13/03/2015
LASEM; Bagaimana dari masa ke masa!!! (edisi 3)
------------------------------------------------------------------------
Sebagai penghormatan masyarakat Tionghoa Lasem yang bersatu dengan masyarakat pribumi dalam melawan penjajahan Belanda tahun 1745-1752, dibangunlah Kelenteng Gi Yong Bio. Pemimpin perjuangan tersebut yaitu Mayor Ui Ing Kiat dan Tan Ko Wi yang memimpin kaum Cina, dan Raden Panji Margono yang memimpin masyarakat pribumi.
Setelah tahun 1740-an, didirikan kelenteng Poo An Bio atau Bao An Miao - sesuai gelar sang dewa- yaitu Bao An Zun Wang atau Raja Terhormat Pelindung Ketentraman, ketika masyarakat Cina Lasem meningkat pesat karena datangnya pengungsi Cina dari Batavia. Lukisan cerita klasik Cina menghiasi sekeliling tembok dalam kelenteng. Cerita 24 anak berbakti dan cerita Sam Kok terlukis di tembok bagian kiri dan kanan kelenteng.
Pertikaian yang lain terhadap warga Tionghoa terjadi pada tahun 1830-an, di Ngawi terjadi pertikaian intern antara etnis Tionghoa dengan penduduk lokal. Peristiwa tersebut berlatar belakang masalah ketimpangan ekonomi, bersamaan dengan gejolak politik yang terjadi di Cina. Etnis Tionghoa teredesak, akhirnya mereka keluar dari Ngawi dan merantau ke Lasem.
Sejarah yang lain terkait dengan peredaran Candu atau O***m. Lasem merupakan salah satu titik masuk utama penyelundupan candu. Omah Lawang ombo (rumah pintu lebar), milik kapten Liem, merupakan bukti nyata bahwa candu marak diselundupkan disini. Omah Lawang Amba sering disebut Rumah Candu.
Watu Layar Batik