29/03/2021
Pada tangal 8 Oktober 1884 di kota Gadang, Agam, Sumatra Barat lahir seseorang yang menjadi pahlawan nasional Indonesia dan terkenal sebagai diplomat pertama merintis jalan Indonesia di dunia internasional. Beliau seorang yang jenius dalam berbahasa, berbicara, dan menulis dengan sempurna, menguasai sembilan bahasa.
Beliau adalah H. Agus Salim lahir dengan nama Masyhudul Haq (berarti "pembela kebenaran"), ditetapkan sebagai salah satu Pahlawan Nasional Indonesia pada tanggal 27 Desember 1961 melalui Keppres nomor 657 tahun 1961.
Pasca proklamasi kemerdekaan, pemerintah Indonesia bekerja keras mendapatkan pengakuan Internasional untuk memperkuat status negara Indonesia di mata dunia. Indonesia mengirimkan beberapa diplomat untuk menjalin hubungan dan berunding dengan negara-negara di dunia, salah satu yang berperan besar dalam memperjuangkan pengakuan kedaulatan Indonesia adalah Agus Salim.
Peranan Agus Salim dalam diplomasi bermula ketika ia ditunjuk sebagai wakil Indonesia dalam perundingan pendahuluan antara Indonesia dan Belanda di Jakarta. Perundingan ini berlangsung pada 23 Oktober 1945 untuk membahas konflik antara Indonesia dan Belanda pasca proklamasi kemerdekaan Indonesia. Dalam perundingan pendahuluan ini, Agus Salim mengungkapkan argumen bahwa Indonesia bukan bagian dari Kerajaan Belanda. Argumen tersebut didasarkan pada realita bahwa Belanda telah kalah perang dan menyerah kepada Jepang pada tahun 1942. Maka dari itu, Belanda tidak memiliki dasar kekuasaan atas Indonesia.
Dalam jurnal Diplomasi RI di Mesir dan Negara-Negara Arab pada tahun 1947 (2007) karya Suranta Abd. Rahman, pemerintah Indonesia menunjuk Agus Salim sebagai ketua dalam misi diplomatik Indonesia ke negara-negara Arab pada bulan April-Juli 1947. Misi diplomatik Indonesia di negara-negara Arab bertujuan untuk menghimpun pengakuan kemerdekaan dari negara-negara Arab untuk Indonesia. Selain itu, Indonesia juga memiliki kepentingan untuk menjalin hubungan baik dengan negara-negara Arab demi menghadapi sidang Dewan Keamanan PBB pada bulan Agustus 1947. Pada perkembangannya, Agus Salim berhasil memimpin tim delegasi Indonesia untuk mendapatkan pengakuan kemerdekaan dari negara Mesir, Suri