04/11/2015
Dari Jabir ra., ia berkata: “Rasulullah SAW, mengajarkan kami supaya beristikharah dalam segala urusan, sebagaimana Rasulullah mengajarkan suatu surat Al-Quran, dimana beliau bersabda: “Apabila salah seorang diantara kalian mempunyai tujuan dalam suatu urusan, hendaklah ia salat sunnat dua rakaat kemudian membaca: ‘ALLAHUMMA INNII ASTAKHIRUKA BI’ILMUKA WA ASTAQDIRUKA BIQUDRATIKA WA AS-ALUKA MIN FADHLIKAL ‘ADHZIIM FAINNAKA TAQDIRU WA LAA AQDIRU WA TA’LAMU WA LAA A’LAMU WA ANTA ‘ALAAMUL GHUYUUB ALLAHUMMA INKUNTA TA’LAMU ANNA HAADZAL AMRA KHAIRUL LII FII DIINII WA MA’ASYII WA ‘AA QIBATI AMRI’ atau membaca: ‘’AAJILI AMRII WAAJILIHI FAQDURHULII WAYASSIRHULII TSUMMA BAARIKLII FIIHI WA INKUNTA TA’LAMU ANNA HAADZAL AMRA SYARRULLII FII DIINII WAMA’AASYII WA’AAQIBATI AMRI’ atau membaca: ‘’AAJILI AMRII WAAJILIHI FASHRIFHU ‘ANNII WASHRIFNII’ANHUWAQDURLIL KHAIRA HAITSU KAANA TSUMMAR DHINIIBIHI.’(Ya.. Allah, sesungguhnya saya mohon petunjuk dengan pengetahuan-Mu, saya mohon ketetapan dengan kekuasaan-Mu, dan saya mohon besarnya karunia- Mu. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa dan aku tidak kuasa, Engkaulah yang Maha Tahu dan saya tidak tahu, dan Engkaulah yang Maha Mengetahui segala yang Ghaib. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini adalah baik untuk diriku dalam agamaku, kehidupanku, dan urusanku(atau mengatakan: baik pada waktu dekat maupun di kemudian hari) maka takdirkanlah dan mudahkanlah urusan ini buat diriku. Namun apabila Engkau mengetahui, bahwa urusanku itu jelek buat diriku dalam agamaku, kehidupanku, dan akibatnya pada urusanku (atau ia mengatakan: baik pada waktu dekat maupun di kemudian hari), maka jauhkanlah urusan itu dariku dan hindarkanlah aku darinya, serta tentukanlah yang lebih baik untukku bagaimanapun adanya, kemudian jadikanlah saya orang yang ridha (puas) dengan ketentuan itu.” Beliau juga bersabda: “Ia harus menyebutkan hajatnya.” (HR. Bukhari)