Toko Tani Jaya

Toko Tani Jaya Aneka Fashion Trendi & Kekinian

70 Ribu Hektare Lahan Pertanian RI Lenyap Tiap Tahun!Indonesia menghadapi tiga persoalan utama berkaitan dengan pertania...
27/12/2024

70 Ribu Hektare Lahan Pertanian RI Lenyap Tiap Tahun!

Indonesia menghadapi tiga persoalan utama berkaitan dengan pertanian. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menjelaskan, ketiga persoalan itu adalah turunnya produktivitas, petani yang semakin menua, serta lahan baku yang terus susut.
Menurut Moeldoko, lahan baku pertanian Indonesia hilang 50-70 ribu hektare setiap tahun. Saat ini luas lahan baku pertanian di Tanah Air adalah 45 juta hektare.

"Penurunan luas lahan baku itu yang semakin mengkhawatirkan, karena kurang lebih 50-70 ribu (hektare) setiap tahun terjadi pengurangan lahan baku. Luas lahan baku pertanian kita itu 45 juta menurut data, tetapi pengurangannya 50-70 ribu setiap tahun, itu luas lahan baku pertanian," katanya dalam konferensi pers di kantornya di Jakarta Pusat, Rabu (2/10/2024).

Sementara itu, Direktur Perbenihan Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Inti Pertiwi Nashwari menyebut pemerintah terus berupaya meningkatkan lahan pertanian. Ia mencontohkan program pembukaan sawah baru di Provinsi Kalimantan Tengah dan Papua Selatan.

"Kementerian Pertanian sedang bergerak untuk menambah area sawah baru di Kalimantan Tengah dan Merauke," sebut Inti.

Sebagai informasi, pemerintah bersiap merealisasikan program cetak sawah seluas 1 juta hektare di Merauke, Papua Selatan. Rencananya program itu bakal dilaksanakan mulai tahun 2025.

Inti menambahkan, penggunaan teknologi modern akan diterapkan pada program pertanian pemerintah. Hal tersebut juga sebagai upaya menarik pemuda agar masuk ke sektor pertanian.

"Nah ini kami disana sudah full mekanisasi jadi tidak ada lagi becek-becekan secara harfiah gitu, tetapi kami menggunakan seluruhnya dengan mesin dari mulai pengelolaan lahan, penanaman sampai nanti panen itu semua sudah digunakan dengan mesin," ujarnya.

Kementan juga mengumpulkan komunitas pemuda untuk digerakkan la daerah pembukaan lahan tani. Lewat intensifikasi peningkatan produksi dengan mesin, maka hasilnya diharapkan lebih baik dibandingkan cara tradisional.

Budiman Sudjatmiko ke Kebumen, Upayakan Pengentasan Kemiskinan lewat Pertanian KelengkengKepala Badan Percepatan Pengent...
26/12/2024

Budiman Sudjatmiko ke Kebumen, Upayakan Pengentasan Kemiskinan lewat Pertanian Kelengkeng

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Selasa (24/12/2024). Budiman dijadwalkan mengikuti acara Haul Pon Pes Miftahul Anwar Pekeyongan Desa Podoluhur, Kecamatan Klirong. Setelah acara selesai, Budiman berdialog dengan sejumlah tokoh masyarakat yang mewakili Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Usai menghadiri haul, Budiman dan rombongan kemudian menuju lahan pertanian kelengkeng di Desa Lembupurwo Kecamatan Mirit. Baca juga: Penyusunan Data Tunggal Kemiskinan Dikebut, Budiman Sudjatmiko Pastikan Bisa Dipakai Awal 2025 Dalam kunjungannya tersebut Budiman mengatakan, BP Taskin kini berupaya mengentaskan kemiskinan melalui integrasi pertanian.

Upaya tersebut dilakukan dengan menggaet investor pertanian yang dikelola masyarakat miskin atau kelompok masyarakat. "Nanti kita identifikasi dulu dimana kantong-kantong kemiskinan, setelah itu nanti kita integrasikan dengan pertanian modern dengan menggaet investor," kata Budiman saat berdialog dengan petani kelengkeng Selasa (24/12/2024).

Budiman mengatakan, BP Taskin kini berupaya penih mendorong investasi di kantong-kantong kemiskinan. Tak hanya itu, pihaknya juga akan memfasilitasi kolaborasi para pegiat ekonomi dari kalangan miskin bersama para investor. "Skemanya sudah kita diskusikan, investasi di kantong-kantong kemiskinan di pertanian kelengkeng, di mana masyarakat miskin terlibat di dalamnya," kata Budiman di sela-sela meninjau perkebunan kelengkeng. Ia menambahkan, perkebunan kelengkeng di kantong-kantong kemiskinan di Kebumen ini akan dijadikan gerakan nasional. Perkebunan kelengkeng di Kebumen akan dijadikan prototipe di daerah lainnya.

"Kalau jni berhasil akan menjadi contoh untuk komoditi lainnya di seluruh Indonesia," kata mantan aktivis 1998 ini. Untuk mengentaskan kemiskinan kata Budiman, para petani harus juga mempunyai rumah yang layak huni. Untuk itu pemerintah juga akan menyediakan progam 3 juta rumah untuk masyarakat. "Dari keuntungan industri kelengkeng itu, kemudian digunakan para petani untuk mencicil rumah dari program-program pemerintah," kata Dia.

Zulkifli Hasan Tinjau Sawah di Subang, Petani Padi Minta Pupuk BersubsidiMenteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasa...
24/12/2024

Zulkifli Hasan Tinjau Sawah di Subang, Petani Padi Minta Pupuk Bersubsidi

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mendapatkan keluhan dari petani padi yang tidak mendapat pasokan pupuk bersubsidi dari pemerintah. Keluhan itu diterima Zulhas saat meninjau lahan pertanian PT Sang Hyang Seri di Desa Sukamandi, Subang, Jawa Barat, Kamis (31/10/2024). Keluhan disampaikan Ketua Kelompok Tani Sang Hyang Sri, Ipin Mansur, saat berdialog dengan Zulhas. “Berkaitan dengan swasembada pangan, saya mendukung program itu, Pak. Namun, kami sebagai para petani perlu diperhatikan dengan serius,” kata Ipin kepada Zulhas.

“Berkaitan dengan swasembada pangan, saya mendukung program itu, Pak. Namun, kami sebagai para petani perlu diperhatikan dengan serius,” ujar Ipin.

Ipin mengatakan bahwa kelompok tani yang ia kelola tidak mendapatkan pupuk bersubsidi dari pemerintah. “Kami di sini tidak mendapatkan subsidi, Pak. Tidak ada, Pak, tidak ada,” ucap Ipin. Ipin berharap ada kesetaraan bagi kelompok tani lain seperti Kelompok Tani Sang Hyang Sri agar mendapat pupuk bersubsidi. “Kami di sini tidak mendapatkan subsidi, Pak. Tidak ada, Pak, tidak ada,” kata Ipin. Menanggapi itu, Zulhas berjanji segera memberi alokasi pupuk bersubsidi bagi Kelompok Tani Sang Hyang Sri. “Ya sudah, Pak Arief (Kepala Bapanas), nanti kita ngomong sama Pak Mentan (Andi Amran Sulaiman) ya,” ucap Zulhas kepada Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo yang mendampingi kunjungan. Zulhas pun berjanji mengalokasikan pupuk sebanyak 1.300 ton. sebagai informasi, alokasi kuota pupuk bersubsidi telah ditambah dari 4,7 juta ton menjadi 9,55 juta ton pada 2024. Dalam kesempatan itu, Zulhas juga ikut memanen padi menggunakan sabit maupun combine harvester di lahan pertanian PT Sang Hyang Seri. Lahan seluas 3.200 hektar dikelola para petani PT Sang Hyang Seri yang bekerja sama dengan Tani Optima untuk penyediaan bibit dan teknologi. “Harapan tahun depan panen (gabah) bisa mencapai dua digit, 10 ton per hektar,” kata Direktur Utama Tani Optima Budi Tanaka.

Kisah Petani Muda Aceh Utara Hidup Sejahtera dari Pertanian ModernMarwan, petani muda asal Lhoksukon, Aceh Utara berhasi...
23/12/2024

Kisah Petani Muda Aceh Utara Hidup Sejahtera dari Pertanian Modern

Marwan, petani muda asal Lhoksukon, Aceh Utara berhasil meningkatkan kesejahteraan setelah menerapkan pertanian modern. Petani berusia 24 tahun petani muda asal Lhoksukon, Aceh Utara, mengaku mendapat penghasilan Rp20-30 juta per bulan dari kegiatannya sebagai operator alat mesin pertanian . Hal diungkapkannya di hadapan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman saat apel Brigade Pangan di Lhoksukon, Aceh Utara, Selasa,10 Desember 2024.

Menurut Marwan, dalam sehari ia bisa menyelesaikan 2 hektare lahan, dengan penghasilan kotor Rp6 juta atau penghasilan bersihnya perhari mencapai Rp1,5 juta. "Saya tidak menghitung rincinya, tapi kalau tidak ada kendala, sebulan bisa Rp20-30 juta," ungkapnya. Meski demikian, Marwan mengaku ada sejumlah kendala yang dihadapi. Di antaranya kondisi alam yang tidak menentu, seperti jika datang hujan. Menurut pengakuannya, jika hujan turun, padi akan basah dan dirinya tidak bisa mengoperasikan combine harvester untuk memanen padi.

Marwan merasa sangat bersyukur, bisa bergabung dengan brigade pangan. Pemuda asal Lhoksukon ini mengaku baru 6 bulan menjadi operator alsintan. "Sebelumnya saya cuma menganggur," sebutnya. Sementara itu, Mentan Amran mengapresiasi anak muda seperti Marwan mau terjun ke sektor pertanian. Apa yang ditunjukkan Marwan membuktikan sektor pertanian semakin menjanjikan untuk meningkatkan kesejahteraan.

"Di Timur Indonesia, di Merauke, ada (pemuda) Matius yang penghasilannya Rp20 juta per bulan, di sini (Aceh Utara) ada Marwan yang penghasilannya lebih," tegas Mentan Amran. Pada kesempatan tersebut, Mentan Amran mengajak masyarakat untuk terjun ke pertanian modern dengan menggunakan teknologi alat dan mesin pertanian karena terbukti bisa meningkatkan kesejahteraan. "Kami ingin muncul Marwan-Marwan baru di sini," kata Mentan Amran. Sebelumnya, Amran berkesempatan menghadiri Apel Brigade Pangan di Lapangan Kantor Bupati Aceh Utara, untuk memantau kesiapan dari 66 Kelompok Brigade Pangan yang telah terbentuk untuk menggarap dari target Optimasi Lahan yang ada untuk daerah Aceh. Mentan Amran menyebutkan terdapat 11.558 hektare untuk Provinsi Aceh dari luasan optimalisasi lahan sebagai penyokong cita-cita swasembada pangan.

Membantu Petani Sawit Rakyat Menembus Supply Chain Industri Jepang Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) gandeng Nissin Foo...
21/12/2024

Membantu Petani Sawit Rakyat Menembus Supply Chain Industri Jepang

Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) gandeng Nissin Foods Holdings-Japan bantu petani sawit meningkatkan kapasitas sehingga bisa masuk dalam supply chain industry Jepang.Dalam kerjasama ini, Desa Sugih Waras di Kecamatan Rambang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan menjadi pilot project untuk mendukung peningkatan kapasitas serta praktik berkelanjutan petani sawit skala kecil.

Peluncuran Program ini merupakan bentuk komitmen Nissin Foods Holdings sebagai perusahaan pembeli minyak sawit berkelanjutan di Jepang.Di Indonesia, program ini dijalankan melalui kerjasama dengan SPKS sebagai salah satu organisasi petani sawit yang memainkan peranan penting dalam mendukung pengelolaan kelapa sawit berkelanjutan di level petani skala kecil.

Ketua SPKS Nasional, Sabarudin mengapresiasi Nissin Foods Holdings dengan memulai investasi pada petani skala kecil dengan membangun supply chain yang berkelanjutan untuk pasar mereka di Jepang.

“Kami berharap agar rantai pasok perusahaan di Jepang dapat dipasok dari 100% petani sawit skala kecil yang traceable, bebas deforestasi dan lestari," ujar Sabarudin di Jakarta, Selasa (10/12/2024).

SPKS, lanjut Sabarudin, dapat menjadi pihak independen atau verifikator untuk memastikan ketelusuran rantai pasok sawit yang berkelanjutan untuk pasar di Jepang.

Lebih lanjut, Sabarudin berharap agar kerjasama antara petani kecil dan pembeli ini dapat mendorong kemitraan yang adil sehingga petani kecil memperoleh harga yang adil.

"Kerjasama ini dimulai dengan membangun pilot project bersama agar petani kecil masuk dalam supply chain industry Jepang di kemudian hari melalui pendekatan sertifikasi RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil)," bebernya.

Ketua SPKS Nasional, Sabarudin mengapresiasi Nissin Foods Holdings dengan memulai investasi pada petani skala kecil dengan membangun supply chain yang berkelanjutan untuk pasar mereka di Jepang.

“Kami berharap agar rantai pasok perusahaan di Jepang dapat dipasok dari 100% petani sawit skala kecil yang traceable, bebas deforestasi dan lestari," ujar Sabarudin di Jakarta, Selasa (10/12/2024).

SPKS, lanjut Sabarudin, dapat menjadi pihak independen atau verifikator untuk memastikan ketelusuran rantai pasok sawit yang berkelanjutan untuk pasar di Jepang.

Lebih lanjut, Sabarudin berharap agar kerjasama antara petani kecil dan pembeli ini dapat mendorong kemitraan yang adil sehingga petani kecil memperoleh harga yang adil.

"Kerjasama ini dimulai dengan membangun pilot project bersama agar petani kecil masuk dalam supply chain industry Jepang di kemudian hari melalui pendekatan sertifikasi RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil)," bebernya.

Sumber: https://ekbis.sindonews.com/read/1502241/34/membantu-petani-sawit-rakyat-menembus-supply-chain-industri-jepang-1734016348

Petani Rugi Rp3,23 Triliun, Mentan Tindak Oknum Perusahaan PupukMenteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menindak ...
20/12/2024

Petani Rugi Rp3,23 Triliun, Mentan Tindak Oknum Perusahaan Pupuk

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menindak 27 perusahaan pupuk yang melakukan pelanggaran. Langkah ini merupakan bagian dari upaya tegas memberantas korupsi dan mafia pangan.

“Sebanyak empat perusahaan yang memproduksi pupuk NPK terkategori palsu dan 23 perusahaan yang memproduksi pupuk di bawah standar komposisi pupuk yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian,” kata Mentan Amran saat konferensi pers di kantor pusat Kementan, Ragunan, Jakarta pada Selasa (26/11/2024)

Mentan Amran menyebut, akibat tindakan perusahaan-perusahaan tersebut, potensi kerugian negara mencapai kurang lebih Rp316 miliar. Sementara itu, total potensi kerugian petani diperkirakan mencapai Rp3,23 triliun.

Empat perusahaan yang telah terbukti menjual pupuk palsu tersebut kemudian masuk daftar hitam Kementan. Untuk tindakan lebih lanjut, Mentan Amran menyebutkan akan menyerahkan kepada pihak berwenang.

Dari sisi internal Kementan, Mentan Amran juga menonaktifkan 11 pegawai. Pegawai yang dinonaktifkan tersebut terdiri dari pejabat eselon II, pejabat eselon III, dan sejumlah staf yang terlibat.

DPR Apresiasi Langkah Mentan Amran Sulaiman Copot Pegawai hingga Cabut Izin Usaha Pupuk PalsuMenteri Pertanian (Mentan) ...
19/12/2024

DPR Apresiasi Langkah Mentan Amran Sulaiman Copot Pegawai hingga Cabut Izin Usaha Pupuk Palsu

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menindak tegas empat perusahaan pupuk telah mengedarkan pupuk palsu. Gebrakan Mentan pun mendapat pujian dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

“Gebrakan yang sangat luar biasa dari Pak Menteri Pertanian. Ketegasan inilah yang dibutuhkan para petani dan juga pertanian Indonesia,” ujar Anggota Komisi IV DPR RI Firman Subagyo, Minggu (1/12/2024).

Sebelumnya Mentan mencabut izin edar empat perusahaan pupuk yang terbukti memals**an mutu produknya. Kini, Elempat perusahaan tersebut sudah dilaporkan kepada pihak berwajib untuk diproses secara hukum.

Keempat perusahaan itu adalah CV Mitra Sejahtera Semarang yang mengedarkan Merk Sangkar Madu, CV Barokah Prima Tani Gresik yang mengedarkan merk Godhong Prima, PT Multi Alam Raya Sejahtera Gresik yang mengedarkan merk MARS dan PT Putra Raya Abadi yang mengedarkan merk Gading Mas.

Menurut Firman, tindakan Mentan Amran patut diacungi jempol karena bergerak cepat dan secara berani telah menyelamatkan petani dari gangguan pupuk palsu yang hampir beredar luas.

“Saya kira apa yang dilakukan Pak Menteri sudah menyelamatkan petani. Jadi Kalau ada pupuk palsu, ya harus ditindak tegas karena yang namanya pemalsuan itu merupakan pelanggaran hukum,” katanya.

Selain itu, Firman juga memuji keberanian Mentan Amran atas upaya bersih-bersih birokrasi di lingkungan kerjanya, di mana telah menonaktifkan 11 pegawai yang diduga terlibat pada peredaran pupuk ilegal. 11 pegawai yang dinonaktifkan terdiri dari pejabat eselon II, pejabat eselon III, dan juga staf.

“Sudah saatnya pemerintah bergerak cepat meningkatkan produksi dan mewujudkan swasembada seperti yang menjadi visi Presiden sehingga orang-orang yang menghambat cita-cita tersebut harus ditindak tegas,” katanya.

Dukung Swasembada Gula 2028, BNI dan SGN Salurkan KUR ke Petani TebuPT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menandatangan...
18/12/2024

Dukung Swasembada Gula 2028, BNI dan SGN Salurkan KUR ke Petani Tebu

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menandatangani kerja sama dengan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) dalam rangka penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan kredit BNI Wirausaha (BWU) kepada petani tebu. Program yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto ini dilakukan untuk mendorong kemandirian sektor pertanian dan juga mendukung target swasembada gula konsumsi pada 2028. Kolaborasi keduanya ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pemimpin Divisi Business Program BNI Sunarna Eka Nugraha dan Direktur Keuangan Sinergi Gula Nusantara Hariyanto dalam keterangan resmi pekan lalu. Melalui kerja sama ini, BNI akan menyalurkan KUR dan BWU kepada petani tebu yang telah bermitra dengan SGN.

Potensi pembiayaan kepada petani tebu rakyat mitra SGN sendiri mencapai Rp1,17 triliun, di mana SGN akan bertindak sebagai off-taker atau pihak yang membeli tebu hasil panen petani yang menerima KUR dan BWU dari BNI.

"Sebagai bank BUMN, kami berkomitmen untuk mendukung program prioritas pemerintah salah satunya ketahanan pangan nasional dan swasembada gula. Kerjasama ini menjadi momen yang spesial karena dapat mempererat dan memperkuat kolaborasi dalam mendukung program pemerintah," kata Direktur Retail Banking BNI Corina Leyla Karnalies yang turut hadir dalam acara ini. Program kerja sama ini juga akan memastikan agar para petani mendapatkan akses pembiayaan yang murah, mudah, disertai pendampingan yang cukup. "Mudah-mudahan kolaborasi ini semakin baik karena ini adalah awal dan akan kami tingkatkan terus. Dan ini akan menjadi salah satu wujud dari visi Indonesia yang berdaulat dalam sektor pangan," sambung Corina. Dalam kesempatan yang sama, Hariyanto mengatakan, penandatanganan perjanjian kerja sama ini merupakan kelanjutan dari kemitraan yang sudah terjalin antara BNI dan SGN sejak 2022.

Ia menambahkan p**a program penyaluran KUR dan BWU ini tidak hanya bertujuan mendukung tercapainya swasembada gula konsumsi nasional, tapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan begitu, petani dapat berkontribusi lebih besar dalam menggerakkan roda ekonomi. "85 persen bahan baku gula itu berasal dari petani, sehingga ekosistem yang dapat mendukung usaha petani itu menjadi sangat penting," ungkap Hariyanto. "Dampaknya terutama dalam penyaluran yaitu petani menjadi lebih sejahtera. Secara nasional, milestone yang terdekat adalah swasembada gula konsumsi tahun 2028," imbuh dia.

Inovasi Pupuk Petrokimia Gresik Sukses Genjot Kualitas Panen PetaniPetrokimia Gresik ikut ambil bagian dalam ajang Temu ...
17/12/2024

Inovasi Pupuk Petrokimia Gresik Sukses Genjot Kualitas Panen Petani

Petrokimia Gresik ikut ambil bagian dalam ajang Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) ###VIII yang diselenggarakan di Bali tanggal 2-6 Desember 2024 lalu. Sembilan Gugus inovasi Petrokimia Gresik yang berkompetisi di TKMPN antara lain GIO PHOSGREEN dengan menghasilkan inovasi penciptaan produk pupuk baru Phosgreen yang mampu meningkatkan kualitas atau mutu hasil panen. Kemudian GIO VISCOSE dan GIO RESTU dengan breakthrough innovation yang dapat meningkatkan keandalan pabrik.

Petrokimia Gresik juga mengirimkan GIO RAPID dengan inovasi yang mampu menurunkan komplain caking pupuk NPK. Berikutnya inovasi GIO SURFAKTAN dan GIO ONSPEC mampu meningkatkan kualitas produk Asam Sulfat dan Aluminium Fluoride.

Inovator selanjutnya GIO SSD yang telah menciptakan inovasi untuk menurunkan waktu laporan sounding tanki Pabrik III dan Sistem Saran (SS) GEZAN yang berhasil memanfaatkan limbah sludge Pabrik ZA II sebagai bahan baku substitusi kapur pertanian. Terakhir, SS POIN DRAUGHT SURVEY meningkatkan revenue perusahaan dengan menciptakan program poin draught survey di Departemen Pengelolaan Pelabuhan Petrokimia Gresik.

"Inovasi ini telah terbukti meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional perusahaan. Serta memberikan nilai tambah bagi Petrokimia Gresik. Kami senang bisa berbagi atau sharing inovasi bersama stakeholder di TKMPN sehingga menjadi inspirasi," kata Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (12/12/2024).

Terakhir, Dwi Satriyo mengatakan, pencapaian ini menjadi bukti jika kualitas inovasi yang diciptakan di Petrokimia Gresik semakin meningkat. Petrokimia Gresik tidak pernah berhenti untuk berinovasi karena inovasi sudah menjadi DNA bagi Insan Petrokimia Gresik.

"Gugus Inovasi kami berprestasi setelah berkompetisi dengan ratusan inovasi hebat dari perusahaan lain. Setidaknya ada 654 Gugus Inovasi berkompetisi di TKMPN tahun ini. Capaian ini akan terus memotivasi kami untuk semakin meningkatkan kualitas inovasi baik di level nasional maupun internasional," pungkas Dwi Satriyo.

Atas keikutsertaan tersebut, inovasi Petrokimia Gresik meraih "Top 3 Diamond" di ajang Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) ###VIII. Predikat perdana bagi Petrokimia Gresik ini didapatkan karena terdapat gugus inovasi perusahaan yang mendapatkan nilai tertinggi dari kategori tertinggi (Diamond) di ajang bergengsi tersebut.

Petrokimia Gresik berhasil membawa p**ang sembilan Diamond TKMPN. Top 3 Diamond ini diperoleh karena Gugus Inovasi Operasi (GIO) PHOSGREEN mendapatkan penilaian terbaik dari seluruh kategori Diamond yang dianugerahkan pada inovator malam itu.

Selain itu, gugus inovasi Petrokimia Gresik juga mendapat lima predikat Best Performance, satu Best Presentation, dan dua Most Favorite. Dengan demikian, total ada 18 penghargaan yang dibawa p**ang inovator Petrokimia Gresik dari TKMPN 2024 ini.

"Kami mengirimkan sembilan gugus inovasi untuk berkompetisi di TKMPN Bali. Alhamdulillah semuanya membawa p**ang Diamond dan masing-masing juga mendapatkan penghargaan ekstra. Paling membanggakan, untuk pertama kalinya salah satu gugus Petrokimia Gresik mendapatkan Peringkat Pertama Top 3 Diamond," tandas dia.

Pejabat Daerah Dilarang Jualan Alsintan, Mentan: Itu Uang RakyatMenteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menginstruksik...
16/12/2024

Pejabat Daerah Dilarang Jualan Alsintan, Mentan: Itu Uang Rakyat

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menginstruksikan seluruh kepala dinas dan jajaran terkait untuk memastikan bahwa bantuan alat pertanian, seperti traktor dan combine harvester, tidak disalahgunakan atau diperjualbelikan secara ilegal. Mentan menegaskan bahwa alat-alat tersebut merupakan aset negara yang harus dijaga dengan baik.

“Traktor jangan disimpan di tengah lapangan. Itu uang rakyat, harus dijaga baik-baik. Jika ada yang memperjualbelikan alat bantuan, segera laporkan ke saya, pasti akan kami proses,” ujar Mentan Amran dalam Rapat Koordinasi Swasembada Pangan di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (12/12/2024).

Langkah Tegas Kementan dan Polri
Untuk mencegah penyalahgunaan, Kementerian Pertanian telah bersurat kepada Polri guna menindak tegas pelaku yang memperjualbelikan bantuan alat pertanian.

Mentan Amran menyebutkan bahwa kasus penjualan combine harvester secara ilegal pernah dilaporkan dan langsung ditindak.

Selain itu, Mentan juga mengingatkan soal mafia pupuk palsu yang telah merugikan petani. “Kami tidak akan mentolerir mafia di kampung-kampung. Jika ada yang bermain, segera laporkan,” tegasnya.

Apresiasi untuk TNI AD dalam Percepatan Swasembada Pangan
Dalam rapat tersebut, Mentan Amran memberikan apresiasi kepada jajaran TNI AD yang telah berkontribusi besar dalam mendukung percepatan swasembada pangan.

Ia menegaskan pentingnya sinergi antara Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Balai Wilayah Sungai (BWS), dan Babinsa sebagai ujung tombak peningkatan produksi pangan.

“Kita harus bisa mengulang sejarah swasembada. Produksi di daerah harus ditingkatkan minimal dua kali lipat,” jelasnya.

TNI AD Dorong Inovasi untuk Ketahanan Pangan
Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), Letjen TNI Tandyo Budi Revita, menyatakan komitmen penuh TNI AD dalam mendukung program ketahanan pangan.

Ia mengusulkan keterlibatan satuan tempur atau batalion khusus untuk meringankan tugas Babinsa dalam mendukung swasembada.

“Jika hanya mengandalkan Babinsa, pasti berat. Harus ada satuan tempur atau batalion yang dapat dimanfaatkan untuk program ini,” kata Tandyo.

TNI AD juga mendorong inovasi dari seluruh komando distrik militer (Kodim) untuk mempercepat pengelolaan lahan dan irigasi. Lokasi seperti Merauke dan lahan rawa yang dioptimalkan dapat menjadi simbol kebangkitan swasembada pangan.

Kolaborasi Lintas Sektor
Kolaborasi antara Kementan, Kementerian Pekerjaan Umum, dan TNI AD diyakini akan memperkuat sinergi lintas sektor untuk mewujudkan swasembada pangan.

Letjen Tandyo menekankan pentingnya integritas dan pengabdian semua pihak dalam mendukung program ini.

“Integritas kita dipertaruhkan di sini. Kita harus bekerja bersama untuk mencapai ketahanan pangan nasional,” tutup Tandyo.

Awalnya Berprofesi Petani, Kini Pria Ini Sukses Menjadi Chef ProfesionalAkhir-akhir ini banyak orang memilih alih profes...
14/12/2024

Awalnya Berprofesi Petani, Kini Pria Ini Sukses Menjadi Chef Profesional

Akhir-akhir ini banyak orang memilih alih profesi sebagai petani. Tetapi berbeda dengan seorang chef yang justru keluar dari lahan dan masuk ke dapur.
Menggeluti suatu dunia profesi bertahun-tahun bukan hal yang mudah. Perasaan bosan, jenuh, atau juga yang sering dikenal dengan istilah burn out menjadi momok yang menakutkan.

Tak heran jika beberapa orang akhirnya nekat menantang dirinya untuk menghadapi tantangan yang baru. Akhir-akhir ini banyak media yang mengisahkan pengusaha hingga profesor alih profesi sebagai petani karena merasa lebih tenang saat berada di ladang.

Tetapi hal ini justru berubah 180 derajat untuk chef asal Nigerian. Michigan Public (10/12) membagikan kisah Prej Irogbu yang keluar dari zona nyamannya sebagai seorang petani.

Irogbu awalnya menggemari memasak dengan skala rumahan dan sekadar memasak untuk keluarganya. Sampai suatu hari ia mencoba memasak lebih banyak dan memiliki ide untuk mulai mengoperasikan food truck.

"Aku lahir dari 7 orang anggota keluarga. Kami sangat miskin, tetapi kami selalu memiliki apa yang kami butuhkan. Jadi, ketika kami lapar, beruntungnya ada pertanian yang kami miliki. Sayangnya aku tidak terlalu s**a bertani," ujar Irogbu.

Bisnis kuliner pertamanya dimulai dari ketika mencoba untuk menjual sisa makanan yang dimasak pada kedai kecil pinggir jalan. Tak disangka rasa masakan yang enak dan keahliannya dalam menyajikan makanan akhirnya dipercaya oleh orang-orang di sekitarnya.

Sampai akhirnya nama Irogbu terdengar pada telinga sebuah perusahaan minyak yang mempekerjakannya sebagai chef pada kapal mereka. Irogbu mulai merasa bangga sekaligus puas ketika lebih banyak orang menikmati dan menyukai makanan buatannya.

Kuliah di Wayne State University, Detroit, Amerika Serikat membuatnya kesulitan untuk mencari makanan otentik asli Nigeria. Irogbu kemudian berpikir mengapa tidak dirinya yang menyajikan makanan tersebut? Keahliannya memasak akhirnya berubah menjadi bisnis food truck sederhana mengawali karirnya sebagai wiraswasta.

Menu yang dihadirkannya saat itu hanya sekadar egusi, olahan kambing dan domba, hingga menu-menu vegetarian. Makanan yang disajikan Irogbu diterima baik oleh masyarakat Detroit.

Menekuni dunia bisnis kuliner dengan ulet dan konsisten akhirnya membawa Irogbu pada kesempatan untuk mengembangkan bisnisnya. Ada restoran yang baru saja diresmikan dengan nama Calabash di Detroit yang menyajikan fasilitas makan keluarga dengan nyaman bergaya Nigeria.

Ia menerapkan aturan untuk melepas alas kaki, mencuci tangan dan makan dengan tangan, hingga tempat duduk untuk tamu yang hampir lesehan pada lantai. Tetapi ia merasa senang karena akhirnya nasib dirinya menjadi petani dapat berubah sesuai minatnya berkat usaha keras dari diri sendiri.

Cara Mahasiswa Bawa Petani Lembang Naik Kelas dengan TeknologiBandung Barat - Sebanyak 13 petani dan pemuda dari Karang ...
13/12/2024

Cara Mahasiswa Bawa Petani Lembang Naik Kelas dengan Teknologi

Bandung Barat - Sebanyak 13 petani dan pemuda dari Karang Taruna di wilayah Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendapatkan pembekalan penggunaan teknologi hasil pertanian.
Seperti alat untuk mengolah sampah cair, lalu alat pengolahan minyak atsiri, sistem pemantauan tanaman hidroponik, dan prototipe pembangkit listrik tenaga air berbentuk kincir.

Pembekalan penggunaan teknologi untuk menunjang produktivitas pertanian itu menjadi salah satu program dari mahasiswa yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) serta dosen Politeknik Manufaktur Bandung. Dalam kegiatan itu juga terlibat dosen ITB, Dr.Ing.H. Suparno Satira, DEA.

"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pengelolaan limbah pertanian yang baik serta memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi oleh petani," kata Rizqi Aji Pratama, dosen Politeknik Manufaktur Bandung saat dikonfirmasi, Kamis (12/12/2024).

Dalam pelatihan tersebut para petani dikenalkan pada penggunaan alat pengolahan sampah cair. Kemudian diberikan sosialisasi mengenai berbagai teknologi pengolahan hasil pertanian lainnya.

"Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya meningkatkan kualitas lingkungan dan produktivitas pertanian," ujar Rizqi.

Salah satunya Ica Sanjaya, petani asal Lembang yang antusias terhadap pelatihan yang diikutinya. Ia mengaku tertarik dengan seperangkat teknologi yang dibawa mahasiswa tersebut.

"Kami sangat tertarik dengan kegiatan ini. Kami mendapatkan pengetahuan baru soal teknologi untuk pertanian. Kemudian bagaimana pupuk cair organik untuk pertanian," kata Ica.

Pihaknya optimis bahwa penggunaan pupuk cair ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian. Ia berencana untuk mempraktikkan langsung pembuatan pupuk cair organik di lahan pertaniannya.

"Harapan kami dengan penerapan teknologi-teknologi baru ini, dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertaniannya serta berkontribusi pada pelestarian lingkungan," kata Ica.

Address

Jalan Senopati No. 81, RT. 8/RW. 3, Selong, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
South Jakarta
12180

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Toko Tani Jaya posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share