28/04/2024
DETEKSI DINI KANKER SERVIKS DENGAN PAPSMEAR
Kanker Leher Rahim atau kanker serviks adalah keganasan yang terjadi pada leher rahim (serviks) yang merupakan bagian terendah dari rahim yang menonjol ke puncak liang va**na.
Penyebabnya belum diketahui secara pasti, tetapi 95% kasus ditemukan (Human Pappiloma Virus) positif.
Kanker Leher Rahim merupakan kanker peringkat pertama angka kejadian kanker di Indonesia.
Gejala pada tahap pra kanker /dini biasanya belum timbul. Kalaupun timbul, biasanya berupa keluar keputihan yang tidak khas.
Pada tahap selanjutnya dapat ditemukan gejala seperti :
路 sesudah senggama
路 /cairan encer berbau
路 Perdarahan di luar siklus haid
路 Perdarahan sesudah menopause
路 Nyeri daerah panggul
BEBERAPA FAKTOR RISIKO PENYEBAB KANKER SERVIKS :
a). Menikah atau melakukan hubungan seksual pada usia muda (< 17 tahun).
b). Sering berganti-ganti pasangan seksual dan berhubungan seksual dengan pria yang sering berganti-ganti pasangan seksual.
c). Riwayat infeksi berulang di daerah kelamin atau radang panggul.
d). Wanita yang sering melahirkan
d). Wanita perokok memiliki risiko dua kali lebih besar dibandingkan wanita bukan perokok.
Untuk Deteksi Awal Kanker Leher Rahim, dengan melakukan Papsmear.
Papsmear adalah pemeriksaan leher rahim (serviks) menggunakan alat yang dinamakan , yang dilakukan oleh bidan ataupun ahli kandungan.
Pemeriksaan ini untuk mengetahui adanya HPV ataupun sel karsinoma penyebab Kanker Leher Rahim.
Pemeriksaan ini murah, cepat dan dapat dilakukan di pelayanan kesehatan terdekat seperti : Puskesmas, Rumah Bersalin, Rumah Sakit, Bidan, Klinik, Praktek dokter.
Pemeriksaan ini dapat dilakukan kapan saja, kecuali sedang haid atau sesuai petunjuk dokter.
Papsmear sebaiknya dilakukan 1 kali setahun oleh setiap wanita yang sudah melakukan hubungan seksual.
Apabila hasil pemeriksaan positif, yaitu terdapat sel-sel yang tidak normal, sebaiknya konsultasi kepada petugas kesehatan terdekat untuk dilakukan pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut oleh ahli kandungan.
Lakukan Papsmear secara rutin agar Kanker Leher Rahim lebih cepat ditemukan dan lebih besar kemungkinan sembuh.
TINDAKAN PREVENTIF MENGHINDARI KANKER SERVIKS:
1). TINDAKAN TRADISIONAL : Pola Hidup Sehat, Berhenti merokok.
2). VAKSINASI WAJIB :
Remaja Putri merupakan target ideal untuk mendapatkan Vaksinasi Kanker leher rahim.
Vaksinasi ini bisa dilakukan untuk wanita segala umur, tetapi ada syaratnya yaitu Tidak ada kontak seksual, Kondisi leher rahim normal, dan tidak ada Lesi pra Kanker.
Di negara USA, usia ideal perempuan untuk divaksinasi antara usia 9 tahun hingga 13 tahun.
Pemberian Vaksin dilakukan 3 kali berturut-turut. Setelah Vaksin pertama, dua bulan berikutnya pasien harus kembali untuk Vaksinasi kedua. Vaksin ketiga atau terakhir berjarak enam bulan kemudian.
Note :
Speculum adalah alat medis berbentuk paruh bebek yang digunakan oleh penyedia layanan kesehatan untuk melihat bagian dalam tubuh untuk mendiagnosis atau mengobati penyakit, seperti untuk pemeriksaan va**na, yang digunakan oleh Ginekolog untuk membuka dinding va**na dan memeriksa va**na dan (leher rahim).
Dari berbagai sumber.