17/08/2025
MUHASABAH || Sayyidina Umar bin Khattab pernah bertutur:
ุญูุงุณูุจููุง ุฃูููููุณูููู
ู ููุจููู ุฃููู ุชูุญูุงุณูุจูููุง ููุชูุฒููููููููุง ููููุนูุฑูุถู ุงูุฃูููุจูุฑู ููุฅููููู
ูุง ููุฎูููู ุงููุญูุณูุงุจู ููููู
ู ุงููููููุงู
ูุฉู ุนูููู ู
ููู ุญูุงุณูุจู ููููุณููู ููู ุงูุฏููููููุง
โHisablah diri (introspeksi) kalian sebelum kalian dihisab, dan berhias dirilah kalian untuk menghadapi penyingkapan yang besar (hisab). Sesungguhnya hisab pada hari kiamat akan menjadi ringan hanya bagi orang yang selalu menghisab dirinya saat hidup di dunia.โ
Sayyidina Umar menganggap bahwa evaluasi diri lebih dini akan menguntungkan kita pada kehidupan kelak. Mengapa? Karena dengan mengevaluasi diri sendiri, Kita akan mengenali
kekurangan-kekurangann Kita yang diharapkan dapat diperbaiki sesegera mungkin. Kondisi ini akan meminimalkan kesalahan sehinga tanggung jawab dalam kehidupan di akhirat nanti menjadi sangat ringan.
Dalam hadits Rasulullah bersabda:
ุนููู ุดูุฏููุงุฏู ุจููู ุฃูููุณู ุฑูุถููู ุงูููู ุนููููู ุนููู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุงูู ุงูููููููุณู ู
ููู ุฏูุงูู ููููุณููู ููุนูู
ููู ููู
ูุง ุจูุนูุฏู ุงููู
ูููุชูุ ููุงููุนูุงุฌูุฒู ู
ููู ุฃูุชูุจูุนู ููููุณููู ููููุงููุง ููุชูู
ููููู ุนูููู ุงูููููู
Dari Syadad bin Aus ra, dari Nabi Muhammad SAW bahwa beliau bersabda, โOrang yang cerdas (sukses) adalah orang yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri, serta beramal untuk kehidupan sesudah kematiannya. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah SWT.' (HR Tirmidzi. Ia berkata, โIni hadits hasanโ).
Hadits ini secara tersirat mengungkapkan bahwa akallah yang seharusnya menundukkan nafsu bukan sebaliknya. Nafsu merupakan sebuah potensi yang sejatinya hanya untuk memenuhi kebutuhan wajar dan alamiah manusia, semisal makan, minum, kawin, tidur, atau sejenisnya. Tatkala nafsu menunggangi akal sehat, maka yang terjadi adalah tamak dan kesewenang-wenangan. Saat itulah muhasabah dibutuhkan untuk memperbaiki diri.