15/07/2026
....!!!
Bismillah...
Ini lanjutan nya...
Sang istri menelepon untuk memastikan bahwa suaminya telah sampai dengan selamat.
Namun tidak ada jawaban.
Ia menelepon lagi, telepon berdering, tetapi tetap tidak ada jawaban.
Rasa cemas mulai menggerogoti hatinya.
Ini bukan kebiasaan suaminya.
Ia menelepon lagi, sekali, dua kali, tiga kali...
Tetap tidak ada jawaban.
Setelah beberapa jam, akhirnya sang suami menelepon.
Istri menjawab dengan penuh kekhawatiran:
"Apakah kamu sudah sampai dengan selamat?"
Suami: "Ya, aku sudah sampai. Alhamdulillah."
Istri: "Kapan kamu sampai?"
Suami: "Sekitar 4 jam yang lalu."
Istri dengan marah berkata:
"Empat jam yang lalu?! Kenapa kamu tidak meneleponku?"
Suami: "Aku sampai dalam keadaan sangat lelah, lalu tidur sebentar..."
Istri berkata:
"Hanya beberapa menit saja untuk meneleponku tidak akan membuatmu semakin lelah. Bukankah kamu mendengar dering telepon saat aku meneleponmu?!
Dan kenapa kamu tidak menjawabnya? Apa kamu tidak peduli kepadaku?"
Suami: "Tentu aku peduli. Tetapi kemarin engkau juga tidak menghiraukan ketika mendengar azan, panggilan Allah."
Sang istri menahan air matanya. Setelah terdiam sejenak, ia berkata:
"Ya, kamu benar. Aku minta maaf."
Suami berkata:
"Bukan aku yang harus memaafkanmu. Mintalah ampun kepada Allah dan jangan mengulanginya lagi. Karena yang paling aku inginkan adalah agar Allah mengumpulkan kita di sebuah istana di surga, tempat kita memulai kehidupan yang abadi."
Sejak saat itu, ia tidak pernah lagi menunda satu shalat wajib pun.
Orang yang benar-benar mencintaimu adalah orang yang mendorongmu maju di jalan menuju Allah.
(saat dia pergi kelak akan terasa manis segala nasehatnya,,,dan terasa ingin melakukan nya semua nasehat nya,,,dengan ikhlas,,tidak terasa berat saat dia ada)
Semoga Allah merahmati penulis aslinya 🤍
Baarakallahu fiikum