Berbagi ilmu Agama

Berbagi ilmu Agama Ahlus Sunnah wal Jama’ah

| Bermanfaat Setelah Berpisah📝 Faedah :• Demikian keunikan harta. Harta baru betul-betul bermanfaat bagi pemiliknya sete...
13/11/2020

| Bermanfaat Setelah Berpisah

📝 Faedah :

• Demikian keunikan harta. Harta baru betul-betul bermanfaat bagi pemiliknya setelah harta tersebut berpisah dengan pemiliknya dengan diinfakkan di jalan-jalan kebaikan.

• Inilah bentuk 'berkawan' yang baik dengan harta dengan membiarkan harta tersebut pergi ke akhirat.

• Harta yang menemani pemiliknya sampai pemilik meninggal dunia hakekatnya adalah milik orang lain (baca: ahli waris).

• Harta yang disedekahkan, itulah harta hakiki milik seseorang.

• Akan tetapi ternyata banyak orang itu lebih cinta dengan harta milik orang lain (baca: ahli waris) dibandingkan harta tulen milik sendiri yang diinfakkan di jalan Allah.

• Harta yang tidak diinfakkan itu memiliki dua kemungkinan : Halalnya memperberat hisab, haramnya berbuah adzab.
📖 E-book Mutiara Nasihat Penuh Manfaat (hlm. 104-105) oleh

___________

📷 ×

16/10/2020

Renungan...

Abdullah bin 'Utbah berkata, "Aku masuk menemui 'Aisyah aku lalu berkata kepadanya, "Maukah engkau menceritakan kepadaku tentang peristiwa yang pernah terjadi ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sedang sakit?"

'Aisyah menjawab, "Ya. Pernah suatu hari ketika sakit Nabi shallallahu 'alaihi wasallam semakin berat, beliau bertanya: "Apakah orang-orang sudah shalat?" Kami menjawab, "Belum, mereka masih menunggu tuan." Beliau pun bersabda: "Kalau begitu, bawakan aku air dalam bejana."

Maka kamipun melaksanakan apa yang diminta beliau. Beliau lalu mandi, lalu berusaha berdiri dan berangkat, namun beliau jatuh pingsan. Ketika sudah sadarkan diri, beliau kembali bertanya: "Apakah orang-orang sudah shalat?" Kami menjawab, "Belum wahai Rasulullah, mereka masih menunggu tuan."

Kemudian beliau berkata lagi: "Bawakan aku air dalam bejana." Beliau lalu duduk dan mandi. Kemudian beliau berusaha untuk berdiri dan berangkat, namun beliau jatuh pingsan lagi. Ketika sudah sadarkan diri kembali, beliau berkata: "Apakah orang-orang sudah shalat?" Kami menjawab lagi, "Belum wahai Rasulullah, mereka masih menunggu tuan."

Kemudian beliau berkata lagi: "Bawakan aku air dalam bejana." Beliau lalu duduk dan mandi. Kemudian beliau berusaha untuk berdiri dan berangkat, namun beliau jatuh dan pingsan lagi. Ketika sudah sadarkan diri, beliau pun bersabda: "Apakah orang-orang sudah shalat?" Saat itu orang-orang sudah menunggu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam di masjid untuk shalat 'Isya di waktu yang akhir.... al hadits
(HR Al Bukhari)
Lihatlah bagaimana semangatnya Rasulullah untuk sholat berjamaah...
Walaupun beliau sedang sakit berat..
Beliau tetap berusaha untuk pergi sholat berjamaah...
Padahal beliau telah diampuni dosa dosanya dan telah dijamin masuk surga...
Lalu bagaimana dengan kita...

Repost ustad badrusalam

29/09/2020

[Kisah Ulama]

*"BELIAU TIDAK MENGATAKAN: _“SAYA IBNU ‘UTSAIMÎN"_*

Salah seorang yang mengenal beliau (Syaikh Muhammad ibn Shôlih al-‘Utsaimîn رحمه الله) bercerita,

"Dahulu, kira-kira di antara tahun 96 – 98, saya menunggu Sholât Shubuh di shoff pertama di Masjid al-Harôm. Waktu itu ada seorang petugas keamanan di samping kanan saya yang menjaga agar tempat di belakang imâm tidak terlalu sesak dan agar ada tempat yang lowong untuk para ‘alim ‘ulamâ’..

Dan di depan Maqom, ada 4 petugas lagi yang menjaga agar orang-orang tidak menuju ke shoff pertama, dan tiba-tiba muncullah seorang laki-laki tua, ia memiliki jenggot putih yang lebat, dan memakai pakaian yang tidak disetrika..

Laki-laki tua ini ingin melewati para petugas yang berada di depan Maqom agar ia bisa sampai di shoff pertama, namun petugas di sana menghalanginya. Laki-laki tua itu kemudian mencari jalan lain di sekitar Ka’bah dan berusaha meloloskan dirinya dari halangan petugas, namun lagi-lagi petugas menahannya. Dia terus mencari jalan agar ia bisa sampai ke shaf pertama (dan saya terus memperhatikannya), sampai akhirnya ia berhasil melewati petugas keamanan di samping saya yang waktu itu sedang berbicara dengan orang yang ada di belakangnya..

Saat laki-laki tua itu sudah berhasil berdiri di shoff pertama, ia langsung bertakbir sholât sunnah..

------💐🕋💐------

Petugas keamanan itu lantas marah, ia berdiri tepat di depan laki-laki tua ini, sampai ketika sang laki-laki tua itu telah selesai dari sholâtnya, petugas itu langsung mengangkat dan menarik bahunya seraya berkata, *“Berdiri..!!”*

Laki-laki tua itu menjawab (dengan dialek Qosim), *“Ada apa denganmu..?”*

Petugas itu berkata, *“Tempat ini dikhususkan untuk para masyaikh dan ‘ulamâ’. Mundurlah…!!”*

Laki-laki tua itu menjawab, *“Apa yang saya lakukan kalau para ‘ulamâ’ dan masyaikh telat datang..?”*

Petugas itu pun marah dan saya terus memperhatikan kejadian itu sambil tersenyum, dan sebelum petugas tersebut melakukan tindakan yang berlebihan, saya lalu memegang tangannya, memberi isyarat agar ia mendekat, dan ia pun mendekat..

Saya kemudian membisikkan di telinganya kalau laki-laki tua itu adalah *al-‘Allamah al-Faqih Muhammad ibn al-‘Utsaimîn..*

*Petugas itu bersegera mendatangi beliau, mencium kepala beliau, kemudian meminta ma‘af..*

Beliau (Syaikh al-‘Utsaimîn) memandangiku dengan pandangan mata protes karena telah mengabari petugas tadi siapa diri beliau yang sebenarnya. Saya hanya tersenyum dengan senyuman permintaan ma‘af..

Iqomah pun dikumandangkan, *Syaikh Sa‘ud ibn Ibrôhîm asy-Syuraim* datang untuk mengimâmi sholât, dan di saat ia melihat beliau (Syaikh al-‘Utsaimîn) di shoff pertama, ia meminta beliau untuk menjadi imâm, tetapi beliau menolaknya. Akhirnya Syaikh asy-Syuraim yang mengimâmi sholât kami.."

------💐🕋💐------

*Ketenaran adalah sebuah fitnah bagi orang ‘alim, syaithon membuat mereka gila dihormati. Banyak yang telah terjerat, kecuali yang dirahmati oleh الله..*

*Rohimahullôh asy-Syaikh al-‘Utsaimîn adalah cermin keteladanan untuk kita semua..*

fb

01/09/2020

Khutbah Nikah.. Nasihat Pernikahan,
Bagus juga untuk yang sudah menikah...

DEFINISI NAMIMAHAl-Baghawi rahimahullah menjelaskan bahwa namimah adalah mengutip suatu perkataan dengan tujuan untuk me...
28/08/2020

DEFINISI NAMIMAH

Al-Baghawi rahimahullah menjelaskan bahwa namimah adalah mengutip suatu perkataan dengan tujuan untuk mengadu domba antara seseorang dengan si pembicara. Adapun Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalaani rahimahullah mengatakan bahwa namimah tidak khusus itu saja. Namun intinya adalah membeberkan sesuatu yang tidak s**a untuk dibeberkan. Baik yang tidak s**a adalah pihak yang dibicarakan atau pihak yang menerima berita, maupun pihak lainnya. Baik yang disebarkan itu berupa perkataan maupun perbuatan. Baik berupa aib ataupun bukan.

HUKUM DAN ANCAMAN SYARIAT TERHADAP PELAKU NAMIMAH

Namimah hukumnya haram berdasarkan ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin. Banyak sekali dalil-dalil yang menerangkan haramnya namimah dari Al Qur’an, As Sunnah dan Ijma’. Sebagaimana firman Allah Ta’ala, yang artinya, “Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina yang banyak mencela, yang kian kemari menghambur fitnah.” (QS. Al Qalam: 10-11)
Dalam sebuah hadits marfu’ yang diriwayatkan Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu disebutkan, “Tidak akan masuk surga bagi Al Qattat (tukang adu domba).” (HR. Al Bukhari)

Ibnu Katsir menjelaskan, “Al qattat adalah orang yang menguping (mencuri dengar pembicaraan) tanpa sepengetahuan mereka, lalu ia membawa pembicaraan tersebut kepada orang lain dengan tujuan mengadu domba.”

Perkataan “Tidak akan masuk surga…” sebagaimana disebutkan dalam hadist di atas bukan berarti bahwa pelaku namimah itu kekal di neraka. Maksudnya adalah ia tidak bisa langsung masuk surga. Inilah madzhab Ahlu Sunnah wal Jama’ah untuk tidak mengkafirkan seorang muslim karena dosa besar yang dilakukannya selama ia tidak menghalalkannya (kecuali jika dosa tersebut berstatus kufur akbar semisal mempraktekkan sihir -ed).

📖 muslim.or.id
📷

Jika zaman telah rusak dan engkau menimbang-nimbang jika bergaul mu dengan Manusia tidak mendatangkan manfaat, maka meny...
08/08/2020

Jika zaman telah rusak dan engkau menimbang-nimbang jika bergaul mu dengan Manusia tidak mendatangkan manfaat, maka menyendiri lebih selamat.

📷

Akibatnya adalah kerasnya hati, sulit menerima kebenaran.📷
03/08/2020

Akibatnya adalah kerasnya hati, sulit menerima kebenaran.

📷

⁣Allah subhanahu wa ta’ala pasti mendengarkan dan mengabulkan doa kita. Ini adalah satu keyakinan yang harus kita tumbuh...
28/07/2020


Allah subhanahu wa ta’ala pasti mendengarkan dan mengabulkan doa kita. Ini adalah satu keyakinan yang harus kita tumbuhkan di dalam jiwa sehingga kita selalu husnuzhan (berbaik sangka) kepada-Nya. Kepastian ini dipertegas lagi dengan hadits-hadits Rasulullah n berikut ini:⁣

“Sesungguhnya Allah ta’ala malu bila seorang hamba membentangkan kedua tangannya untuk memohon kebaikan kepada-Nya, lalu Ia mengembalikan kedua tangan hamba itu dalam keadaan hampa/gagal.” (HR. Ahmad (5/438), dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ no. 1757)⁣

“Tidak ada seorang muslim pun yang berdoa kepada Allah dengan satu doa yang tidak ada di dalamnya dosa dan pemutusan silaturahmi, kecuali Allah memberikan kepadanya dengan doa tersebut salah satu dari tiga perkara: Bisa jadi permintaannya disegerakan, bisa jadi permintaannya itu disimpan untuknya di akhirat nanti, dan bisa jadi dipalingkan/dihindarkan kejelekan darinya yang sebanding dengan permintaannya.”⁣

Ketika mendengar penjelasan seperti itu, para shahabat berkata: “Kalau begitu kita akan memperbanyak doa.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Allah lebih banyak lagi yang ada di sisi-Nya (atau pemberian-Nya).” (HR. Ahmad 3/18, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ no. 5714)⁣

Dalam hadits di atas jelas sekali apa yang dinyatakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa Allah subhanahu wa ta’ala pasti akan mengabulkan permintaan hamba-Nya selama doa yang dipanjatkan tidak mengandung dosa atau pemutusan silaturahim. Kalaupun permintaan yang dipinta tidak dikabulkan Allah subhanahu wa ta’ala, hal ini karena Dia Maha Tahu apa yang terbaik bagi si hamba. Bisa jadi permintaan itu disimpan untuk diberikan kelak di akhirat sehingga si hamba bisa memetik buah dari doanya ketika di dunia, ataupun dengan doa tersebut si hamba dihindarkan dari kejelekan.⁣

Dengan demikian tidak ada ruginya seorang hamba meminta kepada Rabbnya Yang Maha Pemurah.⁣



📖 asysyariah.com⁣
📷 ⁣

Semoga kita bukan seperti orang-orang tersebut.⁣⁣⁣⁣⁣📷 ⁣⁣
27/07/2020

Semoga kita bukan seperti orang-orang tersebut.⁣




📷 ⁣

21/07/2020

"Fokuskanlah pikiranmu untuk memikirkan apapun yang diperintahkan Allah kepadamu.
Jangan menyibukkannya dengan rezeki yg sudah dijamin untukmu.
Karena rezeki dan ajal adalah dua hal yang sudah dijamin, selama masih ada sisa ajal, rezeki pasti datang.
Jika ALLAH dengan hikmahnya berkehendak menutup salah satu jalan rezekimu,
Dia pasti dengan rahmatnya membukakan jalan lain yang lebih bermanfaat bagimu."

-Ibnul Qayyim Rahimahullah.

Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta per...
20/07/2020

Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dariMu).”

Masyaallah spesial Idhul Adha
ada diskon up to 30%
Semoga Allah berkahi perniagaan kita, di mudahkan dan di lancarkan untuk segala urusan kita.

Kunjungi toko saya di Shopee! zubair_officiall: https://shopee.co.id/zubair_officiall

⁣Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,⁣⁣إِنَّ رُوْحَ القُدُسِ نَفَثَ فِي رَو...
16/07/2020


Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,⁣

إِنَّ رُوْحَ القُدُسِ نَفَثَ فِي رَوْعِي إِنَّ نَفْسًا لاَ تَمُوْتَ حَتَّى تَسْتَكْمِلَ رِزْقُهَا ، فَاتَّقُوْا اللهَ وَأَجْمِلُوْا فِي الطَّلَبِ ، وَلاَ يَحْمِلَنَّكُمْ اِسْتَبْطَاءَ الرِّزْقُ أَنْ تَطْلُبُوْهُ بِمَعَاصِي اللهَ ؛ فَإِنَّ اللهَ لاَ يُدْرِكُ مَا عِنْدَهُ إِلاَّ بِطَاعَتِهِ⁣

“Sesungguhnya ruh qudus (Jibril), telah membisikkan ke dalam batinku bahwa setiap jiwa tidak akan mati sampai sempurna ajalnya dan dia habiskan semua jatah rezekinya. Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah cara dalam mengais rezeki. Jangan sampai tertundanya rezeki mendorong kalian untuk mencarinya dengan cara bermaksiat kepada Allah. Karena rezeki di sisi Allah tidak akan diperoleh kecuali dengan taat kepada-Nya.” (HR. Musnad Ibnu Abi Syaibah 8: 129 dan Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir 8: 166, hadits sahih. Lihat Silsilah Al-Ahadits As-Shahihah no. 2866).⁣




📖 rumaysho.com⁣

Materi yang dibahas pada episode ini adalah serial bahasan tafsir tiga surah pendek (Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas) yang disarikan dari kitab tafsir Al-Jalalain. Sebagaimana kita ketahui bersama, tafsir Al-Jalalain adalah kitab (buku) fenomenal dalam perjalanan sejarah keilmuan Islam, khususnya d...

Address

Jakarta
10260

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Berbagi ilmu Agama posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category