Busana Muslimah Aisyah

Busana Muslimah Aisyah Ketik SMS pemesanan dengan format seperti diatas.
2. Lakukan pembayaran via transfer ke rekening kami:

BCA 0501842434
an. Ludy Madianto

3.

Grosir & Eceran Busana Muslimah
Khusus Reseller DISKON 20%
HP : 0856 3434 367 PIN BB : 317 125 DD

Info : Menyediakan Kerudung dan Jilbab Terbaru, Baju Muslim Terbaru, Busana Muslim Terbaru CARA PEMESANAN:

FORMAT SMS/BB :

Nama Pemesan,
Kode Barang,
Harga Barang,
Alamat kirim

Hp : 0856 3434 367
0821 4348 6442
Pin BB : 3

17125DD


CARA TRANSAKSI:

1. Konfirmasi pembayaran melalui sms, tunggu balasan dari kami.
4. Barang yang anda pesan segera dikirim dengan jasa JNE

12/12/2014
Obat Herbal Untuk Anak, buruan sebelum habis promonya.... ada yang gratis !!! loh bunda :) langsung aja KLIK LIKE yaaa !...
10/12/2014

Obat Herbal Untuk Anak, buruan sebelum habis promonya.... ada yang gratis !!! loh bunda :) langsung aja KLIK LIKE yaaa !!!

06/12/2014

Penting banget buat yang sayang anak...
LIKE YA!!

Nutrisi Imunitas dan Kecerdasan Anak

Selamatkan Anak Indonesia " Generasi Cerdas, kreatif & Berakh

DOA MUDIK LEBARAN (1)Sudah menjadi tradisi kaum muslimin di tanah air untuk melakukan acara “mudik lebaran”. Jutaan kaum...
02/08/2013

DOA MUDIK LEBARAN (1)

Sudah menjadi tradisi kaum muslimin di tanah air untuk melakukan acara “mudik lebaran”. Jutaan kaum muslimin yang bekerja di kota-kota besar dan tanah perantauan melakukan perjalan jauh “mudik lebaran” kembali ke kampung halaman untuk merayakan hari raya Idul Fitri dan bersilaturahim dengan anggota keluarga dan sanak kerabat.

Selain sebagai sebuah tradisi, “mudik lebaran” juga bernilai ibadah manakala diniatkan untuk menyambung tali silaturahmi, berbakti kepada orang tua dan dikerjakan sesuai dengan panduan syariat Islam.

Salah satu aspek penting yang harus diperhatikan oleh para pemudik adalah tetap menjaga kontinuitas ibadah selama dalam perjalanan. Shalat wajib lima waktu secara jama’ dan qashar, membaca Al-Qur’an, berdzikir, beristighfar, dan mendengarkan taushiyah via radio, adalah sebagian ibadah mahdhah yang tetap bisa dilakukan selama dalam perjalanan.

Tentunya doa-doa selama dalam perjalanan merupakan unsur penting lainnya yang tidak boleh di lupakan. Berikut ini beberapa doa yang berkaitan dengan perjalanan jauh dan menaiki kendaraan selama “mudik lebaran”.

Doa orang yang di rumah (ditinggal bepergian jauh) kepada orang yang bepergian

أَسْتَوْدِعُ اللهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ

“Aku menitipkan agamamu, amanatmu (keluarga dan hartamu) dan penutup-penutup amalmu kepada Allah semata.” (HR. Tirmidzi no. 3443, Abu Daud no. 2600, Ibnu Majah no. 2826 dan Ahmad no. 4524, hadits shahih)

Wallahu a’lam bish-shawab.
http://www.arrahmah.com

Assalamualaikum Ukhti semoga di pagi yang cerah ini Allah senantiasa memberkahi. Sebelum beraktifitas, doa dulu yuk :)
31/07/2013

Assalamualaikum Ukhti semoga di pagi yang cerah ini Allah senantiasa memberkahi.
Sebelum beraktifitas, doa dulu yuk :)

Wanita Sholehah Lebih Utama di surga...Ummu Salamah pernah bertanya kepada Rosulullah: "Ya Rasululloh, siapa yang lebih ...
31/07/2013

Wanita Sholehah Lebih Utama di surga...

Ummu Salamah pernah bertanya kepada Rosulullah: "Ya Rasululloh, siapa yang lebih utama antara perempuan dunia dan bidadari surga?’ Rasululloh menjawab, ‘perempuan-perempuan dunia (yang beriman) lebih utama dari bidadari surga seperti keutamaan yang tampak dari yang tidak tampak, hal itu karena ibadah dan ketaatan mereka di dunia, Alloh swt akan mengenakan cahaya pada mereka, mereka kekal dan dalam keridhoan."

31/07/2013

CIRI BIDADARI SURGA | share yuk : D

Di antara kenikmatan surga adalah beroleh pasangan/istri berupa bidadari surga yang jelita. Al-Qur’anul Karim menggambarkan sifat dan kemolekan mereka dalam banyak ayat, di antaranya:

1. Surat an-Naba ayat 31—33
إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ مَفَازًا (٣١)حَدَائِقَ وَأَعْنَابًا (٣٢)وَكَوَاعِبَ أَتْرَابًا (٣٣)
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa akan beroleh kesenangan, (yaitu) kebun-kebun, buah anggur, dan kawa’ib atraba (gadis-gadis perawan yang sebaya).” (an-Naba’: 31—33)

2. Surat al-Waqi’ah ayat 35—37
إِنَّا أَنْشَأْنَاهُنَّ إِنْشَاءً (٣٥)فَجَعَلْنَاهُنَّ أَبْكَارًا (٣٦)عُرُبًا أَتْرَابًا (٣٧)
“Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (wanita surga) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya.” (al-Waqi’ah: 35—37)
Wanita penduduk surga diciptakan Allah Subhaanahu Wa Ta’ala dengan penciptaan yang tidak sama dengan keadaannya ketika di dunia. Mereka diciptakan dengan bentuk dan sifat yang paling sempurna yang tidak dapat binasa. Mereka semuanya, baik bidadari surga maupun wanita penduduk dunia yang menghuni surga, dijadikan Allah Subhaanahu Wa Ta’ala sebagai gadis-gadis yang perawan selamanya dalam seluruh keadaan. Mereka senantiasa mengundang kecintaan suami mereka dengan tutur kata yang baik, bentuk dan penampilan yang indah, kecantikan paras, serta rasa cintanya kepada suami.

Apabila wanita surga ini berbicara, orang yang mendengarnya ingin andai ucapannya tidak pernah berhenti, khususnya ketika wanita surga berdendang dengan suara mereka yang lembut dan merdu menawan hati. Apabila suaminya melihat adab, sifat, dan kemanjaannya, penuhlah hati si suami dengan kegembiraan dan kebahagiaan. Apabila si wanita surga berpindah dari satu tempat ke tempat lain, penuhlah tempat tersebut dengan wangi yang semerbak dan cahaya. Saat “berhubungan” dengan suaminya, ia melakukan yang terbaik.

Usia mereka, para wanita surga ini, sebaya, 33 tahun, sebagai usia puncak/matang dan akhir usia anak muda. Allah Subhaanahu Wa Ta’ala menciptakan mereka sebagai perempuan yang selalu gadis lagi sebaya, selalu sepakat satu dengan yang lain, tidak pernah berselisih, saling dekat, ridha dan diridhai, tidak pernah bersedih, tidak p**a membuat sedih yang lain. Bahkan, mereka adalah jiwa-jiwa yang bahagia, menyejukkan mata, dan mencemerlangkan pandangan. (Lihat keterangan al-Allamah as-Sa’di Rahimahullah dalam Taisir al-Karimir Rahman, hlm. 834)

3. Surat ar-Rahman ayat 55—58
“Maka nikmat Rabb kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan? Di ranjang-ranjang itu ada bidadari-bidadari yang menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka), dan tidak p**a oleh jin1. Maka nikmat Rabb kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan? Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.” (ar-Rahman: 55—58)

Mereka menundukkan pandangan dari melihat selain suami-suami mereka sehingga mereka tidak pernah melihat sesuatu yang lebih bagus daripada suami-suami mereka. Demikian yang dinyatakan oleh Ibnu Abbas c dan lainnya.

Diriwayatkan bahwa salah seorang dari mereka berkata kepada suaminya, “Demi Allah! Aku tidak pernah melihat di dalam surga ini sesuatu yang lebih bagus daripada dirimu. Tidak ada di dalam surga ini sesuatu yang lebih kucintai daripada dirimu. Segala puji bagi Allah yang Dia menjadikanmu untukku dan menjadikanku untukmu.” (Tafsir Ibni Katsir, 7/385)

Bidadari yang menjadi pasangan hamba yang beriman tersebut adalah gadis perawan yang tidak pernah digauli oleh seorang pun sebelum suami-suami mereka dari kalangan manusia dan jin. Mereka diibaratkan permata yakut yang bersih bening dan marjan yang putih karena bidadari surga memang berkulit putih yang bagus lagi bersih. (Taisir al-Karimir Rahman, hlm. 385)

4. Surat ar-Rahman ayat 70
فِيهِنَّ خَيْرَاتٌ حِسَانٌ (٧٠)
“Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik (akhlaknya) lagi cantik-cantik parasnya.” (ar-Rahman: 70)
Terkumpullah kecantikan lahir dan batin pada bidadari atau wanita surga itu. (Taisir al-Karimir Rahman hlm. 832)

5. Surat ar-Rahman ayat 72
حُورٌ مَقْصُورَاتٌ فِي الْخِيَامِ (٧٢)
“(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dan dipingit di dalam rumah.” (ar-Rahman: 72)

Rumah mereka dari mutiara. Mereka menyiapkan diri untuk suami mereka. Namun, bisa jadi mereka pun keluar berjalan-jalan di kebun-kebun dan taman-taman surga, sebagaimana hal ini biasa dilakukan oleh para putri raja dan yang semisalnya. (Taisir al-Karimir Rahman, hlm. 832)

6. Surat ad-Dukhan ayat 51—54
كَذَلِكَ وَزَوَّجْنَاهُمْ بِحُورٍ عِينٍ (٥٤)
“Sesungguhnya orang-orang bertakwa berada dalam tempat yang aman, (yaitu) di dalam taman-taman dan mata air-mata air.

Mereka memakai sutra yang halus dan sutra yang tebal, (duduk) berhadap-hadapan, demikianlah. Dan Kami nikahkan mereka dengan bidadari-bidadari.” (ad-Dukhan: 51—54)

Wanita yang berparas jelita dengan kecantikan yang luar biasa sempurna, dengan mata-mata mereka yang jeli, lebar, dan berbinar. (Taisir al-Karimir Rahman, hlm. 775)

7. Surat ash-Shaffat ayat 48—49
وَعِنْدَهُمْ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ عِينٌ ﴿٤٨
كَأَنَّهُنَّ بَيْضٌ مَّكْنُونٌ ﴿٤٩
“Di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya (qashiratuth tharf) dan jeli matanya, seakan-akan mereka adalah telur burung unta yang tersimpan dengan baik.” (ash-Shaffat: 48—49)

Qashiratuth tharf adalah afifat, yakni wanita-wanita yang menjaga kehormatan diri. Mereka tidak memandang lelaki selain suami mereka. Demikian kata Ibnu Abbas, Mujahid, Zaid bin Aslam, Qatadah, as-Suddi, dan selainnya.

Mata mereka bagus, indah, lebar, dan berbinar-binar. Tubuh mereka bersih dan indah dengan kulit yang bagus. Ibnu Abbas c berkata, “Mereka ibarat mutiara yang tersimpan.”2
Al-Imam al-Hasan al-Bashri t mengatakan, “Mereka terjaga, tidak pernah disentuh oleh tangan.” (Tafsir Ibni Katsir, 7/11)

Ini menunjukkan ketampanan lelaki dan kecantikan wanita di surga. Sebagiannya mencintai yang lain dengan cinta yang membuatnya tidak memiliki hasrat kepada yang lain. Hal ini juga menunjukkan bahwa mereka seluruhnya menjaga kehormatan diri, tidak ada hasad di dalam surga, tidak ada saling benci dan permusuhan, karena tidak adanya sebab yang bisa memicu ke sana. (Taisir al-Karimir ar-Rahman, hlm. 703)

Semoga Allah Subhaanahu Wa Ta’ala memberi taufik kepada kita untuk beramal dengan amalan yang dapat menyampaikan kepada ridha-Nya dan memasukkan kita ke negeri kemuliaan-Nya. Amin.

Hadits Abdullah ibnu Mas’ud Rodiallohu ‘anhu :

« أَوَّلُ زُمْرَةٍ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ كَأَنَّ وُجُوهَهُمْ ضَوْءُ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ، وَالْزُّمْرَةُ الثَّانِيَةُ عَلَى لَوْنِ أَحْسَنِ كَوْكَبٍ دُريَ فِي السَّمَاءِ، لِكُل رَجُلٍ مِنْهُمْ زَوْجَتَانِ مِنَ الْحُورِ الْعِينِ، عَلَى كُل زَوْجَةٍ سَبْعُونَ حُلَّةً، يُرَىٰ مُخُّ سُوقِهِمَا مِنْ وَرَاءِ لُحُومِهِمَا وَحُلَلِهِمَا، كَمَا يُرَىٰ الشَّرَابُ الأَحْمَرُ فِي الزُّجَاجَةِ الْبَيْضَاءِ »

“Kelompok pertama kali yang masuk surga, seolah wajah mereka cahaya rembulan di malam purnama. Kelompok kedua seperti bintang kejora yang terbaik di langit. Bagi setiap orang dari ahli surga itu dua bidadari surga. Pada setiap bidadari ada 70 perhiasan. Sumsum kakinya dapat terlihat dari balik daging dan perhiasannya, sebagaimana minuman merah dapat dilihat di gelas putih.” (HR. Thabrani dengan sanad shahih, dan Baihaqi dengan sanad hasan. Hadits hasan, shahih lighairi: Shahih al-Targhib: 3745)

sumber : FP Al-Uyeah

30/07/2013

Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia
Penukaran Uang Baru di Bank dengan Uang Jasa (Fee)

Assalamu ’alaikum, Ustadz. Akhir-akhir ini banyak semarak menukar uang baru di Bank, namun penukarannya ada jasa fee, misalnya: untuk penukaran uang baru 1 Juta (fee = Rp 25.000). Mohon penjelasan, apakah hal tersebut diperbolehkan dalam ilmu syar’i atau kategorinya haram? Jazakallahu khairan.

Adil Murdileksono (adi**@***.com)

Jawaban:

Wa’alaikumussalam.
Hukum Penukaran Uang adalah termasuk riba fadhl (riba karena kelebihan).

Jika uang itu sejenis, misalnya: rupiah dengan rupiah, maka barter harus senilai tanpa ada selisih, dan tukar menukar dilakukan di tempat transaksi. jika ada selisih maka itu haram karena termasuk riba fadhl.

Dalilnya:

عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ – رضى الله عنه – أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « لاَ تَبِيعُوا الذَّهَبَ بِالذَّهَبِ إِلاَّ مِثْلاً بِمِثْلٍ ، وَلاَ تُشِفُّوا بَعْضَهَا عَلَى بَعْضٍ ، وَلاَ تَبِيعُوا الْوَرِقَ بِالْوَرِقِ إِلاَّ مِثْلاً بِمِثْلٍ ، وَلاَ تُشِفُّوا بَعْضَهَا عَلَى بَعْضٍ

Dari Abu Said Al-Khudri radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian menjual emas dengan emas kecuali beratnya sama, dan jangan melebihkan salah satunya. Jangan kalian menjual perak dengan perak kecuali beratnya sama, dan jangan melebihkan salah satunya.” (H.r. Bukhari)

Para ulama mengqiyaskan (analogi) uang zaman sekarang dengan emas atau perak, sehingga hukum penukaran uang itu sama dengan tukar menukar emas dan perak.

---
Dijawab oleh Ustadz Aris Munandar, M.A. (Dewan Pembina www.pengusahamuslim.com )

27/07/2013

Membiasakan penggunaan kata-kata ini dalam kehidupan kita :

Jika bergembira : ALHAMDULILLAH
Jika berjanji : INSYA ALLAH
Jika terlupa : ASTAGHFIRULLAH
Jika terkejut : MASYA ALLAH
Jika marah : LAAILAHAILLALLAH
Jika takjub : SUBHANALLAH

Semoga setiap detik perjalanan hidup kita bernilai ibadah :)

FP: Cantik karena jilbab

"CATATAN UNTUK PARA SUAMI"Sikap seorang suami yang baik...Ia tidak hanya pandai menuntut isterinya agar menjadi seorang ...
27/07/2013

"CATATAN UNTUK PARA SUAMI"

Sikap seorang suami yang baik...
Ia tidak hanya pandai menuntut isterinya agar menjadi seorang wanita baik seperti yang diinginkannya.
Akan tetapi ia lebih banyak memberi contoh yang baik dalam rumah tangganya.

Ketika seorang suami menginginkan isterinya menjadi seorang wanita yang bertakwa kepada Allah.
Maka ia terlebih dahulu mencontohkan dirinya sebagai seorang imam yang bertakwa.

Ketika seorang suami menginginkan isterinya menjadi wanita yang penuh hormat kepadanya.
Maka ia menjadikan dirinya sebagai seorang imam yang selalu menghargai isterinya.

Ketika seorang suami menginginkan isterinya menjadi wanita yang selalu setia.
Maka ia memposisikan dirinya sebagai seorang imam yang tidak mudah tergoda kepada wanita lainnya.

Dan ketika seorang suami menginginkan isterinya menjadi wanita yang penuh kasih sayang galam keluarganya.
Maka ia menjadikan dirinya sebagai suami yang penuh perhatian kepada isteri dan juga anak-anaknya.

Bagaimanapun seorang ISTERI akan lebih banyak mengikuti apa yang dicontohkan oleh SUAMI-nya.

FP: Aksesoris bros unik

Sifat-sifat Istri Solehah Yang Dijanjikan SurgaBagi seorang wanita yang berstatus sebagai istri, meraih surga adalah hal...
27/07/2013

Sifat-sifat Istri Solehah Yang Dijanjikan Surga

Bagi seorang wanita yang berstatus sebagai istri, meraih surga adalah hal yang mudah. Sama mudahnya dengan menjerumuskan dirinya ke neraka. Surga akan mudah didapat jika dia mengikuti apa yang diperintahkan oleh Allah dan RasulNya.

Allah SWT berfirman: Wanita (istri) shalihah adalah yang taat lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada dikarenakan Allah telah memelihara mereka. (Al-Nisa ': 34)

Nabi SAW ada bersabda: "Bila seorang wanita menjaga shalat lima waktu, berpuasa sebulan (Ramadhan), menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, maka ketika berada di akhirat dikatakan kepadanya: Masuklah kamu ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau sukai" . (Riwayat Ahmad 1/191, Shahihul Jami 'no. 660, 661)

Semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang dijanjikan Surga. Amin :)

Alhamdulillah, walaupun rata-rata lama waktu dari imsak sampai magrib 21 jam, saudara kita umat Islam di Norwegia, Eropa...
25/07/2013

Alhamdulillah, walaupun rata-rata lama waktu dari imsak sampai magrib 21 jam, saudara kita umat Islam di Norwegia, Eropa utara, tetap semangat berpuasa.

Address

Jalan Riau No 17
Mojokerto
61321

Telephone

+628563434367

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Busana Muslimah Aisyah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Busana Muslimah Aisyah:

Share