20/03/2020
Pneumonia Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah peradangan pada parenkim paru yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Sindrom gejala klinis yang muncul beragam. Dari mulai yang tidak berkomplikasi (ringan) sampai berat (Syok Septik).
Penularan dapat dari hewan kemanusia dan dari manusia ke manusia melalui:
- transmisi kontak
- transmisi droplet
- rute f***s dan oral
Tiga Gejala Utama:
- Demam
- Batuk kering (sebagian berdahak)
- Sulit napas atau sesak
Gejala Tambahan:
- Nyeri kepala
- Nyeri Otot
- Nyeri tenggorokan
- Diare
- Batuk darah
Minimal satu kondisi sebagai berikut:
- kontak erat dengan pasien terkonvirmasi atau probable COVID-19 atau
- Riwatat Kontak dengan hewan penular
- Bekerja atau mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan dengan kasus terkonfirmasi atau probable COVID-19 di Tiongkok atau wilayah/negara yang terjangkit
- memiliki riwayat perjalanan ke Wuhan dan memiliki demam (suhu >= 38 derajat selsius) atau riwayat demam
Klasifikasi keparahan:
- Tidak berkomplikasi
- Pneumonia ringan
- Pneumonia Berat
- Acute respiratory distress syndrome (ARDS)
- Sepsis
- Syok Septik
Pencegahan secara umum:
1. Cuci tangan anda dengan sabun dan air setidaknya 20 detik. Gunakan hand sanitizer berbasis alkohol yanh setidaknya mengandung alcohol 60%, jika air dan sabun tidak tersedia.
2. Hindari memyentuh mata, hidung dan muulut dengan tangan yang belum di cuci
3. Sebisa mungkin hindari kontak dengan orang yang sedang sakit
4. Saat anda sakit, gunakan masker medis, tetap tinggal dirumah selama anda sakit, atau segera ke fasilitas pelayanan kesehatan yang sesuai, dan jangan banyak beraktivitas diluar
5. Tutupi mulut dan hidung anda saat bersin menggunakan tissue. Buang tissue pada tempat yang telah di tentukan.
6. Bersihkan dan lakukan disinfeksi secara rutin pada permukaan benda yang sering disentuh
7. Menggunakan masker medis adalah salah satu cara pencegahan penularan penyakit saluran napas, termasuk COVID-19. Akan tetapi penggunaan masker saja masih kurang cukup untuk melindungi seseorang dari infeksi ini, karenanya harus disertai dengan usaha pencegahan lain. Penggunaan masker harus dikombinasikan dengan handhygiene dan usaha pencegahan lainnya.
Sumber: Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Tahun 2020