06/03/2017
Bunda, Ternyata Penting Lho Tidur Siang Bagi Anak
Rasanya hampir semua orang tua akan mengalami masa-masa penuh drama, ketika ajakan tidur siang kepada anak akan dianggapnya sebagai ‘hukuman’. Entah kenapa, tapi hal ini memang kerap terjadi pada anak di usianya yang baru memasuki 2 tahun. Padahal, Anda pun pasti tahu bahwa di usianya ini anak masih membutuhkan banyak tidur, termasuk di siang hari. Menurut Kim West, MD., sleep coach dari Annapolis, Maryland, sekaligus penulis buku The Sleep Lady Good Night, Sleep Tight: Gentle Proven Solutions to Help Your Child Sleep Well and Wake Up Happy, saat tidur, anak akan merekam kembali di otak semua hal yang sudah dipelajari sebelumnya. Tentu saja hal ini akan memudahkannya mengakses kembali ingatan tersebut saat terbangun nanti.
Menurut West, tumbuh kembang anak akan lebih maksimal lagi bila ia terbiasa tidur siang dan tidur nyenyak sepanjang malam. Karena di saat tidur, tubuh anak akan memproduksi hormon pertumbuhan yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya (artinya: anak yang cukup istirahat akan lebih jarang sakit!). Kurangnya waktu tidur pada anak juga sering kali dihubungkan dengan masalah kesehatan. Sebuah studi yang dilansir oleh Archives of Pediatrics & Adolescent Medicine menyebutkan bahwa anak di bawah usia 5 tahun yang tidak bisa tidur malam dengan nyenyak (sekitar 10 – 12 jam), memiliki risiko tinggi terkena obesitas, yang dapat membawanya ke masalah kesehatan lainnya seperti diabetes dan penyakit jantung.
Hasil serupa juga didapat dari penelitian yang dilakukan oleh Elsie Taveras, Ph.D., dari Harvard yang menyatakan bahwa bayi yang tidur kurang dari 12 jam sehari memiliki risiko dua kali lebih besar untuk mengalami kelebihan berat badan. Selain itu, Anda pasti juga menyadari kalau anak menjadi lebih sulit diatur dan lebih rewel ketika ia kurang tidur. Itu sebabnya, menurut Robert Beckerman, M.D., dokter spesialis gangguan tidur dari Children’s Mercy Hospitals and Clinics, Kansas City, Missouri, anak-anak, terutama yang memiliki gangguan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) atau gangguan hiperaktif, harus mendapatkan tidur siang yang berkualitas. Tidur yang berkualitas akan memengaruhi kemampuan anak untuk berkonsentrasi, mengerti, bahkan melakukan hal yang mudah sekalipun.
Sebuah penelitian yang dilakukan University of Southern Missisipi yang mengamati laporan dari para orang tua, menemukan bahwa anak usia 4 – 5 tahun yang tidak pernah tidur siang ternyata memiliki tingkat hiperaktif yang lebih tinggi, mudah gelisah, dan depresi dibanding anak yang tidur siang setidaknya seminggu sekali.
(parenting.co.id)
WAJIB DIBACA DAN DIKETAHUI OLEH SETIAP ORANG TUA DAN PENDIDIK
MENGAPA BEGITU BANYAK ANAK YANG DINYATAKAN BERMASALAH DENGAN BELAJAR DAN TIDAK BERPRESTASI DI SEKOLAH ?????
Para orang tua yang berbahagia, suatu hari saya pernah kedatangan orang tua yang mengeluhkan anaknya yang di sekolahnya tidak pernah bisa menyelesaikan tugas gurunya dengan tepat waktu, bila ujian ia pun tidak mampu untuk menyelesaikannya, atau diselesaikan tapi melompat-lompat.
Saya khawatir sekali jika dia nanti jadi anak gagal....lalu ibu ini terdiam tidak melanjutkan kata-katanya.
"Trus saya harus bagaimana dan berbuat apa d**g Ayah Edy ?" begitu katanya memelas.
Kami berusaha untuk menenangkan sang ibu, lalu kami jelaskan bahwa menurut pengalaman kami, anak tidak bisa menyelesaikan tugas disekolah dapat disebabkan oleh beberapa hal: pertama adalah karena si anak mengalami kesulitan dalam memahami tugas yang diberikan gurunya karena gurunya kurang sabar menjelaskannya.
Kemungkinan kedua adalah karena si anak memiliki kecenderungan berpikir dengan menggunakan otak kanannya. Apa artinya.... ya seorang anak otak kanan adalah anak yang mendapatkan berkah dari Tuhan memiliki kemampuan untuk menjadi orang-orang kreatif yang mungkin berprofesi dibidang seni ataupun sains.
Dalam kasus ini seorang anak yang lebih dominan otak kanannya, pada saat berpikir dia lebih banyak mengunakan kemampuan kreatif dan seninya, oleh karena kemampuan seni yang utama maka pekerjaannya sangat tergantung pada inspirasi dan ketenangan jiwanya, semakin tenang maka semakin cepat ia menyelesaikannya.
Seorang seniman lukis misalnya dalam melukis sebuah Maha Karya, tidak dapat dibatasi oleh waktu dalam menyelesaikannya, melainkan hanya tenggat waktu maksimum penyelesaian karya yang bisa disebutkan. Seperti juga seorang seniman, oleh karena itu seorang anak otak kanan yang mengerjakan tugas tanpa batas waktu akan mampu menyelesaikannya dengan baik, bahkan terkadang lebih cepat dari waktu yang telah ditetapkan.
Berdasarkan penelitian, anak yang cenderung berotak kanan adalah anak yang otak belahan kanannya lebih dominan dalam berpikir ketimbang belahan otak kirinya. Dan Roger Sperry seorang peneliti otak menemukan bahwa otak manusia bagian berpikir tingkat tinggi terbagi kedalam 2 belahan yakni belahan kiri dan belahan kanan sesuai letak posisi tangan kita.
Masing-masing orang memiliki kecenderungan dominan yang berbeda dalam berpikir. Dari kedua belahan tersebut ada anak yang lebih dominan menggunakan otak kanan, ada yang seimbang tapi ada juga yang lebih dominan otak kiri.
Jika anda tidak percaya bahwa otak memiliki kecenderungan dominan bereaksi, mari kita lakukan test bersama, begini caranya ..
coba angkat kedua tangan anda....
kemudian goyang-goyangkan dan lemaskan jemari-jemari tangan anda...., lalu kemudian pertemukan jemari tangan kanan dengan jemari tangan kiri sehingga persis dalam posisi orang yang hendak berdoa atau memohon. (lihat gambar dibawah)
Nah setelah jemari anda saling menggenggam coba lihat posisi ibu jari yang berada paling atas..?
Apakah ibu jari tangan kiri atau ibu jari tangan kanan...?
Jika ibu jari kiri yang di atas maka anda adalah dominan otak kiri dan sebaliknya.
Mangapa? Karena otak kiri manusia itu mengendalikan tangan kanannya, dan ketika otak kiri kita yang dominan maka tangan kanan kita menjadi lebih dominan dari tangan kiri, pada saat kita melakukan test ini maka tangan kanan kita yang dominan (otak kiri dominan) akan lebih dulu MENGUNCI tangan kiri hingga IBU JARI TANGAN KIRI KITA akan tertinggal dibagian atas seperti contoh gambar dibawah ini.
Lalu lakukan test ini pada orang lain baik pasangan, keluarga, anak-anak atau teman-teman kita yang sedang bersama kita saat ini,
Coba lakukan hal yang sama...., perhatikan apakah hasilnya sama pada setiap orang...
Jika ternyata hasilnya berbeda antara kita dan orang lain, itulah cara sederhana untuk membuktikan bahwa otak kita memiliki kecederungan yang berbeda dalam berpikir.
Anak yang dominan otak kanannya cenderung memiliki kemampuan kreatifitas yang sangat tinggi, dan biasanya bekerja berdasarkan insting dan inspirasi. Hal inilah yang menyebabkan seorang anak otak kanan sulit sekali dengan target-target waktu yang ketat.
Jadi saya jelaskan pada ibu ini, bahwa gejala ini sebenarnya sangat lumrah pada anak yang cenderung dominan otak kanannya. Mengapa anak otak kanan sering tidak mampu menyelesaikan tugas-tugas yang diberikannya dengan batas waktu yang ketat, karena pikirannya bekerja berdasarkan inspirasi, imaginasi dan seni.
Oleh karena itu jika kita ingin seorang anak otak kanan mampu menyelesaikan sesuatu maka jangan berikan target waktu, tapi berikanlah ketenangan dan kebebasan untuk menyelesaikannya. maka ia bisa lebih cepat selesai.
Orang-orang yang saat ini berprofesi di bidang-bidang yang mengandalkan kreatifitas sebagian besar masih memiliki ciri-ciri seperti ini, ya ciri-ciri yang dibawanya sejak kecil sebagai anak yang dominan menggunakan otak kanannya.
Dan setelah mendengarkan penjelasan tersebut si ibu ini nampak menjadi jauh lebih tenang dan mengangguk-anggukan kepalanya. Semoga saja ini pertanda positif bagi orang tua ini juga bagi anaknya.
Ciri-ciri umum anak dominan otak kanan:
1. Terlambat bicara dibandingkan anak seusianya
2. Sulit Membaca terutama membaca bersuara
3. Lebih s**a ujian Lisan dari pada ujian tertulis
4. Tidak bisa diberi tugas yang dibatasi oleh waktu (cepat panik dan tidak selesai).
5. Kurang s**a mengerjakan tugas-tugas yang diperintah melainkan memilih sendiri apa yang ingin dikerjakannya.
6. Sulit mengeja suku kata
7. Sulit mengerjakan soal-soal matematika logika/rumus-rumus terkadang lebih mudah soal cerita atau perlu dengan asosiasi atau contoh-contoh nyata.
8. Sering memandang ke atas dan terlihat seperti melamun (Terbengong/day dreaming)
9. Pada saat berpikir bola matanya bergerak-gerak
10. Kurang s**a mencatat (karena proses mencatat menghambat proses visualisasi)
11. Sering membaca terbalik-balik
12. Sulit membedakan huruf d dan b
13. Cenderung lebih s**a membuat gambar-gambar.
14. Sering membaca melompat dan beberapa kata tertinggal atau terlompati
15. Bisa membaca dari belakang atau dengan urutan terbalik
16. Jika berbicara tidak runtut dan sistematis
17. Sulit mengungkapkan keinginannya dalam bentuk kata/kalimat
18. Cenderung sensitif dan sangat emosional
19. Sering bicara tidak nyambung dengan pertanyaan
20. Cepat hafal tempat/lokasi dan rute perjalanan
21. Kadang s**a berkhayal dan menceritakan fantasinya
22. Konsentrasi rendah pada pekerjaan yang kurang dis**ainya
23. Konsentrasi tinggi dan lama pada hal-hal yang menarik minatnya.
24. Lebih s**a benda/buku yang berwarna-warni
Cara Bekerja otak kanan:
1. Kreatif --> ingin mengetahui hal-hal baru dan menemukan cara-cara baru yang tidak konvensional, melihat alternatif solusi dari berbagai permasalahan.
2. Spasial Tiga Dimensi, mampu melihat dan membayangkan sesuatu secara tiga dimensi; bisa melihat dari kanan ke kiri, atas ke bawah dan sebaliknya. serta membolak balik huruf, angka dan gambar.
3. Memori Fotografi, mampu merekam informasi dalam bentuk gambar-gambar baik dalam bentuk diam atau seperti film yang bergerak. Memiliki papan layar di otaknya.
4. Art --> melihat sebuah pekerjaan sebagai proses seni yang mengandalkan rasa dan estetika yang sering kali tidak bisa dibatasi oleh waktu dan bekerja berdasarkan inspirasi dan mood.
5. Deduktif --> terlebih dahulu harus melihat gambaran besarnya atau hasil akhirnya baru bergerak menyusun langkah demi langkah dan tahapan prosesnya.
6. Random --> Menyusun dan mengolah informasi secara acak, sehingga penyampaian informasinyapun cenderung tidak sistematis.
7. Visual --> Bekerja dalam bentuk gambar; sering kali sulit menuangkan ide gambarnya tersebut kedalam kalimat atau kata-kata yang dipahami.
8. Global --> Lebih menyukai gambaran umum dan kurang menyukai hal-hal detail.
9. Mind Mapping --> Lebih s**a dan gampang menulis dalam bentuk pola gambar seperti peta.
10. Model Estetika --> Menilai sesuatu berdasarkan cita rasa dan estetik seni bukan fungsi dan kegunaan.
11. Moody --> Kemampuan berpikir dan bekerja yang sangat dipengaruhi oleh Emosional dan perasaan.
12. Spontan --> Melakukan hal atau sesuatu secara spontan berdasarkan dorongan emosional sesaat. Sering melakukan tindakan dan mengambil keputusan diluar rencana
13. Picky Job --> Hanya mau mengerjakan hal-hal yang menarik perhatiannya. Tidak mudah di suruh/diperintah.
14. Un limited time --> Jika sudah asyik terhadap satu bidang lupa waktu.
15. Konklusif --> Menarik kesimpulan umum dari kepingan-kepingan informasi.
16. Eksekusi 2 langkah --> Merekam informasi baru memaknainya.
17. Inspirational --> bekerja berdasarkan datangnya inspirasi bersifat dadakan dan tidak terencana.
Perbandingan Kerja Otak Kiri dan Kanan:
a. Simbol vs Gambar
b. Runtut/Sekuen vs Acak/Random
c. Logika vs Kreatif/Seni
d. Detail ke Global vs Global ke detail.
e. Setahap demi setahap vs Langsung
f. Proses then memori vs memori then proses
g. Duplikasi vs imaginasi
h. Teratur vs acak dan melompat-lompat
i. Analisis mengurai vs Analisis Kesimpulan
j. Tenggat Waktu vs Bebas Waktu
k. Rencana vs Inspirasi
l. Objek Hitam Putih vs Objek yang berwarna warni
Perbedaan Kombinasi Kontinum Otak dan Indera dominan
a. Otak Kiri dengan sensori Visual --> Cenderung Diam, Tegas, Berpikir Runtut, Logika bagus
b. Otak Kiri Auditori --> Cenderung Bicara, S**a berdebat, Logika bagus, cepat menghafal
c. Otak Kiri Kinestetik --> Cenderung diam, Lincah bergerak, Berpikir runtut, logika bagus
d. Otak Kanan Visual --> S**a menghayal, kuat mengingat, cenderung diam, sulit mengeja, s**a menggambar, kurang s**a mencatat.
e. Otak Kanan Auditori --> S**a bicara, Bicara acak, Bicara khayalan, s**a berhandai-handai..., sulit mengeja tapi s**a bicara,
f. Otak Kanan Kinestetik --> Cenderung diam, terus bergerak, bergerak tak beraturan, sering melakukan hal-hal yang penuh resiko, pandai membuat sesuatu karya tangannya
Membantu Anak Otak Kanan belajar:
1. Temukan minatnya dan mulai mengajari apapun melalui hal yang menarik minatnya. Jika ia s**a mobil bicaralah mulai dari mobil dsbnya.
2. Jika ia ingin belajar sambil bergerak-gerak maka ijinkanlah ia malakukan itu
3. Jelaskan untuk apa kita harus mempelajari sesuatu agar dia bisa melihat gambaran besar dan tujuan akhirnya.
4. Gunakan alat peraga dan contoh-contoh ilustrasi untuk mengambarkan apa yang sedang anda jelaskan misalnya konsep tambah, kurang dan bagi.
5. Latihlah kecepatan untuk Visualisasi dan kemampuan merekam gambar .
a. Latihan tahap dasar visualisasi; misalnya membayangkan sebuah aktivitas yang dilakukan seperti; berangkat ke sekolah, mengerjakan sesuatu dirumah dsb, persis seperti proses hipnoteraphy. Bayangkan kamu sekarang malangkah menuju lemari es, bayangkan sekarang kamu buka, tolong ambilkan mama jeruk dan susu, kemudian tuangkan susunya kedalam gelas, bawa gelas berisi susu dan jeruk itu ke kamar mama. Jika anak anda sudah bisa mengulangi prosesnya secara runtut artinya dia sudah mulai terlatih kemampuan visualisasinya.
b. Latihan tahap lanjutan visualisasi mengingat gambar; Minta dia melihat gambar dan anda sebutkan namanya; minta ia memejamkan mata; tanya apakah gambar itu sudah muncul di bayangan pikirannya.
c. Latihan Lanjutan Visualisasi mengingat Angka dan urutannya, Latihan ini dimulai dengan mengingat angka 1 s/d 10 satu demi satu, perlihatkan gambar angka 1 s/d 10 satu persatu, kemudian setelah ia berhasil mengingatnya minta anak anda untuk mengurutkan dari depan kebelakang, setelah itu minta ia mengurutkannya dari 10 ke 1, jika berhasil maka dia sudah mulai terlatih untuk menggunakan kemampuan unggulnya.
d. Latihan Lanjutan Visualisasi mengingat Huruf dan urutannya, Latihan ini dimulai dengan pengenalan huruf satu demi satu; dengan metode mata terpejam, apabila ini sudah terekam maka mintalah anak anda untuk mengurutkan 10 huruf pertama dari depan dan dari belakang. Terus berlanjut.
Sumber: Komunitas Ayah Edy
Semoga bermanfaat bunda....
➡ VITABUMIN MENINGKATKAN NAFSU MAKAN & BERAT BADAN ANAK--TERBUKTI !!
VITABUMIN, Madu Albumin Anak—Pertama di Indonesia! Perpaduan Madu + Ekstrak Albumin Ikan Gabus, diperkaya Temulawak. Formula anak usia 1- 12 tahun untuk: Menambah nafsu makan, meningkatkan imunitas, menambah berat badan anak, suplemen anak penderita flek / TBC, meningkatkan daya ingat, kecerdasan, dan pemercepat penyembuhan semua penyakit pada anak terutama demam, flu dan batuk serta untuk terapi anak penderita autis.
➡ Manfaat Vitabumin untuk tumbuh kembang anak:
▪ Penambah Nafsu Makan Anak
▪ Penambah Berat Badan
▪ Meningkatkan Kekebalan Tubuh
▪ Meningkatkan Kecerdasan Otak
▪ Obat Demam
▪ Obat Batuk
Buruan invite..ada PROMO menarik untuk Bunda..!!
Harga Rp. 60.000,- (online)
➡ RESMI IJIN POM VITABUMIN: POM TR 153 686 301
➡ TESTIMONI PENGGUNA VITABUMIN – MADU ALBUMIN ANAK :
1. “Si kecil s**a sekali dengan Vitabumin, bunda. Semenjak si kecil mengkonsumsi vitabumin, jadi jarang kena batuk pilek”. – Nisa(Jakarta)
2. “Sekarang si kecil meningkat nafsu makanya, bobotnya juga naik. Padahal kemaren susah naiknya, 2 bulan lagi selesai minum obat flek dokter bun, mohon doanya , Saya jadinya pesan 5 sekalian ya bun.”- Bunda Lia (Purwokerto)
3. “Alhamdulilah anaku cocok dengan Vitabumin, bun. Sekarang makanya banyak, bobotnya juga naik 2 kg sejak beli kemaren Saya dan Ayahnya seneng banget, bun, makanya saya pesan lagi. “– Bunda Hannah (Jakarta)
INFORMASI DAN PEMESANAN:
085-799-425-699 / BBM 5c7dfaaa (CS Mila)
085-743-703-226 / BBM 56c89c12 (CS Nur)
089-648-285-623 / BBM 57e98b74 (CS Arna)
Atau Line di yue0831y (pakai @)
Atau klik di http://line.me/R/ti/p/%40yue0831y
Hati-hati Vitabumin palsu atau tiruan...!!!