25/02/2024
"Enak, nggak, Mas?"
"Shh, enak banget, Sayang."
Di kamarnya, di rumah orang tuanya, dia menj4mah tubuh wanita itu. Seluruh keluarga ada di ruang tamu, tetapi kenapa ....
Kenapa mereka diam?
Sebelum menikah dengannya, tujuh tahun aku mengagumi anak dari sahabat Papa itu. Tepatnya sejak duduk di bangku SMA. Setahuku Mas Faiz adalah pria yang baik. Ia juga terlihat religius. Mas Faiz adalah seseorang yang telah mengubah sudut pandangku terhadap dunia.
Kedua orangtuaku telah bercerai, dan masing-masing sudah berkeluarga. Kupikir Mas Faiz bisa menjadi rumah yang teduh, menggantikan rumah yang telah hancur itu, tetapi ternyata malah lebih parah.
"Chelsi, tenang dulu, Nak." Ibu mertua terlihat panik melihatku berdiri di dekat pintu kamar Mas Faiz--pria yang berstatus sebagai suamiku sejak 11 hari lalu.
"Dengarkan penjelasan ibu."
"Penjelasan apa lagi, Bu?"
"Chelsi, ibu ...."
Brak!
Tanpa berlama-lama, kudobrak pintu kamar yang tak kedap suara tersebut. Sehingga suara-suara menjijikkan dapat didengar dari luar.
Sepasang sejoli yang tengah memadu kasih di atas ranj4ng lantas segera menutupi tubuh mereka dengan selimut.
Aku tidak mengenali wanita itu, tetapi satu hal yang pasti, keluarga suamiku mendukung perbuatan mereka. Mereka menyembunyikan sesuatu dariku. Mereka berkomplot mempermainkan pernikahan yang bahkan belum berusia dua minggu.
"Brengs*k!" Satu kata kuucapkan dengan suara keras.
Mas Faiz berusaha melindungi wanitanya dengan memeluk erat.
"Apa-apaan kamu, Mas?!"
"Apapun itu, hukum saja aku. Dia tidak bersalah. Dia adalah wanita yang kunikahi beberapa jam setelah kita menikah."
"Apa?"
"Faiz benar, Chelsi." Ibu mertua menghampiri.
"Wanita itu bernama Hanna, dia bukan orang lain, tapi madumu. Ayo, kita ke luar. Biarkan mereka menghabiskan waktu bersama setidaknya untuk hari ini. Karena menurut keterangan dokter hidup Hanna tidak akan lama lagi. Dia sakit kanker otak."
"Kalau sakit harusnya banyak-banyak tobat, bukan malah mengg4tal dengan suami orang di atas ranj4ng!" Aku berteriak nyaring.
"Cukup, Chelsi! Jangan membentak ibuku!" tegur Mas Faiz.
Berusaha keras kutahan air mata. Dengan tak mengatakan apa-apa lagi, kaki ini segera membawaku pergi. Melintas di hadapan ayah dan saudara-saudara Mas Faiz yang tengah berkumpul di ruang tamu.
"Loh, Mbak Chelsi. Ada apa?" Adiknya Mas Faiz melontarkan sebuah pertanyaan yang aku sendiri yakin dia serta yang lain tahu jawabannya.
***
Menikah di usia 22 tahun dan hanya berjalan selama 11 hari, membuatku trauma untuk kembali menjalin hubungan dengan laki-laki mana pun. Enam tahun telah berlalu, tetapi rasa sakitnya masih sama.
Bayang-bayang itu menghantui hari-hariku. Aku belum sembuh dari luka itu. Aku bisa tertawa dan terlihat bahagia di depan semua orang. Meski nyatanya perasaan ini menjadi semakin rapuh dari hari ke hari.
Sejak saat itu, aku dan Mas Faiz berpisah. Memutuskan ikatan pernikahan kami. Setelah itu, aku tidak pernah lagi bertemu dengannya, ataupun sekadar mendengar kabar. Wanita yang katanya menderita kanker otak tersebut entah apakah sudah mati atau masih hidup.
"Tante, bisa tolong ambilkan itu." Seorang bocah laki-laki minta diambilkan bolanya yang berada dekat mobil berwarna hitam.
Aku yang baru keluar dari minimarket lantas berjalan ke sana, mengambil bolanya, lalu mengembalikan pada sang bocah.
"Terima kasih, Tante."
"Ya ampun, Teo, mama cari ke mana-mana, ternyata di sini," ujar wanita berambut panjang.
"Teo mau ngambil bola, Ma. Untung ditolong sama tante cantik."
Tubuhku mematung ketika pandangan kami bertemu. Mamanya Teo semula tersenyum dan berterima kasih, tetapi selang beberapa saat senyuman itu pudar dari wajahnya.
"Sayang, kamu ...."
Tak lama, menyusul pria di belakangnya.
'Mas Faiz.'
Pemandangan yang terlihat di depan mata membuatku kembali teringat pada kejadian 6 tahun silam.
"Papa." Bocah yang dipanggil dengan nama Teo memanggil Mas Faiz dengan sebutan itu, berarti ....
Tak menunggu waktu lama, aku segera membalik badan. Beranjak dari hadapan mereka. Saat kurasakan lengan ini ditahan seseorang, secepat mungkin aku menepisnya.
"Chelsi." Suara Mas Faiz terdengar.
"Alhamdulillah, Hanna sembuh dari penyakitnya, dan kami dianugerahi seorang anak. Kamu ke mana saja selama ini? Saya mencari kamu ke mana-mana. Saya khawatir."
Satu hal yang aku tidak habis pikir, hati laki-laki itu terbuat dari apa? Tidak ada raut bersalah sedikit pun yang terpancar dari wajahnya. Seakan apa yang terjadi adalah hal yang biasa.
"Sendiri aja? Sampai sekarang kamu belum dapat penggantinya Mas Faiz, ya? Kok, betah banget menjanda, ya?" sindir Hanna.
Aku terlalu lelah untuk berdebat. Lagip**a, tidak penting berbicara dengan mereka berdua. Ketika langkah ini kembali akan meneruskan perjalanan, Hanna nyeletuk.
"Mas Faiz bilang dia menyesal pernah menikah sama kamu."
"Hanna." Mas Faiz langsung menegur istrinya.
Kuperlihatkan seulas senyum. Tetap terlihat baik-baik saja, walau tidak mudah.
"Baguslah. Saya juga menyesal menikah dengan dia."
"Tapi, kalau menyesal, kenapa sampai saat ini kamu belum menikah lagi?"
"Kata siapa?" tantangku.
Pria yang kebetulan lewat seketika kugandeng. Aku tidak kenal siapa dia, tetapi ... di saat seperti sekarang aku sangat membutuhkannya.
"Perkenalkan, ini suamiku."
Mas Faiz menatap pria asing tersebut dari atas sampai bawah.
Pria yang entah siapa ini mengenakan kaus lengan pendek berwarna hitam. Ia sedang merokok. Saat Mas Faiz mengulurkan tangan, rokok itu seketika ia buang.
"Saya Faiz, mantan suaminya Chelsi."
"Athar." Sang pria turut memperkenalkan diri. Syukurlah.
"Kenapa mau sama janda, sih, Mas? Kata suami saya, 'berhubungan' sama dia nggak enak." Perkataan Hanna sudah di luar batas.
Tadinya hendak kubalas, tetapi didahului oleh pria asing yang terpaksa kuakui sebagai suami.
"Suamimu kelainan berarti. Kalau saya dalam semalam bisa dua tiga kali nambah."
Hah?
Mas Faiz memperlihatkan tatapan tajam usai mendengar ucapan dari seseorang yang mengaku bernama Athar.
Buru-buru kulepas gandengan tanganku, tetapi malah digenggam erat oleh pria itu.
Judul : 11 HARI MENIKAH
Nama akun KBM App : OryzaSativa07
Part lengkap dan berurutan tersedia hanya di aplikasi KBM App. Klik link 👇
Ayo bergabung dan subscribe buku 11 HARI MENIKAH agar selalu mendapatkan informasi update terbaru di buku ini dan lihat hasil karya lainnya dari OryzaSativa07 di aplikasi KBM.