15/11/2025
“Segelas Teh Hangat”
Pagi itu, Sari merasa lelah. Semalam ia tidur larut karena harus menyelesaikan pesanan jajanan. Badan rasanya berat, pikiran pun campur aduk. Ia duduk di dapur, memandangi gelas kosong tanpa semangat.
Tiba-tiba suaminya datang membawa segelas teh hangat. “Kamu capek ya?” katanya pelan. Sari terdiam. Ia tak minta apa pun, tapi suaminya peka sekali hari itu. Segelas teh itu sederhana, tapi rasanya menenangkan seperti pelukan.
“Kerjaanku banyak,” ucap Sari lirih. Suaminya tersenyum, “Santai… yang penting kamu nggak lupa istirahat. Kita jalanin bareng-bareng.”
Sari tersenyum kecil. Rasanya, lelahnya berkurang separuh hanya karena satu perhatian kecil.
Kadang kita lupa… bahwa cinta tidak selalu datang dalam bentuk hadiah besar. Kadang cinta itu hanya segelas teh hangat, perhatian kecil yang membuat hati kembali kuat.