25/01/2026
kali ini aku membagi pengalamanku mendapatkan berkah di kuil jinja Asakusa musim panas lalu di Tokyo. Aku membeli omikuji atau kertas ramalan seharga 100 yen. Setelah kita memasukkan koin dalam kotak donasi kita harus mengeluarkan stick dari balok berlubang kecil untuk mendapatkan nomor kertas. Tapi initu acak dan random banget. Kadang dapat ramalan akan bernasib baik tapi tak jarang kurang baik juga.
Jika kita dapat ramalan yang bagus, kertas biasanya dimasukkan dibawa pulang, dan in my case aku simpan di dompet sampai saat ini! Sebaliknya kalau dapat ramalan buruk, kertas diikatkan di tempat khusus di kuil supaya sialnya nggak sampai terjadi. Kata orang2 di sini para Dewa juga akan membantu membuat nasib buruk tersebut menjadi baik.
Well, semua kembali ke masing-masing, mau percaya atau nggak, tapi omikuji itu alat refleksi, bukan vonis hidup. Pun banyak orang Jepang nggak menganggap omikuji sebagai ramalan mutlak, tapi lebih ke nasihat hidup dan ajakan supaya lebih hati-hati dan bersyukur.
Pada akhirnya omikuji adalah tentang bagaimana kita membaca hidup, merespon ketidakpastian, dan memilih apa yang mau kita simpan di hati. Akupun demikian, ada hal yang aku simpan, ada yang aku ikat, dan aku lepaskan. Sisanya? Aku jalan lagi.