Pusat Grosir Baju Anak Murah

Pusat Grosir Baju Anak Murah Menjual pakaian anak harga MURAH ,kontak bunda Nana hp: 0877 7852 845 BBM 7BAC72D0
Buka senin - jum'at jam 08.00 - 16.00,(TIDAK MELAYANI CUSTOMER OFFLINE)

Menjual baju anak murah dengan kwalitas export

,kontak bunda Nana hp: 0822 1673 5559,

Buka senin - jum'at jam 08.00 - 16.00,sabtu 08.00 - 14.00

Open reseller ecer dan grosirWa 082216735559
02/04/2019

Open reseller ecer dan grosir
Wa 082216735559

01/04/2019
Open reseller ecer dan grosirWa 082216735559
01/04/2019

Open reseller ecer dan grosir

Wa 082216735559

3 Tahun lalu..Sahabat saya meminjam uang...Tidak banyak..1 Juta Rupiah...Dengan alasan Berobat...Dan berjanji..akan diba...
01/04/2019

3 Tahun lalu..
Sahabat saya meminjam uang...
Tidak banyak..
1 Juta Rupiah...
Dengan alasan Berobat...
Dan berjanji..
akan dibayar saat Gajian...

Saya berikan..
Dengan Niat menolong..
Sebulan kemudian..
Tibalah saat Gajian...
Saya menunggu...
Dengan harapan..
Sahabat saya Akan melunasinya..

Bulan pertama tak ada kabar..
Hingga bulan kelima...

Sampai suatu saat..
Saya melihatnya..
Menggunakan Mobil Baru...
Dan Baru saja selesai...
Belanja dimall..
Dengan Belanjaan yg sangat banyak..

Keesokan Harinya..
Saya coba hubungi..
Dengan diawali menanyakan Kabar..
Namun...
Telfon saya di reject..
Saya WA...terkirim...
Namun tidak dibaca..
Hingga 3 hari...

Tiba saatnya Sholat Jum'at..
Tidak sengaja kami bertemu..
Seperti biasa..
Saya menanyakan kabar..
Dan pada akhirnya saya bertanya..
"Mas..saya butuh uang..
Bisa gak Hutangnya dilunasi segera"
Dengan lemah lembut..
Dan penuh senyuman..

Namun...
Dia membentak saya dengan Kasar...
Seraya berkata:
KALAU ADA UANG JUGA UDAH DIBAYAR..
GAK PERCAYA BANGET..
lalu dia Pergi....

Seminggu kemudian..
Saya Ke MCD...
Gak sengaja melihat...
Ada pesta ulang tahun..
Yg ternyata...
Anak dari sahabat saya itu..

Berkali kali...
Saya melihatnya Hidup Mewah..
Namun tidak mampu..
Membayar Hutang...

Dan sekarang ..
Sudah 3 tahun lebih...
Sayapun sudah tidak berharap..
Hutang itu akan dibayar..
Karena tiap saya hubungi..
Tidak ad jawaban...
Dan selalu menghindar...

Saat itu .saya seperti pengemis ..
Yg Meminta minta uang saya sendiri...

Sampai disini..
Saya hanya ingin..
Kalian yg memiliki hutang..
Agar segera melunasinya...
Karena..
Kekecewaan Orang yg kalian Hutangi. ...
Sama persis seperti yg saya tulis...
Tatkala kalian Menunda nunda..
Dalam membayar hutang...

Hiduplah...
Dengan apa yg kalian Miliki...
Dan Jangan memaksakan diri..
Meraih Kemewahan..
Dengan menyusahkan orang lain..

SEDERHANA dengan HORMAT...
Jauh lebih MULIA...
Dari KEMEWAHAN sebuah PINJAMAN...

Karena HUTANGMU...
Sangat Berpotensi...
Menjadi NERAKAMU...

Muhamad Aldiyansyah
29 Maret 2019
Copas

26/03/2019

BEBAN BERAT IBU SARJANA

By: Wulan Darmanto

Era kita, memang era yang serba mudah. Mau ngobrol dengan orang asing, bisa lewat jari. Jalan-jalan, ada kendaraan pribadi. Tapi bahagia kah kita?
Saya kok tidak yakin, andai ibu dan nenek kita yang lahir di era 60 bahkan 50an itu tahu betapa enaknya hidup di era ini, mereka akan menyesali nasib lalu memilih menjadi perempuan masa kini…
Mengapa? Karena kini perempuan sudah banyak menjadi sarjana. Dan ada tuntutan besar di balik gelar itu. Sedang mereka, yang hanya menempuh pendidikan dasar, bahkan tidak sama sekali, tidak pernah risau soal ini. tak pernah ada yang menuntut. Apanya yang harus dituntut? Wong mereka sudah melakukan tugas mereka sebagai ibu.

Tapi kita, ibu sarjana ini, bukan hanya lingkungan sosial yang bertanya usil, “Nggak kerja apa nggak sayang gelarnya?", melainkan juga orangtua yang membatin bahkan mengungkit “Bapak Ibu menyekolahkanmu tinggi-tinggi, kok akhirnya nganggur to, nduk…”
Sedih? Pasti 😢
Marah? Sedikit.. 😠 Tapi
trus mau ngapain..? 😤
Malu? Ada 😔
Tak berdaya? Jangan ditanya.. 😫
Bu, jika ini yang terjadi padamu, janganlah bersusah hati.. kau tidak sendiri. Ada ribuan ibu lain, yang juga bernasib sama denganmu.

Kita, ibu sarjana ini, semestinya tidak harus bemuram durja. Jika masih saja ada yang kepo soal pilihan kita, mari jawab dengan lantang: “Saya memang sarjana, dan menjadi ibu adalah pekerjaan saya!”
Tapi kan nggak semudah itu.. Bagaimana jika yang mendesak dan mempertanyakan justru orangtua sendiri?
Bolehlah saya bilang, fenomena ini tidak satu dua. Tapi buanyak jumlahnya. Ada ibu yang di usia sepuhnya bahkan menawarkan diri untuk mengasuh cucu, demi agar anak perempuannya bisa berkarir. Ada ibu yang tidak betah ngobrol lama-lama dengan tetangga, khawatir akan ditanya “Anaknya sekarang kerja di mana, bu?” dan batinnya akan perih dan malu, saat harus menjawab “Nganggur..”
Padahal kita ingin sekali berteriak: “Wooy.. enak aja dibilang nganggur. Mengasuh dan mendidik anak dikira mudah?”

Tapi kita sarjana, kawan. Tuntutannya jauh lebih tinggi dari nenek kita yang tidak bersepatu..
Sedih di atas sedih.. tatkala desakan itu justru datang dari orangtua yang sangat kita cintai.
Lalu apa yang harus kita lakukan kemudian?
Mari syukuri sebanyak mungkin pilihan ini. Ingat-ingat lagi bahwa amanah berupa anak, pertanggungjawabannya dunia hingga akhirat. Mari banyak-banyak berdoa agar pilihan ini memberi kita keleluasaan untuk maksimal menjaga amanah itu.
Mari ikhlas menjadi ibu rumahtangga. Usir jauh-jauh keterpaksaan lalu menekuri nasib jadi pengangguran. Jika kita ikhlas dan memaknai, masa iya tidak ada jalan..

Teruskan bakti pada orangtua, lebih-lebihkan bakti kita pada mereka.
Kita orang muda ini, sudah tercerahkan bahwa menguliahkan anak bukanlah sebuah investasi untuk nantinya bisa “balik modal”. Tapi pemikiran mereka.. bisa jadi belum secerah ini.

Saya punya seorang kawan, sarjana cumlaude rumahan, dengan suami yang pekerjaannya pun belum mapan. Kakak dan adik perempuannya, semua berkarir. Ayahnya pun anggota DPRD. Bisa dibayangkan berapa banyak bebannya..
Ia tidak bisa sering-sering mengirimi ibunya uang, sesering kakak adiknya. Bagaimana mau sering, wong hidupnya saja sangat sederhana, bahkan banyak kurangnya.

Tapi setiap datang ke rumah ibunya, ia selalu memijiti ibu, membersihkan rumah hingga pekarangannya, memasak untuk bapak ibunya. Ia lakukan hal yang tidak bisa dilakukan saudaranya.
“Ini baktiku pada bapak ibu. Semoga dengan ini mereka memaafkan pilihanku..” katanya pada saya, dalam sebuah obrolan.

Bakti. Ini kuncinya. Dalam bentuk apa pun yang bisa kita berikan.
Jika semua sudah kita lakukan tapi keluarga masih saja memusuhi? Coba kita lihat lagi. Bisa jadi kita yang terlalu saklek dengan pilihan.
Saya memang mendukung gerakan ibu kembali ke rumah, demi mendidik anak. Tapi jika dalam situasi, si ibu sangat dibutuhkan masyarakat, atau menjadi tulang punggung keluarga (ayah ibunya renta dan sangat bergantung padanya secara ekonomi) sementara penghasilan suami tidak mencukupi kebutuhan itu, bekerja meski untuk sementara juga layak dipertimbangkan..

Atau memiliki sebuah usaha di rumah. Yang ini, tidak semua ibu bisa melakukan. Karena bekerja di rumah butuh skill, kemauan, modal, dan sedikit nekad.
Jika keluarga kita bahagia dan sejahtera, bapak ibu juga tidak kekurangan, namun cibiran tetap ada?

Mungkin kita diminta untuk banyak bersabar. Semoga kelak orangtua kita akhirnya memahami bahwa menyekolahkan anak setinggi mungkin, bukan soal nanti si anak akan bekerja apa. Tapi erat kaitannya dengan kewajiban seorang muslim menuntut ilmu. Insya Allah mereka mendapat balasan yang luar biasa di akhirat kelak..
Jadi, bu, tenangkan hatimu. Kau tidak sendiri. Kita sarjana, dan kita tidak bekerja. Tapi kita masih bisa menjadi anak yang berbakti pada orangtua. Dan ibu yang khidmat pada keluarga. Bukankah di surga malaikat tidak akan memasang plang bertuliskan “Hanya untuk mereka yang bekerja” demi mengusir kita?
-
-
-
Semoga kita bisa memanfaatkan sebanyak mungkin gelar kita ya Mak, meski tidak bekerja. Eh.. Kita bekerjanya memang bukan di kantoran, tapi dirumahan 😁 Yuk ciptakan pundi Rupiah walaupun hanya dari Rumah.

Keluarga Keurus, Bisnis Jalan terus. 😍

26/03/2019
Dia Lelaki Bukan Takut Istri 🤗😘Dia tidak takut istriTapi dia sangat sayang istriSuami yg baik yang mau peduli dengan rep...
20/03/2019

Dia Lelaki Bukan Takut Istri 🤗😘

Dia tidak takut istri
Tapi dia sangat sayang istri
Suami yg baik yang mau peduli dengan repotnya istri
Di luar sana banyak suami alergi pegang kerjaan istri
Dan membuli mereka-mereka yang s**a bantu istri di dapur dan jemur jemur
Ketahuilah olehmu para suami
Cinta istri akan berlebih jika kamu membantunya dengan semua kesibukannya

LP juniorSize 10-2010 usia 6-7t fanta12 usia 7-8t fanta&abu14 usia 8-9 fanta&abu16 usia 9-10  sold18 usia 10-11 sold20 u...
20/03/2019

LP junior
Size 10-20
10 usia 6-7t fanta
12 usia 7-8t fanta&abu
14 usia 8-9 fanta&abu
16 usia 9-10 sold
18 usia 10-11 sold
20 usia 11-12 sold

Ecer 135

Rok jeans
Atas kaos
Hijab kaos

Address

Bunda Nana Perun Sindang Panon Regency Blok E2 No 17 Sindang Jaya Pasar Kemis Tangerang (0877 7852 8458 )
Tangerang
15000

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pusat Grosir Baju Anak Murah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category