Grosir Hijab SyariiKu

Grosir Hijab SyariiKu Ukhti Muslimah adalah Brand Fashion Muslimah Original Buatan Lokal dengan Kualitas yang sudah diakui hingga mancanegara.

Simple is Beautifull dengan mengusung tema tersebut Ukhti Munira akan selalu menghadirkan berbagai pilihan untuk memanjakan Customer Grosir Hijab SyariiKu
Untuk pertanyaan dan order silahkan menghubungi CS kami di
WA : 0812-4009-1478

Rahmah, Istri Nabi Ayyub yang SetiaKisah islamiah kali tentang wanita teladan, akan mengisahkan tentang sosok seorang is...
31/03/2019

Rahmah, Istri Nabi Ayyub yang Setia

Kisah islamiah kali tentang wanita teladan, akan mengisahkan tentang sosok seorang istri yang kuat iman meskipun godaan Iblis datang bertubi-tubi. Dialah istri Nabi Ayyub a.s, Rahmah binti Ifrayin.

Kita memang sering mendengar kisah Nabi Ayyub a.s, namun sangat jarang diceritakan tentang istrinya, istri yang sangat setia ini, tetap teguh pendirian Siapakah istrinya dan peranan dia dalam mendampingi suami yang tengah sakit parah sehari-harinya. Dia memiliki kesabaran dan kestiaan yang sangat tinggi. Dan dari dua sifatnya itu telah terbukti ampuh dalam menghalau bisikan iblis agar meninggalkan suaminya yang tengah sakit parah.
Mari kita tengok sedikit kisahnya.

Kisahnya.
Salah satu wanita yang diceritakan dalam Al Qur'an, adalah Rahmah binti Ifrayin, cucu dari Nabi Yusuf a.s dan istri dari Nabi Ayyub a.s. Sebagai anak yang terlahir dari keturunan Nabi, Rahmah memiliki pribadi yang mulia. Terlebih lagi ia diperistri oleh Nabi Ayyub a.s. Namun meski demikian, iblis tidak terima, tidak menghendaki apabila Rahmah berlaku baik pada suaminya.

Waktu itu, Rahmah menjalani hidup seolah dalam kesempurnaan. Ia bergelimang harta kekayaan, anak yang banyak dan memiliki suami yang diangkat oleh Allah SWT sebagai salah satu Nabi-Nya. Itulah yang membuatnya selalu bersyukur dan semakin tekun beribadah.

Namun, Allah SWT memiliki rencana lain terhadap Rahmah dan keluarganya. Suatu saat harta kekayaannya habis terbakar sehingga hiduplah Rahmah dalam kemiskinan. Akan tetapi itu tidak membuat keimanan Rahmah goyah, malah ia bisa bersabar dan meyakini bahwa segala sesuatu yang dia miliki, pada hakikatnya adalah milik Allah SWT.

Ujian dari Allah SWT.
Allah SWT terus menguji keimanan Rahmah.
Semua anaknya tiba-tiba meninggal dunia dalam waktu yang relatif singkat. Awalnya Rahmah merasa sedih, namun ia dengan cepat bangkit dan meyakini jika anak adalah titipan Allah SWT semata. Ia pun semakin rajin beribadah.

Ujian berikutnya datang, suaminya mengalami sakit aneh dan menular. Akibatnya,ia dan suaminya diisolasi dan dikucilkan oleh warga karena takut tertular penyakit. Rahmah pun dengan ikhlas menggendong suaminya dan berjuang mencari nafkah untuk kehidupan mereka. Ia telah menunjukkan diri sebagai wanita yang setia dalam mendampingi suaminya, baik dalm keadaan s**a maupun duka.

Pada suatu hari ada seorang kakek yang datang ke rumahnya.
"Wahai Rahmah, apakah engkau menginginkan suamimu sembuh," kata kakek itu.
"Iya, aku ingin suamiku sembuh dari penyakit anehnya, apakah yang bisa saya lakukan demi kesembuhan suamiku?" tanya Rahmah.
"Kalau begitu, suruh suamimu sujud kepadaku, maka suamimu akan sembuh,bahkan kamu akan kaya kembali," jawab kakek itu.

Rahmah sempat bingung dengan pernyataan kakek itu, namun karena imannya kuat, dia tidak mau bersujud, karena kita bersujud hanya kepada Tuhan Yang Maha Esa saja, pikirnya dalam hati. Setelah ditolak, kemudian Rahmah menceritakan kejadian tersebut kepada suaminya yang sedang terbaring lemah.
Mendengar cerita istrinya, Nabi Ayyub terlihat tidak s**a, ia menjeaskan bahwa kakek tua itu adalah jelmaan iblis yang hendak mengubah keyakinannya. Dan karena mendengar ketidaks**aan itu, Nabi Ayyub bersumpah untuk memukul Rahmah dengan seratus kali pukulan jika ia sembuh kelak.

============***=================

Nabi Ayyub Sembuh.
Karena keteguhan suami istri ini dalam hal keyakinan, akhirnya Allah SWT memberikan kesembuhan kepada Nabi Ayyub a.s. Nabi Ayyub sembuh total seperti sedia kala.
Suatu hari, ketika Rahmah p**ang dari bekerja, ia mendapati orang asing yang tengah shalat di dalam rumahnya. Rahma pun terperanjat kaget sembari menunggu lelaki misterius itu selesai shalat.

"Wahai orang asing, siapa dirimu dan apa tujuanmu datang ke rumahku?" tanya Rahmah penuh waspada siapa tahu orang itu adalah jelmaan iblis lagi.
Laki-laki itu menoleh dengan senyuman yang manis.
"Akulah suamimu," jawab lelaki itu penuh wibawa.
"Tidak mungkin...meskipun kamu mirip suamiku, namun saat ini suamiku tengah sakit keras, mustahil kamu adalah suamimu," kata Rahmah yang mencoba meneliti orang tersebut.
"Demi Allah SWT, wahai istriku, sayalah suamimu, Allah SWT telah memberikan kesembuhan kepadaku," kata Nabi Ayyub meyakinkan.

Akhir yang Bahagia.
Setelah meneliti dan yakin kalau orang yang ada di hadapannya itu adalah suaminya, Rahmah pun segera berlari dan memeluk Nabi Ayyub a.s. Ia kemudian bersyukur kepada Allah SWT.
Dalam keadaan penuh bahagia itu, Nabi Ayyub kemudianteringat akan sumpahnya untuk memukul istrinya sebanyak seratus kali bila sembuh. Setelah mengutarakannya kepada Rahmah, istrinya itu pun tidak merasa keberatan dan siap menerima pikulan dari suaminya.

Subhanallah...Rahma memang seorang istri teladan, jarang ada tandingannya.

Bersamaan dengan itu, turunlah wahyu Allah SWT kepada Nabi Ayyub a.s agar melakukan sumpahnya dengan penuh rasa sayang dalam memukul. Allah SWT menyuruh Nabi Ayyub a.s memukul isrtinya dengan pelan, dengan menggunakan seikat rumput lembut yang berjumlah seratus. Dengan demikian Nabi Ayyub tetap bisa melaksanakan sumpahnya, serta Rahmah tak merasakan sakit atas sumpah suaminya itu.
Subhanallah...Allah menujukkan rasa sayang-Nya kepada Rahmah.

Akhir cerita, keluarga Rahmah akhirnya dilimpahkan kembali rejeki dari Allah dengan sangat berlimpah. Dan Rahmah juga ditakdirkan hamil dan memiliki anak yang banyak lagi. Mendapat karunia yang tak terhingga itu, Rahmah bersyukur kepada Allah dengan sangat mendalam.
Semoga banyak wanita yang bisa meniru teladan dari Ibu Salamh binti Ifrayin, cucu dari Nabi Yusuf a.s ini.
Semoga.

from Kisah Islamiah

*Tidak Terasa*Mungkin kita pernah berkata,“Tidak terasa sekarang kamu sudah sebesar ini, Nak. Sepertinya baru kemarin ka...
15/03/2019

*Tidak Terasa*

Mungkin kita pernah berkata,

“Tidak terasa sekarang kamu sudah sebesar ini, Nak. Sepertinya baru kemarin kamu belajar merangkak.”

Atau,

“Tidak terasa sudah sore. Saya p**ang dulu ya! Terima kasih banyak untuk jamuannya.”

Atau,

“Wah, sudah Dzulhijjah. Tidak terasa ya. Pantas bandara ramai sekali. Banyak orang berangkat haji rupanya. Padahal rasanya baru kemarin bulan Ramadhan.”

*

Ketika kita tiba pada hari ini,
Kita merasa hari-hari yang lewat kemarin itu berlalu begitu cepat.

Kenikmatan yang sudah lewat rasanya …
Bakso yang super gurih,
Es jeruk yang super segar,
Musim hujan yang super dingin,
Pelesir yang super menyenangkan.

*

Ketika kita tiba pada hari ini,
Kita merasa hari-hari yang lewat kemarin itu berlalu begitu cepat.

Kesulitan yang sudah berlalu perihnya …
Luka yang menganga,
Hati yang tersayat,
Panas yang membakar,
Badan yang remuk redam.

*

Demikian p**a yang akan terjadi
Di akhirat kelak.

Ketika kehidupan dunia hanya tinggal kenangan.
Maka tinggallah kita melihat ke belakang.
Tak mampu kembali, meski dada kita dipenuhi penyesalan.
Rasa apakah kiranya yang sudah kita siapkan untuk hari itu?

*

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

يؤتى بأنعم أهل الدنيا من أهل النار يوم القيامةفيصبغ في النار صبغة ثم يقال يا بن آدم هل رأيتخيرا قط هل مر بك نعيم قط فيقول لا والله يا ربويؤتى بأشد الناس بؤسا في الدنيا من أهل الجنةفيصبغ صبغة في الجنة فيقال له يا بن آدم هل رأيتبؤسا قط هل مر بك شدة قط فيقول لا والله يا
يؤتى بأنعم أهل الدنيا من أهل النار يوم القيامةفيصبغ في النار صبغة ثم يقال يا بن آدم هل رأيتخيرا قط هل مر بك نعيم قط فيقول لا والله يا ربويؤتى بأشد الناس بؤسا في الدنيا من أهل الجنةفيصبغ صبغة في الجنة فيقال له يا بن آدم هل رأيتبؤسا قط هل مر بك شدة قط فيقول لا والله يا ربما مر بي بؤس قط ولا رأيت شدة قط

Didatangkan orang yang paling kaya di dunia yang menjadi penghuni neraka pada hari kiamat. Kemudian ia dicelupkan ke neraka dengan sekali celupan.

Lalu dikatakan kepadanya, “Wahai anak Adam, apakah engkau pernah melihat kebaikan sedikit saja? Apakah pernah engkau merasakan kenikmatan sedikit saja?”

Ia menjawab, “Tidak, demi Allah, wahai Rabbku!”

Didatangkan p**a orang yang paling miskin di dunia yang menjadi penghuni surga. Kemudian ia dicelupkan dalam surga dengan sekali celupan.

Lalu dikatakan kepadanya, “Wahai anak Adam, apakah engkau pernah melihat keburukan sekali saja? Apakah engkau pernah melewati kesulitan sekali saja?”

Ia menjawab, “Tidak, demi Allah, wahai Rabbku! Aku tidak pernah merasakan keburukan sama sekali, dan aku tidak pernah melihat kesulitan sama sekali.” (HR. Muslim, no. 2807)

Bila neraka menjadi tempat tinggal.
Maka …
Tidak terasa lagi nikmatnya rasa khamr yang pernah membuat mabuk di dunia.
Tidak terasa lagi sedapnya bermaksiat siang-malam.
Tidak terasa lagi asyiknya menzalimi orang lain.
Tidak terasa lagi bangganya mencibir dan menghina syariat Allah dan Rasul-Nya.

Semua kenikmatan itu sudah lewat. Sudah berlalu.
Tidak terasa, tibalah hari yang dijanjikan oleh-Nya.
Ketika kesenangan itu tinggal kenangan.
Tibalah hari … ketika yang ada hanya balasan dari Rabb yang Mahakuasa.
Neraka beserta siksa dan penderitaan di dalamnya.

Lain lagi ceritanya,
Bila …

Bila surga menjadi tempat tinggal yang abadi.
Maka …
Tidak terasa lagi sakitnya kaki berdiri untuk shalat tahajjud.
Tidak terasa lagi godaan air dingin yang melambai-lambai di tengah teriknya siang Ramadhan.
Tidak terasa lagi beratnya perang batin melawan syahwat yang buruk.
Tidak terasa lagi sedihnya dihina dan dicibir karena berpegang dengan ajaran Islam.

Semua rasa sakit itu sudah lewat. Sudah berlalu.
Tidak terasa, tibalah hari yang dijanjikan oleh-Nya.
Ketika kesulitan itu tinggal kenangan.
Tibalah hari … ketika yang ada hanya balasan dari Rabb yang Mahakuasa.
Surga beserta kenikmatan yang kekal abadi di dalamnya.

**
Penyusun: Athirah Mustadjab
Artikel WanitaShaliha,com

*Cara Menghilangkan Formalin pada Mie, Tahu dan Ikan*Formalin adalah bahan kimia berbahaya yang kerap dicampurkan ke mak...
05/11/2018

*Cara Menghilangkan Formalin pada Mie, Tahu dan Ikan*

Formalin adalah bahan kimia berbahaya yang kerap dicampurkan ke makanan oleh pedagang curang. Sebagai konsumen kita pun jadi waswas, takut bila tanpa sengaja membeli makanan berformalin dan meracuni diri dan keluarga sendiri. Untungnya, ada cara untuk menghilangkan kadar formalin dari makanan.

1. Ikan Asin

Ikan asin yang berformalin perlu direndam selama 60 menit agar formalinnya terlepas dari ikan dan terlarut ke air rendamannya. Level formalin akan berkurang sebanyak 61.25% bila ikan asin direndam dalam air biasa. Sebaiknya, perendaman ikan asin dilakukan di air garam karena dapat menghilangkan level formalin hingga 89.5%.

2. Tahu

Tahu yang berformalin pun bisa dinetralkan dengan cara yang mudah. Cara terbaik adalah dengan merebusnya sampai mendidih kemudian menggorengnya. Teknik ini terbukti dapat menghilangkan hampir semua kandungan formalin di dalam tahu tersebut. Cara lain juga bisa dilakukan dengan mengukusnya atau merendamnya di air panas. Namun, kedua cara ini hanya dapat mengurangi kandungan formalinnya, bukan menghilangkannya secara total.

3. Mie Basah

Untuk mie basah, caranya lebih mudah lagi. Cukup rendam saja mie dalam air panas selama 30 menit. Teknik sederhana ini terbukti dapat menghilangkan kandungan formalinnya hingga 100%. Jangan lupa, cuci kembali mie dengan air biasa setelah perendaman untuk memastikan tidak ada sisa formalin yang masih menempel.

4. Ikan Segar

Ikan segar yang diberi formalin juga bisa dinetralkan kembali sehingga aman untuk dikonsumsi. Campurkan cuka ke dalam air hingga konsentrasinya mencapai 5%. Kemudian, rendam ikan di larutan tersebut selama 15 menit.

Terkadang ada hal dalam kehidupan ini yang tidak bisa kita bicarakan, dan kita pun juga harus melewatinya dengan diam.
08/10/2018

Terkadang ada hal dalam kehidupan ini yang tidak bisa kita bicarakan, dan kita pun juga harus melewatinya dengan diam.

Terkadang ada hal dalam kehidupan ini yang tidak bisa kita bicarakan, dan kita pun juga harus melewatinya dengan diam.  ...
08/10/2018

Terkadang ada hal dalam kehidupan ini yang tidak bisa kita bicarakan, dan kita pun juga harus melewatinya dengan diam.




08/10/2018

Belajarlah merendah, sampai orang lain tak bisa merendahkanmu.
Belajarlah mengalah, sampai orang lain tak bisa mengalahkanmu.

*Gobind Vashdev*

Assalamualaykum...

08/10/2018

Belajarlah merendah, sampai orang lain tak bisa merendahkanmu.
Belajarlah mengalah, sampai orang lain tak bisa mengalahkanmu.
By : Gobind Vashdev

Address

Depok Satu

Opening Hours

Monday 07:00 - 17:00
Tuesday 07:00 - 17:00
Wednesday 07:00 - 17:00
Thursday 07:00 - 17:00
Friday 07:00 - 17:00
Saturday 07:00 - 17:00

Telephone

+6285255383767

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Grosir Hijab SyariiKu posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Grosir Hijab SyariiKu:

Share