Samara Ikhwan Store

Samara Ikhwan Store Fashion Muslim Masa Kini Fashion Muslim Masa Kini - Kami Menjual Produk Busana muslim, kaos muslim, obat-obatan herbal dan lain sebagainya

Tentara Denmark setelah keluar dari Afghanistan, "Kami tahu kami harus pergi untuk memerangi terorisme, kami tertipu. Pe...
24/08/2021

Tentara Denmark setelah keluar dari Afghanistan, "Kami tahu kami harus pergi untuk memerangi terorisme, kami tertipu.
Perang diciptakan untuk uang dan keuntungan, NATO adalah teroris, kami minta maaf Afhganistan"

Aku pernah merasakan segala kepahitan hidup. Tapi tidak ada yang lebih pahit selain berharap pada mahluk...(Ali Bin Abi ...
23/08/2021

Aku pernah merasakan segala kepahitan hidup. Tapi tidak ada yang lebih pahit selain berharap pada mahluk...

(Ali Bin Abi Thalib)

Semua akan mati. Cuman mati yang seperti apa? Membenci orang beriman itu menyakitkan bro.Ketika kamu liat dia miskin, di...
10/05/2021

Semua akan mati. Cuman mati yang seperti apa? Membenci orang beriman itu menyakitkan bro.

Ketika kamu liat dia miskin, dia sibuk bersyukur pada Rabb nya. Lalu dia tetap tersenyum dan hatimu sakit.

Ketika kamu liat dia sakit, dia sibuk dzikir dan memohon ampun Rabb nya. Dan kamu masih dengki. Sementara dia menemukan kedamaian.

Ketika kamu liat dia meninggal, bisa jadi dia sedang menikmati nikmat kubur, ya, cuma disaat ini kamu tertawa.

Seolah mati itu pelepas segala nikmat dunia, padahal matinya orang beriman itu, sebuah awal kebahagiaan kekal.

Semoga kita semua diberi penutup yang baik. Husnul khatimah

*TEROR BOM MAKASAR, ANTARA FAKTA DAN OPINI*Oleh : *Ahmad Khozinudin*Sastrawan PolitikHari ini Ahad (28/3), Bom meledak d...
29/03/2021

*TEROR BOM MAKASAR, ANTARA FAKTA DAN OPINI*

Oleh : *Ahmad Khozinudin*
Sastrawan Politik

Hari ini Ahad (28/3), Bom meledak di Gereja Katedral Makassar. Polisi menyatakan bom yang meledak merupakan bom bunuh diri. Belum diketahui, motif dan tujuan pelaku Bom bunuh diri, soal Bom Bunuh diri juga masih perlu diperinci lagi.

Apabila pelaku secara sadar membawa bom, kemudian meledakkan bom bersama dirinya, maka boleh disimpulkan ini peristiwa bom bunuh diri. Namun, jika pelaku membawa barang yang dikira barang umum, ternyata ditempatkan bom pada barang tersebut kemudian diledakkan oleh orang lain dari jarak jauh (misalnya menggunakan remote control), pada peristiwa ini tidak dapat disebut bom bunuh diri, tapi lebih tepat disebut bom yang dikendalikan.

Karena itu, menyimp**an peristiwa disebut sebagai bom bunuh diri masih terlalu dini. Apalagi, pelaku ikut mati dalam peristiwa meledaknya bom. lantas, darimana definisi bom bunuh diri disimpulkan ? kecuali, pelaku mengirim surat kepada polisi dan menjelaskan dirinya sengaja meledakkan diri bersama bom yang dibawanya.

Kabid Humas Polda SulselKombes Pol E Zulpan, saat menceritakan kronologi ledakan menyebut masih mendalami. Karena itu, penyebutan pelaku bom bunuh diri hanya karena dugaan Polisi menerima keterangan saksi di lokasi pelaku mengendarai sepeda motor lalu terjadi bom meledak, masih sangat sumir.

Mengenai Bom Bunuh diri masih sumir, apalagi pernyataan IPW yang tiba-tiba melompat mengaitkan peristiwa ini dengan kelompok-kelompok teror dan kelompok radikal yg belum berhasil diciduk jajaran kepolisian, seperti di Poso atau tempat lainnya, lebih ngawur lagi. Narasi para teroris yg sudah selesai menjalani hukuman, kini bebas melakukan aktivitas tanpa terpantau jejaknya, sebagaimana dikemukakan IPW adalah sebuah penalaran yang melompat dari fakta peristiwa ledakan bom dan cenderung tendensius.

Selama ini, narasi teroris dan radikalis apalagi dihubungkan dengan kelompok Poso selalu dilekatkan dengan Islam. Narasi ini, menjadi semacam pra kondisi untuk kembali menyudutkan umat Islam dengan isu Radikalisme dan Terorisme, yang sudah diketahui umum selama ini hanyalah proyek untuk membungkam kebangkitan Islam.

Secara logika, pelaku pasti bukan dan tidak terkait dengan Islam. Secara logika p**a, pelaku pasti bukan dan tidak terkait dengan Kristen. Jika ada pengkaitan, pastilah itu bagian dari narasi adu domba anak bangsa.

Pelaku tak mungkin dapat dikaitkan dengan Islam, karena Islam mencela tindakan membuat teror termasuk bunuh diri. Pelaku tidak mungkin dari Kristen, karena peristiwa tersebut menimbulkan korban di pihak gereja.

Karena itu, tidak boleh ada narasi tendensius yang mengaitkan peristiwa ini dengan agama, apapun namanya. Bom meledak, adalah fakta. Ada korban, juga fakta. *Namun terkait Bom Bunuh diri, Pelaku terkait Terorisme dan Radikalisme, itu semua hanya opini yang berkedudukan sebagai opini sesat.*

Penulis khawatir, peristiwa ini hanyalah prakondisi bagi rezim untuk mengaktifkan Perpres No. 7 tahun 2020 tentang RAN PE (Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Ekstrimisme). Sebuah Perpres, yang dinilai banyak pihak berpotensi dijadikan alat adu domba ditengah masyarakat.

Setelah Densus 88 gagal jualan isu terorisme, gagal menakut nakuti rakyat dengan aksi tembak tembakan, kini negara menjual isu ekstremis dengan melibatkan program 'Perang Semesta' dimana didalamnya segenap elemen anak bangsa dapat terpecah belah karena isu ekstremisme yang diklaim mengarah pada tindakan Terorisme. ini semua harus dilawan dengan akal sehat, agar umat tak terjerumus kedalam narasi sesat. [].

Istana tak membuatnya mulia.Penjara tak lantas membuatnya hina.Tempat bukan ukuran untuk menakar kemuliaan seseorang tet...
13/03/2021

Istana tak membuatnya mulia.

Penjara tak lantas membuatnya hina.

Tempat bukan ukuran untuk menakar kemuliaan seseorang tetapi VALUE yang jadi penentu!

ATURAN BARU PROKES 4 M :Mencuci tanganMemakai maskerMenjaga jarak dari pak MulMenyembunyikan karangan bunga untuk pak Mu...
09/03/2021

ATURAN BARU PROKES 4 M :

Mencuci tangan
Memakai masker
Menjaga jarak dari pak Mul
Menyembunyikan karangan bunga untuk pak Mul.

KUDETA DEMOKRATBy : Aaron Jarwis..Di kudeta oleh pihak yang telah dibuang itu benar-benar menyakitkan. Di rebut oleh car...
07/03/2021

KUDETA DEMOKRAT

By : Aaron Jarwis..

Di kudeta oleh pihak yang telah dibuang itu benar-benar menyakitkan. Di rebut oleh cara yang tidak sesuai aturan itu benar-benar melecehkan.

Masa depan suram bagi Demokrat.

PPP dan Golkar pernah mengalami konflik internal yang berujung pada dualisme kepemimpinan. Yang terjadi pada Demokrat, lukanya lebih dalam.

Konflik internal yang berujung pada pengambil alihan kekuasaan secara klaim sepihak. Yang membuat luka lebih dalam adalah keterlibatan pejabat negara didalam perebutan kekuasaannya.

PPP direbut oleh kader sendiri, demikian juga dengan Golkar direbut oleh kader sendiri. Namun Demokrat direbut oleh non kader yang mendapatkan dukungan dari kader.

Benar-benar pelecehan bagi Demokrat dan mengejutkan internal mereka dengan melihat proses yang berjalan singkat.

Diawali pertemuan yang diberitakan merencanakan kudeta, Demokrat memgambil langkah cepat memecat 6 kader yang dianggap menjadi dalam pertemuan haram tersebut. Langkah DPP Demokrat dianggap brilian karena langsung mengambil sikap tegas tanpa ada basa basi.

Mereka yang dipecat malah memperlihatkan perlawanan baru. Gak menunggu lama langsung bergerak menggalang massa dan membuat KLB yang berlangsung cepat melahirkan ketua baru.

Tinggal mereka menyerahkan hasil KLB ke kementrian Hukum dan Ham untuk meminta legalisasi.

Kuat dugaan legalisasi dari Kemenkumham akan mudah diperoleh, mengingat keterlibatan tokoh pejabat istana yang justru bisa menari tanpa ada teguran atau peringatan atas aksinya.

Dirinya bak pion yang memang ditugaskan untuk merangksek maju dengan dukungan kuda, menteri dan benteng yang akan melindungi ketika diancam.

Mustahil jika presiden tidak tau. Terlebih sudah ada surat yang tertuju pada Presiden mempertanyakan peran sang mantan jendral, yang bertanya Kenapa dibiarkan.

Jalan telah disibak dan dibersihkan untuk memuluskan Demokrat versi sang mantan jenderal. Kuat dugaan legalisasi akan mereka dapatkan ketika kementrian hukam memberikan secarik kertas yang mengantarkan mereka pada tujuan.

Tinggal pihak kementrian akan berkata, "jika tidak menerima dan bertanya keabsahannya. Silahkan gugat perkaranya di pengadilan. Apa putusan pengadilan, nanti kami akan mematuhinya"

SBY dan AHY dalam ketenangan yang dihadapkan pada publik, pasti menyimpan kekhawatiran mendalam. Yang mereka lawan adalah kekuasaan yang memiliki fasilitas lengkap. Semua lini mereka kuasai, maka bisa saja perizinan dan legalisasinya mengikuti.

Meratap dan menjual konflik telah mereka lakukan dan mendapatkan hasil elektabilitas menaik menurut lembaga survey. Namun saat dualisme telah terjadi, kenaikan elektabilitas kemarin gak akan ada gunanya saat posisi Raja dan Putra Mahkota terancam.

SBY dan AHY berada ditepi jurang. Bayang2 kehilangan kapal sudah ada dipelupuk mata saat para perompak telah naik ke lambung dan berkacak pinggang.

Dalam ruang kendali, mereka melihat dengan kecemasan. Awak kapal yang masih setia menatap dengan keraguan..

"Kapten, sekarang apa langkah kita?"

Masih mau menjual nestapa atau bergerak dan bersuara lantang untuk melawan?

Nobita harus menjadi Giant untuk melawan kelicikan Suneo.

--------------------

Kelebihan manusia diatas makhluk hidup yg lain adalah berakhlak/bermoral. Setinggi apa pangkatmu, jika rusak akhlakmu, t...
06/03/2021

Kelebihan manusia diatas makhluk hidup yg lain adalah berakhlak/bermoral.
Setinggi apa pangkatmu, jika rusak akhlakmu, tak layak disebut manusia.

LOGIKA MACAM INI YG SEDANG DIPAMERKAN KE DUNIABETAPA MALUNYA KITA😭😭😭😭😭
04/03/2021

LOGIKA MACAM INI YG SEDANG DIPAMERKAN KE DUNIA
BETAPA MALUNYA KITA
😭😭😭😭😭

Jenazah sudah dikebumikan,Tantangan mubahalah sudah dilangitkan,Hukum bumi dan hukum langit sedang berjalan.Kita tunggu ...
04/03/2021

Jenazah sudah dikebumikan,

Tantangan mubahalah sudah dilangitkan,

Hukum bumi dan hukum langit sedang berjalan.

Kita tunggu sama-sama siapa yg benar, siapa yg salah,
Semoga menjadi i'tibar bagi kita semua.

Siapakah yang Allah utus mejadi temanmu yang terbaik, menemanimu sepanjang hidup, dalam susah maupun senang, Yang menjag...
01/03/2021

Siapakah yang Allah utus mejadi temanmu yang terbaik, menemanimu sepanjang hidup, dalam susah maupun senang,

Yang menjagamu dari keburukan
Membuat hatimu bercahaya
Menerangi malam-malam gelap
Dan menjagamu dari silaunya dunia.

Dialah Al Quran.

Nasihat Quran padaku hari ini:

"Jangan kamu campuradukkan antara kebenaran dengan kebathilan, dan janganlah kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahuinya".
(QS 2:42).

Bukan soal kehilangan arah.Karena dari awal memang tidak pernah ada arah.Masalahnya adalah KEHILANGAN UANG alias Kas neg...
28/02/2021

Bukan soal kehilangan arah.

Karena dari awal memang tidak pernah ada arah.

Masalahnya adalah KEHILANGAN UANG alias Kas negara sudah kosong melompong.

Makanya apapun dijual. Walau harus jual akhlak, akidah, nilai, bahkan jual kesehatan rakyatnya.

Semuanya cuma demi uang.

Walau ada hal lebih fundamental lagi sesungguhnya yaitu amputasi nilai agama dan mutilasi moral. Secara gila-gilaan, secara ugal-ugalan.

Address

Jalan Bintaro Utama V Blok ED No. 1/2
Tangerang
15422

Opening Hours

Monday 08:00 - 17:00
Tuesday 08:00 - 21:00
Wednesday 08:00 - 21:00
Thursday 08:00 - 21:00
Friday 08:00 - 21:00
Saturday 08:00 - 21:00
Sunday 08:00 - 21:00

Telephone

+628811240087

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Samara Ikhwan Store posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Samara Ikhwan Store:

Share