18/11/2015
"Kisah Istri Sholehah…" (Berhak Untuk Dibaca…!!)
Kategori: Keluarga Diterbitkan pada 25
September 2013 Klik: 210982
Seorang istri menceritakan kisah suaminya pada
tahun 1415 H, ia berkata :
Suamiku adalah seorang pemuda yang gagah,
semangat, rajin, tampan, berakhlak mulia, taat
beragama, dan berbakti kepada kedua orang
tuanya. Ia menikahiku pada tahun 1390 H. Aku
tinggal bersamanya (di kota Riyadh) di rumah
ayahnya sebagaimana tradisi keluarga-keluarga
Arab Saudi. Aku takjub dan kagum dengan
baktinya kepada kedua orang tuanya. Aku
bersyukur dan memuji Allah yang telah
menganugerahkan kepadaku suamiku ini.
Kamipun dikaruniai seorang putri setelah setahun
pernikahan kami.
Lalu suamiku pindah kerjaan di daerah timur Arab
Saudi. Sehingga ia berangkat kerja selama
seminggu (di tempat kerjanya) dan pulang tinggal
bersama kami seminggu. Hingga akhirnya setelah
3 tahun, dan putriku telah berusia 4 tahun… Pada
suatu hari yaitu tanggal 9 Ramadhan tahun 1395
H tatkala ia dalam perjalanan dari kota kerjanya
menuju rumah kami di Riyadh ia mengalami
kecelakaan, mobilnya terbalik. Akibatnya ia
dimasukkan ke Rumah Sakit, ia dalam keadaan
koma. Setelah itu para dokter spesialis
mengabarkan kepada kami bahwasanya ia
mengalami kelumpuhan otak. 95 persen organ
otaknya telah rusak. Kejadian ini sangatlah
menyedihkan kami, terlebih lagi kedua orang
tuanya lanjut usia. Dan semakin menambah
kesedihanku adalah pertanyaan putri kami
(Asmaa') tentang ayahnya yang sangat ia
rindukan kedatangannya. Ayahnya telah berjanji
membelikan mainan yang disenanginya…
Kami senantiasa bergantian menjenguknya di
Rumah Sakit, dan ia tetap dalam kondisinya,
tidak ada perubahan sama sekali. Setelah lima
tahun berlalu, sebagian orang menyarankan
kepadaku agar aku cerai darinya melalui
pengadilan, karena suamiku telah mati otaknya,
dan tidak bisa diharapkan lagi kesembuhannya.
Yang berfatwa demikian sebagian syaikh -aku
tidak ingat lagi nama mereka- yaitu bolehnya aku
cerai dari suamiku jika memang benar otaknya
telah mati. Akan tetapi aku menolaknya, benar-
benar aku menolak anjuran tersebut.
Aku tidak akan cerai darinya selama ia masih
ada di atas muka bumi ini. Ia dikuburkan
sebagaimana mayat-mayat yang lain atau mereka
membiarkannya tetap menjadi suamiku hingga
Allah melakukan apa yang Allah kehendaki.
Akupun memfokuskan konsentrasiku untuk
mentarbiyah putri kecilku. Aku memas**annya ke
sekolah tahfiz al-Quran hingga akhirnya iapun
menghafal al-Qur'an padahal umurnya kurang
dari 10 tahun. Dan aku telah mengabarkannya
tentang kondisi ayahnya yang sesungguhnya.
Putriku terkadang menangis tatkala mengingat
ayahnya, dan terkadang hanya diam membisu.
Putriku adalah seorang yang taat beragama, ia
senantiasa sholat pada waktunya, ia sholat di
penghujung malam padahal sejak umurnya belum
7 tahun. Aku memuji Allah yang telah memberi
taufiq kepadaku dalam mentarbiyah putriku,
demikian juga neneknya yang sangat sayang dan
dekat dengannya, demikian juga kakeknya
rahimahullah.
Putriku pergi bersamaku untuk menjenguk
ayahnya, ia meruqyah ayahnya, dan juga
bersedekah untuk kesembuhan ayahnya.
Pada suatu hari di tahun 1410 H, putriku berkata
kepadaku : Ummi biarkanlah aku malam ini tidur
bersama ayahku...
Setelah keraguan menyelimutiku akhirnya akupun
mengizinkannya.
Putriku bercerita :
Aku duduk di samping ayah, aku membaca surat
Al-Baqoroh hingga selesai. Lalu rasa kantukpun
menguasaiku, akupun tertidur. Aku mendapati
seakan-akan ada ketenangan dalam hatiku,
akupun bangun dari tidurku lalu aku berwudhu
dan sholat –sesuai yang Allah tetapkan untukku-.
Lalu sekali lagi akupun dikuasai oleh rasa kantuk,
sedangkan aku masih di tempat sholatku.
Seakan-akan ada seseorang yang berkata
kepadaku, "Bangunlah…!!, bagaimana engkau tidur
sementara Ar-Rohmaan (Allah) terjaga??,
bagaimana engkau tidur sementara ini adalah
waktu dikabulkannya doa, Allah tidak akan
menolak doa seorang hamba di waktu ini??"
Akupun bangun…seakan-akan aku mengingat
sesuatu yang terlupakan…lalu akupun
mengangkat kedua tanganku (untuk berdoa), dan
aku memandangi ayahku –sementara kedua
mataku berlinang air mata-. Aku berkata dalam
do'aku, "Yaa Robku, Yaa Hayyu (Yang Maha
Hidup)…Yaa 'Adziim (Yang Maha Agung).., Yaa
Jabbaar (Yang Maha Kuasa)…, Yaa Kabiir (Yang
Maha Besar)…, Yaa Mut'aal (Yang Maha Tinggi)
…, Yaa Rohmaan (Yang Maha Pengasih)…, Yaa
Rohiim (Yang Maha Penyayang)…, ini adalah
ayahku, seorang hamba dari hamba-hambaMu, ia
telah ditimpa penderitaan dan kami telah
bersabar, kami Memuji Engkau…, kemi beriman
dengan keputusan dan ketetapanMu baginya…
Ya Allah…, sesungguhnya ia berada dibawah
kehendakMu dan kasih sayangMu.., Wahai
Engkau yang telah menyembuhkan nabi Ayyub
dari penderitaannya, dan telah mengembalikan
nabi Musa kepada ibunya…Yang telah
menyelamatkan Nabi Yuunus dari perut ikan
paus, Engkau Yang telah menjadikan api menjadi
dingin dan keselamatan bagi Nabi Ibrahim…
sembuhkanlah ayahku dari penderitaannya…
Ya Allah…sesungguhnya mereka telah
menyangka bahwasanya ia tidak mungkin lagi
sembuh…Ya Allah milikMu-lah kekuasaan dan
keagungan, sayangilah ayahku, angkatlah
penderitaannya…"
Lalu rasa kantukpun menguasaiku, hingga akupun
tertidur sebelum subuh.
Tiba-tiba ada suara lirih menyeru.., "Siapa
engkau?, apa yang kau lakukan di sini?". Akupun
bangun karena suara tersebut, lalu aku
menengok ke kanan dan ke kiri, namun aku tidak
melihat seorangpun. Lalu aku kembali lagi
melihat ke kanan dan ke kiri…, ternyata yang
bersuara tersebut adalah ayahku…
Maka akupun tak kuasa menahan diriku, lalu
akupun bangun dan memeluknya karena gembira
dan bahagia…, sementara ayahku berusaha
menjauhkan aku darinya dan beristighfar. Ia
barkata, "Ittaqillah…(Takutlah engkau kepada
Allah….), engkau tidak halal bagiku…!". Maka aku
berkata kepadanya, "Aku ini putrimu Asmaa'".
Maka ayahkupun terdiam. Lalu akupun keluar
untuk segera mengabarkan para dokter.
Merekapun segera datang, tatkala mereka
melihat apa yang terjadi merekapun keheranan.
Salah seorang dokter Amerika berkata –dengan
bahasa Arab yang tidak fasih- : "Subhaanallahu…
". Dokter yang lain dari Mesir berkata, "Maha
suci Allah Yang telah menghidupkan kembali
tulang belulang yang telah kering…". Sementara
ayahku tidak mengetahui apa yang telah terjadi,
hingga akhirnya kami mengabarkan kepadanya.
Iapun menangis…dan berkata, ﺍﻟﻠﻪُ ﺧُﻴْﺮًﺍ ﺣًﺎﻓِﻈًﺎ ﻭَﻫُﻮَ
ﻳَﺘَﻮَﻟَّﻰ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤِﻴْﻦَ Sungguh Allah adalah Penjaga
Yang terbaik, dan Dialah yang Melindungi orang-
orang sholeh…, demi Allah tidak ada yang kuingat
sebelum kecelakaan kecuali sebelum terjadinya
kecelakaan aku berniat untuk berhenti
melaksanakan sholat dhuha, aku tidak tahu
apakah aku jadi mengerjakan sholat duha atau
tidak..??
Sang istri berkata : Maka suamiku Abu Asmaa'
akhirnya kembali lagi bagi kami sebagaimana
biasnya yang aku mengenalinya, sementara
usianya hampir 46 tahun. Lalu setelah itu
kamipun dianugerahi seorang putra, Alhamdulillah
sekarang umurnya sudah mulai masuk tahun
kedua. Maha suci Allah Yang telah
mengembalikan suamiku setelah 15 tahun…, Yang
telah menjaga putrinya…, Yang telah memberi
taufiq kepadaku dan menganugerahkan
keikhlasan bagiku hingga bisa menjadi istri yang
baik bagi suamiku…meskipun ia dalam keadaan
koma…
Maka janganlah sekali-kali kalian meninggalkan
do'a…, sesungguhnya tidak ada yang menolak
qodoo' kecuali do'a…barang siapa yang menjaga
syari'at Allah maka Allah akan menjaganya.
Jangan lupa juga untuk berbakti kepada kedua
orang tua… dan hendaknya kita ingat
bahwasanya di tangan Allah lah pengaturan
segala sesuatu…di tanganNya lah segala taqdir,
tidak ada seorangpun selainNya yang ikut
mengatur…
Ini adalah kisahku sebagai 'ibroh (pelajaran),
semoga Allah menjadikan kisah ini bermanfaat
bagi orang-orang yang merasa bahwa seluruh
jalan telah tertutup, dan penderitaan telah
menyelimutinya, sebab-sebab dan pintu-pintu
keselamatan telah tertutup…
Maka ketuklah pintu langit dengan do'a, dan
yakinlah dengan pengabulan Allah….
Demikianlah….Alhamdulillahi Robbil 'Aaalamiin
(SELESAI…)
Janganlah pernah putus asa…jika Tuhanmu
adalah Allah…
Cukup ketuklah pintunya dengan doamu yang
tulus…
Hiaslah do'amu dengan berhusnudzon kepada
Allah Yang Maha Suci
Lalu yakinlah dengan pertolongan yang dekat
dariNya…
(sumber : http://www.muslm.org/vb/archive/
index.php/t-416953.html , Diterjemahkan oleh
Firanda Andirja)
شبكة أنا المسلم