Imut Babyshop

Imut Babyshop ketika kami.. sedemikian takjub,
dan sebegitu bahagianya.. menyaksikan kesempurnaan
ciptaanMu

28/02/2018

TIDUR MIRING KE KIRI BAGI IBU HAMIL

Sunnahnya adalah tidur miring ke kanan sebagaimana dalam hadits, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺇِﺫَﺍ ﺃَﺗَﻴْﺖَ ﻣَﻀْﺠَﻌَﻚَ ﻓَﺘَﻮَﺿَﺄْ ﻭُﺿُﻮﺀَﻙَ ﻟﻠﺼَﻼﺓِ، ﺛُﻢَّ ﺍﺿْﻄَّﺠِﻊْ ﻋﻠﻰ ﺷِﻘِّﻚَ ﺍﻷَﻳْﻤَﻦ

”Jika engkau hendak menuju pembaringanmu, maka berwudhulah seperti engkau berwudhu untuk shalat, kemudian berbaringlahlah di rusukmu sebelah kanan..”[1]

Sebagian ulama menjelaskan bahwa posisi berbaring ke kanan merupakan posisi yang paling baik yang memudahkan bangun shalat malam dan baik untuk organ tubuh yaitu jantung karena akan mengurangi tekanan pada jantung yang lebih berada di bagian kiri tubuh.

Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata,

ﻭَﺧَﺺَّ ﺍﻷَﻳْﻤَﻦ ﻟِﻔَﻮَﺍﺋِﺪ : ﻣِﻨْﻬَﺎ ﺃَﻧَّﻪُ ﺃَﺳْﺮَﻉ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻻﻧْﺘِﺒَﺎﻩ

“Dikhususkan arah kanan tidur karena ada beberapa faidah, di antaranya lebih cepat untuk sadar (bangun shalat malam).” [2]

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah menjelaskan,

ﻭﺃﻧﻔﻊ ﺍﻟﻨﻮﻡ ﺃﻥ ﻳﻨﺎﻡ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺸﻖ ﺍﻷﻳﻤﻦ

“Tidur yang paling bermanfaat adalah tidur dengan berbaring di sisi kanan.”[3]

Bagaimana dengan ibu hamil? Teori kedokteran menyebutkan bahwa hendaknya ibu hamil dengan kehamilan besar tidur dengan miring ke kiri. Hal ini dikarenakan vena cava inferior yang merupakan salah satu pembuluh darah utama berada di bagian belakang sebelah kanan, sehingga jika terlalu lama tidur terlentang atau menghadap ke kanan, akan menghambat aliran darah ini karena tertekan oleh organ dan janin yang besar.

Jawabanya adalah kembali kepada hukum tidur ke arah kiri. Ada dua pendapat ulama mengenai hukum tidur ke arah kiri

1. Hukumnya mubah
Karena tidak ada dalil yang mengharamkan atau memakruhkan, bukan berarti hanya karena sunnah tidur sebelah kanan kemudian tidur sebelah kiri menjadi otomatis makruh hukuknya. Terlebih hukum asal sesuatu urusan dunia adalah mubah

الأصل في الأشياء الإباحة

“Hukum asal sesuatu (urusan dunia) adalah mubah”

Jadi tidak ada masalah bagi ibu hamil tidur miring ke kiri karena hukumnya mubah

2. Hukumnya Makruh
Ulama yang berpendapat makruh beralasan karena bisa menimbulkan bahaya bagi kesehatan jika terus-menerus dan akan luput dari sunnah.

Dalam hal ini kami lebih cenderung dengan pendapat ulama yang mengatakan mubah, karena tidur miring ke kiri tidak membahayakan kesehatan dan langsung menyebabkan penyakit. Sekiranya ada yang memegang pendapat makruh, maka tetap boleh ibu hamil tidur miring ke kiri karena ada hajat untuk kesehatan ibu da bayi. Sebagaimana kaidah fikhiyah berbunyi,

المكروه يباح عند الحاجة

“Hal makruh diperbolehkan ketika ada hajat/keperluan”

Perlu diperhatikan bahwa terdapat penjelasan ulama bahwa tidur miring ke ke kiri secara tidaklah berbahaya. Masing-masing ada manfaatnya:

1. Manfaat tidur ke kiri
a) Bermanfaat bagi tubuh secara umum karena jantung lebih bekerja ada tekanan tubuh
b) Bermanfaat bagi penderita asam lambung agar tidak terjadi “balikan asam lambung” (reflux)

2. Manfaat tidur ke kanan
Jantung lebih relax karena tidak tertekan organ tubuh, sehingga ini baik jantung akan tetapi tubuh tidak mendapatkan aliran darah dengan sempurna, hal ini menyebabkan manusia tidak lalai dan mudah bangun untuk shalat malam

Terdapat penjelasan yang cukup baik dari Ibnul Qayyim, beliau berkata,

ﻭﻟﻬﺬﺍ ﺍﺳﺘﺤﺐ ﺍﻷﻃﺒﺎﺀ ﺍﻟﻨﻮﻡ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺠﺎﻧﺐ ﺍﻷﻳﺴﺮ ﻟﻜﻤﺎﻝ ﺍﻟﺮﺍﺣﺔ ﻭﻃﻴﺐ ﺍﻟﻤﻨﺎﻡ، ﻭﺻﺎﺣﺐ ﺍﻟﺸﺮﻉ ﻳﺴﺘﺤﺐ ﺍﻟﻨﻮﻡ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺠﻨﺐ ﺍﻷﻳﻤﻦ، ﻟﺌﻼ ﻳﺜﻘﻞ ﻧﻮﻣﻪ ﻓﻴﻨﺎﻡ ﻋﻦ ﻗﻴﺎﻡ ﺍﻟﻠﻴﻞ، ﻓﺎﻟﻨﻮﻡ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺠﺎﻧﺐ ﺍﻷﻳﻤﻦ ﺃﻧﻔﻊ ﻟﻠﻘﻠﺐ ، ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻟﺠﺎﻧﺐ ﺍﻷﻳﺴﺮ ﺃﻧﻔﻊ ﻟﻠﺒﺪﻥ، ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ

“Oleh karena itu pata dokter/tabib menyarankan tidur ke arah kiri agar sempurnanya istirahat dan nyamannya tidur. Pemilik syariat (Allah) lebih s**a (hukumnya sunnah) tidur ke arah kanan agar tidur tidak terlalu lelap dan ia terlewatkan dari shalat malam. Tidur ke arah kanan lebih bermanfaat bagi jantunf sedangkan tidur ke arah kiri lebih bermanfaat bagi badan. Wallahu a’lam.[4]

Jadi dalam hal ini ada manfaatnya masing-masing dan tentu kita memilih yang sunnah yaitu berbaring di sisi kanan, bahkan ada ulama yang berpendapat agar hal ini dikombinasikan. Memulai tidur dengan sisi kanan kemudian berpindah ke sisi kiri

Ibnul Jauziy berkata,

ﻗَﺎﻝَ ﺍِﺑْﻦ ﺍﻟْﺠَﻮْﺯِﻱّ : ﻫَﺬِﻩِ ﺍﻟْﻬَﻴْﺌَﺔ ﻧَﺺَّ ﺍﻷَﻃِﺒَّﺎﺀ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻧَّﻬَﺎ ﺃَﺻْﻠَﺢ ﻟِﻠْﺒَﺪَﻥِ , ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﻳَﺒْﺪَﺃ ﺑِﺎﻻﺿْﻄِﺠَﺎﻉِ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﺠَﺎﻧِﺐ ﺍﻷَﻳْﻤَﻦ ﺳَﺎﻋَﺔ ﺛُﻢَّ ﻳَﻨْﻘَﻠِﺐ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻷَﻳْﺴَﺮ ﻷﻥَّ ﺍﻷَﻭَّﻝ ﺳَﺒَﺐ ﻻﻧْﺤِﺪَﺍﺭِ ﺍﻟﻄَّﻌَﺎﻡ

“Cara tidur seperti ini ditegaskan oleh para dokter/tabib bahwa hal tersebut lebih bermanfaat bagi badan, mereka mengatakan bahwa hendakan memulai berbaring ke arah kanan beberapa waktu kemudian berbaliknke arah kiri karena yang pertama menyebabkan mudah turunnya makanan.”[5]

Demikian semoga bermanfaat

@ Yogyakarta Tercinta

Penyusun: Raehanul Bahraen

Artikel muslim.or.id

Catatan kaki:

[1] HR. Bukhari & Muslim

[2] Fathul Bari lIbnl Hajar Al-Asqalani

[3] Zaadul Ma’aad 4/220

[4] Zaadul Ma’aad 1/321

[5] Sumber:https://islamqa.info/ar/14033

12/02/2018

MENYUSUI KETIKA HAMIL, BAHAYAKAH?
(Syariat Dan Medis)

Ini sering menjadi pertanyaan, apakah tidak berbahaya? Bagaimana hukumnya? karena biasanya jarak anak pertama dan kedua berdekatan, belum selesai anak pertama menyusu 2 tahun, sang ibu sudah hamil lagi. Berikut pembahasannya.



Hukumnya dalam Islam

Hukumnya adalah boleh. Inilah yang disebut dengan nama al-ghiilah (الغيلة)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ أَنْهَى عَنِ الْغِيلَةِ حَتَّى ذَكَرْتُ أَنَّ الرُّومَ وَفَارِسَ يَصْنَعُونَ ذَلِكَ فَلاَ يَضُرُّ أَوْلاَدَهُمْ

“Sungguh, aku ingin melarang (kalian) dari perbuatan ghiilah. Lalu aku melihat bangsa Romawi dan Persia dimana mereka melakukan ghiilah terhadap anak-anak mereka. Ternyata hal itu tidak membahayakan anak-anak mereka”[1]

Dalam kitab Mausuu’ah fiqhiyah Al-Kuwaitiyah dijelaskan,

ومن معاني الغيلة في اللّغة كذلك: وطء الرّجل زوجته وهي ترضع، وإرضاع المرأة ولدها وهي حامل. ولا يخرج المعنى الاصطلاحيّ عن المعنى اللّغويّ.

“Diantara makna Al-ghiilah secara bahasa Adalah seseorang laki-laki menyetubuhi istrinya yang sedang menyusui, atau seorang wanita yang menyusui sedangkan ia dalam keadaan hamil, makna istilah tidak melenceng dari makna bahasanya.”[2]

Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan hadits,

واختلف العلماء في المراد بالغيلة في هذا الحديث وهي الغيل فقال مالك في الموطأ والأصمعي وغيره من أهل اللغة أن يجامع امرأته وهي مرضع …وقال بن السكيت هو أن ترضع المرأة وهي حامل … وفي الحديث جواز الغيلة فإنه صلى الله عليه وسلم لم ينه عنها وبين سبب ترك النهي وفيه جواز

“Ulama berselisih pendapat mengenai maksud dari Al-ghiilah pada hadits ini. Maknanya bisa “al-ghail”. Berkata imam Malik dalam muwattha’ dan Al-Ashnamiy serta ahli bahasa yang lainnya: maknanya adalah menyetubuhi istri dalam keadaan menyusui…berkata Ibnu Sikktit, maknanya yaitu seseorang wanita menyusui dalam keadaan hamil… Dalam hadits ini terdapat dalil bolehnya melakukan ghiilah karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak melarangnya dan menjelaskan sebab beliau tidak melarangnya. Hadits ini menunjukkan bolehnya ghiilah.”[3]



Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah ditanya,

إذا المرأة لم ترضع طفلها إلا لمدة سنة، فحملت وأفطمت الرضيع هل تكون آثمة والحال ما ذكر؛ لأني سمعت أن المرأة إذا أرضعت وهي حامل أن الرضيع يتضرر، فهل هذا صحيح؟

Jika seorang wanita hanya menyusui anaknya selama setahun saja, lalu ia hamil lagi dan menyapih anaknya yang masih menyusui, apakah ia berdosa dengan kondisi seperti itu? Karena aku pernah mendengar bahwa wanita yang menyusui ketika hamil bisa memberi bahaya bagi anak yang disusui, apakah hal ini benar?

Beliau menjawab,

هذا يرجع إليها وزوجها فإن تراضيا على فطامه فلا بأس وإن تراضيا على بقائه يبقى ولا يضره, فالحاصل أن المرأة تشاور زوجها في ذلك فإذا تراضيا فلا حرج؛ لقوله سبحانه: فَإِنْ أَرَادَا فِصَالاً يعني فطاماً عَن تَرَاضٍ مِّنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْهِمَا (233) سورة البقرة. فالأمر يرجع إليهما في فطمه وعدم فطمه. جزاكم الله خيراً.

Hal Ini terserah dia dan suaminya, jika mereka berdua ridha menyapihnya maka tidak mengapa dan jika mereka berdua ridha untuk tetap menyusuinya maka silahkan tetap menyusui dan hal ini tidaklah berbahaya bagi si bayi. Intinya, seorang istri hendaknya mendiskusikannya dengan suaminya mengenai masalah itu, jika mereka berdua ridha maka tidak mengapa. Berdasarkan firman Allah Ta’ala,

فَإِنْ أَرَادَا فِصَالًا عَنْ تَرَاضٍ مِنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا

“Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya..” [Al-Baqarah: 233]

Maka urusan ini terserah kepada mereka berdua, apakah akan menyapih atau tidak.[4]



Awas air susu campur darah, jangan menyusui ketika hamil!

Ya, begitulah perkataan orang dahulu seperti nenek kita, mereka melarang hal ini karena bisa memberikan dampak bahaya bagi janin ataupun anak yang menyusu, misalnya kekurangan gizi karena diambil oleh anak yang menyusui. Sebagaimana dijelaskan oleh imam An-Nawawi rahimahullah, ini juga pendapat beberapa dokter di zaman beliau, beliau berkata,

قال العلماء سبب همه صلى الله عليه وسلم بالنهي عنها أنه يخاف منه ضرر الولد الرضيع قالوا والأطباء يقولون إن ذلك اللبن داء والعرب تكرهه وتتقيه

“Para ulama menjelaskan bahwa keinginan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarangnya (al-ghiilah) adalah beliau khawatir akan membahayakan anak susu, berkata para dokter (di zaman imam An-Nawawi, pent) bahwa air susu tersebut adalah air susu penyakit, bangsa Arab tidak menyukainya dan menjauhinya.”[5]



Benarkah berbahaya? Jawaban secara medis: tidak berbahaya, selama memperhatikan beberapa poin berikut (penulis berkata: sekedar berbagi pengalaman, istri saya tetap menyusui ketika hamil sampai umur kehamilan 6 bulan, itu juga si kecil berhenti menyusui karena memang air susu sudah mulai berubah warnanya dan mungkin rasanya juga sudah berubah karena pengaruh kehamilan, alhamdulillah, kedua anak dan ibu sehat sampai saat ini).

Berikut poin-poin yang harus kita perhatikan:

1. Kontraksi rahim (sering di khawatirkan menjadi keguguran)
menyusui menyebabkan hormon oksitosin diproduksi, hormon ini akan menyebabkan kontraksi pada payudara dan rahim. Namun tingkat kontraksi dari hormon oksitosin ini tidak memiliki dampak yang terlalu besar pada rahim selama hamil, tidak sampai pada tingkatan bisa menyebabkan kelahiran bayi, kecuali jika waktu melahirkan sudah mendekati harinya atau ada hal-hal lain yang berpengaruh. Sebagai perbandingan, Kontraksi rahim saat berhubungan s*x. Hubungan s*x akan menyebabkan rahim berkontraksi, namun tidak berpengaruh terhadap kehamilan.

Akan tetapi ada juga yang tidak tahan menahan kontraksi rahim akibat menyusui atau bahkan merasa nyeri, jika sampai keadaan seperti ini, maka sebaiknya menyusui dihentikan.

2. Khawatir kekurangan gizi
Ibu hamil sekaligus menyusui harus mendapat super ekstra asupan gizi. Asupan makanan dengan kandungan protein dan karbohidrat yang lebih tinggi dibutuhkan seorang ibu yang hamil dan menyusui, karena keadaan ini memang memerlukan tambahan tenaga. Gizi terutama kalsium, bisa meminum kalsium posfat 1-2x sehari dan vitamin kehamilan serta juga lebih sering memakan makanan alami.

3. ASI basi?
produksi ASI biasanya akan berkurang perlahan-lahan, karena semakin meningkatnya kadar hormon estrogen di dalam tubuh. Rasa ASI bisa jadi berubah, bisa juga tidak dan bayi mungkin akan berhenti sendiri atau mengurangi menyusu atau menyapih dirinya sendiri. Tidak ada istilah ASI basi, karena selama berada di dalam tubuh, ASI tidak akan pernah basi.

Begitu juga keadaan payudara ibu, sensitifitasnya akan meningkat ketika hamil, sehingga terkadang sang ibu sudah mulai merasa geli , tidak nyaman atau nyeri ketika menyusui, maka ini juga perlu diperhatikan

4. Keadaan fisik dan psikis ibu
sang ibu pasti merasa lelah secara fisik dan psikis saat ini, belum lagi mual dan muntah karena kehamilan (morning sickness). Oleh karena itu perlu diperhatikan keadaan ibu, jika tidak memungkinkan maka jangan menyusui ketika hamil, lebih banyak beristirahat.
5. Tetap konsultasikan kepada dokter dan ahlinya
jangan hanya mendengar perkataan orang atau perkataan orang lain, tetapi konsultasikan kepada dokter ahlinya mengenai keadaan anda. Karena Setiap orang memiliki kondisi tubuh dan kesehatan yang berbeda. Mungkin ada pertimbangan kesehatan khusus, seperti riwayat keguguran yang sering, sudah lama menikah namun belum juga dikaruniai anak, kontraksi rahim berlebihan ketika menyusui, atau keadaan yang lain.

Allah Ta’ala berfirman,

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ

“Maka bertanyalah kepada orang yang berilmu jika kamu tidak mengetahui!” [An-Nahl : 43]



Semoga pembahasan ini bermanfaat.

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush shalihaat, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam.



dr. Raehanul Bahraen, Mataram, 7 Syawwal 1433

Artikel www.muslimafiyah.com





[1] HR. Muslim no. 1442

[2] Mausuu’ah fiqhiyah Al-Kuwaitiyah, sumber: http://www.al-eman.com

[3] Syarah Shahih Muslim 10/16, Dar Ihya’ At-turats, Beirut, 1392 H, Syamilah

[4] http://www.binbaz.org.sa/mat/11743

[5] Syarah Shahih Muslim 10/16, Dar Ihya’ At-turats, Beirut, 1392 H, Syamilah

22/09/2017

MEMBEDAKAN MUNTAH PADA BAYI, NORMAL ATAU UBNORMAL KAH? ( bagian 2 )

Tanda-tanda bahwa bayi Anda mengalami muntah abnormal, antara lain:

1. Muntahan bayi Anda berwarna hijau. Kondisi ini bisa menjadi pertanda bayi Anda mengalami gangguan pada ususnya. Dia terlihat sangat kesakitan.

2. Muntah yang diiringi pembengkakan perut.

3. Muntah lebih dari sekali setelah mengalami cedera. Hal ini kemungkinan bisa menjadi pertanda gegar otak.

4. Terdapat darah pada muntahannya. Jika hanya sedikit, Anda tidak perlu khawatir karena itu normal terjadi. Namun jika banyak atau terus menerus ada darah, bawalah ke dokter.

5. Dia muntah secara hebat dan terus-menerus.

6. Muntah yang diiringi menguningnya kulit dan mata bayi. Kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa bayi Anda mengalami jaundice atau sakit kuning

sumber: alodokter.com

MANFAAT JALAN KAKI TANPA ALAS UNTUK IBU HAMILJalan pagi bagi ibu hamil dengan alas kaki memang menyehatkan, tetapi bukan...
21/09/2017

MANFAAT JALAN KAKI TANPA ALAS UNTUK IBU HAMIL

Jalan pagi bagi ibu hamil dengan alas kaki memang menyehatkan, tetapi bukan berarti tanpa menggunakan alas kaki tidak sehat. Keduanya sama sama meningkatkan kesehatan tubuh. Namun jalan pagi tanpa alas kaki dapat menjadi terapi penyembuhan alternatif yang cenderung memanfaatkan simpul-simpul atau titik titik kesehatan yang ada pada telapak kaki.

Inilah manfaat jika jalan pagi tanpa alas kaki :

1. Dapat mengurangi resiko terjadi ketidak seimbangan tubuh yang berhubungan dengan keluhan kesehatan selama masa kehamilan seperti penyakit gula, jantung dan masalah berat badan.

2. Dapat memperkecil resiko peradangan otot dan melancarkan sirkulasi darah disekitar tungkai kaki , telapak kaki dan sekitar betis sehingga tidak mudah terserang kram atau kaku otot.

3. Dapat mencegah terjadinya penyakit autoimun didalam tubuh, yaitu penyakit kelainan kekebalan tubuh dimana sistem kekebalan tubuh seseorang yang berbalik menyerang sel sel sehat tubuhnya sendiri.

4. Dapat mencegah munculnya penyakit deformitas yaitu penyakit yang berhubungan dengan perubahan bentuk jari jari pada kaki yang tidak lurus atau cenderung bengkok, jalan kaki tanpa alas juga sangat manjur untuk memperkuat jaringan fleksor kaki secara signifikan serta mampu mencegah penggumpalan atau pembekuan darah pada sekitar telapak kaki.

Untuk aktivitas jalan pagi tanpa alas kaki lebih baik dilakukan pada jalanan yang kering yang memiliki kerikil yang stabil (kecil kecil dan bulat) dan tidak tajam. Untuk area jalan pagi yang bertelanjang kaki biasanya bisa dibuat sendiri dengan menggunakan perpaduan semen, pasir dan batu kerikil yang kecil dan bulat bulat.

Semoga manfaat 😊

sumber: hamil.co.id
ilustrasi: pinterest

20/09/2017

MEMBEDAKAN MUNTAH PADA BAYI, NORMAL ATAU UBNORMAL KAH? ( bagian 1)

Tiap bayi pasti pernah mengalami muntah. Ada yang mengalaminya sesekali dan ada p**a yang muntah tiap kali mengonsumsi apa pun.

Muntah pada bayi bukanlah sesuatu yang perlu orang tua selalu cemaskan, meski begitu tidak ada salahnya untuk mewaspadai kondisi tersebut.

Muntah pada bayi bisa termasuk sebagai reaksi normal, namun hal ini bisa p**a menjadi pertanda bahwa bayi Anda mengalami kondisi serius.

Muntah yang Normal

Merupakan hal biasa bagi bayi mengalami muntah, terutama saat usianya masih beberapa minggu. Di usia tersebut, bayi sedang berusaha menyesuaikan diri dengan makanan. Muntah jenis ini kerap disebut gumoh.

Biasanya si Kecil akan gumoh setelah minum susu. Proses minum susu, yaitu setelah si Kecil menelan susu, susu akan melewati bagian belakang mulut, turun ke kerongkongan, dan diteruskan ke lambung. Di antara kerongkongan dan lambung, terdapat cincin otot. Cincin ini menjadi pintu masuk susu ke lambung. Setelah susu masuk ke lambung, cincin akan menutup.

Namun jika cincin ini tidak menutup dengan sempurna, susu bisa kembali lagi ke kerongkongan, lalu terjadilah gumoh. Dalam ilmu medis disebut refluks.

Di usia yang masih beberapa minggu, bayi rentan mengalami refluks karena ukuran lambungnya masih kecil. Di usia ini juga cincin otot belum bisa bekerja dengan sempurna. Biasanya, cincin akan tumbuh kuat saat bayi berusia sekitar 4-5 bulan. Pada masa ini dia mungkin sudah berhenti mengalami gumoh.

Selain hal di atas, si Kecil juga bisa muntah ketika dia menangis atau batuk-batuk secara berlebihan. Kemungkinan Anda akan sering melihat si Kecil muntah karena ini pada tahun-tahun pertamanya.

Bahasan selanjutnya: Muntah yang ubnormal
sumber: alodokter.com

20/09/2017

CARA MENYUSUI BAYI YANG BENAR

1. Tetekkan bayi segera atau selambatnya setengah janin setelah bayi lahir. Mintalah kepada bidan
untuk membantu melakukan hal ini.
2. Biasakan mencuci tangan dengan sabun setiap kali sebelum menetekkan.
3. Perah sedikit kolostrum atau ASI dan oleskan pada daerah putting dan sekitarnya.
4. Ibu duduk atau tiduran / berbaring dengan santai.
5. Bayi diletakkan menghadap ke ibu dengan posisi:
- Perut bayi menempel keperut ibu.
- Dagu bayi menempel ke payudara.
- Telinga dan lengan bayi berada dalam satu garis lurus.
- Mulut bayi terbuka lebar menutupi daerah gelap sekitar putting susu.
6. Cara agar mulut bayi terbuka adalah dengan menyentuhkan puting susu pada bibir atau p**i bayi.
7. Setelah mulut bayi terbuka lebar, segera masukkan puting dan sebagian besar lingkaran/daerah
gelap sekitar puting susu ke dalam mulut bayi.

8. Berikan ASI dari satu payudara sampai kosong sebelum pindah ke payudara lainnya.
Pemberian ASI berikutnya mulai dari payudara yang belum kosong tadi.

Cara Melepaskan Puting Susu dari Mulut Bayi

Dengan menekan dagu bayi ke arah bawah atau dengan memasukkan jari ibu antara mulut bayi dan payudara ibu.

Cara Memeras ASI dengan Tangan

Bidan menganjurkan pada Ibu untuk mencuci tangan terlebih dahulu. Setelah itu :
1. Duduklah Ibu seenak/senyaman mungkin.
2. Pegang/letakkan cangkir dekat dengan payudara Ibu.
3. Letakkan ibu jari pada payudara diatas puting susu dan ar**la (bagian lingkaran hitam berwarna
gelap pada payudara) dan jari telunjuk dibawah payudara, juga dibawah puting susu dan ar**la.
4. Tekan ibu jari dan telunjuk kedalam, kearah dada. Ibu tidak perlu menekan terlalu keras, karena
dapat menghambat aliran air susu.
5. Kemudian tekanlah payudara Ibu kebelakang puting dan ar**la antara jari telunjuk dan ibu jari.
6. Selanjutnya tekan dan lepaskan, tekan dan lepaskan.
Kegiatan ini tidak boleh menyakiti atau Ibu sampai merasa nyeri.
Pada awalnya, mungkin tidak ada susu yang keluar, tetapi setelah dilakukan penekanan beberapa kali, ASI akan mulai menetes keluar.
7. Tekan ar**la dengan cara yang sama dari arah samping, untuk meyakinkan bahwa ASI di tekan dari
seluruh bagian payudara.
8. Hindari menggosok-gosok payudara atau memelintir puting susu.
9. Peras satu payudara sekurang-kurangnya 3-5 menit hingga aliran menjadi pelan; kemudian
lakukan pada payudara yang satu lagi dengan cara yang sama. Kemudian ulangi keduanya. Ibu dapat
menggunakan satu tangan untuk satu payudara dan gantilah bila merasa lelah. Memeras ASI
membutuhkan waktu 20-30 menit. Terutama pada hari-hari pertama, ketika masih sedikit ASI
yang diproduksi.
10. Simpan.

Sumber: bidanku.com

20/09/2017

7 TRIK AGAR PERJALANAN JAUH BERSAMA BALITA ANDA MENYENANGKAN

Liburan ke luar kota bersama keluarga tentunya menyenangkan. Namun bagi para ibu, selain semangat berlibur, pasti ada sedikit rasa cemas bila harus bepergian bersama anak balita.

Bagaimana jika anak rewel sepanjang perjalanan? Bagaimana kalau anak bosan di dalam mobil? Dan bagaimana jika anak tiba-tiba meraung-raung di jalan?

Membayangkan betapa repotnya bepergian jauh dengan membawa anak balita terkadang membuat para ibu stres bahkan sebelum perjalanan dimulai. Jangan panik.

Kerepotan bepergian bersama balita bisa diminimalkan atau bahkan dihindari, kok! Perjalanan darat bersama balita Anda akan lancar dan nyaman jika Anda melakukan persiapan khusus.

1. Hindari kelaparan

Tak ada yang lebih buruk daripada menghadapi balita yang kelaparan di perjalanan. Sebelum berangkat, pastikan perut Anda sekeluarga terutama anak balita Anda sudah terisi penuh. Makanlah setidaknya setengah jam sebelum perjalanan. Siapkan p**a bekal untuk perjalanan. Bawalah nasi dan lauk-pauk untuk berjaga-jaga jika sulit menemukan tempat makan di jalan. Siapkan juga makanan ringan dan camilan yang memadai untuk anak-anak. Dan yang tak kalah penting, bawa juga persediaan air minum yang cukup.

2. Bawa mainan kes**aan anak

Terlalu lama duduk di dalam kendaraan tanpa kegiatan yang mengasyikkan akan menyulut rasa bosan dan memancing anak rewel selama perjalanan. Karenanya, buatlah mereka sibuk dengan membawa serta mainan kes**aan. Selain mainan, Anda bisa membawa buku cerita. Dengan bermain atau mendengarkan cerita, anak-anak akan terhindar dari rasa bosan perjalanan yang panjang.

3. Putarkan film

Dalam kondisi seperti ini, memutarkan film atau video dari ponsel, tablet, atau TV mobil bisa jadi penyelamat. Berdamailah dengan fakta bahwa anak Anda akan lebih banyak menatap layar dalam perjalanan ini ketimbang pada saat mereka di rumah. Namun tetaplah waspada dengan mengatur jarak pandang dan tingkat kecerahan layar agar tak merusak mata anak.

4. Minimalkan barang bawaan

Tentu akan ada banyak perlengkapan yang dibawa ketika membawa serta balita dalam perjalanan. Baju ganti, makanan, mainan, popok, stroller, hingga beberapa barang lainnya tak boleh ketinggalan. Karenanya, jika dirasa kendaraan Anda sudah terlalu penuh dengan barang bawaan anak, minimalkan barang bawaan Anda. Terlalu banyak barang bawaan yang menyesakkan kendaraan tentu tidak nyaman untuk penumpang, apalagi balita yang butuh banyak ruang untuk bergerak.

5. Perhitungkan rute

Sebelum bepergian sebaiknya Anda sudah paham betul rute perjalanan yang akan ditempuh. Cari informasi selengkap-lengkapnya mengenai jarak, waktu tempuh, dan bagaimana kondisi jalan yang dilalui. Hindari rute yang kemungkinan besar menjadi pusat kemacetan. Cari tahu p**a soal jalan alternatif. Anak-anak mudah bosan dan rewel saat menghadapi kemacetan.

6. Jangan memaksakan diri

Ketika situasi semakin tak terkendali – anak rewel dan sulit dikendalikan dengan berbagai cara – jangan memaksakan diri. Berhentilah sejenak. Cari lokasi yang nyaman untuk beristirahat seperti restoran, taman, atau rest area terdekat. Saat bosan berada di dalam kendaraan, anak-anak butuh udara segar dan ruang terbuka untuk bermain. Ini juga saatnya Anda beristirahat. Setelah anak tenang dan kondisi memungkinkan, lanjutkan perjalanan.

7. Jangan terburu-buru

Ketika sebuah perjalanan direncanakan terburu-buru, Anda sulit menghindar dari kepanikan dan kekacauan. Dalam kondisi panik, emosi cepat naik dan sulit terkendali. Bagaimana mungkin meredam tangisan anak jika emosi Anda tak stabil? Yang ada perjalanan semakin memusingkan. Anak rewel, Anda panik, seluruh keluarga capek secara fisik dan mental. Anda pasti tak menginginkan kejadian seperti ini. Maka persiapkan semuanya tanpa terburu-buru, dengan santai, dan bahagia menantikan saat liburan bersama keluarga.

Sumber: aura.co.id

14/09/2017

11 IDE KADO UNTUK KELAHIRAN

Menyambut kehadiran bayi yang baru lahir memang seru, apalagi jika kerabat atau sahabat Anda yang baru saja melahirkan. Tapi bagaimana jika Anda kehabisan ide untuk memberikan kado untuk kelahiran? Ini dia pilihan kado yang akan sangat bermanfaat:

1. Perlengkapan menyusui

Perlengkapan menyusui sangat dibutuhkan untuk ibu yang baru melahirkan. Mulai dari p***a ASI, botol/ kantung penyipan ASIP, bantal menyusui, nursing top, nursing coveratau bahkan bra untuk menyusui. Tak hanya untuk working mom aja loh, tapi berguna juga untuk stay at home mom terutama yang ASInya berlimpah.

2. Kereta bayi

Benda yang satu ini memang sangat dibutuhkan, bisa digunakan kurang lebih sampai usia 3 tahun, juga bisa disimpan sebagai investasi.

3. Buku

Selain pengetahuan turun-temurun dari orangtua dan kerabat, seorang ibu baru juga perlu mencari informasi agar dapat mengasuh anaknya dengan baik. Parenting book bisa menjadi alternatif hadiah. Atau jika orangtua gemar memotret anaknya, baby journal bisa juga menjadi kado yang bermanfaat.

4. Sterilizer

Perlengkapan bayi biasanya harus melalui proses steril terlebih dahulu, tak ada salahnya memberikan kado ini terutama bagi working mom yang harus memberikan ASIP lewat media lain.

5. Kursi mandi bayi

Dengan kursi mandi ini, tentunya akan meringankan pekerjaan orangtua saat memandikan si buah hati.

6. Perlengkapan mandi

Jenis hadiah yang satu ini sudah pasti akan berguna untuk si bayi. Banyak sekali paket perlengkapan mandi yang bisa dijadikan kado, lengkap dari shampoo, sabun, cologne, bedak bayi, handuk, krim anti ruam dan lain-lain.

7. Diapers

Bayi baru lahir biasanya menggunakan 5-10 diapers per hari tentu ini akan menjadi kado yang tepat. Tapi tanyakan lagi diapers seperti apa yang dibutuhkan oleh ibu.

8. Mainan bayi

Walau masih bayi, bukan berarti Anda tidak bisa memberikan mainan sebagai hadiah. Pilihlah mainan sesuai dengan umur, keamanan untuk bayi dan yang paling penting adalah mainan yang mengeluarkan bunyi dan berwarna-warni untuk merangsang pertumbuhan bayi.

9. Gendongan bayi

Memang kado ini tidak bisa langsung dipakai, mengingat bayi yang baru lahir tidak terlalu sering digendong, tapi pilihlah jenis gendongan bayi yang nantinya bisa digunakan sampai bayi cukup besar. Memilih jenis carrier bisa jadi pilihan Anda.

10. Kursi Bayi

Berayun-ayun dan bermain di kursi bayi adalah salah satu kegemaran bayi. Kado ini juga akan berguna terutama untuk membantu orangtua agar dapat beristirahat sejenak.

11. Uang

Mungkin Anda berpikir kalau memberi uang tunai akan memberi kesan kurang menghormati penerima, atau kita malas mikir. Tetapi ternyata memberi uang sebagai kado kelahiran adalah hal yang sangat biasa. Uang bisa dijadikan benda-benda spesial dan berguna bagi kebutuhan si bayi maupun untuk kebutuhan orangtua dalam mengasuh si buah hati.

PENTING!

Sebelum memutuskan untuk memberi kado, tanyakan terlebih dahulu barang apa yang dibutuhkan dan belum dimiliki.
Mengingat harga cukup mahal, Anda juga bisa mengajak teman-teman mengumpulkan uang untuk membeli kado.

tulisan oleh: mariaseptia
sumber: womantalk.com

AMANKAH IBU HAMIL MENGKONSUMSI JAMU?Meminum jamu pada saat hamil memang tidak disarankan. Mengapa demikian? Meskipun jam...
12/09/2017

AMANKAH IBU HAMIL MENGKONSUMSI JAMU?

Meminum jamu pada saat hamil memang tidak disarankan. Mengapa demikian? Meskipun jamu terbuat dari bahan herbal alami yang jauh lebih baik, lebih murah, dan lebih sehat daripada obat-obatan sintetis; akan tetapi para ahli kesehatan tidak menyarankan ibu-ibu hamil untuk mengkonsumsi jamu pada masa kehamilan karena tingkat keamanannya belum pernah diuji lewat penelitian klinis.

Tidak seperti obat-obatan resep, jamu berbahan dasar herbal tidak melalui proses pengecekan yang sama untuk mengetahui kualitas dan kekuatan obat yang dimiliki bahan herbal tersebut. Akibatnya, standar kualitas dan keefektifan jamu tidak pernah bisa sama antara satu produk dengan produk lain yang diproduksi pabrik berbeda. Hal ini akan merugikan ibu hamil karena tidak mengetahui resiko dan peringatan efek samping yang pasti dari jamu yang diminumnya.

Seperti dilansir kembali dari americanpregnancy.com, meskipun jamu terbuat dari bahan-bahan alami, tapi tidak semua bahan herbal benar-benar aman bagi ibu hamil. Oleh sebab itu, ibu hamil selalu disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahli kesehatan sebelum mengkonsumsi jamu atau obat-obatan apa pun.

Beberapa bahan herbal justru mengandung zat-zat yang dapat merugikan kehamilan. Beberapa jenis tanaman herbal ternyata mengandung zat aktif yang memicu keguguran, kelahiran prematur, kontraksi rahim, dan cidera pada janin. Selain itu, tidak banyak penelitian yang pernah dilakukan untuk mengukur efek samping obat-obatan herbal pada ibu hamil atau janin yang sedang berkembang. Jadi, daripada mencoba-coba hal yang beresiko, lebih baik tidak usah meminumnya

konsultasi dokter oleh: dr. Kartika Mayasari
sumber: klikdokter.com

PANDUAN CARA MENGGENDONG BAYI YANG AMANBunda, kegiatan menggendong bayi tentunya sudah menjadi rutinitas bagi bunda. Sel...
11/09/2017

PANDUAN CARA MENGGENDONG BAYI YANG AMAN

Bunda, kegiatan menggendong bayi tentunya sudah menjadi rutinitas bagi bunda. Selain bunda bisa melanjutkan aktivitas sembari momong, hubungan emosional yang terbangun juga sangat baik.

Tetapi perlu bunda perhatikan beberapa hal dalam menggendong bayi, supaya tidak berresiko bagi bayi tercinta bunda. Pakailah selalu metode Cek! MP(3).

Apa itu Cek! MP(3) ?

*** Cek! ***
Biasakan mengecek kondisi gendongan terlebih dahulu. Pastikan jahitan, buckle / ceklekan, dan material dalam kondisi baik, ukuran gendongan sesuai dengan usia bayi dan pakailah gendongan original

*** M - melihat ***
Penggendong mudah melihat posisi bayi dalam gendongan agar bisa segera memenuhi kebutuhan bayi (lapar, haus, lelah, mengantuk, bosan)

*** M - mencium ***
Penggendong mudah mencium kepala bayi tanpa perlu menjulurkan leher, membangun ikatan dan kedekatan selama menggendong bayi

*** M - mendekap aman ***
Gendongan mendekap bayi dengan nyaman dan pastikan buckle/ceklekan terpasang dengan benar dan ikatan tidak longgar

***** P - pakaian nyaman *****
Pakaikan bayi pakaian yang nyaman, tanpa bantal kecil/bedong/selimut. Selama menggendong, penggendong akan berbagi panas tubuh dengan bayi sehingga suhu tubuh akan sedikit meningkat

*** P - pernafasan aman ***
Pastikan dagu bayi tidak menekuk ke arah dadanya agar tidak menghalangi jalan nafasnya (terutama bayi kecil yang lehernya belum kuat)

*** P - punggung tertopang ***
gendongan menopang punggung bayi dengan baik agar aman dan nyaman. Untuk bayi kecil yang lehernya belum kuat, gendongan harus menopang sampai ke telinga, sedangkan untuk bayi yang lebih besar, menopang minimal sampai di bawah ketiak bayi

Demikian bunda, sedikit sharing ini semoga bisa menambah keharmonisan bunda dan bayi.

Sumber: mama's journey indonesia ( Inggrid Damayanty Thomas )

Address

Prapratan Karang KulonProgo
Yogyakarta City
55671

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Imut Babyshop posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category