03/03/2025
Judul : Menyalurkan Kasih Allah
Saat Teduh : Senin, 3 Maret 2025
Baca: Lukas 10:27-37
10:27 Jawab orang itu: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
10:28 Kata Yesus kepadanya: “Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.”
10:29 Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: “Dan siapakah sesamaku manusia?”
10:30 Jawab Yesus: “Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.
10:31 Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan.
10:32 Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.
10:33 Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.
10:34 Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.
10:35 Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.
10:36 Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?”
10:37 Jawab orang itu: “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.” Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, dan perbuatlah demikian!”
Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, dan perbuatlah demikian!” —Lukas 10:37
Kisah :
Suatu hari pada musim dingin di Michigan, seorang pengantar paket melihat seorang wanita lanjut usia sedang menyekop salju dari jalan masuk rumahnya. Pria itu lalu berhenti dan meminta izin kepada wanita berusia 81 tahun tersebut untuk menyelesaikan pekerjaan itu. Karena khawatir kalau pengantar paket itu akan terlambat mengantarkan paket-paket lainnya, wanita tua itu mengambil sekop yang lain supaya mereka menyekop bersama. Mereka bekerja bahu-membahu selama hampir 15 menit sambil disaksikan oleh tetangga-tetangga wanita itu. “Aku bersyukur atas bantuanmu,” kata sang wanita kepada pria itu, “Kehadiranmu sangat memberkatiku.”
Dalam percakapan dengan seorang ahli Taurat, Yesus mendefinisikan ulang konsep kasih kepada sesama (Luk. 10:25-37). Ketika diminta Yesus untuk menafsirkan hukum Taurat yang ia kuasai dengan baik, ahli Taurat tersebut menjawab: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (ay.27).
Kemudian Yesus bercerita tentang dua pemimpin agama yang mengabaikan seorang korban perampokan. Namun, seorang Samaria—yang dipandang lebih rendah oleh kebanyakan pemimpin Yahudi zaman itu—justru rela berkorban untuk menolong orang yang membutuhkan pertolongan tersebut (ay.30-35). Ketika ahli Taurat tadi menyadari bahwa orang yang telah menaruh belas kasihan kepada korban itu telah menunjukkan kasih kepada sesama, Yesus pun mendorongnya untuk melakukan hal yang sama (ay.36-37).
Mengasihi sesama tidak selalu mudah atau menyenangkan. Namun, ketika Yesus melimpahi kita dengan kasih-Nya, Dia juga akan memampukan kita untuk mengasihi sesama kita, seperti yang dilakukan oleh orang Samaria yang baik hati dalam kisah di atas. —Xochitl Dixon
WAWASAN
Lukas 10:27-37 memuat perumpamaan Orang Samaria yang Murah Hati. Yang luar biasa dari kisah itu adalah tokohnya seorang Samaria, yang dianggap kaum buangan. Setelah Kerajaan Asyur menyerbu Kerajaan Israel di Utara, orang Israel setempat menikah dengan orang Asyur, sehingga melahirkan bangsa Samaria yang turunan campur ini. Meski dibenci oleh orang Yahudi, jelas orang Samaria dipedulikan oleh Yesus, terlihat dalam perumpamaan ini maupun dalam Yohanes 4:1-42 ketika Dia bertemu dengan seorang perempuan Samaria, dan juga dalam Lukas 17:11-19, ketika Dia menyembuhkan orang Samaria yang menderita kusta. Kepedulian Allah kepada orang Samaria hanyalah salah satu contoh betapa luasnya kasih Allah seperti dikatakan di Yohanes 3:16. Bill Crowder
Pertanyaan :
Bagaimana Allah telah menunjukkan kasih-Nya kepada kamu melalui seseorang yang tidak kamu duga? Kepada siapa kamu dapat menunjukkan kasih dengan cara yang praktis minggu ini?
Doa :
Tuhan Yesus, berilah kesempatan kepadaku untuk menunjukkan kasih kepada orang-orang yang Engkau hadirkan sebagai sesamaku.
----------------------------------------------------------------------
Pencerahan :
Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Teguran :
Seringkali kita tak dapat mengasihi sesama kita terlebih dengan orang yg sudah menyakiti hati kita.
Perbaikan :
Berdoa agar kasih Allah dapat terpancar di kehidupan kita umat-Nya.