Niez Store

Niez Store Menyediakan pernak pernik unik dari berbagai karakter kartun

13/11/2021

Bismillah
Open Po
Mukena Flower Cute
Mom & Kids

13-25Nov
Estimasi Januari

Deskripsi Bahan Shakila printing Lipit Rempel tidak sakit jidad Tali belakang Size Mom Jumbo Tas tali panjang Get Mukena wajah lapis busa Karet pinggang elastis karet super

Edisi Premium ya Mom

Kabar baiknya
Bisa cicil 2x ya🥰

Desember 50%
Jan 50% Lunas

Harga Mom 299rb
Harga Kids size S,M,L 249rb

Laris manis team
Bismillah🤲

15/10/2016

Assalamualaikum...

08/09/2016

Sariii...sari... :)

07/09/2016

:: Sari Hamil! ::

Sari mengadu kepada ibunya tentang hal buruk yang menimpa dirinya…

Sari : (Ketakutan) Mak.. mana.. Bapak..?!!
Ibu : Kluar kota… Kenapa kau ?!!
Sari : (dengan nada pelan) Minta maaf ya mak, kayaknya aku hamil…

Ibu : (kaget) Apa…?!!
Sari : (Gemetaran) Iya.. Hamil aku ini.

Ibu : Aaahh enggak mungkin, sakit kau tuh, pigi kau istirahat lah!
Sari : Tapi akhir-akhir ini aku sering muntah-muntah mak!

Ibu : (Rada cuek) aaah paling Cuma masuk angin aja tuh, pigi kau beli minyak angin sana, sembuh tuh nanti

Sari : (tersedu-sedu) Tapi kenapa aku sekarang s**a makan asem ya mak?

Ibu : (Dengan kesal sambil teriak) Berhentilah kau menghayal SARI PUDIN…! Mamak tempeleng kau nanti yaaaa… LAKI2 mana p**a bisa melahirkan !!!!

Sumber: facebook tetangga, berbagai sumber.

29/08/2016

:: Mari Bersyukur ::

Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak laki-laki.
Urusan belanja, cucian, makan, kebersihan & kerapihan
rumah dapat ditanganinya dengan baik.
Rumah tampak selalu rapih, bersih & teratur dan suami
serta anak-anaknya sangat menghargai pengabdiannya itu.

Cuma ada satu masalah, ibu yg pembersih ini sangat tidak
s**a kalau karpet di rumahnya kotor. Ia bisa meledak dan
marah berkepanjangan hanya gara-gara melihat jejak
sepatu di atas karpet, dan suasana tidak enak akan
berlangsung seharian. Padahal, dengan 4 anak laki-laki
di rumah, hal ini mudah sekali terjadi terjadi dan menyiksanya.

Atas saran keluarganya, ia pergi menemui seorang psikolog
bernama Virginia Satir, dan menceritakan masalahnya.
Setelah mendengarkan cerita sang ibu dengan penuh perhatian,
Virginia Satir tersenyum & berkata kepada sang ibu :

"Ibu harap tutup mata ibu dan bayangkan apa yang akan
saya katakan" Ibu itu kemudian menutup matanya.

"Bayangkan rumah ibu yang rapih dan karpet ibu yang
bersih mengembang, tak ternoda, tanpa kotoran, tanpa
jejak sepatu, bagaimana perasaan ibu?"
Sambil tetap menutup mata, senyum ibu itu merekah,
mukanya yg murung berubah cerah. Ia tampak senang
dengan bayangan yang dilihatnya.

Virginia Satir melanjutkan; "Itu artinya tidak ada
seorangpun di rumah ibu. Tak ada suami, tak ada anak-anak,
tak terdengar gurau canda dan tawa ceria mereka.
Rumah ibu sepi dan kosong tanpa orang-orang yang ibu kasihi".
Seketika muka ibu itu berubah keruh, senyumnya langsung
menghilang, napasnya mengandung isak.
Perasaannya terguncang. Pikirannya langsung cemas
membayangkan apa yang tengah terjadi pada suami dan
anak-anaknya.

"Sekarang lihat kembali karpet itu, ibu melihat jejak sepatu
& kotoran di sana, artinya suami dan anak-anak ibu ada
di rumah, orang-orang yang ibu cintai ada bersama ibu dan
kehadiran mereka menghangatkan hati ibu".
Ibu itu mulai tersenyum kembali, ia merasa nyaman
dengan visualisasi tsb.

"Sekarang bukalah mata ibu" Ibu itu membuka matanya
"Bagaimana, apakah karpet kotor masih menjadi masalah
buat ibu?"

Ibu itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Aku tahu maksud anda" ujar sang ibu, "Jika kita melihat
dengan sudut yang tepat, maka hal yang tampak negatif
dapat dilihat secara positif".

Sejak saat itu, sang ibu tak pernah lagi mengeluh soal
karpetnya yang kotor, karena setiap melihat jejak sepatu
disana, ia tahu, keluarga yg dikasihinya ada di rumah.

Kisah di atas adalah kisah nyata. Virginia Satir adalah
seorang psikolog terkenal yang mengilhami
Richard Binder & John Adler untuk menciptakan NLP
(Neurolinguistic Programming) . Dan teknik yang
dipakainya di atas disebut Reframing, yaitu bagaimana
kita 'membingkai ulang' sudut pandang kita sehingga
sesuatu yg tadinya negatif dapat menjadi positif,
salah satu caranya dengan mengubah sudut pandangnya.

Terlampir beberapa contoh pengubahan sudut pandang :

Saya BERSYUKUR;

1. Untuk istri yang mengatakan malam ini kita hanya
makan mie instan, karena itu artinya ia bersamaku bukan
dengan orang lain
2. Untuk suami yang hanya duduk malas di sofa menonton
TV, karena itu artinya ia berada di rumah dan bukan di
bar, kafe, atau di tempat mesum.
3. Untuk anak-anak yang ribut mengeluh tentang banyak hal,
karena itu artinya mereka di rumah dan tidak jadi anak jalanan
4. Untuk Tagihan Pajak yang cukup besar, karena itu
artinya saya bekerja dan digaji tinggi
5. Untuk sampah dan kotoran bekas pesta yang harus
saya bersihkan, karena itu artinya keluarga kami
dikelilingi banyak teman
6. Untuk pakaian yang mulai kesempitan, karena itu
artinya saya cukup makan
7. Untuk rasa lelah, capai dan penat di penghujung hari,
karena itu artinya saya masih mampu bekerja keras
8. Untuk semua kritik yang saya dengar tentang pemerintah,
karena itu artinya masih ada kebebasan berpendapat
9. Untuk bunyi alarm keras jam 5 pagi yg membangunkan saya,
karena itu artinya saya masih bisa terbangun, masih hidup
10. Untuk dst.

22/07/2016

*HEDONIC TREADMILL*
_Kajian dlm ilmu financial psychyology_

Tulisan mantan Rektor ITB, Prof. Akhmaloka
--------------------------

_Pertanyaan :_

Kenapa makin tinggi income seseorang, ternyata makin menurunkan arti / fungsi / peran uang dalam membentuk kebahagiaan ?

Kajian-kajian dalam ilmu financial psychology menemukan jawabannya, yang kemudian dikenal dengan nama :
*"hedonic treadmill”*

Gampangnya, *hedonic treadmill* ini adalah seperti ini :
Saat gajimu 5 juta, semuanya habis.

Saat gajimu naik 30 juta per bulan, eh... semua habis juga.
Kenapa begitu ?

Karena harapan / ekspektasi dan gaya hidupmu pasti ikut naik, sejalan dengan kenaikan penghasilanmu.

Dengan kata lain, nafsumu untuk membeli materi / barang mewah akan terus meningkat sejalan dengan peningkatan income-mu.

Itulah kenapa disebut hedonic treadmill :
Seperti berjalan di atas treadmill, kebahagiaanmu tidak maju-maju !!!

Nafsu materi tidak akan pernah terpuaskan.

Saat income 10 juta/bulan, mau naik Avanza.

Saat income 50 juta/bulan pengen berubah naik Alphard. Itu salah satu contoh sempurna tentang jebakan hedonic treadmill.

*Hedonic treadmill membuat ekspektasimu akan materi terus meningkat.*

Itulah kenapa kebahagiaanmu stagnan, meski income makin tinggi.

Ada eksperimen menarik :

Seorang pemenang undian berhadiah senilai Rp5 milyar dilacak kebahagiaannya 6 bulan setelah ia mendapat hadiah.

*Apa yang terjadi ?*

6 bulan setelah menang hadiah 5 milyar, level kebahagaiaan orang itu SAMA dengan sebelum ia menang undian berhadiah.

*Itulah efek hedonic treadmill.*

Jadi apa yang harus dilakukan agar kita terhindar dari jebakan hedonic treadmill ?

Lolos dari jebakan nafsu materi yang tidak pernah berujung ?

*Terapkan lah gaya hidup yang bersahaja !!!*

Sekeping gaya hidup yang tidak silau dengan gemerlap kemewahan materi.

*Mengubah orientasi hidup !!!*

Makin banyak berbagi, semakin banyak memberi kepada orang lain, teruji justru semakin membahagiakan...!!!

Bukanlah banyak mengumpulkan materi yang membuat kebahagiaanmu terpuaskan !!!

*When enough is enough.*

Kebahagiaan itu kadang sederhana misal masih bisa menikmati secangkir kopi panas, memeluk anggota keluarga, tersenyum memulai hari hari, berbagi peduli memberi makna dan manfaat terhadap sesamanya, menyapa dan mengasih berbagi rejeki ke tukang sampah, lanjut membaca "makanan" spiritual sepanjang perjalanan menuju tempat tugas berdzikir, berbakti untuk agama, keluarga, bangsa dn negara, maka betapa indahnya hidup ini !!!

Selamat menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya Saudara2ku dan Sahabat2ku serta Temen2ku.

*“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu"*
*"Sampai kamu masuk ke dalam kubur"*
*"Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu).”*
_(QS al-Takâtsur [102]: 1-3)._

" Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir "
" Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia semakin kikir ”.
(QS al-Mârij [70] : 19-21).

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :

*“Kekayaan itu bukanlah lantaran banyak harta bendanya, akan tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kebahagiaan jiwa dan ketentraman jiwa ".*
_(HR al-Bukhari).

25/05/2016

Anak Kos Gak Pernah Nyangka Kalau 9 Hal Ini Bisa Menyelamatkan Isi Dompetnya!

Lepas dari orangtua dan memulai hidup mandiri memang tak mudah. Kamu harus pandai-pandai mengatur keuangan sendiri. Kamu tak boleh sembrono menguras isi dompet saat awal bulan agar bisa bertahan hingga akhir bulan nanti.

Lantas, bagaimana caranya biar kamu bisa hemat? Sembilan langkah kecil ini secara tak sadar bisa menekan pengeluaranmu dan bikin keuanganmu aman.

1. Dibuang sayang, sekarang recehan harus diamankan di dompet koin.
Mulai sekarang, kamu gak boleh lagi menyia-nyiakan uang receh. Rajin mengumpulkan uang kembalian berbentuk receh di dompet khusus koin bisa menyelamatkanmu. Recehan secara nominal memang tampak sedikit. Seperti kata pepatah, bila dikumpukan akan jadi bukit. Tidak percaya? Sekarang saatnya kamu buktikan.

2. Pakai sabun mandi secukupnya. Kalau bisa sih, sabun batang saja. Bukan pelit, tapi hemat.
Kamu sering tak sadar membuang-buang sabun. Apalagi kalau kamu pakai sabun cair. Diakui atau tidak, sabun cukup menguras pengeluaran. Coba hitung, berapa banyak rupiah yang kamu keluarkan untuk sekadar membeli sabun? Kalau bisa berhemat memakai sabun, pengeluaranmu pasti lebih ringan.

3. Cuci baju sepekan sekali. Ini cara efektif untuk menghemat deterjen.
Cuci bajumu sepekan sekali. Ini cara efektif untuk menghemat deterjen. Sebab, kalau mencuci setiap hari, deterjen yang dikeluarkan justru lebih banyak. Konsekuensinya, bebanmu di akhir pekan untuk mencuci baju lebih berat. Tapi tak apa. Hitung-hitung kegiatanmu di akhir pekan itu menjadi lebih produktif, kan?

4. Kamu tak harus makan daging setiap hari. Protein nabati biasanya jauh lebih murah lho.
Aturlah waktumu untuk makan daging. Apalagi kalau kamu tidak memasaknya sendiri. Tak perlu setiap kali makan berlauk daging. Bila Senin makan daging, kamu tak perlu makan lauk yang sama saat Selasa. Di hari berikutnya, kamu bisa menyelinginya dengan tahu, tempe atau jamur. Cara ini cukup efektif menekan pengeluaranmu.

5. Jangan malas bawa minum sendiri kalau makan di luar.
Rajinlah membawa air mineral dalam botol kalau kamu berencana makan di luar. Sebab, uang yang digunakan untuk memesan minuman bisa kamu simpan dan digunakan untuk keperluan-keperluan lain. Lumayan, paling tidak kamu bisa menghemat 2.000-10.000 rupiah kalau kamu bawa minum sendiri.

6. Rajin mengumpulkan voucher diskon efektif mengamankan isi dompetmu di kemudian hari.
Kumpulkan voucher-voucher diskon yang kamu dapat dari seminar atau acara-acara lain. Siapa tahu voucher ini bakal berguna di kemudian hari. Bila kamu sedang butuh barang yang termuat dalam voucher diskon itu, gunakanlah.

Namun kamu juga harus bijak menyikapinya. Kalau kamu tak terlalu butuh, simpan saja voucher-mu. Tunggu sampai kamu benar-benar membutuhkan barang yang bisa dibeli dengan potongan harga menggunakan voucher itu.

7. Beli perdana internet ternyata lebih hemat daripada isi pulsa data.
Beruntunglah kalau telepon selulermu dual sim. Sebab, kamu bisa memanfaatkan satu slot kartunya sebagai sumber data service network, yakni dengan kartu perdana Internet yang bisa kamu tanam-buang.

Belakangan, harga perdana Internet yang dijual di kios-kios ponsel lebih murah dibandingkan dengan pulsa data. Untuk itu, pandai-pandailah memilih kartu paket Internet dengan kuota yang menjanjikan. Hitunglah baik-baik perbandingannya. Dengan demikian, kamu bisa menghemat belasan hingga puluhan ribu rupiah.

8. Rajin nongkrong di tempat yang menyediakan layanan internet gratis.
Kebutuhan akan Internet saat ini memang makin banyak. Sebab, segala hal diakses lewat dunia maya. Seiring dengan hal tersebut, disadari atau tidak, kamu membutuhkan jumlah kuota Internet yang tak sedikit setiap bulannya. Lantas, bagaimana caramu menghemat paket data?

Sering-seringlah nongkrong di tempat yang menyediakan Wi-Fi gratis. Kalau kampusmu menyediakan layanan Internet gratis, rajin-rajinlah berada di sana. Selain dapat menghemat penggunaan paket data, kamu juga bisa bersosialisasi lebih lama dengan teman-temanmu.

9. Hadir ke pertunjukan seni gratis di akhir pekan bisa meredam hasratmu untuk nonton di bioskop.
Bayangkan, kamu bisa meredam keinginan menonton di bioskop dengan mengalihkannya ke pertunjukan-pertunjukan gratis. Di mana biasanya pertunjukan gratis digelar? Rajin-rajinlah membuka laman resmi lembaga budaya. Lembaga itu biasanya rajin menggelar event-event tak berbayar.

Meski demikian, bukan berarti kamu dilarang ke bioskop. Aturlah waktu yang tepat untuk menonton film di studio berbayar itu. Paling tidak, kamu bisa menyambangi bioskop sebulan sekali atau dua bulan sekali. Selebihnya, redam keinginanmu. Bukankah datang ke pertunjukan gratis juga dapat memberimu hiburan?

Nah, sekarang kamu akan lebih pandai mengatur keuangan. Selamat menabung!

13/05/2016

*Puisi terakhir WS Rendra*
*beliau buat sesaat sebelum beliau wafat*


Hidup itu seperti *UAP*, yang sebentar saja kelihatan, lalu lenyap !!
Ketika Orang memuji *MILIKKU*,
aku berkata bahwa ini *HANYA TITIPAN* saja.

Bahwa mobilku adalah titipan-NYA,
Bahwa rumahku adalah titipan-NYA,
Bahwa hartaku adalah titipan-NYA,
Bahwa putra-putriku hanyalah titipan-NYA ...

Tapi mengapa aku tidak pernah bertanya,
*MENGAPA DIA* menitipkannya kepadaku?
*UNTUK APA DIA* menitipkan semuanya kepadaku.

Dan kalau bukan milikku,
apa yang seharusnya aku lakukan untuk milik-NYA ini?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-NYA?

Malahan ketika diminta kembali,
_kusebut itu_ *MUSIBAH,*
_kusebut itu_ *UJIAN*,
_kusebut itu_ *PETAKA*,
_kusebut itu apa saja ..._
Untuk melukiskan, bahwa semua itu adalah *DERITA*....

Ketika aku berdo'a,
kuminta titipan yang cocok dengan
*KEBUTUHAN DUNIAWI*,
_Aku ingin lebih banyak_ *HARTA*,
_Aku ingin lebih banyak_ *MOBIL*,
_Aku ingin lebih banyak_ *RUMAH*,
_Aku ingin lebih banyak_ *POPULARITAS*,

_Dan kutolak_ *SAKIT*,
_Kutolak KEMISKINAN,_
Seolah semua *DERITA* adalah hukuman bagiku.

Seolah *KEADILAN* dan *KASIH-NYA*,
harus berjalan seperti penyelesaian matematika
dan sesuai dengan kehendakku.

Aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita itu menjauh dariku,
Dan nikmat dunia seharusnya kerap menghampiriku ...

Betapa curangnya aku,
Kuperlakukan *DIA* seolah _Mitra Dagang_ ku
dan bukan sebagai *Kekasih!*

Kuminta *DIA* membalas _perlakuan baikku_
dan menolak keputusan-NYA yang tidak sesuai dengan keinginanku ...

_Duh ALLAH ..._

Padahal setiap hari kuucapkan,
_Hidup dan Matiku, Hanyalah untuk-MU ya ALLAH, AMPUNI AKU, YA ALLAH ..._

Mulai hari ini,
ajari aku agar menjadi pribadi yang selalu bersyukur
dalam setiap keadaan
dan menjadi bijaksana,
mau menuruti kehendakMU saja ya ALLAH ...

Sebab aku yakin
*ENGKAU* akan memberikan anugerah dalam hidupku ...
*KEHENDAKMU* adalah yang ter *BAIK* bagiku ..

Ketika aku ingin hidup *KAYA*,
aku lupa,
bahwa *HIDUP* itu sendiri
adalah sebuah *KEKAYAAN*.

Ketika aku berat utk *MEMBERI*,
aku lupa,
bahwa *SEMUA* yang aku miliki
juga adalah *PEMBERIAN*.

Ketika aku ingin jadi yang *TERKUAT*,
aku lupa,
bahwa dalam *KELEMAHAN*,
Tuhan memberikan aku *KEKUATAN*.

Ketika aku takut *Rugi*,
Aku lupa,
bahwa *HIDUPKU* adalah
sebuah *KEBERUNTUNGAN*,
kerana *AnugerahNYA.*

Ternyata hidup ini sangat indah, ketika kita selalu *BERSYUKUR* kepadaNYA

Bukan karena hari ini *INDAH*
kita *BAHAGIA*.
Tetapi karena kita *BAHAGIA*,
maka hari ini menjadi *INDAH*.

Bukan karena tak ada *RINTANGAN* kita menjadi *OPTIMIS*.
Tetapi karena kita optimis, *RINTANGAN* akan menjadi tak terasa.

Bukan karena *MUDAH* kita *YAKIN BISA*.
Tetapi karena kita *YAKIN BISA*.!
semuanya menjadi *MUDAH*.

Bukan karena semua *BAIK* kita *TERSENYUM*.
Tetapi karena kita *TERSENYUM*, maka semua menjadi *BAIK*,

Tak ada hari yang *MENYULITKAN* kita, kecuali kita *SENDIRI* yang membuat *SULIT*.

Bila kita tidak dapat menjadi jalan besar,
cukuplah menjadi *JALAN SETAPAK* yang dapat dilalui orang.

Bila kita tidak dapat menjadi matahari,
cukuplah menjadi *LENTERA* yang dapat menerangi sekitar kita.

Bila kita tidaxk dapat berbuat sesuatu untuk seseorang,
maka *BERDOALAH* untuk kebaikan

🍀🌿🍀🌿🍀🌿

& :: Enam Kelebihan Kedekatan antara Ibu dan Anak Laki-Laki ::Dalam setiap rumah tangga, peran ibu sangat diperlukan. Se...
02/05/2016

& :: Enam Kelebihan Kedekatan antara Ibu dan Anak Laki-Laki ::

Dalam setiap rumah tangga, peran ibu sangat diperlukan. Sebaik-baiknya seorang ayah, dia tidak akan bisa menggantikan peran ibu. Kepekaan, kasih sayang dan kelemah-lembutannya lah yang tidak dimiliki oleh seorang ibu. Bagi anak-anak, karena kesabaran dan kepekaannya, ibu sering dipakai sebagai tempat mencurahkan segala beban dan permasalahan hidupnya, kadang p**a kedekatan seorang anak terhadap ayahnya tidak bisa mengalahkan kedekatannya kepada si ibu.

Khusus bagi anak laki-laki, Ibu adalah cinta pertama dan sejatinya, sosok yang dapat mendidiknya untuk menjadi pribadi yang penuh kasih dan bertanggung jawab. Ada banyak manfaat pada anak laki-laki yang bisa diperoleh dari kedekatan dengan ibunya, antara lain;

Pertama, Kesempatan Mendapat Nilai Akademik yang lebih baik

Sebuah penelitian yang melibatkan 400 anak diusia sekolah menengah pada sekolah umum di New York mengindikasikan bahwa anak laki-laki yang memiliki kedekatan jalinan dengan ibunya terbukti menjadikan anak tidak mudah cemas dan depresi.

Selain itu mereka mendapat nilai yang lebih baik di bidang akademik, dibanding teman sebayanya yang tidak memiliki kedekatan hubungan dengan ibu-ibu mereka.

Kedua, Kecerdasan Emosi dan Empati

Kedekatan dengan ibu membuat anak bebas mengenali dan mengekspresikan emosinya. Ketika melihat orang lain merasakan emosi tertentu, ia akan mudah berempati karena memahami bagaimana perasaan orang tersebut. Begitu p**a ketika ia lebih tahu rasa tidak nyaman seperti apa saat ia rasakan.

Ketiga, Menjadi Pasangan Yang Penuh Empati Pada Keluarga

Menurut Dr William Pollack, seorang professor psikologi dari Universitas Harvard, anak laki-laki yang dekat pada ibunya cenderung tidak akan enggan membantu dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti memasak, atau membersihkan kamar pribadi.

Keempat, Memiliki Kesempatan Sukses Dalam Pekerjaan

Kondisi ekonomi saat ini lebih menyukai pekerja dengan kemampuan komunikasi yang kuat dan kecerdasan emosi yang tinggi, dibanding kemampuan fisik.

Kelima, Memiliki Paham yang Seimbang Tentang Maskulinitas

Pandangan berbeda tentang maskulinitas dimiliki oleh anak-anak yang bias dekat dengan ibunya. Mereka memandang sifat ini dengan lebih seimbang, tentu saja jauh dari pandangan bahwa menjadi laki-laki tidak boleh menangis, memiliki tingkat emosi yang rendah dan selalu terlihat kuat.

Keenam, Mendapatkan Pasangan Hidup Seperti Sosok Ibunya

Di masa dewasa anak akan mengidamkan sosok perempuan ideal yang mirip dengan sifat ibunya. Sang anak laki-laki mengidamkan akan diperlakukan istrinya seperti sang ibu memperlakukan dirinya.

Jadi jauhkan pemikiran untuk tidak terlalu memanjakan anak khususnya anak laki-laki. Tidak peduli anak perempuan atau laki-laki, mereka harus dekat dengan peran orangtuanya. Berikan porsi-porsi didikan atau ajaran yang pas untuk anak anda. Bila anda salah mendidik, hal tersebut juga akan berdampak pada masa depannya. Buatlah anak-anak anda berkarakter baik.

sumber : Sumber : id.theasianparent.com/Jawaban.com
Please Like And Share
*bagaimana dengan anda?

jawaban.com adalah portal berita yang menyediakan informasi tentang kesaksian dan kisah nyata rohani kristen yang telah menemukan yesus sebagai solusi dalam kehidupan, gereja, hubungan, spiritual, olahraga, keuangan, gaya hidup, dan kesehatan.

11/04/2016

>>> :: Arti Kesibukan ::

Suatu hari, seorang ahli ‘Managemen Waktu’ berbicara di depan sekelompok mahasiswa bisnis, dan ia memakai ilustrasi yg tidak akan dengan mudah dilupakan oleh para siswanya. Ketika dia berdiri dihadapan siswanya dia berkata, “Baiklah, sekarang waktunya kuis.”Kemudian dia mengeluarkan toples berukuran galon yg bermulut cukup lebar, dan meletakkannya di atas meja. Lalu ia juga mengeluarkan sekitar selusin batu berukuran segenggam tangan dan meletakkan dengan hati-hati batu-batu itu ke dalam toples.

Ketika batu itu memenuhi toples sampai ke ujung atas dan tidak ada batu lagi yg muat untuk masuk ke dalamnya, dia bertanya, “Apakah toples ini sudah penuh?” Semua siswanya serentak menjawab,”Sudah!” Kemudian dia berkata, “Benarkah?” Dialalu meraih dari bawah meja sekeranjang kerikil. Lalu dia memasukkan kerikil-kerikil itu ke dalam toples sambil sedikit mengguncang-guncangkannya, sehingga kerikil itu mendapat tempat di antara celah-celah batu-batu itu. Lalu ia bertanya kepada siswanya sekali lagi, “Apakah toples ini sudah penuh?”Kali ini para siswanya hanya tertegun. “Mungkin belum!”, salah satu dari siswanya menjawab. “Bagus!” jawabnya.
Kembali dia meraih kebawah meja dan mengeluarkan sekeranjang pasir. Dia mulai memasukkan pasir itu ke dalam toples, dan pasir itu dengan mudah langsung memenuhi ruang-ruang kosong diantara kerikil dan bebatuan. Sekali lagi dia bertanya,

“Apakah toples ini sudah penuh?” “Belum!” serentak para siswanya menjawab. Sekali lagi dia berkata, “Bagus!” Lalu ia mengambil sebotol air danmulai menyiramkan air ke dalam toples, sampai toples itu terisi penuh hingga keujung atas. Lalu si Ahli Manajemen Waktu ini memandang kepada para siswanya dan bertanya, “Apakah maksud dari ilustrasi ini?” Seorang siswanya yg antusias langsung menjawab,
“Maksudnya, betapapun penuhnya jadwalmu, jika kamu berusahakamu masih dapat menyisipkan jadwal lain ke dalamnya!”"Bukan!”, jawab si ahli, “Bukan itu maksudnya. Sebenarnya ilustrasi ini mengajarkan kita bahwa Jika bukan batu besar yang pertama kali kamu masukkan, maka kamu tidak akan pernah dapat memasukkan batu besar itu ke dalam toples tersebut.

Apakah batu-batu besar dalam hidupmu? Mungkin anak-anakmu, suami/istrimu, orang-orang yang kamu sayangi, persahabatanmu, kesehatanmu, mimpi-mimpimu. Hal-hal yang kamu anggap paling berharga dalam hidupmu. Ingatlah untuk selalu meletakkan batu-batu besar tersebut sebagai yang pertama, atau kamu tidak akan pernah punya waktu untuk memperhatikannya. Jika kamu mendahulukan hal-hal yangkecil dalam prioritas waktumu, maka kamu hanya memenuhi hidupmu dengan hal-hal yang kecil, kamu tidak akan punya waktu untuk melakukan hal yang besar dan berharga dalam hidupmu.

Sumber: artikel-motivasi.

:: Jangan Sia-siakan Pernikahan Anda! ::Pada hari pernikahanku, aku menggendong istriku. Mobil pengantin berhenti di dep...
10/04/2016

:: Jangan Sia-siakan Pernikahan Anda! ::

Pada hari pernikahanku, aku menggendong istriku. Mobil pengantin berhenti di depan apartmen kami. Teman-teman memaksaku menggendong istriku saat keluar dari mobil. Lalu aku menggendongnya ke dalam rumah kami. Dia tersipu malu-malu. Saat itu, aku adalah seorang pengantin pria yang kuat dan bahagia. Dan ini adalah kejadian 10 tahun yang lalu saat kami menikah.

Hari-hari berikutnya berjalan seperti biasa. Kami memiliki seorang anak, aku bekerja sebagai pengusaha dan berusaha menghasilkan uang lebih. Ketika aset-aset perusahaan meningkat, kasih sayang diantara aku dan istriku sudah mulai menurun.
Istriku seorang pegawai pemerintah. Setiap pagi kami pergi bersama dan p**ang hampir di waktu yang bersamaan. Anak kami bersekolah di sekolah asrama. Kehidupan pernikahan kami terlihat sangat bahagia, namun kehidupan yang tenang sepertinya lebih mudah terpengaruh oleh perubahan-perubahan yang tak terduga.

Lalu, Jane datang ke dalam kehidupanku.

Hari itu hari yang cerah. Aku berdiri di balkon yang luas. Jane memelukku dari belakang. Sekali lagi hatiku seperti terbenam di dalam cintanya. Apartmen ini aku belikan untuknya. Lalu Jane berkata, "Kau adalah laki-laki yang pandai memikat wanita." Kata-katanya tiba-tiba mengingatkan ku pada istriku. Ketika kami baru menikah, istriku berkata "Laki-laki sepertimu, ketika sukses nanti, akan memikat banyak wanita." Memikirkan hal ini, aku menjadi ragu-ragu. Aku tahu, aku telah mengkhianati istriku.

Aku menyampingkan tangan Jane dan berkata, "Kamu perlu memilih beberapa furnitur, ok? Ada yang perlu aku lakukan di perusahaan." Dia terlihat tidak senang, karena aku telah berjanji akan menemaninya melihat-lihat furnitur. Sesaat, pikiran untuk bercerai menjadi semakin jelas walaupun sebelumnya tampak mustahil. Bagaimanapun juga, akan sulit untuk mengatakannya pada istriku. Tidak peduli selembut apapun aku mengatakannya, dia akan sangat terluka. Sejujurnya, dia adalah seorang istri yang baik. Setiap malam, dia selalu sibuk menyiapkan makan malam. Aku duduk di depan televisi. Makan malam akan segera tersedia. Kemudian kami menonton TV bersama. Hal ini sebelumnya merupakan hiburan bagiku.

Suatu hari aku bertanya pada istriku dengan bercanda, "Kalau misalnya kita bercerai, apa yang akan kamu lakukan?" Dia menatapku beberapa saat tanpa berkata apapun. Kelihatannya dia seorang yang percaya bahwa perceraian tidak akan datang padanya. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana reaksinya ketika nanti dia tahu bahwa aku serius tentang ini.

Ketika istriku datang ke kantorku, Jane langsung pegi keluar. Hampir semua pegawai melihat istriku dengan pandangan simpatik dan mencoba menyembunyikan apa yang sedang terjadi ketika berbicara dengannya. Istriku seperti mendapat sedikit petunjuk. Dia tersenyum dengan lembut kepada bawahan-bawahanku. Tapi aku melihat ada perasaan luka di matanya.

Sekali lagi, Jane berkata padaku, "Sayang, ceraikan dia, ok? Lalu kita akan hidup bersama." Aku mengangguk. Aku tahu aku tidak bisa ragu-ragu lagi. Ketika aku p**ang malam itu, istriku sedang menyiapkan makan malam. Aku menggenggam tangannya dan berkata, "Ada yang ingin aku bicarakan." Dia kemudian duduk dan makan dalam diam. Lagi, aku melihat perasaan luka dari matanya.

Tiba-tiba aku tidak bisa membuka mulutku. Tapi aku harus tetap mengatakan ini pada istriku. Aku ingin bercerai. Aku memulai pembicaraan dengan tenang. Dia seperti tidak terganggu dengan kata-kataku, sebaliknya malah bertanya dengan lembut, "Kenapa?"
Aku menghindari pertanyaannya. Hal ini membuatnya marah. Dia melempar sumpit dan berteriak padaku, "Kamu bukan seorang pria!" Malam itu, kami tidak saling bicara. Dia menangis. Aku tahu, dia ingin mencari tahu apa yang sedang terjadi di dalam pernikahan kami. Tapi aku sulit memberikannya jawaban yang memuaskan, bahwa hatiku telah memilih Jane. Aku tidak mencintainya lagi. Aku hanya mengasihaninya!

Dengan perasaan bersalah, aku membuat perjanjian perceraian yang menyatakan bahwa istriku bisa memiliki rumah kami, mobil kami dan 30% aset perusahaanku.
Dia melirik surat itu dan kemudian merobek-robeknya. Wanita yang telah menghabiskan 10 tahun hidupnya denganku telah menjadi seorang yang asing bagiku. Aku menyesal karena telah menyia-nyiakan waktu, daya dan tenaganya tapi aku tidak bisa menarik kembali apa yang telah aku katakan karena aku sangat mencintai Jane. Akhirnya istriku menangis dengan keras di depanku, yang telah aku perkirakan sebelumnya. Bagiku, tangisannya adalah semacam pelepasan. Pikiran tentang perceraian yang telah memenuhi diriku selama beberapa minggu belakangan, sekarang menjadi tampak tegas dan jelas.

Hari berikutnya, aku p**ang terlambat dan melihat istriku menulis sesuatu di meja makan. Aku tidak makan malam, tapi langsung tidur dan tertidur dengan cepat karena telah seharian bersama Jane. Ketika aku terbangun, istriku masih disana, menulis. Aku tidak mempedulikannya dan langsung kembali tidur. Paginya, dia menyerahkan syarat perceraiannya: Dia tidak menginginkan apapun dariku, hanya menginginkan perhatian selama sebulan sebelum perceraian. Dia meminta dalam 1 bulan itu kami berdua harus berusaha hidup sebiasa mungkin. Alasannya sederhana, anak kami sedang menghadapi ujian dalam sebulan itu, dan dia tidak mau mengacaukan anak kami dengan perceraian kami. Aku setuju saja dengan permintaannya. Namun dia meminta satu lagi, dia memintaku untuk mengingat bagaimana menggendongnya ketika aku membawanya ke kamar pengantin, di hari pernikahan kami.

Dia memintanya selama 1 bulan setiap hari, aku menggendongnya keluar dari kamar kami, ke pintu depan setiap pagi. Aku pikir dia gila. Aku menerima permintaannya yang aneh karena hanya ingin membuat hari-hari terakhir kebersamaan kami lebih mudah diterima olehnya. Aku memberi tahu Jane tentang syarat perceraian dari istriku. Dia tertawa keras dan berpikir bahwa hal itu berlebihan. "Trik apapun yang dia gunakan, dia harus tetap menghadapi perceraian!" kata Jane, dengan nada menghina.

Istriku dan aku sudah lama tidak melakukan kontak fisik sejak keinginan untuk bercerai mulai terpikirkan olehku. Jadi, ketika aku menggendongnya di hari pertama, kami berdua tampak canggung. Anak kami tepuk tangan di belakang kami. Katanya, "Papa menggendong mama!" Kata-katanya membuat ku merasa terluka. Dari kamar ke ruang tamu, lalu ke pintu depan, aku berjalan sejauh 10 meter, dengan dirinya dipelukanku. Dia menutup mata dan berbisik padaku, "Jangan bilang anak kita mengenai perceraian ini." Aku mengangguk, merasa sedih. Aku menurunkannya di depan pintu. Dia pergi untuk menunggu bus untuk bekerja. Aku sendiri naik mobil ke kantor.

Hari kedua, kami berdua lebih mudah bertindak. Dia bersandar di dadaku. Aku bisa mencium wangi dari pakaiannya. Aku tersadar, sudah lama aku tidak sungguh-sungguh memperhatikan wanita ini. Aku sadar dia sudah tidak muda lagi, ada garis halus di wajahnya, rambutnya memutih. Pernikahan kami telah membuatnya susah. Sesaat aku terheran, apa yang telah aku lakukan padanya.

Hari keempat, ketika aku menggendongnya, aku merasa rasa kedekatan seperti kembali lagi. Wanita ini adalah seorang yang telah memberikan 10 tahun kehidupannya padaku.

Hari kelima dan keenam, aku sadar rasa kedekatan kami semakin bertumbuh. Aku tidak mengatakan ini pada Jane. Seiring berjalannya waktu semakin mudah menggendongnya. Mungkin karena aku rajin berolahraga membuatku semakin kuat.

Satu pagi, istriku sedang memilih pakaian yang dia ingin kenakan. Dia mencoba beberapa pakaian tapi tidak menemukan yang pas. Kemudian dia menghela nafas, "Pakaianku semua jadi besar." Tiba-tiba aku tersadar bahwa dia telah menjadi sangat kurus. Ini lah alasan aku bisa menggendongnya dengan mudah.

Tiba-tiba aku terpukul. Dia telah memendam rasa sakit dan kepahitan yang luar biasa di hatinya. Tanpa sadar aku menyentuh kepalanya.

Anak kami datang saat itu dan berkata, "Pa, sudah waktunya menggendong mama keluar." Bagi anak kami, melihat ayahnya menggendong ibunya keluar telah menjadi arti penting dalam hidupnya. Istriku melambai pada anakku untuk mendekat dan memeluknya erat. Aku mengalihkan wajahku karena takut aku akan berubah pikiran pada saat terakhir. Kemudian aku menggendong istriku, jalan dari kamar, ke ruang tamu, ke pintu depan. Tangannya melingkar di leherku dengan lembut. Aku menggendongnya dengan erat, seperti ketika hari pernikahan kami.

Tapi berat badannya yang ringan membuatku sedih. Pada hari terakhir, ketika aku menggendongnya, sulit sekali bagiku untuk bergerak. Anak kami telah pergi ke sekolah. Aku menggendongnya dengan erat dan berkata, "Aku tidak memperhatikan kalau selama ini kita kurang kedekatan."

Aku pergi ke kantor, keluar cepat dari mobil tanpa mengunci pintunya. Aku takut, penundaan apapun akan mengubah pikiranku. Aku jalan keatas, Jane membuka pintu dan aku berkata padanya, "Maaf, Jane, aku tidak mau perceraian." Dia menatapku, dengan heran menyentuh keningku. "Kamu demam?", tanyanya. Aku menyingkirkan tangannya dari kepalaku. "Maaf, Jane, aku bilang, aku tidak akan bercerai." Kehidupan pernikahanku selama ini membosankan mungkin karena aku dan istriku tidak menilai segala detail kehidupan kami, bukan karena kami tidak saling mencintai. Sekarang aku sadar, sejak aku menggendongnya ke rumahku di hari pernikahan kami, aku harus terus menggendongnya sampai maut memisahkan kami.

Jane seperti tiba-tiba tersadar. Dia menamparku keras kemudian membanting pintu dan lari sambil menangis. Aku turun dan pergi keluar. Di toko bunga, ketika aku berkendara p**ang, aku memesan satu buket bunga untuk istriku. Penjual menanyakan padaku apa yang ingin aku tulis di kartunya. Aku tersenyum dan menulis, aku akan menggendongmu setiap pagi sampai maut memisahkan kita.

Sore itu, aku sampai rumah, dengan bunga di tanganku, senyum di wajahku, aku berlari ke kamar atas, hanya untuk menemukan istriku terbaring di tempat tidur, meninggal. Istriku telah melawan kanker selama berbulan-bulan dan aku terlalu sibuk dengan Jane sampai tidak memperhatikannya. Dia tahu dia akan segera meninggal, dan dia ingin menyelamatku dari reaksi negatif apapun dari anak kami, seandainya kami jadi bercerai. Setidaknya, di mata anak kami, aku adalah suami yang penyayang.

Hal-hal kecil di dalam kehidupanmu adalah yang paling penting dalam suatu hubungan. Bukan rumah besar, mobil, properti atau uang di bank. Semua ini menunjang kebahagian tapi tidak bisa memberikan kebahagian itu sendiri. Jadi, carilah waktu untuk menjadi teman bagi pasanganmu, dan lakukan hal-hal yang kecil bersama-sama untuk membangun kedekatan itu. Miliki pernikahan yang sungguh-sungguh dan bahagia.

Sumber: www.aktual.co
Please Like and Share

Aktual adalah media pemberitaan yang dikelola oleh PT Caprof Media Negeri (CMN) yang memiliki kecepatan, ketepatan pemberitaan, selalu memberitakan kebenaran, terhangat serta dapat dipercaya dan teraktual.

Address

Kampung Tipar Rt01/08 No. 31 Mekarsari
Depok
16952

Opening Hours

Monday 09:00 - 20:00
Tuesday 09:00 - 20:00
Wednesday 09:00 - 20:00
Thursday 09:00 - 20:00
Friday 09:00 - 20:00
Saturday 09:00 - 18:00

Telephone

085718265486

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Niez Store posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share