15/10/2020
Wabah Norovirus Melanda Tiongkok, India Mengabaikan Ancaman PKT
Terjadi wabah virus lain, di Universitas Keuangan dan Ekonomi Shanxi, Tiongkok. Sekitar 100 mahasiswa laki-laki di sana tiba-tiba mulai melaporkan gejala parah minggu ini. Meskipun ada laporan tentang keracunan yang meluas, awalnya universitas tidak memberikan informasi kepada siswa tentang insiden tersebut.
Pada Kamis malam, universitas secara singkat mengonfirmasi wabah infeksi Norovirus. Pengumuman singkat telah diposting di akun resmi Weibo universitas. Namun postingan media sosial tersebut tidak memberikan informasi detail apapun.
Seorang mahasiswa, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, memberitahu bahwa hampir semua siswa yang tinggal di lantai 6 salah satu gedung asrama universitas mulai menunjukkan gejala pada hari Selasa.
Sekarang kita beralih ke India, di mana dukungan untuk Taiwan meningkat pesat. Itu semua berkat ancaman baru-baru ini yang dibuat oleh Partai Komunis Tiongkok, atau PKT.
Dengan libur Hari Nasional di Taiwan yang mendekat, surat kabar India, 'The Statesman' dan 'Indian Express' mencetak iklan perayaan satu halaman penuh awal pekan ini. Media India lainnya juga menerbitkan laporan khusus tentang Taiwan terkait perayaan itu.
Banyak orang lain mengabaikan begitu saja ancaman dari kedutaan. Sebaliknya, mereka merayakan dan mendukung Taiwan dengan tagar .
video & Narasi : credit to NTD Indonesia
----------------
Penjelasan tentang istilah “Virus Partai Komunis Tiongkok (Virus PKT)”
New Tang Dynasty (NTD) Television menggunakan istilah “Virus Partai Komunis Tiongkok” atau “Virus PKT” sebagai pengganti dari istilah “COVID-19” atau “Virus Korona Baru”, akibat dari tindakan menutup-nutupi Partai Komunis Tiongkok di awal penyebaran virus dan menyebabkan pandemi global.
Editorial The Epoch Times berbahasa Inggris yang merupakan media afiliasi NTD juga mengungkapkan bahwa penggunaan nama “Virus PKT” diperlukan untuk membedakan para ‘korban virus’ (warga Tiongkok dan dunia) dari ‘pihak yang mengorbankan’ (Partai Komunis Tiongkok)
video & Narasi : credit to NTD Indonesia