09/10/2015
[Informasi ASI]
Cara ASI dikeluarkan
Part 2.
Sebaliknya perasaan negatif, misalnya kesakitan, khawatir atau ragu-ragu bahwa ia tidak punya cukup ASI, dapat menghambat refleks oksitosin dan menghambat ASI mengalir. Stress akut dalam keadaan darurat juga dapat menghambat refleks. Payudara tampak seperti berhenti memproduksi ASI. Padahal, payudara tetap memproduksi ASI, tetapi tidak dapat mengalir keluar, sehingga bayi sulit untuk mendapatkannya. Untung efek ini biasanya sementara, dan dapat kembali seperti semula. Ibu membutuhkan dukungan dan kenyamanan untuk membantunya merasa tenang. Apabila bayinya tetap menyusu, ASInya akan mengalir kembali.
Sehingga hormon oksitosin kadang disebut “hormon cinta” karena hal-hal positif dapat membantu hormon ini aktif dan bekerja dengan baik, sehingga ASI pun keluar dengan lancar, dan sebaliknya. Inilah salah satu sebab kenapa menyusui meningkatkan bonding dan kedekatan pada bayi.
Bagaimana mengetahui hormon oksitosin kita aktif? Biasanya ketika hormon ini aktif, ibu akan merasakan beberapa sensasi:
Sensasi diperas atau gelenyar di dalam payudara sesaat sebelum atau selama ia menyusui bayinya.
ASI mengalir keluar dari payudaranya saat ia memikirkan bayinya, atau mendengar bayinya menangis.
ASI menetes pada payudaranya yang lain, ketika bayinya menyusu.
ASI mengalir dari payudaranya dalam semburan yang halus, jika bayi melepaskan payudara selama menyusu.
Adanya nyeri yang berasal dari kontraksi rahim, kadang diiringi keluarnya darah, selama menyusui di minggu pertama.
lsapan yang lambat dalam dan tegukan oleh bayi, menunjukkan ASI mengalir ke dalam mulutnya.
Rasa haus
Informasi Ini dipersembahkan oleh
Baju Menyusui Amaira
Cp : Ibu REREN Costa
WhatApps : 0877 8666 2483
Sumber : Modul Pelatihan Konseling Menyusui 40 Jam WHO-Unicef