23/08/2026
Ini adalah kisah tentang musuh nomor satu yang paling dibenci sepanjang sejarah Real Madrid.
Tahun 1991, Madrid merekrut bakat muda ini dari klub kampung halamannya.
Mereka yakin, dialah masa depan Los Blancos. Namun selama lima tahun, ia terus dipaksa bermain di luar posisi aslinya hingga gagal mengeluarkan potensi terbaiknya.
Saat kontraknya habis, ia meminta kenaikan gaji. Madrid menolak.
Di tengah ketidakpastian itu, sebuah kejutan besar mengguncang Spanyol: sang pemain resmi diperkenalkan oleh rival abadi mereka—secara gratis!
Dialah Luis Enrique.
Para fans Madrid merasa dikhianati. Namun tidak seperti pemain lain yang tertunduk malu saat kembali ke Bernabéu, Enrique justru sebaliknya.
Ia mencetak gol spektakuler ke gawang Madrid, merayakannya tanpa ragu, dan mencium lambang Barcelona tepat di hadapan publik Bernabéu yang murka!
Total lima gol ia sarangkan ke gawang mantan klubnya. Dalam sebuah wawancara, ia bahkan menyindir, "Saya merasa aneh memakai jersey putih Madrid, tapi warna Blaugrana ini terasa begitu sempurna."
Dendam itu tak berhenti di situ. Saat melatih Timnas Spanyol di Euro 2020, ia berhak membawa 26 pemain.
Namun, ia hanya memanggil 24 orang—dan tidak ada satu pun pemain Real Madrid di dalamnya.
Ia lebih memilih membiarkan dua slot kosong daripada memanggil Sergio Ramos atau Carvajal.
Sebuah perseteruan personal yang abadi di panggung El Clásico. ⚽🇪🇸