Juragan Kaos Online

Juragan Kaos Online kami menjual baju anak muslim dan karakter secara eceran dan grosir

Menstimulasi Kecerdasan Anak Dengan Mainan Anak1. Kecerdasan Verbal / LinguistikMainan yang cocok untuk melatih kecerdas...
12/01/2016

Menstimulasi Kecerdasan Anak Dengan Mainan Anak

1. Kecerdasan Verbal / Linguistik

Mainan yang cocok untuk melatih kecerdasan verbal seorang anak adalah dengan memberikan mainan yang bisa bicara. Bila sang buah hati adalah wanita, maka kita bisa membelikan mainan boneka yang bisa bicara kalau dipencet pada bagian tubuhnya. Dengan terus menghafalkan kata-kata yang diucapkan oleh mainan boneka, maka buah hati kita pun bisa terlatih kecerdasan verbalnya.
Stimulasi yang lain bisa berupa: CD lagu dan film anak-anak, mendongengkan cerita, dll.

2. Kecerdasan Numerik

Kecerdasan ini berhubungan dengan kemampuan anak dalam mengolah angka. Sebagai awal mungkin buah hati kita hanya perlu mengenal angka satu sampai sepuluh dulu. Kita bisa melatih anak dengan menghitung mainan. Misalnya menghitung mobil-mobilan. Kita ajak buah hati kita menghitung mainan tersebut. Dengan menghitungnya, maka buah hati kita pun bisa belajar dengan fun. Setelah mereka bisa mengucapkan satu sampai sepuluh, baru kita kenalkan bentuk-bentuk angka. Nah… Hal ini bisa kita kenalkan dengan cara menggambar atau mewarnai angka, lalu menuliskannya di atas kertas dengan pensil.

Stimulasi yang lain: buku cerita tentang angka-angka, Lagu dan Film anak tentang angka, pernik-pernik berbentuk angka, buku mewarnai angka.

3. Kecerdasan Ruang atau visual

Kecerdasan ini berhubungan dengan pengenalan bangun. Kita bisa memberikan mainan puzzle, balok kayu, lego atau letto, dll. Mainan ini tidak hanya mengajak anak untuk mengenal bangun datar dan ruang yang pernah kita kenal. Namun banyak bentuk lainnya, sehingga untuk tahap selanjutnya anak bisa mengekspresikan bentuk benda-benda yang dia mainkan di atas kertas.Bila buah hati kita gemar menggambar gambar-gambar yang “berbentuk bangun”, bisa jadi dia adalah calon arsitek atau designer yang terkenal.

Stimulasi lain: Kartu bergambar bangun, mainan miniatur rumah bongkar pasang, film-film anak tentang pengenalan bentuk, mainan yang bisa digenggam dan diremas (miniatur bentuk-bentuk benda, agar koordinasi mata dan tangan bekerja dengan baik).

4. Kecerdasan Musikal

Kecerdasan ini berhubungan dengan kemampuan anak dalam mengolah dan memainkan nada. Cara menstimulasi kecerdasan ini bisa dengan memberikan sang buah hati alat-alat music mini. Selain itu juga bisa dengan memberikan anak “music box”, yaitu sebuah kotak yang kalau dibuka bisa terdengar alunan instrument musik. Atau bisa dengan memberikan mainan semacam lampion khusus anak-anak yang bisa dipasan di langit-langit rumah. Kita bisa memasangnya di tempat tidur anak, supaya buah hati kita dininabobokkan oleh alunan musik yang berasal dari mainan itu.

Stimulasi lainnya: memutarkan lagu anak-anak, menyanyikan lagu buat anak sebelum tidur, mengajak bernyanyi atau karaoke bersama anak, dll.

5. Kecerdasan Fisik

Kecerdasan ini berhubungan dengan ketrampilan anak dalam menggerakkan tubuhnya. Sebelum mencapai ketrampilan dalam bergerak, tentu sangat dibutuhkan kekuatan otot. Untuk menguatkan otot tangan dan kaki dan meningkatkan koordinasi tangan, kaki, dan mata, sepeda adalah mainan yang baik. Berikanlah sang buah hati sepeda sesuai dengan usianya. Ini sangat penting untuk meningkatkan kekuatan otot dan meningkatkan kecerdasan fisik anak. Untuk mainan yang kecil bisa berupa mainan yang lunak, misalnya wage (was), bola / balok lunak), atau mainan semacam bel yang bila digoyang-goyangkan dengan tangan bisa berbunyi, atau bisa dengan palu berbentu balon (akan lebih baik bila dimainkan di luar rumah J )
Stimulasi lain: mengajak anak berjalan pagi, untuk anak balita bisa dengan kursi roda mainan.

6. Kecerdasan interpresional

Kecerdasan ini behubungan dengan kemapuan anak dalam bergaul. Hmm… untuk yang satu sebenarnya lebih banyak pada praktek, yaitu dengan bersosilalisasi. Namun saya akan memberikan contoh mainan yang berhubungan dengan ini, yaitu dengan memberikan mainan peralatan masak atau peralatan dokter. Kita sebagai orang tua bisa mengajak anak berbicara dengan media ini layaknya dokter dan pasien (seperti bermain drama). Hal ini sangat bermanfaat untuk melatih kecerdasan interpresional anak, selain itu tentu saja bisa meningkatkan kedekatan interpresional kita dengan sang buah hati.
Stimulasi lain: menyekolahkan di playgroup / PAUD, mengajak jalan-jalan di komplek rumah, dan lain-lain.

7. Kecerdasan Natural

Kecerdasan ini berhubungan dengan tingkat kecintaan anak terhadap lingkungannya. Tentu saja untuk meningkatkan kecerdasan ini sangat dibutuhkan “mainan hidup” tentu saja berwujud mahluk hidup (misalnya tumbuhan dan hewan). Untuk hewan, mungkin akan lebih baik kalau berkonsultasi dengan dokter hewan terlebih dahulu, karena hal ini sangat berhubungan dengan cara perawatan dan pemeliharaannya. Banyak hewan yang sebenarnya aman, namun menjadi tidak aman karena kurang baik perawatannya. Kalau untuk tumbuhan, akan lebih mudah perawatannya dan lebih aman. Pertama-tama kita bisa mengenalkan anak menumbuhkan benih kacang hijau. Sehingga anak bisa tahu proses pertumbuhan tanaman dan pentingnya air serta sinar matahari bagi kehidupan.

Pengaruh Pola Asuh Buruk Bagi Pergaulan Anak1. Terlalu memanjakanOrang tua seperti ini biasanya selalu memberikan apa ya...
12/01/2016

Pengaruh Pola Asuh Buruk Bagi Pergaulan Anak

1. Terlalu memanjakan

Orang tua seperti ini biasanya selalu memberikan apa yang menjadi keinginan sang anak. Memanjakan itu memang perlu agar sang bisa benar-benar merasakan bahwa orang tuanya benar-benar mencintainya. Namun bila terlalu memanjakan ternyata menimbulkan efek negative bagi sang anak. Anak yang memiliki orang tua seperti ini biasanya kurang bisa tegar dalam menghadapi segala masalah. Hal ini dikarenakan sang anak lebih sering menggantungkan segala sesuatunya pada orang tua. Bila kebiasaan ini terlalu dibiarkan, maka anak akan mengalami masalah dalam pergaulan. Misalnya pada saat dirinya sedang ada masalah dengan temannya. Dia akan cenderung takut untuk memecahkan masalah dengan cara yang “dewasa”.

2. Terlalu Menguasai Anak

Orang tua yang otoriter biasanya kurang mau mendengarkan saat anaknya mengajak ngobrol, apalgi meminta sesuatu. Orang tua seperti ini biasanya lebih s**a mengatur sang anak dan selalu merasa benar, sehingga dia menginginkan sang anak hanya menuruti apa yang menjadi keinginannya saja. Anak yang dididik oleh orang tua seperti ini biasanya cenderung s**a memberontak di luar rumah, namun di dalam rumah dia selalu “terlihat” menuruti apa yang menjadi keinginan orang tuanya.

3. Terlalu protektif

Sebagai orang tua, tentu orang tua harus melindungi anaknya. Hal ini juga sangat penting untuk menunjukkan orang rasa sayang orang tua kepada anak. Misalnya pada saat anak sakit, maka orang tua selalu berusaha ada bersama sang anak. Namun bila terlalu melindungi ternyata tidak baik juga lho… buat perkembangan kepribadian sang anak. Anak yang terlalu dilindungi oleh orang tua, misalnya terlalu membatasi pergaulan, terlalu membatasi tempat bermain anak, dll, biasanya anak menjadi kurang percaya diri atau “minder”. Karena terlalu banyak dibatasi dalam bergaul, maka sang anak menjadi cenderung menutup diri dari pergaulan.

4. Menggunakan Pola Kekerasan

Pada jaman dahulu, banyak orang tua yang mendidik anaknya dengan kekerasan. Misalnya dengan cara membentak dan menghukum secara fisik. Bila ada orang tua yang dibiarkan untuk menghukum atau mendidik anaknya seperti ini, biasanya sang anak cenderung akan menyukai cara “kekerasan” dalam menyelesaikan masalah dan sulit untuk mengontrol emosi.

5. Terlalu Sibuk

Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, orang tua tentu harus bekerja. Bahkan tidak jarang seorang anak yang memiliki ayah dan ibu yang berkarir. Namun bila orang tua terlalu sibuk, dan biasanya sibuk dalam bekerja, juga bisa membawa dampak negative juga bagi sang anak. Anak yang memiliki orang tua seperti ini biasanya cenderung “haus kasih sayang”. Karena kurang mendapatkan kasih sayang, sang anak biasanya cenderung mudah percaya dengan orang lain dan apalgi bila sudah percaya sekali dengan orang tersebut. Biasanya anak seperti ini lebih berbahaya saat usianya mulai menginjak remaja.

6. Terlalu member kebebasan

Memberikan kebebasan kepada anak dalam mendidik anak kadang perlu juga. Karena pola asuh ini bisa memacu anak untuk lebih berkreasi. Namun bila orang tua terlalu cuek dan kurang memperhatikan pergaulan sang anak, tentu juga akan memeberikan efek yang tidak baik juga bagi sang anak. Syukur kalau anak kita memang anak yang baik dan bisa dipercaya, tapi kalau sebaliknya….

Artikel ini buka untuk membuat anda bingung, karena semua ada sisi positif dan negatifnya. Anda sendirilah yang mengenal buah hati anda. Jadi anda sendirilah yang paling mengerti seberapa “kadar” otoritas, memanjakan, protektif, kesibukan, kekerasan, dan kebebasan yang anda berikan bagi buah hati anda. Hal ini biasa diatasi dengan cara meningkatkan komunikasi, memberikan waktu luang kepada anak, mencurahkan kasih sayang lewat perhatian-perhatian kecil kepada anak, memberikan pujian kepada anak, mengerti kapan anda harus marah (dan tau tujuan kita marah), seberapa besar ketegasan yang diberikan kepada anak, dan masih banyak hal lain yang bisa kita berikan kepada anak untuk menjadikan buah hati kita bertumbuh menjadi pribadi yang mandiri, penuh cinta, bers**a cita, dan kebaikan-kebaikan yang lain, agar buah hati kita pun memiliki ketrampilan bersosialisasi yang baik, cerdas dalam bergaul, dan tidak terjerumus dalam pergaulan yang “negatif”.

1. Terlihat sedih dan cepat marahOrang tua mebutuhkan kepekaan yang lebih untuk memahami ciri ini. Bila sang anak yang t...
12/01/2016

1. Terlihat sedih dan cepat marah

Orang tua mebutuhkan kepekaan yang lebih untuk memahami ciri ini. Bila sang anak yang tadinya ceria dan s**a berlari-lari, namun tiba-tiba menjadi pemurung dan mudah marah, itu merupakan salah satu tanda bahwa buah hati kita sedang mengalami depresi. Hal ini ada kaitannya dengan ciri selanjutnya, yaitu….

2. Tidak memiliki gairah untuk bermain dan beraktivitas.

Coba perhatikan rutinitas buah hati kita. Misalnya, misalnya setiap sore biasanya dia biasa bermain bersama teman-temannya, namun tiba-tiba dia lebih s**a mengurung diri dalam kamar dan melakukan sesuatu sendirian serta terlihat malas melakukan sesuatu. Ini juga bisa menjadi salah satu cirri bahwa buah hati kita sedang mengalami depresi. Kalau sudah jarang beraktivitas sosial dan jarang bermain, biasanya anak akan menjadi…..

3. Rendah diri
Ini adalah pengaruh lingkungan yang sudah menyatu dengan karakter. Kita harus waspada bila buah hati kita sudah mencapai tarah ini. Anak yang rendah diri biasanya lebih s**a menutup diri dan susah bergaul dengan teman-teman sebayanya.

4. Susah tidur

Tidur sangat diperlukan oleh untuk seorang anak. Selain untuk mengumpulkan stamina juga bermanfaat untuk menyegarkan tubuh dan pemulihan sel-sel yang rusak karena aktivitas sehari-hari. Namun bila anak menjadi susah tidur, tentu juga akan membawa pengaruh negative bagi sang anak. Terutama gangguan kesehatan fisik.]

5. Terlalu sensitive
Anak yang mengalami depresi biasanya cenderung emosional atau susah mengendalikan emosi mereka. Saat dinasihati sedikit saja, bila kurang berkenan di hati sang anak, maka anak akan cenderung marah dan terlihat “memberontak”. Bila terlalu sensitive maka anak akan cenderung…

6. Sering berkata dan bersikap kasar dalam bermain

Bila buah hati kita sering membanting mainan, memukulkan ke tembok, mengadu satu mainan dengan mainan yang lain dengan tidak sewajarnya, itu bisa menjadi tanda bila buah hati kita sedang mengalami depresi.

Untuk mengatasi hal di atas, tentu bisa dilakukan dengan tindakan pencegahan. Bisa dibaca di “Mencegah Stress Pada Anak”. Namun bila sudah terlanjur parah, dan kita tidak bisa menanganinya akan lebih baik bila menghubungi psikiater agar bisa ditangani secara lebih intensif.

Bernyanyi…Yuk Bernyanyi Buat Sang Buah HatiBernyanyi untuk sang buah hati, tidak hanya baik dilakukan pada saat anak lah...
12/01/2016

Bernyanyi…Yuk Bernyanyi Buat Sang Buah Hati

Bernyanyi untuk sang buah hati, tidak hanya baik dilakukan pada saat anak lahir, namun juga pada saat anak masih berada di dalam kandungan. Dan aktivitas benyanyi buat si kecil ini juga akan sangat baik bila dilakukan secara intens selama si kecil berusia satu hingga lima tahun. Hal ini dipercaya, tidak hanya akan mempererat hubungan batin antara ibu dan anak, namun juga bermanfaat untuk menstimulasi kecerdasan anak. Bila hubungan batin antara anak dan ibu sangat kuat, maka akan mempermudah pada saat mendidik sang buah hati kelak saat menginjak masa kanak-kanak, remaja, dan tahap usia selanjutnya.

Suara kita adalah suara yang paling indah bagi sang buah hati. Karena si kecil belum terkontaminasi oleh pengaruh-pengaruh dari luar. Tidak seperti selera kita yang mudah sekali terpengaruh oleh teman-teman dan orang-orang terdekat kita. Misalnya, bila banyak orang mengatakan penganyi A memiliki suara bagus, secara tidak langsung dan sadar maupun tidak, kita dapat dengan mudah terpengaruh dengan selera mereka. Tidaklah demikian bagi sang buah hati. Sang buah hati menganggap bahwa suara kita adalah yang terindah dari suara yang pernah dia dengar. Jadi seberapa baik atau buruk suara kita, kitalah yang menjadi idola sang buah hati. Jadi bila kita merasa bila suara kita tidak terlalu bagus untuk bernyanyi, janganlah khawatir, karena suara kita adalah indah bagi sang buah hati. Dan bila merasa suara kita kurang bagus, jangan menjadi alasan bagi kita untuk tidak bernyanyi bagi sang buah hati.

Di toko-toko buku dan kaset banyak sekali tersedia lagu-lagu anak yang bisa menjadi perbendaraan lagu buat sang buah hati. Pilihlah lagu anak-anak, agar kita bisa membangkitkan selera sang buah hati untuk mencintai lagu anak-anak. Sehingga kelak sang buah hati tidak menyukai lagu-lagu dewasa, karena kita telah menanamkan kecintaan anak pada lagu anak-anak.

Nanyikanlah dengan suara pelan dan penuh perasaan kepada sang buah hati. Meski pada lagu aslinya memiliki irama nge-bit, namun cobalah untuk bernyanyi dengan tempo yang lebih lambat dan suara lembut. Akan sangat baik bila dilakukan sebelum anak tidur malam. Supaya lagu yang kita bawakan bisa membawa damai bagi sang buah hati. Namun bukan bearti kita tidak boleh bernyanti sebelum anak tidur aja lho… . Bahkan akan lebih baik bila kita bernyanyi buat sang buah hati setiap hati. Misalnya, pada saat kita menyuapinya, memandikannya, meminyakinya, berjalan-jalan, dan saat melakukan aktivitas yang lain.

Dengan bernyanyi, kita tidak hanya melatih kecerdasan musical sang anak. Namun juga kecerdasan verbal dan kecerdasan emosi. Kecerdasan verbal bisa ditemukan dari kosa kata yang terdapat di dalam sebuah lirik lagu. Sedangkan kecerdasan emosi lebih pada kecerdasan perasaan. Kecerdasan emosi ini ada hubungannya dalam pengolahan perasaan dalam diri sang anak (intrapersonal) dan antara anak dengan orang lain (interpersonal), yaitu diri anda. Jadi… Yuk bernyanyi buat sang buah hati!

Tehnik Dasar Mendongeng Layaknya Pendongeng ProfesionalAgar buah hati kita tidak merasa bosan dengan dongeng yang kita b...
12/01/2016

Tehnik Dasar Mendongeng Layaknya Pendongeng Profesional

Agar buah hati kita tidak merasa bosan dengan dongeng yang kita berikan, kita perlu belajar tehnik-tehnik dasar mendongeng. Tehnik-tehnik ini tidak terlalu s**ar untuk dipelajari, apalagi bila anda mau belajar untuk menjadi orang tua yang kreatif dalam mendidik sang buah hati. Hal-hal yang perlu anda pelajari dan perhatikan adalah:

1. Memilih cerita

Usahakanlah untuk memilih cerita yang berkualitas. Saat ini banyak sekali terbit buku-buku cerita yang menarik. Untuk mendapatkan referensi yang terbaik, anda bisa mencari judul-judul cerita dari internet. Gunakan fasilitas google dan yahoo search engine agar kita bisa mendapatkan banyak sekali judul-judul dongeng dan synopsis dongeng dari para penulis dongeng yang sudah terkenal. Misalnya dengan mengetik “sinopsis buku dongeng”. Kita akan mendapatkan banyak sekali referensi buku dongeng yang sudah terbit dan cerita singkatnya (synopsis). Untuk anak-anak, usahakan mencari buku yang tidak terlalu tebal, banyak gambar, gambarnya lucu, berwarna, dan memiliki pesan moral. Hal ini sangat penting agar sang buah hati tidak merasa bosan dengan cerita dan menarik minat anak untuk lebih bersemangat mendengarkan dongeng yang akan kita utarakan. Cerita yang baik adalah cerita yang mengandung unsure pendidikan, kedamaian, cinta kasih, kelembutan, dan kebaikan. Hindari cerita yang mengandung unsure perang-perangan, kekerasan, balas dendam, sihir, dan lain-lain. Unsur-unsur negative yang ada di dalam cerita dipercaya bisa meracuni imajinasi positif seorang anak.

2. Menguasai cerita

Cara terbaik menguasai sebuah cerita bukanlah menghafalkannya, melainkan memahani seluruh isi cerita. Biasanya dibutuhkan membaca berkali-kali agar kita bisa menguasai cerita itu sepenuhnya. Bila perlu, kita juga boleh memodifikasi cerita agar lebih menarik. Selain itu, modifikasi cerita juga sangat penting untuk menghindari kata-kata yang belum layak di dengar oleh anak-anak. Misalnya ada kata-kata di dalam sebuah dongeng demikian,”Lalu sang pangeran mengambil pedang, dan menebas kepala naga. Dan seketika itu juga naga itu mati.” Mungkin kita bisa memodifikasinya demikian,”Lalu sang pangeran mengambil sebilah pedang, dan keluar cahaya terang memancar dari pedang tersebut, dan membuat sang naga lari ketakutan terbirit-birit, lalu terbang ke langit. Sang naga pun tidak pernah berani muncul kembali”. (Cuma contoh lho…… hehehehe).

3. Penokohan

Mempelajar penokohan dalam suatu cerita juga sangat penting. Biasanya, semakin sedikit tokoh yang ada di dalam suatu cerita anak, maka cerita itu akan semakin mudah dan menarik untuk didongengkan bagi anak-anak. Hal ini juga memudahkan kita dalam mempelajari tokoh-tokoh yang ada di dalam sebuah cerita. Semakin kita memahami karakter yang ada di dalam sebuah cerita, maka kita akan semakin mudah mengekpresikan dan membuat variasi suara dan tingkah lakunya. Jangan lupa menggunakan ekspresi, gaya, dan suara yang lucu agar terlihat menarik.

4. Alur

nicolettegoff.com

Hal terpenting yang dipelajari dalam sebuah alur cerita adalah pembukaan (biasanya berupa masalah), isi (biasanya berupa konflik), penutup (biasanya berisi bagaimana konflik tersebut terselesaikan), dan kesimpulan (pesan moral). Wah..kaya membuat sebuah karya ilmiah ya? Hehehehe… Ya.. tapi begitulah inti dari sebuah cerita. Hal ini juga berhubungan dengan penguasaan tokoh dan isi cerita. Setelah menguasai penokohan dan isi cerita, cobalah membuat alur cerita dalam sebuat kertas, sehingga bisa mempermudah anda dalam mengimprovisasi sebuah cerita.

5. Suasana

Suasana terbaik bagi anak untuk bisa menerima atau mendengarkan dongeng adalah suasana yang santai, tidak tegang, tidak formal, dan paling pas adalah saat sang buah hati mau bobok atau setelah makan malam dan belajar. Hal ini juga sangat bermanfaat untuk menyegarkan kembali pikiran anak dari ketegangan-ketegangan dan kekawatiran, serta perasaan-perasaan yang tidak menyenangkan yang mungkin di rasakan si kecil pada saat sebelum tidur.

6. Kontak Mata dan fisik

Kontak mata sangat penting untuk “mencuri perhatian” sang buah hati. Bila mata kita tidak terfokus pada mata sang buah hati, maka ada kemungkinan mata sang buah hati menjalar kemana-mana dan kehilangan konsentrasi untuk mendengarkan cerita yang kita bawakan. Kontak fisik juga sangat penting agar saat konsentrasi sang buah hati mulai memudar, kita bisa mengekspresikan cerita yang kita bawakan kepada sang buah hati. Bila perlu kita bisa memodifikasi cerita agar kita bisa melakukan kontak fisik dengan si kecil, misalnya dengan berkata,”Karena Bunda Mela merasa iba melihat anak yang malang itu, maka Bunda Mela pun membelai kepala sang anak, mengusap pipinya dan berkata….”Nak… Dimana rumahmu?”” Kontak fisik dan mata juga bermanfaat untuk menambah kedekatan dengan sang buah hati.

7. Pengguanaan Media Gambar

Penggunaan media ini bisa dengan gambar yang sudah ada di dalam buku cerita. Namun sebagai pelengkap, jangan lupa mempersiapkan kertas gambar dan pensil. Siapa tahu si kecil belum tahu beberapa benda yang kita ungkapkan. Nah… Bila si kecil belum tahu benda-benda yang kita ceritakan, kita bisa menggambarkannya buat sang buah hati.

8. Iringan Musik

Iringan music sangat penting untuk membawa suasan menjadi tenang dan damai, sehingga sang buah hati pun menjadi siap untuk mendengarkan cerita. Pilihlah musik-musik instrumental khusus untuk anak-anak, atau musik-musik klasik. Suara musik jangan terlalu keras, supaya anak bisa lebih berkonsentrasi mendengarkan cerita daripada mendengarkan musik.

9. Media Boneka

Boneka tidak hanya sarana bermain, tapi juga bisa menjadi sarana atau media mendongeng yang menarik lho… Agar cerita yang dibawakan bisa lebih menarik dan lebih nyata, kita bisa menggunakan media boneka pada saat mendongeng. Kita bisa menggunakan boneka yang sesuai dengan tokoh cerita. Boneka pada cerita anak-anak yang wajib kita miliki sebagai sarana mendongeng anak-anak adalah boneka ayah, ibu, anak laki-laki, dan anak perempuan. Untuk tokoh-tokoh lainnya, bisa kita miliki sebagai tokoh tambahan.

Mudah bukan? Jadi yuk… belajar menjadi pendongeng professional dengan cara mendongengkan cerita kepada sang buah hati. Siapa tahu ternyata kita memiliki bakat mendongeng dan bisa menjadi seorang pendongeng professional dan ikut meramaikan kasanah dunia dongeng dan dunia seni hiburan anak-anak.

Address

Cirebon
45115

Telephone

083823360148

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Juragan Kaos Online posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category