21/05/2026
*Memberi dengan tulus itu seperti menanam benih kebaikan.*
Mungkin hari ini belum terlihat hasilnya, belum terasa balasannya, bahkan kadang tidak mendapat ucapan terima kasih. Namun setiap kebaikan yang diberikan dengan ikhlas tidak akan pernah sia-sia di hadapan Allah ﷻ
Suatu hari, benih itu akan tumbuh menjadi keberkahan dalam hidup, hati yang tenang, rezeki yang cukup, keluarga yang harmonis, dan pertolongan Allah di waktu yang tidak disangka-sangka.
Allah ﷻ berfirman:
مَّثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِى كُلِّ سُنۢبُلَةٍ مِّا۟ئَةُ حَبَّةٍ ۗ وَٱللَّهُ يُضَٰعِفُ لِمَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ
"Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki."
(QS. Al-Baqarah : 261)
Karena sejatinya, kebaikan yang diberikan dengan tulus tidak pernah benar-benar hilang. Ia hanya sedang tumbuh menjadi keberkahan.