Kalimangu Tenun Lurik

Kalimangu Tenun Lurik Sarung Tenun Lurik Tradisional

Kami Memohon Presiden Prabowo tidak menerima Pengunduran diri Gus MiftahPetisi ini mengajak seluruh warga negara Indones...
07/12/2024

Kami Memohon Presiden Prabowo tidak menerima Pengunduran diri Gus Miftah

Petisi ini mengajak seluruh warga negara Indonesia untuk mendukung Gus Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah untuk tetap mengemban amanah sebagai Utusan Khusus Presiden Prabowo Subianto dalam Kabinet Merah Putih.

Berikut ini adalah pertimbangan petisi ini:
1. Roasting dan gojlokan tidak selamanya berkonotasi negatif, karenanya sudah selayaknya untuk dipahami dalam konteksnya. Gaya dakwah yang populis dan membumi disertai bumbu-bumbu canda adalah konteks ucapan Gus Miftah terhadap pedagang es teh.

2. Goblok atau bodoh sekali merupakan suatu kata yang mengandung konsep dengan akar historis yang panjang. Dalam tradisi pemikiran klasik, kebodohan berkonotasi positif sekaligus dipahami sebagai asal-usul pembentukan materi duniawi.

3. Ucapan Gus Miftah terhadap pedagang es teh tidak mengandung konotasi negatif sama sekali, dibuktikan dengan kunjungan Gus Miftah ke kediaman bapak Sonhaji, dan sebaliknya kunjungan balik bapak Sonhaji ke kediaman Gus Miftah.

4. Roasting dan gojlokan Gus Miftah terhadap pedagang es teh juga tidak mengandung konotasi negatif, karena bagian dari tradisi komunikasi populer di kalangan warga NU. Pemaknaan negatif terhadap tradisi roasting dan gojlokan lahir dari sentimen dan emosi sesaat.

5. Sentimen dan emosi publik akan selalu dapat dimengerti karena memiliki latar belakang pemahaman yang berbeda dari latar belakang dan pengalaman panjang Gus Miftah sebagai tokoh publik di lingkungan masyarakat marginal, kehidupan jalanan, pergaulan dengan para preman dan kehidupan klub malam.

6. Berbagai potongan video yang bermunculan tentang ceramah-ceramah keagamaan Gus Miftah di berbagai kesempatan adalah bukti gaya khas komunikasi publik Gus Miftah. Kasus gojlokan Gus Miftah terhadap pedagang es teh bukan satu-satunya. Hal itu menandakan relasi antara Gus Miftah dan gaya komunikasi populis tidak terpisahkan.

7. Pernyataan Gus Miftah tentang kesiapannya untuk mundur dari jabatan politik sebagai Utusan Khusus Presiden adalah bukti tidak adanya bias-bias kepentingan dalam diri Gus Miftah untuk terus mempertahankan jabatan dan kekuasaan. Hal ini juga menandakan jiwa kesatrianya sebagai pribadi yang lebih mengedepankan ketenteraman, harmoni, persatuan dan kesatuan bangsa dari pada sekedar jabatan.

8. Permohonan maaf Gus Miftah kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah memberinya kepercayaan, kepada bapak Sonhaji dan keluarga sebagai pihak korban, dan kepada seluruh rakyat Indonesia yang hati nuraninya merasa disakiti, semua adalah bukti terkuat Gus Miftah lebih mengutamakan nilai-nilai kebaikan dari pada kepentingan kekuasaan. Pribadi dengan karakter ideal seperti ini harus mengisi pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto.

Poin-poin utama dalam petisi ini:

1. Memohon kepada Presiden Prabowo Subianto untuk tetap mempertahankan Gus Miftah sebagai sosok ksatria yang mengabdi dalam UKP (Utusan Khusus Presiden), dengan memberinya kesempatan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru di dalam kekuasaan, dan mengurangi karakter bawaan yang telah terbentuk selama ini dari lingkungan jalanan.

2. Memohon kepada Gus Miftah untuk tetap bersedia mengabdi kepada bangsa dan negara melalui UKP di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto

3. Mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersikap arif dan bijaksana layaknya bapak Sonhaji dan keluarga yang telah memaafkan Gus Miftah; dan pemberian maaf oleh bapak Sonhaji dan keluarga kepada Gus Miftah tidak dilanjutkan dengan kontroversi publik yang kurang sehat seperti menyerang pribadi Gus Miftah.

Kami Memohon Presiden Prabowo tidak menerima Pengunduran diri Gus Miftah

Kami Memohon Presiden Prabowo tidak menerima Pengunduran diri Gus MiftahTandatangani petisi iniAlasan pentingnya petisi ...
07/12/2024

Kami Memohon Presiden Prabowo tidak menerima Pengunduran diri Gus Miftah

Tandatangani petisi ini
Alasan pentingnya petisi ini

Petisi ini mengajak seluruh warga negara Indonesia untuk mendukung Gus Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah untuk tetap mengemban amanah sebagai Utusan Khusus Presiden Prabowo Subianto dalam Kabinet Merah Putih.

Berikut ini adalah pertimbangan petisi ini:
1. Roasting dan gojlokan tidak selamanya berkonotasi negatif, karenanya sudah selayaknya untuk dipahami dalam konteksnya. Gaya dakwah yang populis dan membumi disertai bumbu-bumbu canda adalah konteks ucapan Gus Miftah terhadap pedagang es teh.

2. Goblok atau bodoh sekali merupakan suatu kata yang mengandung konsep dengan akar historis yang panjang. Dalam tradisi pemikiran klasik, kebodohan berkonotasi positif sekaligus dipahami sebagai asal-usul pembentukan materi duniawi.

3. Ucapan Gus Miftah terhadap pedagang es teh tidak mengandung konotasi negatif sama sekali, dibuktikan dengan kunjungan Gus Miftah ke kediaman bapak Sonhaji, dan sebaliknya kunjungan balik bapak Sonhaji ke kediaman Gus Miftah.

4. Roasting dan gojlokan Gus Miftah terhadap pedagang es teh juga tidak mengandung konotasi negatif, karena bagian dari tradisi komunikasi populer di kalangan warga NU. Pemaknaan negatif terhadap tradisi roasting dan gojlokan lahir dari sentimen dan emosi sesaat.

5. Sentimen dan emosi publik akan selalu dapat dimengerti karena memiliki latar belakang pemahaman yang berbeda dari latar belakang dan pengalaman panjang Gus Miftah sebagai tokoh publik di lingkungan masyarakat marginal, kehidupan jalanan, pergaulan dengan para preman dan kehidupan klub malam.

6. Berbagai potongan video yang bermunculan tentang ceramah-ceramah keagamaan Gus Miftah di berbagai kesempatan adalah bukti gaya khas komunikasi publik Gus Miftah. Kasus gojlokan Gus Miftah terhadap pedagang es teh bukan satu-satunya. Hal itu menandakan relasi antara Gus Miftah dan gaya komunikasi populis tidak terpisahkan.

7. Pernyataan Gus Miftah tentang kesiapannya untuk mundur dari jabatan politik sebagai Utusan Khusus Presiden adalah bukti tidak adanya bias-bias kepentingan dalam diri Gus Miftah untuk terus mempertahankan jabatan dan kekuasaan. Hal ini juga menandakan jiwa kesatrianya sebagai pribadi yang lebih mengedepankan ketenteraman, harmoni, persatuan dan kesatuan bangsa dari pada sekedar jabatan.

8. Permohonan maaf Gus Miftah kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah memberinya kepercayaan, kepada bapak Sonhaji dan keluarga sebagai pihak korban, dan kepada seluruh rakyat Indonesia yang hati nuraninya merasa disakiti, semua adalah bukti terkuat Gus Miftah lebih mengutamakan nilai-nilai kebaikan dari pada kepentingan kekuasaan. Pribadi dengan karakter ideal seperti ini harus mengisi pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto.

Poin-poin utama dalam petisi ini:

1. Memohon kepada Presiden Prabowo Subianto untuk tetap mempertahankan Gus Miftah sebagai sosok ksatria yang mengabdi dalam UKP (Utusan Khusus Presiden), dengan memberinya kesempatan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru di dalam kekuasaan, dan mengurangi karakter bawaan yang telah terbentuk selama ini dari lingkungan jalanan.

2. Memohon kepada Gus Miftah untuk tetap bersedia mengabdi kepada bangsa dan negara melalui UKP di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto

3. Mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersikap arif dan bijaksana layaknya bapak Sonhaji dan keluarga yang telah memaafkan Gus Miftah; dan pemberian maaf oleh bapak Sonhaji dan keluarga kepada Gus Miftah tidak dilanjutkan dengan kontroversi publik yang kurang sehat seperti menyerang pribadi Gus Miftah.

Mendapatkan momentum
Tandatangani petisi ini

Kami Memohon Presiden Prabowo tidak menerima Pengunduran diri Gus Miftah

Kain Lurik sendiri awalnya pakaian khas pria di wilayah Kerajaan Mataram. Terbuat dari bahan katun kasar dan harganya te...
15/01/2023

Kain Lurik sendiri awalnya pakaian khas pria di wilayah Kerajaan Mataram. Terbuat dari bahan katun kasar dan harganya terjangkau untuk masyarakat kelas bawah. Biasanya digunakan untuk pembuatan "surjan" atau baju pria khas di wilayah Kesultanan Yogyakarta dan "beskap" di wilayah Kasunanan Surakarta.

Pada kaum wanita, kain Lurik biasanya untuk selendang. Pada masa lalu masih dijumpai penjual jamu gendong menggendong bakulan jamu dengan kain tenun Lurik.

Lurik juga dibuat selendang panjang atau "setagen" untuk mengikat pinggang dan perut wanita pada tradisi Jawa. Selain itu dibuat sebagai kain bawahan (penutup bagian bawah) atau dikenal dengan " jarik".

Suara  "dag", " dag", "dag" terdengar nyaring  dari rumah - rumah di desa Pedan, Kabupaten Klaten Jawa Tengah. Bunyi ter...
14/01/2023

Suara "dag", " dag", "dag" terdengar nyaring dari rumah - rumah di desa Pedan, Kabupaten Klaten Jawa Tengah. Bunyi tersebut bersumber dari "gedogan" milik warga desa untuk menenun kain "Lurik".

Beberapa puluh tahun lalu semasa kain Lurik berjaya, beberapa desa di wilayah Klaten dikenal sebagai pembuat kain tenun Lurik. Diantaranya desa Pedan, Cawas, Juwiring, Bayat, Karangdowo, Tlingsing dan Delanggu, kini hanya desa Pedan dan desa Tlingsing yang masih eksis.

Seiring munculnya "alat tenun mesin" (ATM), pengrajin tradisional dengan "gedogan" dan "alat tenun bukan mesin" (ATBM) mulai surut. Kedua jenis alat tenun ini dioperasikan secara manual, sama - sama dibuat dari kayu ada juga dari bambu. Bedanya terletak pada kontruksi alat, konstruksi "gedogan" lebih sederhana dibandingkan ATBM.

Dalam kehidupan masyarakat Jawa, tenun lurik merupakan salah satu wujud kekayaan budaya tradisional yang telah ada sejak...
11/01/2023

Dalam kehidupan masyarakat Jawa, tenun lurik merupakan salah satu wujud kekayaan budaya tradisional yang telah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit. Kain tenun lurik memiliki kekhasan tersendiri. Kain tenun lurik merupakan kain dengan susunan unsur garis dan bidang yang bervariasi. Unsur garis dan bidang tersebut bukan semata bertujuan untuk keindahan secara visual atau fisioplastis, namun juga memiliki keindahan secara filosofis.

Kata atau istilah lurik berasal dari bahasa Jawa “lorek” atau “rik” atau “lirik-lirik.” Dalam bahasa Jawa kuno lorek ber...
10/01/2023

Kata atau istilah lurik berasal dari bahasa Jawa “lorek” atau “rik” atau “lirik-lirik.” Dalam bahasa Jawa kuno lorek berarti lajur atau garis, belang dan dapat p**a berarti corak. Dan karena corak kotak-kotal itu terdiri dari garis-garis yang bersilang, maka corak kotak-kotak (cacahan) bisa juga dikategorikan sebagai lurik.

Address

Mlati

Telephone

+6282226866543

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kalimangu Tenun Lurik posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share