakang, berniat mencari tempat sepi dengan tujuan supaya bisa ngobrol Panjang lebar. Tepat didepan koramil (sepi dan gelap ) saya berhenti dan meminta SB untuk berhenti juga.
Mengawali percakapan “De Mau ke stasiun?” Muhun A Jawab SB. Bisa ngobrol dulu sebentar? Oh iya boleh A “SB menjawab dengan nafas yang terengah-engah karena beratnya memikul beberapa buah cobek di pundaknya. Akhirnya kita duduk di depan plang “koramil” yang cukup luas ditambah dibawah pohon dan sedikit gelap,hanya tersinari cahaya lampu jalan saja.
Saya coba bertanya Kembali “mau kemana?
SB : Mau ke stasiun!
Saya : Jalan kaki?
SB : Ia A
Percakapan berlangsung cukup lama dan singkat cerita, Hehe,, Diakhir percakapan yang mengharukan dan Kembali air mata ini mengalir sambil menghela nafas. Ya alloh betapa kuat dan Hebatnya anak ini. Saya menawarkan bantuan kepada SB untuk beralih jualan cobek ke produk pengharum dengan keuntungan yang hampir sama dengan proses yang mudah (jika dilakukan denga serius) dan berat barang lebih ringan dari cobek. Sambil sedikit memberikan “knowledge” dan motivasi akhirnya SB dapat menerima tawaran saya. Dengan syarat dan penuh keyakinan kita sepakat untuk bertemu kembali di tempat dan waktu yang sama. Saya memberikan no handphone kepadanya. Karena, SB dan keluarga tidak punya alat komunikasi akhirnya “Ya sudah A nanti saya hubungi lagi”, kan kamu gak punya Handphone? Tanya saya. “Gampang A, saya biasa minjem ke orang sekitar untuk bisa menghubungi Aa lagi jawab SB” Oke dech deal yah? Kembali saya tawarkan tumpangan mengantarkan SB menuju stasiun, namun dia menolaknya dengan alasan semoga dalam perjalanan cobeknya bisa laku terjual.
Masya Alloh, akhirnya kita berpamitan dan belum jauh kita meninggalkan tempat itu, berkah dari Alloh sedikit demi sedikit turun membasahi bumi. Karena jarak dari TKP ke kontrakan dekat saya putuskan untuk tidak memakai jas Hujan. Dan ternyata di tengah jalan hujan semakin besar, terpaksa berhenti didepan rumah warga untuk berteduh dan memakai jas hujan. Selesai pakai jas hujan saya coba nyalakan lagi si Kuda Besi, Ya Alloh, ternyata motor gak bisa dinyalakan (mogok) dengan diiringi air hujan yang begitu deras saya terpaksa dorong sampe ke kontrakan. Karena kondisi hujan dan jalan menanjak lumayan menguras banyak tenaga. Ketika Sampai rumah saya cek bahan bakar ternyata masih ada, masuk rumah dengan nafas ngos – ngosan istri pun dengan panik bertanya “Ayah kenapa Jatuh? Dari mana? Belum sampet dijawab namun rangkaian pertanyaan sudah mengejar saya. Hahaha,, seteleh beristirahat sejenak saya jelaskan ke istri kronologinya dan qodarullah tak lama hujan pun secara perlahan berhenti. Masya Allah!
Hikmah dari kisah nyata yang saya alami adalah
1. Bersyukur, syukur syukur dan teruslah bersyukur hingga pada akhirnya kita lupa bagaimana caranya untuk mengeluh
2. Seberat apapun masalah yang kita hadapi, lihat dan perhatikan disekitar, bisa jadi ada yang lebih berat dari apa yang dialami. Karena, Allah memberikan ujian sesuai dengan kemampuan hambanya.
Dengan memohon ampunan kepada Alloh SWT, saya berniat menceritakan ini bukan karena ingin dipuji. Tapi, merasa bahwa ini perlu saya ceritakan dengan harapan dapat menjadi ibrah untuk semua. Walaupun rangkaian kata yang masih acak kadut dan susunan cerita yang tak berarah.
Terima kasih!
Dropshipaja.com Sahabat Dropshipaja.com Dropshipaja Komunitas Dropship Indonesia Rico Huang Summer Pengharum Summerspring Pengharum Mobil / ruang Inspirasi Setiap Hari Inspirasi Kehidupan Inspirasi Pagi MOTIVASI DAN INSPIRASI