22/06/2020
Manfaat Anak Bermain di Alam Bebas
dr. Reisa Broto Asmoro
Banyak orang tua yg terlalu khawatir anaknya bakal sakit kalau banyak main di alam bebas. Padahal justru, sangat banyak manfaat yang bisa didapat dengan mengajak anak bermain di alam bebas.
Berikut ini beberapa di antaranya:
1. Mempunyai penglihatan yg lebih bagus
Sebuah riset dari Optometry and Vision Science mengemukakan, anak yang menghabiskan waktu di luar ruangan mempunyai penglihatan yang lebih bagus dibanding anak-anak yg bermain dalam ruangan.
2. Menjadikan anak bersyukur atas nikmat Tuhan
Sebagai orangtua, kita mengajarkan bahwa gunung yang megah, tinggi dan kokoh adalah ciptaan Tuhan yang wajib dijaga dan disyukuri.
3. Membuat kemampuan sosial anak meningkat
Karena berkesempatan lebih besar untuk bertemu teman baru, melihat tumbuhan atau hewan yang belum pernah mereka saksikan sebelumnya.
4. Membuat anak lebih fokus dan meningkatkan kreativitas
Anak yang sering diajak main ke alam atau keluar lebih antusias untuk membuat dan memperoleh penemuan baru jadi nggak hanya pasif atau duduk terdiam menyaksikan sesuatu. Anak bisa mengamati deburan ombak, air laut yang rasanya asin dan berwarna biru sesuai panorama alam yang dikunjungi.
5. Meminimalkan stres
Orang tua perlu mengetahui, si kecil juga bisa stres atau bosan layaknya orang dewasa. Untuk itu salah satu cara alami dan terbaik untuk meminimalkan stres pada si kecil adalah dengan mengajaknya bermain di alam.
6. Mencegah defisiensi vitamin D
Ketika anak memperoleh vitamin D yg cukup maka bisa terhindar dari beberapa penyakit seperti: masalah tulang, penyakit jantung dan diabetes.
7. Meningkatkan wawasan dan kemampuan motorik anak
Si kecil bisa menyaksikan, mengeksplorasi, menyentuh, flora dan fauna yang beragam yg mungkin sebelumnya belum pernah dilihat jadi wawasan anak bisa bertambah.
8. Menumbuhkan perilaku cinta lingkungan sejak dini
9. Membuat anak berani mencoba hal baru.
Kita bisa memotivasi si kecil untuk berani dan ketika ia berhasil maka rasa percaya dirinya akan terus muncul ketika menghadapi hal baru lain.
Sumber: Nakita