16/08/2019
Mengeluh Bukan Solusi
Manusia terlahir mudah mengeluh. Mengeluh karena penghasilan kurang, mengeluh karena banyaknya masalah yang dihadapi, dan mengeluh karena apa-apa yang dihadirkan di hadapannya tidak sesuai dengan keinginan. Padahal seringkali yang menjadi permasalahan utama seseorang adalah dirinya sendiri, bukan orang lain atau sesuatu di luar diri.
Agama mengajarkan untuk tidak mengeluh. Mengapa demikian? Dalam kehidupan tentu akan selalu ada suka-duka, sedih-senang, panas-dingin, hitam-putih, terang-gelap dan semua hukum alam lainnya. Karenanya kenapa harus mengeluhkan perputaran roda kehidupan yang pasti akan terjadi?
โTiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak p**a) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.โ (Al-Qurโan Surat Al-Hadid 57: 22-23)
Karena itu duhai sahabatku, jauhilah sikap mengeluh. Jadilah seorang dewasa yang menerima apapun yang dihadirkan oleh-Nya pada diri kita. Ingat, mengeluh adalah sebuah penentangan, sebuah sikap penolakan dan menghindari kenyataan. Bukankah setiap yang hadir adalah tamu-Nya? Bagaimanakah sikap seharusnya yang ditunjukkan seorang hamba yang baik ketika hadir tamu-tamu istimewa?
Semoga bermanfaat :)
sumber : muhammad noer