11/09/2026
Aku pengen cerita π₯Ή
-
Jujur guys, in this economy, otak aku rasanya terbelah jadi 2 POVβ¦ mau jualan semurah mungkin dan kasih diskon terus, atau berani fokus bikin produk yang premium dan everlasting? Itβs a very hard decision for me.
Apalagi as a second-generation business owner, aku tumbuh di bisnis orang tua yang produknya memang affordable. Jadi ketika SAVA mulai berani jual koleksi sampai 519K, dengan harga normal, dan customer masih willing to buy directly from our websiteβ¦ honestly, that means a lot to me. Karena kita semua tahu betapa magernya orang Indonesia buat checkout lewat website. π
But today, SAVA proved something to me. Website pre-orders kita sudah tembus 400++ packages, dan marketplace sudah 1,300++ orders as of 6 PM β with no significant discounts.
Dan aku langsung kepikiran sama Linda 6 bulan lalu yang waktu itu overthinking, βOrang mau nggak ya beli SAVA lewat website?β
Kalau aku bisa balik ke masa itu, aku mau samperin dia dan bilang,
βLindaβ¦ nggak usah takut. Theyβll buy it. Mereka mau beli SAVA 500 ribuan. Bahkan mau PO dan nunggu 14 hari. Udah, kamu fokus aja kembangin kualitas. SAVA Sisters itu pinter-pinter. They know what theyβre paying for, and theyβll stay as long as you keep giving them something worth staying for. Nggak usah pusing sama promo terus. Harga normal aja, mereka beli kok.β
Maybe this is the reminder I needed too: we donβt always have to compete by being cheaper. Sometimes, we just have to keep getting better. π€