Toko Laku_zahra

Toko Laku_zahra Disini kamu-kamu bisa membeli kebutuhan Aksesoris komputer & gadget mu seharga MURRAH!.. Tapi kualitas OKe ˆ⌣ˆ .

21/01/2020

di butuhkan segera kenek tukang potong bahan ... klo bisa yang berpengalaman atau tau mau serius kerja .
daerah jembatan 2 (borobudur)
mulai kerja dr jam 8 pagi sampe selesai
gaji 100rb/hari

: tidak terima inbox
silahkan komen

Sahur merupakan waktu makan pertama sebelum Anda memulai aktivitas Anda dalam waktu yang panjang selama puasa.Sehingga, ...
16/05/2018

Sahur merupakan waktu makan pertama sebelum Anda memulai aktivitas Anda dalam waktu yang panjang selama puasa.
Sehingga, makanan yang kita konsumsi saat sahur ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan energi sehari. Jadi, pilihlah makanan yang baik dan sehat saat kita sahur.

Tes
10/05/2018

Tes

11/09/2016

Hidup adalah timbal balik, Apa yang kamu berikan akan kembali, apa yang kamu tanam akan tumbuh, dan apa yang kamu korbankan akan berbuah pahala. Selamat berkorban dan mohon maaf lahir dan batin.

Innalillahi wa innailaihi rajiun
23/08/2016

Innalillahi wa innailaihi rajiun

Saat ini, almarhum disemayamkan di rumah duka di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.

Gold morning.... 😊
06/08/2016

Gold morning.... 😊

|| TIPS MENJADI TEAM LEADER SAAT MENDAKI GUNUNG ||....... Cekidot guys... 😀Sadar atau tidak sadar, kita memerlukan seora...
05/08/2016

|| TIPS MENJADI TEAM LEADER SAAT MENDAKI GUNUNG ||....... Cekidot guys... 😀

Sadar atau tidak sadar, kita memerlukan seorang team leader yang nantinya bertugas untuk mengkoordinasi anggota tim pendakian yang lain. Biasanya team leader dipilih dari mereka yang memiliki pengalaman pendakian sebelumnya. Tidak hanya butuh hardskill, namun team leader juga harus memiliki softskill supaya benar-benar dihormati oleh seluruh anggota kelompok. Berikut adalah tips menjadi team leader saat mendaki gunung :

1.Tentukan target pendakian dengan tepat.

Sesuaikan target pendakian dengan tepat, sesuaikan dengan kemampuan anggota pendakian yang kamu pimpin. Tetap utamakan keselamatan bersama dibandingkan yang lain. Jangan paksakan ambisi atau egoismu, karena nantinya hal tersebut bisa menjadi bumerang unruk dirimu sendiri.

2.Tentukan batas anggota kelompok.

Terlalu banyak anggota kelompok juga kurang baik dalam pendakian karena dapat menyulitkan dan merepotkanmu dalam mengontrol mereka. Cobalah bentuk grup yang maksimal beranggotakan 5 orang saja.

3. Mengutamakan solidaritas anggota tim.

Sesuaikan kemampun fisik, skill dan pengalaman mendaki anggota pendakianmu dan berikanlah mereka beban yang setara dengan hal-hal tersebut. Kamu harus mengenali mereka terlebih dahulu supaya kamu bisa tepat dalam memberikan beban pendakian ke mereka. Dengan mengenali dan memahami satu sama lain maka diharapkan timbul solidaritas satu sama lain.

4. Jagalah keharmonisan dan komunikasi.

Ajaklah mereka untuk berkomunikasi dan biasakan mereka terbuka supaya tidak ada salah satu dari anggota pendakian menyimpan kekesalan padamu. Dengarkan setiap keluhan yang ada dan berlakulah bijak terhadap keluhan yang ada. Selain itu, sering-seringlah bertanya kondisi mereka saat pendakian berlangsung. Hal itu akan membantumu mengontrol kondisi mereka.

5. Tau mana kesalahan yang bisa di toleransi dan tidak bisa ditoleransi.

Ada beberapa hal yang kamu tau hal tersebut salah, namun ternyata anggota kelompokmu tidak mematuhinya. Biarkan mereka melanggarnya, terkadang belajar dari kesalahan itu juga perlu. Namun ada p**a kesalahan yang tidak bisa ditolerir yaitu membuang sampah sembarangan saat pendakian atau melakukan vandalisme selama perjalanan.

Source;.bluetripper.com/2015/07/tips-menjadi-leader-pendakian.html

Photo by Chuge'xs B'doel

|| BAGAIMANA CARA TIM SAR MENEMUKAN KORBAN HILANG DI GUNUNG? ||Saat mengikuti berita mengenai seorang yang hilang di gun...
03/08/2016

|| BAGAIMANA CARA TIM SAR MENEMUKAN KORBAN HILANG DI GUNUNG? ||

Saat mengikuti berita mengenai seorang yang hilang di gunung, apakah Kamu pernah merasa penasaran dengan cara kerja Tim SAR?

SAR (search and rescue) merupakan kegiatan dan usaha mencari, menolong, dan menyelamatkan jiwa manusia yang hilang atau dikhawatirkan hilang atau menghadapi bahaya dalam musibah-musibah seperti pelayaran, penerbangan, dan bencana lainnya.

Operasi SAR pada umumnya dikoordinir oleh Basarnas (Badan SAR Nasional). Basarnas juga melakukan pengawasan terhadap seluruh unsur dan potensi SAR yang terlibat dalam pencarian (TNI, Polri, BPBD, Tagana, dan semua organisasi/instansi yang memiliki potensi melakukan SAR yang terjun ke lapangan pada saat melakukan pencarian) sebagai bentuk pembinaan terhadap unsur/potensi SAR (pasal 8 dan 9 UU No 29 tahun 2014).

Tiap anggota tim Search And Rescue memiliki tugas tersendiri, diantaranya ada SC (SAR Coordinator) dari pihak pemerintah yang mempunyai wewenang dalam penyediaan fasilitas. Lalu, ada SMC (SAR Mission Coordinator) yang merupakan orang yang mempunyai pengetahuan dan kemampuan tinggi dalam menentukan area pencarian, strategi pencarian (berapa unit, teknik dan fasilitas), OSC (On Scene Commander) dan juga SRU (Search Rescue Unit) yang bertugas di lapangan.

Untuk bisa menemukan korban hilang di gunung, tim biasa menggunakan ESAR (Explore Search And Rescue), salah satu teknik pencarian untuk ‘jungle rescue’. Ini tahapannya:

1. Tahap Awal (Preliminary Mode)

Pada tahap ini, Tim pencari akan mengumpulkan informasi-informasi awal, melakukan perencanaan pencarian awal, perhitungan-perhitungan, mengkoordinasikan regu pencari, memebentuk pos pengendali perencanaan, mencari identitas subjek, perencanaan operasi dan evakuasi.

2. Tahap Pemagaran (Confinement Mode)

Dalam tahap ini, Tim akan memantapkan garis batas untuk mengurung orang yang dinyatakan atau dikhawatirkan hilang agar berada di dalam areal pencarian.

3. Tahap Pengenalan (Detection Mode)

Ditahap ini, Tim akan melakukan pemeriksaan ke tempat yang dicurigai menjadi titik hilang korban. Apabila dirasa perlu, dilakukan pencarian dengan cara menyapu (sweep searches). Lalu, dilakukan pemeriksaan terhadap tempat-tempat yang diketemukan tanda-tanda atau barang-barang yang ditinggalkan oleh korban.

4. Tahap Pelacakan (Tracking Mode)

Pada tahap selanjutnya adalah mengikuti dan melacak jejak yang ditinggalkan oleh korban yang hilang, bisa saja barang-barang yang mungkin tercecer.

Pelacakan ini dilakukan oleh orang-orang yang memiliki pengalaman dan kemampuan melacak yang tinggi, jadi tidak sembarangan. Tim harus bisa membaca jejak, medan peta kompas, mengerti maksud dan tujuan korban, makna dari benda-benda yang terjatuh dan sengaja ditinggal korban atau dengan menggunakan anjing pelacak (untuk jungle rescue di Indonesia, anjing pelacak kurang efektif karena karakteristik gunung serta faktor alam yang tergolong ekstrem sehingga tidak menentu dan sering berubah).

5. Tahap Evakuasi (Evacuation Mode)

Tahapan selanjutnya ketika korban telah ditemukan adalah dengan memberikan pertolongan pertama dan membawa survivor ke titik penyerahan untuk perawatan lebih lanjut. Hal penting yang biasanya dilakukan oleh Tim SAR saat menemukan korban harus berdasarkan 2 kriteria. Korban ditemukan dalam keadaan hidup atau dalam keadaan meninggal.

Banyak pantangan yang harus dihindari oleh Tim SAR ketika menemukan korban dalam keadaan meninggal, seperti tidak boleh merubah posisi korban sebelum ada perintah dari SMC.

Operasi SAR diselenggarakan paling lama 7 (tujuh) hari semenjak SMC ditunjuk oleh Kepala Badan SAR Nasional untuk melakukan pencarian. Namun, kemungkinan untuk penutupan bisa saja lebih cepat, atau bisa diperpanjang, dengan berbagai pertimbangan.

Penutupan penyelenggaraan operasi SAR dilakukan lebih cepat misal karena korban telah ditemukan dan atau diselamatkan. Dan juga hasil evaluasi SMC secara komprehensif tentang efektivitas penyelenggaraan operasi SAR telah maksimal dan rasional untuk ditutup.

Penyelenggaraan operasi SAR dapat diperpanjang apabila berdasarkan evaluasi SMC terhadap perkembangan penyelenggaran operasi SAR ditemukan tanda-tanda kehidupan atau keberadaan korban. Adapun karena adanya permintaan dari pihak keluarga atau pemerintah setempat. Dalam hal ini, biaya penyelenggaraan operasi SAR akan dibebankan kepada pihak yang meminta.

Berapa Orang anggota Tim SAR yang diterjunkan ketika mencari pendaki yang hilang?

Banyaknya anggota Tim yang ikut dalam proses pencarian bergantung pada kondisi dan situasi, tidak ada ketentuan yang mengaturnya, semua tergantung ‘SAR PLAN’. Dalam ‘SAR PLAN’ dilakukan perhitungan mengenai luas area pencarian, kondisi cuaca, peralatan, dan kekuatan personil yang dibutuhkan.

Pencarianpun tidak bisa sembarangan. Ada teknik-teknik yang telah dikuasai oleh anggota Tim agar tidak berujung pada anggota Tim yang lain malah ikut di-SAR saat melakukan proses pencarian. Tim SRU (Search Rescue Unit) harus memiliki kemampuan membaca kompas, membaca peta, melakukan pertolongan pertama, dan materi survival lainnya.

Sementara jika membahas mengenai jumlah rescuer di Basarnas, saat ini tergolong masih sangat kurang. Itulah sebabnya di UU, BASARNAS punya kewenangan melakukan pembinaan dan pelatihan terhadap instansi/organisasi yang mempunyai potensi melakukan SAR. Pada umumnya, saat jungle rescue dari Basarna, rescuer dari Basarnas yang turun operasi bertindak sebagai danru dari tim tim kecil / SRU (Search Rescue Unit) yang melakukan pencarian, dengan komando dari OSC ( On Scene Commander) sebagai komandan di lapangan (biasanya di posko lapangan / Pos aju) yang berkoordinasi dengan SMC dan SC (dalam operasi skala besar).

Source; phinemo.com/bagaimana-cara-tim-sar-menemukan-korban-hilang-di-gunung/

Address

Jalan Tanah Pasir
Jakarta
14440

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Toko Laku_zahra posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category