07/01/2025
Part 3 KASAK KUSUK NIAT BUSUK😀
Yongki melihat ternyata cucunya yang mengerjainya. “Bastian! Dasar bodoh! Sejak kecil kami tahu kau memang bodoh!” kesal Yongki. “Apa kabar Kek?” Bastian memeluk kakeknya. “Seperti yang kau lihat, Kakek berusaha untuk tetap hidup,” kata Yongki.
“Maaf Kek, baru nengok sekarang,” ucap Bastian. “Kenapa baru datang sekarang? Keluarga sudah kumpul
dari kemarin, mau kakek hapus dari daftar waris kau?” tukas Yongki. “Jangan d**g Kek,” tawa Bastian lalu menjelaskan, “dapat tiket pesawatnya Subuh tadi Kek, trus macet di jalan, jadi baru sore ini nyampe di sini.”
Yongki tak menanggapi ia memindah channel televisi. “Kek itu pegangan tangga sudah goyah, kenapa ga diperbaiki sih Kek, bahaya tahu,” kata Bastian. “Alah, biar saja, sayang duit buat benerin tangga, yang penting masih bisa dipake dan berhati-hati saja,” sahut Yongki acuh tak acuh sambil menonton, Bastian manggut-manggut.
“Sudah sana, Kakek mau istirahat dulu, nanti malam kita dinner bersama,” kata Yongki. “Ok siap Kek, selamat tidur kembali, salam buat petugas pajak di mimpi ya,” ledek Bastian lalu keluar kamar kembali turun dan nyaris terjatuh karena pegangan tangga yang goyang itu. Ia menghela nafas lega tak jadi jatuh. Kemudian Bastian melangkah melewati ruang keluarga dan ruang baca lalu sampai di ruang makan.
“Nah itu Bastian sudah datang,” tunjuk Andre, adik bungsu dari ibu Bastian. Bastian melihat di ruang makan itu ada Andre, Jessica, anak Andre dan ibunya, Liana. “Naek apa tadi dari bandara?” tanya Liana. “Naek taksi online Bu,” jawab Bastian memeluk ibunya. “Kau banyak berubah,” kata Liana. “Bu, ‘kan baru enam bulan lalu aku berkunjung,” cengir Bastian lalu menyalami Andre dan Jessica.
“Gimana Singapore? Udah betah kuliah di sana lupa pulang ya?” sindir Andre. “Ah engga juga Om, halo sepupu? ‘Pa kabarnya lo Jes?” sapa Bastian. “Yah gini-gini aja, hidup dan tak berguna,” sahut Jessica santai lalu menyuap kue lupisnya. Bastian tertawa.
Lanjutttt Part 4