17/02/2017
Memperhatikan kondisi dan situasi pada saat ini, begitu banyak
terdengar iklan politik yang begitu syahdu dan sangat memabukan bagi
orang awam saparti saya ini. Mereka begitu lantang dalam meneriakan
sebagai pengayon masyarakat yang berlagak sebagi malaikat penyelamat
dalam mengatasi problem ekonomi yang sedang di hadapi oleh masyarakat
Indonesia pada umumnya.
Jargon ekonomi merupakan makanan empuk bagi para calon Gubernur dan
wakil Gubernur dalam meyakinkan mayarakat untuk memilih mereka pada
saat nanti hari pencoblosan. Dari sekian banyak potesi ekonomi mereka
saling berlomba menyuguhkan Jargon Ekonomi kerakyatan dan seolah-oleh
mereka yakin akan bisa mewujudkan janji manis yang selama ini di
beberkan.
Apakah mereka sadar atau tidak, bahwa selama ini perekonomian
Indonesia banyak dipengaruhi oleh kegiatan perekonomian masyarakat
pedesaan yang merupakan basis masyarakat Indonesia. Namun
kenyataannya dewasa ini, masyarakat pedesaan seolah-olah tidak bisa
berperan dalam membangun perekonomiaan Indonesia dan tenggelam dalam
bayang-bayang ketidakjelasan arah pembangunan pemerintah dalam
menguatkan peran pedesaan sebagai basis ekonomi kerakyatan. bahkan
semenjak krisi moneter menghantam Indonesia tahun 1997 peran
pemerintah terhadap kegiatan perekonomian pedesaan kurang sebab
mereka lebih memprioritaskan wilayah perkotaan. Bimbingan dan
penyuluhan dirasa kurang dan sama sekali tidak ada, lebih-lebih untuk
pedesaan terpencil yang jauh dari ibukota kabupaten atauibukota
kecamatan serta akses transfortasi yang sulit terjangkau oleh
kendaraan.
Jumlah desa di Indonesia berjumlah ribuan dengan tekstur dan karakter
Sumber Daya Manusia serta Sumber Dalam Alam berbeda yang merupakan
potensi untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan yang berbasiskan
pertanian, peternakan, perikanan, usaha kecil dan menengah.
Oleh karena itu, pemerintah yang akan datang harus jeli dan konsisten
dalam menggali, memberdayakan serta mengembankan potensi ekonomi
pedesaan sehingga tercipta sebuah dinamika perekonomian yang benar-
benar pro rakyat. Walaupun selama ini pemerintah terus-terusan
memberikan bantuan untuk masyarakat di pedesaan namun ada banyak
beberapa hal yang kurang diperhatiakan dan dijalankan pemerintah.
Dalam memberdayakan ekonomi pedesaan maka diperlukan kebijakan,
strategi dan system ekonomi yang berpihak kepada rakyat serta
didesain secara sistematis. Salah satu kebijakan dan strategi yaitu
menganut system pembangunan yang beroreintasi kerakyatanyang berpihak
pada kepentingan rakyat, tidak berarti akan menghambat upaya
mempertahankan atau meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi,
akan tetapi pertumbuhan hanya akan berkesinambungan dalam jangka
panjang jika sumber utamanya berasal dari rakyat itu sendiri, baik
berupa produktivitas rakyat maupun sumber daya yang berkembang
melalui penguatan ekonomi rakyat.
Maka untuk membangun pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan yang
berbasis Ekonomi pedesaan pemerintah harus :
1. Membangun kembali jaringan penyuluhan dan pembinaan yang benar-
benar berkelanjutan, terorganisir serta tepat sasaran.
2. Membangun lahan pertanian,perikanan, peternakan, usaha kecil dan
menengah sesuai dengan karakteristik desa tersebut.
3. Membangun dan memperbaiki saluran irigasi dengan memamfaatkan alam
sekitar dan tidak merusak lingkungan.
4. Membangun jaringan pemasaran hasil produk dengan memberdayakan
koperasi secara mandiri dan professional.
Mewujudkan tujuan itu, pemberdayaan dan pembangunan harus di tunjang
dengan melaksanakan program organisasi, manajemen, keuangan,
permodalan dan pengembangan usaha menjadi lebih baik dari tahun
sebelumnya dan juga meninjau serta menata kembali langkah-langkah
peningkatan tersebut sebagai jalan menuju visi masa depan yang lebih
baik.
Didalam menjalankan Pemberdayaan Ekonomi pedesaan, mempunyai tujuan
yang harus dicapai yaitu mensejahterakan masyarakat pedesaan serta
untuk tetap berdiri eksis di tengah gempuran ekonomi kapitalis dan
neoliberalis. Salah satu contohnya yaitu pengembangan usaha yang
efesien, mandiri dan handal melalui kegiatan produksi, perdagangan,
pelayanan jasa dan transaksi lainnya.
Namun itu semua harus di dukung oleh stockholder yang benar-benar
konsisten tidak memandang suku, agam,dan ras, di samping itu juga,
masyarakat harus bisa menjalankan yang sesuai dengan yang telah di
programkan pemerintah dengan kemauan yang ihlas daan menginginkan
perubahan terhadap kehidupan perekonomian yang sejahtera.
Salam Petani...