14/11/2013
Renungan ,,,,, ,,,,,
Dialog Wanita Gaul dengan Pemuda Soleh
seorang wanita gaul bertanya pada seorang pemuda yang soleh:
Wanita: "Kenapa sih kamu nggak mau bersentuhan tangan denganku?
Emangnya aku ini hina ya?"
Pemuda: "Bukan begitu Mba, Justru saya lakukan itu karena saya sangat
menghargai Mba sebagai seorang wanita"
Wanita: "Maksudmu?"
Pemuda: "Coba saya tanya sama Mba, apakah boleh seorang rakyat jelata
menyentuh tangan putri keraton yang dimuliakan?"
Wanita: (Sambil mengernyitkan dahi) "T..Tentu gak boleh sembarangan
d**g!"
Pemuda: "Nah, Islam mengajarkan bagaimana kami menghormati semua
wanita layaknya ratu yang ceritakan tadi. Hanya pangeran saja yang layak
menyentuh tuan putri".
Wanita: (Sambil agak malu) "Oh.. Terus kenapa sih mesti pakai menutup
tubuh segala, pake kerudung lagi, jadi gak keliatan seksinya"
Pemuda : (Membuka sebuah rambutan, lalu memakannya sebagian. Dan
mengambil sebuah lagi sambil menyodorkan 2 buah rambutan itu pada
wanita tersebut) "Kalau Mba harus memilih, pilih rambutan yang sudah
saya makan atau yang masih belum terbuka"
Wanita: (Sambil keheranan dan sedikit merasa jijik) "Hi.. Ya saya pilih
yang masih utuh lah, mana mau saya makan bekas Mas".
Pemuda : (Sambil tersenyum) "Tepat sekali, semua orang pasti memilih
yang utuh, bersih, terjaga begitu juga dengan wanita. Islam mensyariatkan
wanita untuk berhijab dan menutup aurat semata-mata untuk kemuliaan
wanita juga".
Wanita: "Terimakasih ya, aku semakin yakin untuk berhijab dan menutup
aurat, Islam memang sangat memuliakan wanita.
Subhanallah. Ngomong-ngomongMas sudah punya pacar belum?"
Pemuda: "Mmm.. Saya belum punya dan bertekad tidak akan punya
pacar."
Wanita : (Kebingungan) "Loh, kenapa? Bukannya semua muda-mudi
sekarang punya temen istimewa"
Pemuda: "Begini Mba, kira-kira kalau Mba diberi hadiah handphone, ingin
yang bekas atau yang masih baru??"
Wanita: "Ya jelas yang baru lah"
Pemuda: "Kalau suatu saat Mba menikah, mau pakai baju loakan yang
harganya Rp.50.000/3 potong atau gaun istimewa yang harganya Rp.20
juta keatas"
Wanita: "Ih.. Mas ini. Ya pasti saya pilih gaun istimewa, mana mau saya
pakai baju loakan, udah bekas dipegang orang, gak steril lagi. hi..."
Pemuda: "Nah, begitu juga Islam memandang pacaran Mba. Kami,
diajarkan untuk menjunjung ikatan suci bernama pernikahan. menjadi
pasangan yang saling mencintai karenaNya. Yang menjaga kesucian dan
kehormatan dirinya sebelum akad suci itu terucap. Karena kami hanya
ingin mempersembahkanyang terbaik untuk pasangan kami kelak"
Wanita: (Hatinya berdebar-debar tak menentu, kata-kata pemuda tadi
menjadi embun bagi hatinya yang selama ini hampa. Matanya pun
menetes) "Mas, aku semakin merasa banyak dosa. Masihkah ada pintu
taubat untukku dengan semua yang sudah aku lakukan?"
Pemuda: (Matanya berbinar, perkataannya berat) "Mba, jikalah
diibaratkan seorang musafir kehilangan unta beserta makanan dan
minumannya di gurun pasir yang tandus. Maka kebahagiaan Allah
menerima taubat hambanya lebih besar dari kebahagiaan musafir yang
menemukan untanya kembali. Kalaulah kita datang dengan membawa
dosa seluas langit, Allah akan mendatangi kita dengan ampunan sebesar
itu juga. Subhanallah".
Wanita: (Berderai air matanya, segera ia usap dengan tisunya)
"Terimakasih Mas, saya banyak mendapatkan pencerahan hidup. Semoga
saya bisa berubah lebih baikβ
Pemuda: βAamiinβ