16/03/2024
Dhapur dholog
Pamor wahyu tumurun
Tangguh mataram pajang
Warangka ladrang surakarta lamen
~Filosofi
Keris Dholog ini salah satu dhapur Keris luk 5 dengan ukuran bilah 39,5 cm (masuk keris Corog) dan bentuk yang sederhana. Ricikan pada Keris ini, antara lain: gandik polos, tikel alis, sogokan rangkap dan sraweyan. Dibalik bentuknya yang sederhana, Keris Dholog memiliki makna filosofis yang sangat dalam tentang kehidupan dan spiritual. Keris ini merupakan pesan agar pemilik Keris bisa menjadi Manusia yang tabah dan tangguh dalam menghadapi situasi apapun sehingga bisa menjadi Manusia yang unggul, seperti pohon dholog atau pohon jati muda yang harus melewati masa-masa sulit (tirakat) untuk menjadi pohon jati yang besar dan kuat. Segala sesuatu didunia ini selalu ada masanya yang di ibaratkan seperti siklus hidup pohon jati muda yang harus mengalami musim gugur (mranggas) pada musim kemarau sampai daunnya benar-benar habis dan terlihat seperti pohon mati. Tapi setelah melewati fase itu, daun pohon jati akan tumbuh lagi bahkan lebih segar dan lebih lebat dari sebelumnya. Masa gugur merupakan cara alami pohon jati untuk bertahan hidup sekaligus berkembang pada musim kemarau dengan cara menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan dan alam. Meskipun sempat mengalami masa hidup tanpa daun, tapi pohon dholog (jati muda) tetap bertumbuh dan berproses menjadi pohon jati yang semakin besar dan kuat. Itulah filosofi dari Keris Dholog yang merupakan pesan agar pemilik Keris ini bisa menjadi Manusia yang tangguh dalam segala situasi dengan belajar beradaptasi pada kondisi lingkungan dan perubahan jaman agar bisa tetap bertahan dan bisa menjadi Manusia yang unggul.
Kalau bicara mengenai filosofi pamor Wahyu Tumurun, sejatinya pamor ini bermakna tentang pengharapan tinggi supaya pemiliknya diberikan petunjuk atau wahyu. Tentunya, hal tersebut tidak terlepas dari campur tangan Tuhan yang akan memberikan pangkat, jabatan, hingga kemapanan.
Dimaharkan jika berminat memahari pusaka bisa dm/wa
Lokasi Yogyakarta