Suplayer baju solo "Hany Shop"

Suplayer baju solo "Hany Shop" Kami menjual berbagai model fashion yang berkualitas, Untuk pemesanan Hub WA :087891276705

27/12/2024
23/12/2024
20/12/2024
09/08/2024

Lihat video Hany shop solo.

Kamu princess yang mana gaiss??
09/08/2024

Kamu princess yang mana gaiss??

REUNI 17 MENIT "Wah, anak tukang becak datang nih, Gaes. Beri tepuk tangan yang meriah." Linda terbahak menyambut kedata...
05/07/2024

REUNI 17 MENIT

"Wah, anak tukang becak datang nih, Gaes. Beri tepuk tangan yang meriah."

Linda terbahak menyambut kedatanganku. Begitu p**a dengan teman-teman yang lain. Setelah 11 tahun berlalu, hari ini aku datang. Kutarik napas dalam, lalu mengembuskan perlahan. Suasana restoran dipenuhi oleh para alumni seangkatan. Semua mata tertuju padaku disebabkan oleh teriakan Linda yang menggema ke seluruh penjuru.

Alvin anak IPA 1 juga hadir di sini. Kami sempat terlibat kontak mata, tetapi ia lebih dulu memutusnya. Alvin adalah sepupunya Linda. Namun, bagaimana pun latar belakang keluarganya, dan apapun profesi orang tuanya, setahuku dulu Alvin tidak pernah memanfaatkan itu untuk bisa bersikap seenaknya terhadap orang lain.

"Heh, cupu, kemarikan kotak bekalmu."

Terbayang kejadian saat aku SMA. Linda bersama gengnya s**a sekali menggangguku di jam istirahat.

Aku lebih banyak diam daripada berkoar. Karena semakin aku buka suara, Linda pasti akan semakin melontarkan hinaan.

"Isinya apa, Lin?"

"Seperti biasa, mi beku. Kayak makanan ayam tau, nggak?"

Mi instan yang kubawa ke sekolah sebagai bekal dibuatkan oleh Ibu di rumah. Sambil tertawa, dengan santainya Linda menumpahkan mi beserta nasi ke tanah melalui jendela kelas yang terbuka.

"Uh, kasihannnya," tutur Linda dengan wajahnya yang tampak semringah. Sementara aku hanya bisa mengepalkan erat kedua telapak tangan.

"Sorry, ya, anak tukang becak. Nggak sengaja."

Anak-anak lain yang melihat kejadian saat Linda menumpahkan bekalku tak berbuat apa-apa. Mereka semua bungkam. Linda merupakan anak dari salah satu orang ternama di kota ini. Tidak ada yang berani melawannya kala itu.

Berusaha keras kutahan air mata. Ingin marah, tetapi aku sadar marahku hanya akan memperpanjang masalah.

"Kenapa? Nggak s**a? Lawan kalau berani." Linda menyeringai. Rambutnya yang panjang ia sisir ke belakang menggunakan jari.

"Anak tukang becak nggak berhak protes. Dibandingkan dengan papaku yang anggota dew4n mah bapakmu itu cuman t4i."

Brak!

Hari itu aku kehilangan kendali. Linda berhasil memancing emosiku, pemberontakanku berakhir dengan pengeroyokan. Linda dibantu oleh teman-temannya. Rambutku dit4rik kasar olehnya. Linda bahkan menginj4k-nginj4k tasku yang merupakan pemberian Bapak.

Seorang siswa diam-diam melaporkan kejadian tersebut pada guru, untuk pertama kalinya ada yang berani berpihak padaku, meski aku tak tahu dia siapa. Aksi pembullyan yang dilakukan oleh Linda bersama teman-temannya lantas dihentikan, tetapi ... anehnya tidak ada hukum4n yang ia dapatkan. Menurut kabar yang beredar, guru malah balik mendapatkan ancaman dari orang tua Linda yang katanya merupakan anggota dew4n itu.

"Apa kabar, Reina?"

Sapaan Linda mengembalikanku dari lamunan panjang. Wanita berambut ikal itu mengulurkan tangan yang ketika kusambut, uluran tangan itu malah ia tarik kembali.

"Ups, sorry. Kulitku sensitif sama kuman." Linda sama sekali tidak berubah. Teman-temannya lantas cekikikan.

Mereka masih orang yang sama. Reuni diadakan setahun sekali. Pernah absen sebanyak 10 kali, di reuni yang ke-11 ini, di saat aku berusia 29 tahun, langkahku membawa ke tempat di mana ada begitu banyak mata yang menatap seolah merendahkan.

"Sudah lama sekali, ya," ujarnya kemudian.

"Penampilannya, sih, lumayan." Linda menatapku dari atas ke bawah. Kini aku sudah menggunakan hijab. Tak sama seperti 11 tahun lalu.

"Tapi ...." Linda merebut tasku, dengan lancang membuka dan mengambil barang di dalamnya. "HP-nya iPhone, Gaes. Nggak pantes banget. Sumpah."

"Anak tukang bec4k aja belagu."

Lagi-lagi profesi bapakku dijadikan alat. Kali ini aku mendecih. Kurebut kembali apa yang sudah diambil paksa oleh Linda barusan.

"Jadi, reuninya cuman begini? Nggak ada kegiatan yang lebih positif lagi selain bersikap menjijikkan dengan merendahkan profesi orang tua teman seangkatan?" Tak sedikit pun kualihkan pandangan dari Linda.

"Jawab, anak anggota dew4n!"

Linda mengerutkan dahi kala kusinggung profesi papanya yang sejak dulu ia bangga-banggakan. Di restoran ini, teman-teman yang lain menyaksikan kami berdua berhadapan.

"Apaan, sih? Mau kelihatan keren, ha? Percuma, Reina. Miskin, ya, miskin aja. Nggak usah sok--"

"Mbak Jihan!" Kupanggil manager restoran tempat di mana reuni diadakan.

"Ya, Mbak Reina."

"Semua makanan dan minuman yang dipesan di sini akan ditanggung oleh Linda--anak dari salah satu anggota dew4n. Kebetulan dia adalah teman sekelas saya dulu. Orangnya memang sangat merakyat. Urus segera, ya."

"Siap, Mbak Reina."

"A-apa? Loh, kok ...." Linda gelagapan. Restoran ini begitu dikenal. Makanan yang tersedia pun terbilang mahal. Dengan jumlah teman seangkatan yang lebih dari seratusan, tentunya diperlukan banyak biaya untuk bayar.

"Kamu jangan sok-sokan nyuruh-nyuruh manager, Reina?" Linda menatapku dan Mbak Jihan bergantian.

"Maaf. Saya memang manager di sini, tapi Mbak Reina adalah pemiliknya," tukas Mbak Jihan, menjawab rasa penasaran Linda.

Seketika suasana terdengar riuh. Teman-teman Linda yang semula ikut berdiri sesaat kembali mendudukkan diri di kursi.

---

Judul : REUNI 17 MENIT

Nama akun KBM App : OryzaSativa07

Baca gratis part selanjutnya dengan mengklik link 👇

https://read.kbm.id/book/detail/a6348903-a9e7-46ff-8e88-3eb4be31ae85?af=c10b364f-f842-e2e0-c7bb-af78db7901a0

Orang tua ngasi makan darikecil sampe besar, sekarangsudah besar kalian diet,Anak durhaka!😆😆😆  #
11/06/2024

Orang tua ngasi makan dari
kecil sampe besar, sekarang
sudah besar kalian diet,
Anak durhaka!😆😆😆

#

"Enak, nggak, Mas?""Shh, enak banget, Sayang." Di kamarnya, di rumah orang tuanya, dia menj4mah tubuh wanita itu. Seluru...
25/02/2024

"Enak, nggak, Mas?"

"Shh, enak banget, Sayang."

Di kamarnya, di rumah orang tuanya, dia menj4mah tubuh wanita itu. Seluruh keluarga ada di ruang tamu, tetapi kenapa ....

Kenapa mereka diam?

Sebelum menikah dengannya, tujuh tahun aku mengagumi anak dari sahabat Papa itu. Tepatnya sejak duduk di bangku SMA. Setahuku Mas Faiz adalah pria yang baik. Ia juga terlihat religius. Mas Faiz adalah seseorang yang telah mengubah sudut pandangku terhadap dunia.

Kedua orangtuaku telah bercerai, dan masing-masing sudah berkeluarga. Kupikir Mas Faiz bisa menjadi rumah yang teduh, menggantikan rumah yang telah hancur itu, tetapi ternyata malah lebih parah.

"Chelsi, tenang dulu, Nak." Ibu mertua terlihat panik melihatku berdiri di dekat pintu kamar Mas Faiz--pria yang berstatus sebagai suamiku sejak 11 hari lalu.

"Dengarkan penjelasan ibu."

"Penjelasan apa lagi, Bu?"

"Chelsi, ibu ...."

Brak!

Tanpa berlama-lama, kudobrak pintu kamar yang tak kedap suara tersebut. Sehingga suara-suara menjijikkan dapat didengar dari luar.

Sepasang sejoli yang tengah memadu kasih di atas ranj4ng lantas segera menutupi tubuh mereka dengan selimut.

Aku tidak mengenali wanita itu, tetapi satu hal yang pasti, keluarga suamiku mendukung perbuatan mereka. Mereka menyembunyikan sesuatu dariku. Mereka berkomplot mempermainkan pernikahan yang bahkan belum berusia dua minggu.

"Brengs*k!" Satu kata kuucapkan dengan suara keras.

Mas Faiz berusaha melindungi wanitanya dengan memeluk erat.

"Apa-apaan kamu, Mas?!"

"Apapun itu, hukum saja aku. Dia tidak bersalah. Dia adalah wanita yang kunikahi beberapa jam setelah kita menikah."

"Apa?"

"Faiz benar, Chelsi." Ibu mertua menghampiri.

"Wanita itu bernama Hanna, dia bukan orang lain, tapi madumu. Ayo, kita ke luar. Biarkan mereka menghabiskan waktu bersama setidaknya untuk hari ini. Karena menurut keterangan dokter hidup Hanna tidak akan lama lagi. Dia sakit kanker otak."

"Kalau sakit harusnya banyak-banyak tobat, bukan malah mengg4tal dengan suami orang di atas ranj4ng!" Aku berteriak nyaring.

"Cukup, Chelsi! Jangan membentak ibuku!" tegur Mas Faiz.

Berusaha keras kutahan air mata. Dengan tak mengatakan apa-apa lagi, kaki ini segera membawaku pergi. Melintas di hadapan ayah dan saudara-saudara Mas Faiz yang tengah berkumpul di ruang tamu.

"Loh, Mbak Chelsi. Ada apa?" Adiknya Mas Faiz melontarkan sebuah pertanyaan yang aku sendiri yakin dia serta yang lain tahu jawabannya.

***

Menikah di usia 22 tahun dan hanya berjalan selama 11 hari, membuatku trauma untuk kembali menjalin hubungan dengan laki-laki mana pun. Enam tahun telah berlalu, tetapi rasa sakitnya masih sama.

Bayang-bayang itu menghantui hari-hariku. Aku belum sembuh dari luka itu. Aku bisa tertawa dan terlihat bahagia di depan semua orang. Meski nyatanya perasaan ini menjadi semakin rapuh dari hari ke hari.

Sejak saat itu, aku dan Mas Faiz berpisah. Memutuskan ikatan pernikahan kami. Setelah itu, aku tidak pernah lagi bertemu dengannya, ataupun sekadar mendengar kabar. Wanita yang katanya menderita kanker otak tersebut entah apakah sudah mati atau masih hidup.

"Tante, bisa tolong ambilkan itu." Seorang bocah laki-laki minta diambilkan bolanya yang berada dekat mobil berwarna hitam.

Aku yang baru keluar dari minimarket lantas berjalan ke sana, mengambil bolanya, lalu mengembalikan pada sang bocah.

"Terima kasih, Tante."

"Ya ampun, Teo, mama cari ke mana-mana, ternyata di sini," ujar wanita berambut panjang.

"Teo mau ngambil bola, Ma. Untung ditolong sama tante cantik."

Tubuhku mematung ketika pandangan kami bertemu. Mamanya Teo semula tersenyum dan berterima kasih, tetapi selang beberapa saat senyuman itu pudar dari wajahnya.

"Sayang, kamu ...."

Tak lama, menyusul pria di belakangnya.

'Mas Faiz.'

Pemandangan yang terlihat di depan mata membuatku kembali teringat pada kejadian 6 tahun silam.

"Papa." Bocah yang dipanggil dengan nama Teo memanggil Mas Faiz dengan sebutan itu, berarti ....

Tak menunggu waktu lama, aku segera membalik badan. Beranjak dari hadapan mereka. Saat kurasakan lengan ini ditahan seseorang, secepat mungkin aku menepisnya.

"Chelsi." Suara Mas Faiz terdengar.

"Alhamdulillah, Hanna sembuh dari penyakitnya, dan kami dianugerahi seorang anak. Kamu ke mana saja selama ini? Saya mencari kamu ke mana-mana. Saya khawatir."

Satu hal yang aku tidak habis pikir, hati laki-laki itu terbuat dari apa? Tidak ada raut bersalah sedikit pun yang terpancar dari wajahnya. Seakan apa yang terjadi adalah hal yang biasa.

"Sendiri aja? Sampai sekarang kamu belum dapat penggantinya Mas Faiz, ya? Kok, betah banget menjanda, ya?" sindir Hanna.

Aku terlalu lelah untuk berdebat. Lagip**a, tidak penting berbicara dengan mereka berdua. Ketika langkah ini kembali akan meneruskan perjalanan, Hanna nyeletuk.

"Mas Faiz bilang dia menyesal pernah menikah sama kamu."

"Hanna." Mas Faiz langsung menegur istrinya.

Kuperlihatkan seulas senyum. Tetap terlihat baik-baik saja, walau tidak mudah.

"Baguslah. Saya juga menyesal menikah dengan dia."

"Tapi, kalau menyesal, kenapa sampai saat ini kamu belum menikah lagi?"

"Kata siapa?" tantangku.

Pria yang kebetulan lewat seketika kugandeng. Aku tidak kenal siapa dia, tetapi ... di saat seperti sekarang aku sangat membutuhkannya.

"Perkenalkan, ini suamiku."

Mas Faiz menatap pria asing tersebut dari atas sampai bawah.

Pria yang entah siapa ini mengenakan kaus lengan pendek berwarna hitam. Ia sedang merokok. Saat Mas Faiz mengulurkan tangan, rokok itu seketika ia buang.

"Saya Faiz, mantan suaminya Chelsi."

"Athar." Sang pria turut memperkenalkan diri. Syukurlah.

"Kenapa mau sama janda, sih, Mas? Kata suami saya, 'berhubungan' sama dia nggak enak." Perkataan Hanna sudah di luar batas.

Tadinya hendak kubalas, tetapi didahului oleh pria asing yang terpaksa kuakui sebagai suami.

"Suamimu kelainan berarti. Kalau saya dalam semalam bisa dua tiga kali nambah."

Hah?

Mas Faiz memperlihatkan tatapan tajam usai mendengar ucapan dari seseorang yang mengaku bernama Athar.

Buru-buru kulepas gandengan tanganku, tetapi malah digenggam erat oleh pria itu.



Judul : 11 HARI MENIKAH

Nama akun KBM App : OryzaSativa07

Part lengkap dan berurutan tersedia hanya di aplikasi KBM App. Klik link 👇

Ayo bergabung dan subscribe buku 11 HARI MENIKAH agar selalu mendapatkan informasi update terbaru di buku ini dan lihat hasil karya lainnya dari OryzaSativa07 di aplikasi KBM.

25/01/2024
20/01/2024

Address

Solo
Surakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Suplayer baju solo "Hany Shop" posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category