Batik yang diproduksi akan dijual bisa dalam bentuk baju jadi maupun masih berupa kain. Tidak seperti batik printing yang mana pembuataannya menggunakan mesin besar ( seperti printer ) yang akan membuat gambar pola batik pada kain, namun, batik yang di produksi di Sekar Niti masih menggunakan teknik pewarnaan seperti aslinya. Tidak sama persis dengan teknik pada jaman dahulu, teknik yang mana meng
gunakan malam ( lilin ) serta canthing ini telah mengalami beberapa perubahan sedikit yang mana bertujuan untuk menambah kualitas kain, serta kuantitas produksi. Sekar Niti juga memiliki tujuan yang sama umumnya yang dimilki oleh usaha lain, yaitu dalam rangka mengolah barang yang belum memiliki nilai jual tinggi, di olah sehingga menjadi barang yang memiliki nilai jual tinggi untuk mendapatkan keuntungan. Selain bertujuan tersebut, Sekar Niti juga membantu ( pemerintah, serta masyarakat Jawa ) dalam melestarikan budaya Jawa warisan nenek moyang kita. Tak heran karena keindahannya banyak dari berbagai pihak luar ingin mengakui bahwa batik adalah peninggalan nenek moyang mereka. Karena banyak sekali pihak yang ingin berbuat seperti itu, maka diperlukan usaha/langkah agar pengakuan secara de jure maupun secara de facto bahwa batik adalah milik Indonesia. Untuk itu, kita dapat mempelajari apa yang telah bangsa barat dalam menyebarkan budaya mereka ke seluruh penjuru dunia agar identitas kita sebagai warga bangsa timur ( Indonesia ) tetap diakui sebagai masyarakat yang memiliki budaya milik kita sendiri, bukan orang lain.