Rumah Produksi Nagaya Hijab

Rumah Produksi Nagaya Hijab Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Rumah Produksi Nagaya Hijab, Women's clothes shop, Palu.

Semoga Allah menerima amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan menjadikan kita kembali dalam fitrah, bersih hati...
21/03/2026

Semoga Allah menerima amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan menjadikan kita kembali dalam fitrah, bersih hati dan penuh keimanan.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H.Semoga di hari yang suci ini, Allah melapangkan hati kita, menguatkan iman kita, dan...
21/03/2026

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Semoga di hari yang suci ini, Allah melapangkan hati kita, menguatkan iman kita, dan menjadikan kita hamba yang lebih taat setelah Ramadan. Mohon maaf lahir dan batin.

Taqabbalallahu منا ومنكم, shiyamana wa shiyamakum.Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
21/03/2026

Taqabbalallahu منا ومنكم, shiyamana wa shiyamakum.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Pelukan Al-Qur’anSetiap maghrib, umi selalu menggelar sajadah kecil di sampingnya. Di atasnya, sebuah mushaf Al-Qur’an t...
02/01/2026

Pelukan Al-Qur’an

Setiap maghrib, umi selalu menggelar sajadah kecil di sampingnya. Di atasnya, sebuah mushaf Al-Qur’an terbuka.

“Ayo, Nak. Kita baca walau satu ayat,” katanya lembut.
Anaknya belum lancar. Kadang terbata, kadang salah. Tapi umi tak pernah mengeluh. Setiap huruf yang keluar dari lisan kecil itu, ibu tahu, sedang dicatat sebagai pahala.

Suatu hari anak itu bertanya,
“Umi, kenapa harus baca Al-Qur’an setiap hari?”

Umi tersenyum dan memeluknya.
“Supaya hatimu punya cahaya. Kalau hatimu terang, kamu tahu mana yang Allah suka.”

Tahun berlalu. Anak itu tumbuh dengan Al-Qur’an sebagai sahabatnya. Bukan karena dipaksa, tapi karena dicintakan.

Sebab Al-Qur’an tak ditanam dengan bentakan,
melainkan dengan kesabaran, doa, dan teladan.

Gamis dan Khimar by

Bersyukur menjadi IbuMeski lelah tak selalu terlihat, Allah memilih kita untuk amanah yang mulia.Karena di setiap peluka...
02/01/2026

Bersyukur menjadi Ibu

Meski lelah tak selalu terlihat, Allah memilih kita untuk amanah yang mulia.
Karena di setiap pelukan anak, ada pahala yang terus mengalir.

Menjadi ibu bukan tentang sempurna,
tapi tentang sabar, doa, dan cinta yang tak pernah putus.
Dan itu cukup untuk Allah.

Bersyukur menjadi ibu,
karena setiap bangun malam, setiap air mata, setiap kelelahan, semua dicatat sebagai kebaikan jika diniatkan karena-Nya.

Allah tahu lelahmu, Ibu.
Tak ada pengorbanan yang sia-sia, tak ada doa yang terbuang.

Menjadi ibu adalah jalan ibadah.
Ketika mengasuh dengan ikhlas, rumah menjadi ladang pahala.

Bersyukur menjadi ibu,
karena Allah menitipkan jiwa-jiwa kecil
untuk kita bimbing menuju surga-Nya.

Gamis dan Khimar By

Di matamu ada cahaya lembutyang membuat dunia terasa lebih damai.Di tawamu ada kelopak harapanyang tumbuh tanpa pernah l...
28/11/2025

Di matamu ada cahaya lembut
yang membuat dunia terasa lebih damai.
Di tawamu ada kelopak harapan
yang tumbuh tanpa pernah lelah.

Anak perempuanku,
kau adalah bunga yang Allah titipkan,
agar ibu belajar cara mencintai
dengan lebih tenang, lebih dalam, lebih sabar.

Langkah kecilmu adalah doa yang berjalan,
suaramu adalah zikir yang bergerak,
pelukanmu adalah obat untuk semua gelisah.

Semoga kau tumbuh menjadi tangguh,
tanpa kehilangan kelembutanmu.
Menjadi bercahaya,
tanpa melupakan Sang Pemberi Cahaya.

Anak perempuanku
kau bukan hanya amanah,
kau adalah cerita indah
yang Allah tulis di hati ibu.

Menjadi ibu adalah perjalanan panjang yang tidak dimulai dengan sempurna, namun selalu dipenuhi kasih yang tidak pernah ...
28/11/2025

Menjadi ibu adalah perjalanan panjang yang tidak dimulai dengan sempurna, namun selalu dipenuhi kasih yang tidak pernah habis. Ia bukan gelar yang datang bersama panduan lengkap, melainkan amanah yang mengalir bersama setiap pelukan, rengekan, dan tawa kecil yang menghiasi hari-hari. Seorang ibu belajar bukan dari buku atau kelas, tetapi dari detik demi detik yang Allah hadiahkan melalui anak-anak—detik yang mendewasakan jiwa, memperkuat hati, dan menajamkan makna hidup.

Menjadi ibu berarti siap lelah, tetapi juga siap bahagia. Ada malam-malam panjang yang membuat mata berat, namun jiwa tetap kuat karena tahu bahwa setiap peluh itu adalah ibadah. Ada hari-hari penuh aktivitas, namun hati tetap lapang karena sadar bahwa setiap langkah dalam mengurus buah hati adalah jalan menuju ridha-Nya. Dalam diri seorang ibu, Allah titipkan kelembutan dan ketegasan, kesabaran dan kekuatan, yang tak selalu tampak dari luar tetapi sangat terasa dalam kesehariannya.

Kadang seorang ibu merasa tidak cukup baik. Ia merasa terlambat, merasa kurang sabar, merasa belum bisa memberi yang terbaik. Namun sejatinya, Allah tidak memilih ibu yang sempurna untuk anak-anak, tetapi memilih ibu yang tepat. Doa, usaha, dan cinta seorang ibu jauh lebih berharga dibanding kesempurnaan yang tak mungkin digapai.

Menjadi ibu juga berarti terus belajar. Belajar memahami karakter anak-anak, belajar mengendalikan amarah, belajar mencintai lebih dalam setiap hari. Ibu bukan hanya madrasah pertama, tetapi juga tempat kembali pertama: tempat yang menenangkan, menguatkan, dan memulihkan. Ketika seorang ibu tersenyum, rumah ikut cerah; ketika ia bersedih, rumah ikut muram. Betapa besar pengaruh ibu hingga Allah memuliakannya tiga kali lebih tinggi dari ayah dalam hal penghormatan.

Dan pada akhirnya, menjadi ibu adalah perjalanan menuju surga. Setiap kesabaran adalah pahala, setiap air mata adalah penebus, setiap ketulusan adalah cahaya di sisi Allah. Tidak ada perjuangan seorang ibu yang sia-sia. Semua tersimpan sebagai catatan kebaikan, menunggu untuk dihadiahkan kembali di akhirat nanti.

Mendidik anak perempuan bukan sekadar menyiapkan seorang putri agar tumbuh menjadi dewasa, tetapi membina sebuah hati ya...
28/11/2025

Mendidik anak perempuan bukan sekadar menyiapkan seorang putri agar tumbuh menjadi dewasa, tetapi membina sebuah hati yang kelak akan menjadi pusat ketenangan rumah, penjaga moral keluarga, dan madrasah pertama bagi generasi setelahnya. Rasulullah ﷺ mengangkat derajat anak perempuan begitu tinggi, hingga beliau menjanjikan surga bagi orang tua yang memuliakan, mendidik, dan merawat mereka dengan penuh kesabaran.

Anak perempuan lahir dengan hati yang lembut, perasaan yang peka, dan jiwa yang mudah tersentuh. Karena itu, pendidikan mereka bukan hanya soal aturan dan disiplin, tetapi juga tentang keteladanan, pelukan, dialog, dan kasih sayang tanpa syarat. Orang tua harus menjadi tempat paling aman untuk anak perempuan berbicara, menangis, bermimpi, dan kembali ketika dunia terasa berat.

Mendidik anak perempuan berarti:

1. Menjaga Kehormatan dan Identitasnya

Tanamkan rasa bangga menjadi muslimah. Ajarkan adab sebelum ilmu, akhlak sebelum prestasi, dan iman sebelum pencapaian dunia. Jadikan hijab sebagai simbol ketaatan, bukan paksaan. Tumbuhkan rasa malu yang positif—bukan minder, tetapi kemuliaan diri.

2. Menguatkan Mental dan Batin

Ajari ia bahwa kelembutan bukan kelemahan. Beritahu bahwa air mata tidak mengurangi martabat, dan ketegasan tidak menjadikan ia keras. Perempuan yang kuat adalah yang hatinya selalu terhubung pada Allah, bukan pada penilaian manusia.

3. Mengajarkan Ilmu dan Kecerdasan

Anak perempuan harus diberi mimpi, diberi kesempatan belajar, dan didukung untuk cerdas. Ilmu adalah pelindungnya. Ilmu yang tertanam akan menjadi cahaya dalam setiap pilihan hidupnya: dalam pernikahan, dalam pengasuhan, dalam dakwah, dan dalam pekerjaan apa pun yang ia jalani.

4. Menjadi Teladan Terbaik

Anak perempuan belajar dari ibunya bagaimana menjadi wanita yang bermartabat, dan belajar dari ayahnya bagaimana seorang perempuan layak diperlakukan. Ketika ayah memuliakan ibu, ketika ibu menjaga lisannya, ketika keluarga menjaga shalat di situlah karakter anak perempuan dibentuk.

Tugas wajib dan utama seorang umi,bukan hanya menyuap nasi,bukan sekadar meninabobokan di malam hari,tetapi menanam iman...
23/09/2025

Tugas wajib dan utama seorang umi,
bukan hanya menyuap nasi,
bukan sekadar meninabobokan di malam hari,
tetapi menanam iman di hati.

Maryam kecil, anugerah Ilahi,
di pundakmu ada doa suci,
agar engkau tumbuh jadi putri shalihah,
yang berbakti pada Allah dan Rasul-Nya.

Umi ajarkan ayat demi ayat,
kisah Nabi jadi cahaya yang lekat,
adab sopan, tutur yang lembut,
agar hidupmu kelak selalu bersujud.

Wahai Maryam, mutiara hati,
taatlah pada Rabbmu sepenuh jiwa ini,
ikuti jejak Rasul dengan cinta,
itulah jalan menuju surga.

Dan umi, dengan sabar yang tak habis,
akan terus menuntunmu dengan doa yang manis,
karena mendidikmu adalah ibadah terbesar,
warisan abadi hingga akhir yang benar.

Di sebuah pagi yang tenang, aku duduk bersama Maryam, yang baru berusia 5 tahun. Usia belia, tapi hatinya lembut menyera...
23/09/2025

Di sebuah pagi yang tenang, aku duduk bersama Maryam, yang baru berusia 5 tahun. Usia belia, tapi hatinya lembut menyerap setiap kata yang uminya ucapkan.

Sambil merapikan kerudung kecil Maryam, Aku berkata lembut,
“Anakku, perempuan itu ibarat mutiara. Ia akan berharga jika terjaga. Karena itu, sejak kecil, mari kita belajar menjadi perempuan yang dicintai Allah.”

Maryam menatap uminya dengan mata bulat penuh rasa ingin tahu. “Bagaimana caranya, Ummi?” tanyanya polos.

Aku tersenyum, lalu menggandeng tangan kecil Maryam menuju sajadah kecil.
“Caranya dengan shalat, dengan doa, dengan berkata baik, dan menutup aurat sesuai syariat. Semua itu membuatmu cantik di mata Allah, lebih dari sekadar cantik di mata manusia.”

Setiap hari, Aku membiasakan Maryam untuk mengucap salam, permisi kalau lewat di depan orang tua, memulai makan dengan basmalah, dan selalu menutup aurat ketika keluar rumah. Adab kecil adalah pintu menuju akhlak yang besar.

Kadang Maryam salah, kadang lupa. Tapi uminya tak pernah bosan membimbing dengan sabar, sebab ia yakin pendidikan seorang ibu adalah pondasi terkuat untuk membentuk hati seorang anak.

Dalam doa malam, Aku selalu memohon,
“Ya Allah, jadikan Maryam anak perempuan yang shalihah, penjaga kehormatan dirinya, cahaya bagi keluarganya, dan penolong agama-Mu.”

Maryam tersenyum dalam mimpi kecilnya, tumbuh dengan cinta, doa, dan teladan dari sang ibu yang tak pernah lelah mendidik.

Puisi: Mendidik Anak PerempuanWahai putriku,kau bunga yang Allah titipkan di taman hatiku,tumbuhlah dengan harum iman,bu...
23/09/2025

Puisi: Mendidik Anak Perempuan

Wahai putriku,
kau bunga yang Allah titipkan di taman hatiku,
tumbuhlah dengan harum iman,
bukan sekadar indah dipandang,
tapi kuat menjaga diri dalam kebenaran.

Aku ajarkan engkau,
bahwa kecantikan sejati bukan pada wajah,
melainkan pada akhlak yang bersinar dari jiwa,
bukan pada pakaian indah semata,
melainkan pada aurat yang terjaga.

Putriku,
dunia akan menawarkan gemerlapnya,
namun engkau belajar menolak yang fana,
mengikat hati pada surga,
menjadikan Allah tujuan utama.

Kelak kau akan menjadi istri,
kelak kau akan menjadi ibu,
namun hari ini,
aku mendidikmu agar menjadi hamba Allah yang taat,
agar di manapun engkau berada,
kau tetap tegak dengan kehormatan.

Wahai Maryam kecilku,
jadilah perempuan yang mulia,
bukan karena banyak yang memuja,
tapi karena Allah meridha.

Alhamdulillah.
Siap menerima jahitan Gamis, Khimar by Request kualitas terbaik
❤🤲🏻 085241044234 - 081244041979

✨ Hidup adalah ladang amal.Menjadi ibu yang mendidik anak, menjadi anak yang berbakti, berkhidmat dengan suami, membangu...
16/09/2025

✨ Hidup adalah ladang amal.
Menjadi ibu yang mendidik anak, menjadi anak yang berbakti, berkhidmat dengan suami, membangun bisnis dengan niat yang lurus, menulis, berdakwah, dan berbagi ilmu—semua adalah bukti totalitas di jalan Allah. 🌿

Karena setiap peran adalah amanah, dan setiap langkah adalah ibadah bila ditujukan untuk-Nya. 🤍

Gamis dan Khimar set by


Address

Palu
94223

Telephone

+6285242830900

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Rumah Produksi Nagaya Hijab posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Rumah Produksi Nagaya Hijab:

Share