Kaos Kamera Bandung - Camweara

Kaos Kamera Bandung - Camweara Kami menjual kaos dengan desain tema fotografi, made in Bandung. Sila order by pin BB: 5A3F6FFB

Lensa Makro Murah Meriah Dengan Reverse Ring Setelah dalam dua artikel terdahulu kita membahas tentang alternatif lensa ...
23/01/2015

Lensa Makro Murah Meriah Dengan Reverse Ring

Setelah dalam dua artikel terdahulu kita membahas tentang alternatif lensa makro menggunakan filter close up dan extension tube, kali ini kita akan membahas cara memperoleh lensa makro dari lensa kit anda dengan menggunakan reverse ring.

Kelihatannya aneh, tapi saat kita memasang sebuah lensa prime 50mm atau lensa kit zoom standar (18-55mm atau 17-50mm) secara terbalik disebuah kamera (ujung depan lensa menempel ke body kamera) menggunakan alat tambahan bernama reverse ring, kita akan mendapatkan lensa makro berkualitas tinggi dengan harga terjangkau. Kita sebenarnya bisa memakai lensa lainnya, namun lensa prime 50mm dan lensa kit zoom standar tampaknya menjadi pilihan banyak orang karena harganya relatif murah.

Lensa dengan focal length lebih panjang dibanding 50mm memberi efek perbesaran (magnification) yang terlalu sedikit, sementara lensa lebar memberi efek perbesaran yang terlalu banyak.
Karena kebanyakan dari pemilik kamera DSLR sudah memiliki lensa kit zoom atau lensa prime 50mm, maka metode lensa makro dengan reverse ring ini menjadi pilihan yang sangat menarik. Cukup dengan membeli sebuah ring kecil dengan harga sangat murah (bahkan kadang tidak sampai Rp 100 ribu), kita sudah memiliki lensa khusus makro berkualitas lumayan dan bisa memotret benda-benda kecil dari jarak sangat dekat.

Ada dua cara dalam memakai reverse ring:

Membalik Lensa Tunggal
Cara pertama adalah dengan membalik sebuah lensa tunggal. Untuk ini kita membutuhkan sebuah reverse ring dan lensa zoom kit atau lensa 50mm. Reverse ring merupakan sebuah cincin kecil dengan satu sisi masuk ke ujung depan lensa sementara sisi satunya masuk ke mount kamera.
Sebuah lensa prime 50mm yang terpasang ke kamera crop (Canon 600D atau Nikon D3200) dengan reverse ring memiliki reproduksi 1:1, sama seperti lensa makro Canon 85mm seharga Rp. 5 Juta atau lensa Tamron 90mm macro seharga Rp. 3,5 Juta.
Kerugian utama memakai reverse ring adalah kita kehilangan koneksi elektronik antara kamera ke lensa, sehingga autofokus tidak akan bekerja dan kita harus mengeset fokus secara manual. Namun metering tetap akan bekerja seperti biasa, cukup gunakan mode P (Program) atau Aperture Priority. Untuk mengubah nilai aperture tidak akan bisa dilakukan dari kamera, maka jika anda memiliki lensa dengan aperture ring (biasanya lensa generasi lebih lama) anda memiliki keuntungan bisa mengubah-ubah nilai aperture. Sementara jika lensa tidak memilik aperture ring (rata-rata lensa modern tidak memiliki aperture control di lensa), kita terpaksa menggunakan bukaan terbesar (nilai F terkecil) sehingga kita hanya memiliki Depth of field yang sempit. Jika faktor ini (DOF sempit, autofokus mati) membuat anda malas mencoba reverse ring, anda bisa membaca cara kedua dibawah ini atau anda bisa menggunakan extension tube yang memiliki koneksi elektronis dengan kamera, baca caranya disini.

Reverse Ring Lensa Double

Dengan beberapa batasan saat menggunakan satu lensa dibalik (autofokus mati, DOF sempit) kita bisa mengakalinya dengan memasang lensa terbalik didepan lensa lain yang dipasang normal. Dengan cara ini kita masih bisa mengontrol depth of field dan bisa mendapatkan autofokus.

Lensa yang dipasang normal ke kamera dinamai lensa primary sementara lensa yang dipasang terbalik didepan lensa primary dinamai lensa secondary.

Untuk menggunakan cara ini, kita membutuhkan lensa 50mm dan sebuah lensa panjang (idealnya diatas 85mm) untuk menghindari vignetting dan sebuah ring bernama macro coupler. Makin panjang lensa primary anda, makin besar p**a efek perbesaran foto. Jika anda memakai lensa lebar sebagai pengganti lensa 50mm maka efek perbesaran akan makin besar.

Macro coupler atau juga biasa disebut male to male ring adapter (m2m) hanyalah sebuah cincin logam dengan ukuran spesifik yang harus sesuai ukuran filter thread lensa anda. Jika anda tidak bisa menemukan adapter yang memiliki ukuran sesuai, anda bisa memanfaatkan step up atau step down ring.

Kaos Kamera Bandung by CamWearA
http://www.kaoskamerabdg.com/
BBM 27765A9C

Filter Close Up Untuk Foto Makro Apa Itu Filter Close Up?Sebuah close-up filter (close-up lens), pada dasarnya adalah se...
21/01/2015

Filter Close Up Untuk Foto Makro

Apa Itu Filter Close Up?
Sebuah close-up filter (close-up lens), pada dasarnya adalah sebuah kaca pembesar berkualitas tinggi yang dipasang di depan lensa, seperti halnya filter lain seperti halnya filter CPL. Dengan memasang filter close up, kita bisa mengurangi minimum focusing distance lensa yang kita pakai. Dengan begitu kita bisa memotret dari jarak super dekat dengan obyek foto.

Kekuatan filter close-up diukur dengan sebuah parameter bernama diopter. Makin besar angka diopternya, semakin besar efek perbesarannya. Kebanyakan filter close-up memiliki kekuatan diopter +1, +2, +3 dan +4, meskipun tersedia juga filter close-up dengan kekuatan +10 diopter. Makin besar angka diopter memungkin kita makin mendekati obyek foto, dengan konsekuensi penurunan kualitas optik.

Kita juga bisa menumpuk dua filter close-up untuk meningkatkan perbesaran, sebagai contoh saat kita tumpuk filter close +1 dan +2, maka kita akan mendapatkan total +3 diopter, meskipun kualitas foto akan menurun.

Ada dua jenis filter close up:
1. Filter Close Up Single Element
Kebanyakan filter close up masuk ke kategori ini. Jenis filter close up ini juga paling banyak tersedia di toko kamera. Harganya lebih murah namun dengan konsekuensi kualitas optik yang lebih rendah. Filter elemen tunggal ini biasanya memiliki cacat berupa chromatic aberration (apa sih chromatic aberration? baca disini) dan area di pinggiran foto terlihat tidak tajam (soft). Secara umum, kualitasnya jauh dibandingkan saat anda menggunakan extension tube.

2. Filter Close Double Element
Memiliki elemen ganda, jenis filter ini mampu meminimalisir chromatic aberration dengan memanfaatkan elemen kedua. Jenis filter ini memang lebih mahal dibanding elemen tunggal dan lebih jarang ada di pasaran. Canon memproduksi filter close up double element: 250D (+4 diopter) dan 500D (+2 diopter) dan kita bisa memasangnya di merk lensa apapun asal ukuran ulirnya pas. Merk lain yang tersedia misalnya Kenko.

Pemakaian :
Lensa close up bisa dipakai dengan lensa apapaun, yang harus anda ingat adalah ukuran ulirnya harus cocok. Cara paling aman adalah membeli ukuran filter terbesar (misal 72mm) dan kalau anda memiliki lensa dengan diameter 58mm misalnya, tinggal beli tambahan step down ring dari 72 ke 58mm. Filter close up juga bisa dipasang di lensa tele maupun lensa zoom, makin panjang focal length lensa, makin besar tingkat perbesarannya saat dipasangi filter close up.

Anda juga jangan berharap kualitas optik filter ini bisa menyamai lensa makro yang memang didesain untuk memotret makro. Tapi dengan harga yang jauh lebih murah dibanding harus membeli lensa makro, anda bisa membeli filter close-up untuk mengukur besar tidaknya minat anda memotret makro dan berlatih memotret makro (alternatifnya: membeli extension tube). Kalau memang sudah ketahuan bahwa memotret makro adalah “panggilan jiwa” anda, belilah lensa makro.

Kaos Kamera Bandung by CamWearA
http://www.kaoskamerabdg.com/
BBM 27765A9C

Extension Tube Mengubah Lensa Biasa Menjadi Lensa Makro Jika suatu saat anda ingin memotret makro namun tidak ingin memb...
19/01/2015

Extension Tube Mengubah Lensa Biasa Menjadi Lensa Makro

Jika suatu saat anda ingin memotret makro namun tidak ingin membeli lensa khusus makro, ada beberapa skenario alternatif murah yang bisa dipakai:
1. Memasang extension tube antara lensa dan body kamera
2. Memasang filter close-up didepan lensa
3. Membalik lensa (reverse ring)

Untuk kali ini kita bahas dulu tentang Extension Tube
Extension tube dipasang antara body kamera dan lensa, sehingga secara efektif menambah jarak antara elemen depan lensa dan bidang sensor, yang pada akhirnya akan meningkatkan perbesaran lensa dan mengubah minimum focusing distance.

Extension tube hanyalah sebuah ring logam berbentuk silinder dan tidak memiliki elemen optik, sehingga kualitas foto tidak terpengaruh secara optik, namun kita juga jangan berharap kualitasnya bisa menyamai kualitas lensa khusus makro. Kita bisa menumpuk beberapa extension tube sekaligus untuk bisa mendapat tingkat perbesaran yang lebih banyak.
Kita bisa membeli extension tube tunggal atau membelinya dalam set, kebanyakan extension tube memiliki panjang ekstensi efektif antara 8 mm sampai 35 mm, dan kita bisa mengkombinasikan beberapa extension tube sekaligus, namun efeknya informasi dan pengaturan elektronis kadang tidak “nyambung” dengan kamera saat kita menumpuk beberapa extension tube.

Keuntungan utama extension tube adalah bahwa cukup dengan membeli satu kita bisa memakainya di semua lensa. Namun jenis lensa yang paling ideal adalah lensa dengan rentang panjang focal antara 24 mm sampai dengan 90 mm

Canon, Nikon atau produsen kamera dan lensa lain seringkali memproduksi extension tube mereka sendiri, namun untuk pilihan yang lebih murah kita bisa membeli merek third party macam Kenko. Hal penting yang harus diperhatikan adalah pastikan bahwa koneksi elektronik antara kamera dan lensa masih tetap nyambung, karena jika tidak kompatibel maka fitur macam autofokus atau auto exposure tidak akan bekerja. Tanpa koneksi elektronik, kita juga tidak bisa mengatur aperture dari kamera (dan lensa kit atau lensa prime seringkali tidak memiliki aperture ring lensa). Jadi cek konektifitas sebelum anda membayar.

Untuk canon anda bisa membeli Canon EF12 II dan EF25 II, masing-masing memiliki panjang ekstensi 12 mm dan 25 mm, atau anda bisa menggabungkan keduanya. Jika anda bisa mencari edisi lama kedua tube ini (EF12 dan EF 25) dalam kondisi bekas yang harganya jauh lebih murah.
Nikon menjual PK-11A, PK-12, PK-13 dan PN-11, masing-masing memiliki panjang ekstensi 8 mm, 14mm, 27,5 mm dan 52,5 mm.
Olympus membuat EX-25 untuk kamera four-third dan memiliki panjang ekstensi 25 mm.

Jika anda menginginkan extension tube yang murah, anda bisa membeli tube merek Kenko yang membuat extension tube yang kompatibel dengan Canon, Nikon dan Sony. Di Indonesia merk Kenko banyak beredar dan dijual dalam rentang harga dari Rp. 500 ribu sampai Rp. 1,4 juta tergantung panjang ekstensi. Jauh lebih murah dibanding anda harus membeli lensa khusus makro. Jadi, selamat memotret makro tanpa harus menguras kantong.

Kaos Kamera Bandung by CamWearA
http://www.kaoskamerabdg.com/
BBM 27765A9C

17/01/2015

Alat bantu untuk fotografi makro:

• Kamera Saku/Prosumer

Dengan kamera saku/prosumer pun kita bisa mengabadikan keindahan sebuah bunga mawar, sebuah kupu2 yang hinggap di bunga untuk menghisap madunya. Karena saat ini tekhnologi digital telah memungkinkan kita untuk melakukan fotografi makro dengan hasil yang tidak kalah bagusnya dengan kamera professional. Hampir semua kamera saku/prosumer yang sudah menyediakan fasilitas macro (biasanya ditandai dengan lambing gambar bunga tulip). Dan memungkinkan kita memotret dengan jarak focus kamera dan bendanya hingga beberapa sentimeter saja.

Saat ini sudah tersedia filter/alat tambahan yang dapat di pasang di kamera saku didepan lensanya untuk fotografi makro seperti Raynox dan filter lainnya untuk mendapatkan pembesaran yang lebih.

• Kamera SLR (Single Lens Reflex) baik analog maupun digital

Semua kamera SLRDSLR kini sudah memiliki fasilitas untuk fotografi makro dengan menggunakan lensa yang berbeda-beda , dan biasanya jarak antara focus lensa ke objectnya akan berbeda tergantung jenis lensa yang kita gunakan.

Untuk lensa khusus makro biasanya jarak object ke lensa bisa sampai 20 cm, tapi apabila kita menggunakan lensa tele maka jarak terdekat yang bisa kita dapatkan titik focus biasanya lebih dari 1 meter dari object.

Sekarang telah banyak tersedia alat tambahan berupa filter close up,filter Lup/Raynox dan reverse lens (sebuah lensa yang dimodifikasi) yang di tempelkan didepan lensa, maka jarak antara object dan lensa akan semakin dekat untuk mendapatkan pembesaran lebih dari 1:1. Dan ada juga tele converter dan extension tube yang dipasang diantara lensa dan odi kamera.

Kaos Kamera Bandung by CamWearA
http://www.kaoskamerabdg.com/
BBM 27765A9C

15/01/2015

Beberapa tips & trik makro fotografi serangga dan bunga:

1. Pelajari /baca wajah daripada object:
Pada saat memotret makro serangga, buatlah foto saat dia sedang berpose, tunggulah momen saat mata serangga tsb terpaku ke lensa.
Bila memotret bunga, perhatikan dan carilah sisi terbaik dari penampilan bunga tsb. Apakah harus mengambil angle secara keseluruhan, atau hanya diperlukan bagian kecil seperti putik atau benang sarinya.
Bereksperimenlah dengan berbagai arah dan anglenya.

2. Background yang bersih
Usahakan semaksimalnya BG/background itu bersih/simple yang mendukung POInya. Kalaupun ingin mendapatkan BG hitam (warna lain) bisa disiasati dengan menggunakan kain berwarna sebagai BGnya.

3. Hindari Angin
Memotret makro pada saat angin bertiup adalah hal yang sia2, karena kita akan mendapatkan hasil yang blur, bisa juga disiasati dengan mengatur shutter speed yang cepat, tapi sebisa mungkin hindarilah memotret makro disaat angin sedang bertiup sehingga akan membuat goyangan pada objectnya.

4. Sabar Menunggu Momen Yang Tepat
Pada saat berburu/hunting makro khususnya serangga, usahakan berdiam diri sehingga segala tidak menarik perhatian serangga tsb.
Apabila kita akan mendekati object, usahakan agar gerakan kita tidak membuat serangga tsb melarikan diri meninggalkan kita.
Dan apabila memotret serangga yang menempel pada bunga, cari posisi yang tepat pada saat dia sedang menghisap madu atau pada saat dia keluar dari bunga adalah moment yang sangat bagus untuk diabadikan.

5. Tahan Napas Saat Menekan Shutter Kamera
Membuat posisi spt segitiga antara lengan dan siku yang ditempel kedada kita akan memperkokoh pegangan kamera, ditambah dengan menahan napas sesaat pada waktu menekan shutter kamera akan mengurangi kemungkinan kamera shake dan bisa menghindari hasil foto yang blur/shake.

Kaos Kamera Bandung by CamWearA
http://www.kaoskamerabdg.com/
BBM 27765A9C

13/01/2015

Beberapa hal yang harus diperhatikan selama pemotretan makro

1. Lighting (sumber cahaya)

Dibagi dalam 2 :
• Natural lighting/cahaya alam/Matahari/available light.
• Artifisial lighting (Flash dan lampu studio).

2. Depth Of Field (DoF)

DOF (kedalaman fokus) dalam fotografi makro, ruang ketajaman suatu foto akan indah bisa dilihat jikalau sesuai dengan object yang akan kita abadikan.
Karena semakin dekat jarak antara titik focus kamera dengan object maka akan semakin tipis/sempit DoFnya, ini dapat kita control dengan mengatur bukaan diafraga dari lensa nya. Tentunya kita tak akan menghasilkan foto kupu2 yang hanya tajam dibagian mata saja sementara keindahan dari warna sayapnya menjadi blur.
Jadi jikalau kita ingin mendapatkan DoF yang lebih lebar, tetapi jarak antara lensa dengan objectnya ingin lebih dekat, maka bukaan difragma haruslah di set semakin kecil nilainya (biasanya antara f/5.6 bisa sampai f/16).

Faktor yang mempengaruhi DoF adalah :
• Panjang Lensa :makin panjang lensa makin tipis DOF yang akan dihasilkan
• Jarak focus : Makin dekat jarak focus suatu object dari lensa, makin tipis DoF yang akan dihasilkan.
• Diafragma: Makin besar bukaan lensa (f/2.8) makin tipis DoF yang akan dihasilkan.

Jadi kesimp**annya, DoF yang dihasilkan adalah kombinasi dari ke 3 variabel tsb.

Pada fotografi makro, DoF yang akan dihasilkan relatif sangatlah tipis (kebalikan dari pemotretan landscape).

Kaos Kamera Bandung by CamWearA
http://www.kaoskamerabdg.com/
BBM 27765A9C

11/01/2015

Pembagian fotografi makro menggunakan kamera SLR/DSLR

Umum:
• Menggunakan lensa khusus makro atau lensa zoom yang bertanda “bunga tulip”(bisa untuk foto makro )
• Menggunakan lensa tele atau lensa normal plus tele converter..

Untuk lebih jelasnya maka lensa-lensa dibawah ini adalah yang biasa dipergunakan untuk fotografi makro:
• Lensa Makro Normal : 50mm
• Lensa Makro Mid tele : 90-105mm
• Lensa Makro Tele : 150-180mm

Ekstrem :
• Memasang lensa tambahan lagi dengan posisi terbalik didepan lensa dengan tambahan sebuah adapter khusus.
• Menggunakan filter tambahan seperti filter close-up didepan lensa.
• Memakai filter yang seperti sifatnya sebuah kaca pembesar/Lup , raynox,
• Atau bahkan ada juga yang menambahkan sebuah kaca pembesar yang di lekatkan didepan lensa.


Kaos Kamera Bandung by CamWearA
http://www.kaoskamerabdg.com/
BBM 27765A9C

Fotografi MakroFotografi makro adalah salah satu kategori fotografi yang membuat pembesaran terhadap suatu object. Atau ...
09/01/2015

Fotografi Makro

Fotografi makro adalah salah satu kategori fotografi yang membuat pembesaran terhadap suatu object. Atau bisa dengan kata lain dunia fotografi yang diperkecil kedalam dunia Micro.

Pembesaran tersebut bisa dilakukan dengan medekatkan obect dengan kamera, atau pun dari jarak terentu dengan menggunakan lensa tele. dan harus tetap mengusung konsep “Foto yang berbicara” dengan melibatkan unsur komposisi, POI dan keseimbangan.

Secara garis besarnya fotografi makro diperlukan antara lain:
• Untuk bahan Scientific/identifikasi species (satwa/tumbuh-tumbuhan).
• Untuk Engineering, metallurgy, manufacture.
• Untuk tujuan promosi/marketing suatu benda/hewan/tumbuh-tumbuhan.
• Untuk keindahan, bahwa di dunia ini ada makhluk lain cipta’an Tuhan yang tidak bisa kita melihat keindahannya dengan mata biasa.
• Dan masih banyak lainnya.

Detail suatu benda/object, komposisi dan bentuk suatu benda yang kecil, pastilah kita akan selalu luput memperhatikannya, maka dengan makro fotografi kita akan bisa melihat dengan jelas secara detail, baik warna maupun bentuknya.

Jadi melalui fotografi makro kita dapat melihat dengan jelas detail mata/facet sebuah lalat (yang mungkin kita akan jijik ketika melihat lalatnya) akan menjadi indah bentuk dan warnanya, proses penyerbukan putik pada bunga oleh lebah, kupu2 yang sedang menghisap madu, lekuk detail ukiran sebuah koin, bahkan membekukan sebuah lebah yang sedang terbang.

Seiring dengan bertambah majunya era digitalisasi saat ini, mempelajari fotografi makro adalah hal yang tidak sulit, tidak seperti di era fotografi saat masih menggunakan kamera analog plus negative film.

Oleh sebab itu pada saat era digital saa ini, fotografi makro dapat dilakukan oleh siapa saja, tua maupun muda, lelaki atau perempuan, bahkan untuk fotogafer pemula dan kamera yang bukan pro, asal saja dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Benda-benda yang dapat di makro adalah:
- Benda mati/diam (Seperti: sendok/garpu,perhiasan, uang koin, perangko,bunga,miniature mobil2an, souvenir dll.)
- Makhluk Hidup (Seperti : serangga, kupu-kupu, bunga tanaman, laba2, dll)

Kaos Kamera Bandung by CamWearA
http://www.kaoskamerabdg.com/
BBM 27765A9C

Tempertatur WarnaApakah Anda tahu bahwa cahaya memiliki temperatur? Kita semua tahu bahwa cahaya memiliki warna yang ber...
07/01/2015

Tempertatur Warna

Apakah Anda tahu bahwa cahaya memiliki temperatur? Kita semua tahu bahwa cahaya memiliki warna yang berbeda berdasarkan waktu dan kondisi cuaca. Selain itu, kita juga bisa membedakan antara cahaya yang berasal dari sumber cahaya alami atau buatan. Nah, perbedaan-perbedaan warna tersebut dapat diukur oleh temperatur.
Skala Kelvin digunakan untuk mengukur jumlah panas yang dipantulkan oleh sumber cahaya yang berbeda-beda pada kondisi yang terkendali. Karena pencahayaan sesungguhnya bukan pada kondisi yang terkendali, maka temperatur warna dari cahaya yang sebenarnya sangat bervariasi.

Skala Kelvin umumnya digunakan pada rentang fotografi dari merah, putih, dan kemudian ke biru. Skala tersebut hanya mencakup spektrum cahaya yang tampak, bukan seluruh spektrum cahaya. Cara mudah untuk mengingat tingkatan warna cahaya adalah dengan “Roy G Biv”. Yang merupakan singkatan untuk “Red, Orange, Yellow, Green, Blue, Indigo, Violet”. Meskipun tidak sama persis dengan warna cahaya dalam fotografi tetapi tetap dapat dijadikan acuan yang baik.

Berlawanan dengan apa warna biasa kita anggap sebagai “hangat” dan “dingin”, merah sebenarnya mempunyai temperatur yang lebih dingin daripada biru, sesuai dengan skala Kelvin. Namun, dalam hal fotografi, kita sering menganggap foto-foto yang memiliki warna cahaya kebiruan sebagai “dingin” dan foto-foto warna cahaya kemerahan sebagai “hangat”. Temperatur warna rendah bersifat lebih hangat, lebih kemerahan, sedangkan temperature warna yang tinggi bersifat lebih dingin, lebih kebiruan. Siang hari, misalnya, memiliki temperatur warna yang lebih rendah saat menjelang fajar dan lebih tinggi di siang hari.

Beberapa nilai temperatur warna yang khas adalah sebagai berikut:
- Lilin atau lampu minyak: 1000o K
- Bohlam: 2500o K
- Sinar matahari pada hari yang cerah: 6000o K
- Langit yang sedang berawan: 10.000o K

Temperatur warna sering digunakan oleh perangkat lunak untuk melakukan koreksi warna pada gambar. Selain itu juga digunakan untuk mengetahui pengaruh warna pencahayaan terhadap gambar yang dihasilkan. Penggunaan paling umum dari skala Kelvin dalam fotografi adalah untuk menentukan white balance.

Kaos Kamera Bandung by CamWearA
http://www.kaoskamerabdg.com/
BBM 27765A9C

Reflektor dan CahayaReflektor dalam fotografi adalah alat yang digunakan untuk memantulkan cahaya ke subyek. Reflektor d...
03/01/2015

Reflektor dan Cahaya

Reflektor dalam fotografi adalah alat yang digunakan untuk memantulkan cahaya ke subyek. Reflektor dapat digunakan dengan flash atau sebagai pengganti flash. Jika tidak memiliki pilihan untuk menggunakan flash eksternal, atau flash yang bisa diputar arahnya, reflektor adalah cara terbaik untuk mencapai efek pencahayaan profesional tanpa peralatan profesional.

Reflektor mempunyai ukuran yang bervariasi, tergantung pada jumlah cahaya yang dibutuhkan dan ukuran subyek. Reflektor juga tidak memiliki bentuk baku. Ada yang berbentuk bulat atau bujur sangkar atau persegi panjang. Meskipun ada banyak reflektor yang diproduksi oleh pabrik, fotografer banyak menggunakan reflektor buatan sendiri. Reflektor ini dapat berupa selembar kertas karton.

Pada fotografi yang subyeknya berukuran kecil, cermin dan kartu dapat digunakan sebagai reflektor, baik untuk mengurangi kontras pencahayaan atau menciptakan highlight pada subyek yang reflektif seperti gelas dan perhiasan. Sedangkan subyek yang berukuran besar seperti kendaraan bermotor memerlukan penggunaan reflektor berukuran besar yang sering membutuhkan alat khusus untuk penempatannya.Fotografi outdoor memerlukan reflektor portabel yang lebih ringan, biasanya dapat dilipat, sehingga lebih mudah untuk dibawa dalam perjalanan.Reflektor yang baik ditempatkan pada tempat khusus, atau dipegang oleh asisten untuk mengarahkan cahaya ke subyek. Reflektor biasanya ditempatkan pada sudut yang sama antara sumber cahaya dan subyek.

Bouncing Flash Fotografer menggunakan dinding dan langit-langit kamar sebagai reflektor, terutama pada interior bangunan yang cahaya yang tersedia kurang memadai. Teknik ini dikenal sebagai fotografi “bouncing flash“, area yang akan difoto diterangi oleh pancahayaan yang dipantulkan ke dinding, yang kemudian memberikan penerangan yang mirip dengan sebuah jendela besar. Ketika dipantulkan dari langit-langit, pencahayaan menyerupai lampu neon. Dengan demikian didapatkan pencahayaan interior yang lebih realistis. Bouncing flash dapat dijadikan sumber cahaya primer (key) atau sekunder (fill), tergantung pada intensitasnya.

Reflektor juga digunakan untuk mengubah kualitas cahaya dalam foto. Warna reflektor akan muncul dalam cahaya yang dipantulkan ke subyek.
- Emas (menciptakan warna hangat)
- Putih (efek warna netral)
- Biru (menciptakan suasana dingin)
- Perak (menciptakan suasana netral namun lebih terang dari reflektor putih)

Perubahan-perubahan dalam tonal cahaya tersebut didasarkan pada temperatur warna dan white balance.

Kaos Kamera Bandung by CamWearA
http://www.kaoskamerabdg.com/
BBM 27765A9C

Apa Itu Three-Point Lighting?Three-point lighting (pencahayaan tiga titik) adalah metode standar pencahayaan yang diguna...
30/12/2014

Apa Itu Three-Point Lighting?

Three-point lighting (pencahayaan tiga titik) adalah metode standar pencahayaan yang digunakan dalam fotografi, video, film, dsb. Metode ini adalah sistem dasar pencahayaan yang digunakan secara luas karena sederhana dan dapat menonjolkan subyek dari latar belakang. Dengan menggunakan tiga posisi terpisah, kita dapat menerangi subyek dan juga mengendalikan (atau menghilangkan seluruhnya) bayangan yang dihasilkan oleh pencahayaan langsung. Tiga komponen dari pencahayaan tiga titik adalah key light, fill light, dan back light.

Key Light
Key light adalah cahaya terkuat dan paling penting dari tiga cahaya yang digunakan dalam teknik ini. Sumber cahaya ini ditempatkan di antara sisi kamera dan subjek sedemikian rupa (biasanya membentuk sudut 45o) sehingga satu sisi subyek akan terang, tetapi sisi lain agak gelap. Key light adalah yang membuat subyek nampak tetapi tidak memiliki detail bayangan yang bagus dan menghasilkan gambar yang tidak alami dan memiliki kontras yang tinggi.

Fill Light
Fill light digunakan sebagai sumber cahaya sekunder untuk key light dan ditempatkan di sisi berlawanan dari subyek (membentuk sudut -45o). Sumber cahaya ini tidak seterang key light, karena hanya digunakan untuk mengisi bayangan yang dihasilkan key light. Fill light membantu mengurangi kontras yang dihasilkan oleh key light sehingga gambar lebih terlihat natural.

Back Light
Back light ditempatkan di belakang subyek dan digunakan untuk pencahayaan subyek dari belakang. Back light bisa lebih terang atau lebih redup dari key light; sumber cahaya ini akan memberikan highlight yang cukup pada subyek dan memisahkan subyek dari latar belakang. Back light menambah kedalaman gambar, sehingga membuat tampilan gambar menjadi tiga dimensi.

Variasi
Meskipun teknik pencahayaan tiga titik ini paling efektif bila ada tiga sumber cahaya yang digunakan, variasi dapat dibuat dengan teknik tersebut untuk mengakomodasi berbagai situasi tertentu atau untuk tujuan artistik. Jika kita hanya memiliki cahaya tunggal, maka cahaya tersebut adalah key light kita. Jika memiliki dua sumber cahaya, maka kita memiliki dua jenis pencahayaan, key light dan salah satu fill light atau back light.

Kaos Kamera Bandung by CamWearA
http://www.kaoskamerabdg.com/
BBM 27765A9C

Jenis-jenis fotografi (Bagian – 20)Fotografi Busana (Fashion Photography)Fotografi busana adalah jenis fotografi yang be...
28/12/2014

Jenis-jenis fotografi (Bagian – 20)

Fotografi Busana (Fashion Photography)

Fotografi busana adalah jenis fotografi yang berkonsentrasi pada mengambil foto dari pakaian atau aksesoris (pada model atau sendirian) yang akan diterbitkan di majalah fashion, iklan atau beredar di kalangan desainer.

Kaos Kamera Bandung by CamWearA
http://www.kaoskamerabdg.com/
BBM 27765A9C

Address

Jalan Gegerkalong Tengah 84 Bandung
Bandung
40153

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kaos Kamera Bandung - Camweara posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share