27/08/2021
Hingga saat ini sudah lebih dari 37 orang yang menawarkan jiwanya untuk dijual kepada mang Ucup. Dengan nilai jual antara Rp 5 juta sampai Rp 100 juta bahkan yang satu Miliar pun ada!
Mang Ucup lebih senang menerima penawaran jiwa dari wong Jowo daripada jiwa orang Tionghoa. Kenapa ?
Maklum biaya Maintenance, pemeliharaan jiwa orang Jawa itu jauh lebih murah daripada jiwa orang Tionghoa.
Wong Jowo cukup hanya diberi kemenyan dan bunga seminggu sekali. Sedangkan wong Tionghoa sarapan-nya harus komplit dengan lima macam jenis daging (Ngo Heng / Wuxing). Kagak percaya lihat saja sesajen di Kelenteng!
Sudah terbuktikan bahwa nilai jiwa wong Amerika yang paling mahal. Per jiwa harganya bisa mencapai AS$ 10 juta sedangkan orang Jerman agak murahan hanya dinilai Euro 50.000 saja.
Dan yang paling murah jiwa orang Indonesia. Maximum hanya dinilai Rp 100 juta begitu juga kalau meninggal karena kecelakaan di udara.
Namun apabila mati karena tabrakan di bis hanya dinilai Rp 25 juta. Bahkan sebelumnya hanya dinilai Rp 10 juta (senilai harga Sapi). Daftar harga jiwa versi Asuransi Jasa Raharja.
Israel ingin melindungi dua Jiwa warganya untuk ini mereka tanpa ragu-ragu bersedia mengorbankan ribuan Jiwa lainnya dalam perang Libanon.
Kebalikannya ketika jaman Hi**er Jiwa orang Yahudi itu tidak bernilai sama sekali. Bahkan jutaan Jiwa mereka diambil dengan cara begitu saja seperti layaknya membabat rumput.
Jiwa siapa yang lebih bernilai Jiwanya Amrozi ataukah Jiwanya Tibo. Jiwanya Paus ataukah Jiwanya Osama bin Laden.
Kalau dilihat dari segi nilai uangnya. Maka Jiwanya Osama Bin Laden jauh lebih bernilai, buktinya Amerika bersedia untuk membayar puluhan juta AS Dollar untuk mendapatkan Jiwanya dari Osama bin Laden.
Bagaimana caranya menilai Jiwa seseorang? Jelas Jiwa wong cilik itu nilainya sangat murah sekali.
Maklum mana ada yang mau mengeluarkan uang puluhan sampai ratusan juta khusus untuk melindungi atau mempertahan Jiwa dari wong cilik.
Beda dengan Jiwa dari pejabat ataupun para wong Sugih. Lihat saja Jiwa Soeharto berapapun biayanya mereka akan usahakan. Agar tetap bisa dipertahankan terus.
Apakah Jiwa seorang itu dinilai berdasarkan status, jabatan maupun kekayaan dari si pemilik Jiwa?
Saya yakin demikian! Terbuktikan berapa banyak dana, waktu maupun personal yang disediakan untuk melindungi Jiwanya dari President Bush.
Beda dengan Jiwanya mang Ucup yang nilainya tidak lebih daripada nilainya Jiwa si BLEKI Anjing tetangga. Kojor tidak kojor ya podo wae githu.
Kita tidak akan bisa menilai Jiwa kita. Maklum Jiwa ini bukannya milik kita. Melainkan hanya sekedar pinjaman saja dari sang Pencipta. Namun banyak orang yang ngotot pada saat Jiwa-nya mau diambil oleh Sang Pemilik. Mereka ngambek.
Bahkan mereka berusaha dengan berbagai macam cara untuk mempertahankannya. Entah melalui mukjijat dari sang Dukun ataupun pergi ke spesialist yang paling canggih di luar negeri.
Menurut segi pandang agama. Jiwa setiap orang itu sangat berharga. Namun kebalikannya apabila Jiwa manusia itu benar-benar begitu berharga!
Kenapa Sang Pencipta begitu tega-nya mengirim bencana alam maupun covid untuk mencabut puluhan juta Jiwa umat-Nya?
Sekedar nanya azah sih boleh namun untuk bisa dapat jawabannya; Tanyalah kepada rumput yang sedang bergoyang ! Maklum biasanya no reply lah