Amy adam muslim store

Amy adam muslim store menyediakan buku islam, busana muslim, herbal pilihan
belanja dan eceran

14/11/2015
22/10/2015

✏Akhlak Ulama Ahlus Sunnah
💥Keteladan Imam Al-Auza'i dan Iman Sufyan Ats-Tsaury

✒Dalam sebuah riwayat yang dikutip oleh Ibnu Abi Hatim dalam kitabnya al-Jarh wa al-Ta'dil, beliau menulis:

🌴Berkata Utsman bin 'Ashim:

Suatu ketika di kota Mekkah, tepatnya di antara bukti Shafa dan Marwa, aku melihat seorang lelaki tua tengah menunggang seekor unta.

Di bawahnya, tali unta tersebut dipegang p**a oleh seorang lelaki yang juga sudah tua, ia lah yang berjalan kaki menarik unta tersebut ke tempat tujuannya.

Syahdan, aku kemudian melihat banyak orang berkumpul mengerumuni pria tua yang ada di atas tunggangan tersebut. Mereka adalah para ahli dan penuntut ilmu hadits yang haus akan ilmu, mereka mengikuti unta itu ke mana pergi.

Pria tua yang berjalan menarik unta tersebut lalu berkata:

"Wahai anak-anak muda, cukup!. Mari kita berhenti sejenak untuk bertanya dan belajar dari Syaikh ini".

Aku pun bertanya kepada mereka:

"Siapa orang tua yang di atas punggung unta tersebut?".

Mereka menjawab:

"Dia adalah Imam Al-Auza'i...". Ujar mereka menyebut nama seorang ulama besar.

Aku pun terkagum dan bangga karena berkesempatan berjumpa ulama sebesar beliau. Lalu aku pun bertanya kembali:

"Lantas, siapa p**a orangtua yang menarik unta dan berjalan kaki itu?".

Mereka menjawab:

"Dia adalah Sufyan Al-Tsauri...". Jawab mereka.

Subhanallah... demikianlah akhlak para ulama. Mereka yang meneladankan kepada kita suatu hikmah: semakin tinggi ilmu, semakin rendah hati, semakin berbudi...

Siapa yang tak kenal dengan Imam Sufyan Al-Tsauri? Ulama besar yang perkataannya menyamai para imam mazhab. Namun dengan ketinggian ilmu, beliau tidak menyombongkan diri, beliau tidak angkuh, bahkan tidak malu menjadi penarik tali unta untuk sekedar bisa belajar dari ulama lain. [Baca juga: Ketika Imam Sufyan Al-Tsauri menghanguskan Roti]

Semoga kita bisa meneladani akhlak mereka.

[Dikutip dari Kitab: Al-Jarh Wa al-Ta'dil, Juz. I, Hlm. 207

🌴..🍒✒✏..📚..✏✒🍒..🌴

19/10/2015
Buku Fikih Wanita Pembahasan Lengkap Permasalahan WanitaHarga:Rp. 165.000Penulis: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin...
07/10/2015

Buku Fikih Wanita Pembahasan Lengkap Permasalahan Wanita

Harga:
Rp. 165.000
Penulis: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Penerbit: Daar An-Naba’

Ukuran: 16 cm x 24 cm
Berat: 1,4 Kg
Tebal: 984 Halaman, Hard Cover

Resensi:

Buku ini adalah buku fikih yang memuat segala pembahasan hukum agama yang berkaitan dengan wanita sesuai dengan dalil-dalil yang shahih. Selain pembahasan secara umum baik masalah ibadah maupun muamalah, dalam buku ini juga dilengkapi dengan tanya jawab tentang segala hal yang berhubungan dengan wanita bersama syaikh Muhammad bin shalih al-Utsaimin. Berikut ni sebagian contoh isinya:

***

Pencegah Kehamilan

Ada dua macam penggunaan alat pencegah kehamilan:

Pertama, Penggunaan alat yang dapat mencegah kehamilan untuk selamanya. Ini tidak boleh, sebab dapat menghentikan kehamilan yang mengakibatkan berkurangnya jumlah keturunan. Dan hal ini bertentangan dengan anjuran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam agar memperbanyak umlah umat islam, seian itu bisa saja anak-anaknya yang ada semuanya meninggal dunia sehingga ia pun hidup menjanda seorang diri tanpa anak.

Kedua, penggunaan alat yang dapat mencegah kehamilan sementara, contohnya, seorang wanita yang sering hamil dan hal ini terasa berat baginya, sehingga ia ingin mengatur jarak kehamilannya menjadi dua tahun sekali. Maka penggunaan alat ini diperbolehkan dengan syarat adanya izin suami, dan alat tersebut tidak membahayakan dirinya. Dalilnya, bahwa para sahabat pernah melakukan ‘azl terhadap istri mereka pada zaman Nabi untuk menghindari kehamilan sementara itu Nabi tidak melarangnya. Adapun azl yaitu menumpahkan sperma di luar va**na istri.

Sms/wa: 0857 2907 6466

18/08/2015

💥DUA KELOMPOK MANUSIA DI DUNIA

🍃Manusia di dunia terbagi menjadi dua kelompok :
🌱Pertama : Yang mengingkari keberadaan negeri lain setelah dunia ini yaitu negeri untuk memberikan balasan.
Mereka itulah yang dikatakan oleh Allah dalam firman-Nya, yang bermakna : "Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan dunia serta tentram dengan kehidupan itu, dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami, mereka itu tempatnya di neraka, karena apa yang telah mereka lakukan.” [Yunus: 7-8]

Ambisi mereka adalah menikmati dunia dan memanfaatkan seluruh kelezatannya sebelum mati, seperti difirmankan Allah,

ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يَتَمَتَّعُونَ وَيَأْكُلُونَ كَمَا تَأْكُلُ الْأَنْعَامُ وَالنَّارُ مَثْوًى لَهُمْ

Dan orang-orang kafir menikmati kesenangan dunia, dan mereka makan seperti hewan makan; dan kelak nerakalah tempat tinggal bagi mereka.[Muhammad/47:12]

🌱Kedua : Yang mengakui adanya negeri Akhirat setelah kematian.

Kelompok ini bergabung ke dalam syari’at para rasul. Mereka terbagi ke dalam tiga kelompok:
Pertama, orang yang menzhalimi dirinya sendiri.
Kedua, orang yang pertengahan.
Ketiga, orang yang berlomba dalam kebaikan atas izin Allah.

Kelompok yang menzhalimi dirinya sendiri adalah kelompok terbanyak dan kebanyakan mereka terlena dengan bunga-bunga dunia dan perhiasannya, lalu mengambilnya dan menggunakannya tidak pada semestinya. Akibatnya, dunia menjadi ambisi terbesarnya. Karena dunialah, mereka marah, ridha, berdamai dan memusuhi. Merekalah orang-orang yang lalai, main-main, orang-orang yang mementingkan penampilan, sombong dan gila harta. Mereka tidak mengetahui jalan hidup dan tidak menyadari bahwa dunia merupakan tempat perjalanan untuk menyiapkan bekal akhirat. Kendati ada diantara mereka yang mengimaninya namun dengan keimanan global, mereka tidak mengetahuinya secara detail dan tidak merasakan kenikmatan yang dirasakan orang-orang yang mengenal Allah di dunia yang merupakan sampel kenikmatan yang disiapkan di akhirat.

Kelompok yang pertengahan ialah orang-orang yang mengambil dunia dari sumber yang diperbolehkan, menunaikan kewajiban-kewajibannya, menyimpan harta lebih dari kebutuhannya dan juga sering bersenang-senang dengan kenikmatan dunia.

Adapun kelompok yang berlomba-lomba dalam kebaikan seizin Allah, mereka memahami tujuan dunia dan beramal sebagaimana mestinya. Mereka sadar bahwa Allah menempatkan para hamba-Nya di dunia dalam rangka menguji mereka; siapakah di antara mereka yang paling baik amalnya, seperti yang Allah firmankan, yang artinya :
"Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan ‘Arsy-Nya di atas air, agar Dia menguji siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya." [Hûd/11:7]

Kelompok yang berlomba-lomba dalam kebaikan ini terbagi ke dalam dua kelompok.
Pertama: Kelompok yang hanya mengambil dunia sebatas untuk menutup kerongkongan saja. Inilah kondisi kebanyakan orang-orang yang zuhud.

Kedua: Kelompok yang terkadang mengizinkan dirinya menikmati sebagian kesenangan yang diperbolehkan supaya lebih kuat dan giat dalam beramal, seperti diriwayatkan dari sabda Nabi صلى الله عليه وسلم,

إِنَّمَـا حُبِّبَ إِلَـيَّ مِنْ دُنْيَاكُمْ : النِّسَاءُ وَالطِّيْبُ ، وَجُعِلَتْ قُرَّةُ عَيْنِـيْ فِـي الصَّلاَةِ

"Sesungguhnya di antara dunia kalian yang menjadikan aku terpikat kepadanya ialah wanita dan parfum dan penyejuk mataku dijadikan dalam shalat." [HR. Ahmad 285, an-Nasâ`i VII/61, Dishahîhkan Al-Albâni dalam Shahîh al-Jâmi’ish Shaghîr no. 3124]

Jika seorang Mukmin ketika melampiaskan syahwatnya yang mubah berniat untuk memperkuat diri dalam melaksanakan ketaatan, maka pelampiasannya itu adalah ketaatan baginya dan ia diberi pahala.
Mu’âdz bin Jabal رضي الله عنه berkata, “Sungguh, aku mengharapkan pahala dari tidurku sebagaimana aku mengharapkan pahala dari shalatku.” Maksudnya, ia berniat dengan tidurnya supaya kuat melakukan qiyâmul lail di akhir malam.

Sa’id bin Jubair berkata, “Kenikmatan yang menipu ialah kenikmatan yang melalaikanmu dari mencari akhirat dan apa saja yang tidak melalaikanmu tidak dikatakan kenikmatan yang menipu, namun dikatakan kenikmatan yang mengantarkan kepada sesuatu yang lebih baik.” [Jâmi’ul ‘Ulûm wal Hikam II/193]

Rasulullah bersabda,

اَلدُّنْيَا مَلْعُوْنَةٌ ، مَلْعُوْنٌ مَا فِيْهَـا ، إِلاَّ ذِكْرَ اللهِ وَمَــا وَالاَهُ أَوْ عَالِـمًـا أَوْ مُتَعَلِّمًـا

"Dunia itu terlaknat dan terlaknat p**a apa yang ada di dalamnya, kecuali dzikir kepada Allah dan apa saja yang mendukungnya (dzikir), orang alim, dan orang yang belajar." [HR. at-Tirmidzi. 2322; Ibnu Mâjah, 4112 dihasankan Al-Albany]

Jadi, dunia dan isinya terlaknat, maksudnya dijauhkan dari Allah, karena bisa menyibukkan dari Allah, kecuali ilmu yang bermanfaat yang membimbing menuju Allah, supaya kenal dengan-Nya, mencari kedekatan dan keridhaan-Nya, juga dzikir kepada Allah dan yang mendukungnya. Itulah tujuan dunia, karena memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk sentiasa bertakwa dan taat kepada-Nya. Ini menuntut seorang hamba selalu berdzikir kepada Allah.

🌿[Disalin dari artikel Ust. Yazid Jawwas di majalah As-Sunnah Edisi 12/Tahun XIII/1431H/2010]

🍃.💥🌴🌺🌻🍃🍒☀🌷🍀.🌹

18/08/2015

Keutamaan Istighfar.

Dari Abu Sa’îd radhiyallâhu ‘anhu, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ إِبْلِيسَ قَالَ لِرَبِّهِ: بِعِزَّتِكَ وَجَلَالِكَ لَا أَبْرَحُ أُغْوِي بَنِي آدَمَ مَا دَامَتِ الْأَرْوَاحُ فِيهِمْ، فَقَالَ لَهُ اللهُ: فَبِعِزَّتِي وَجَلَالِي لَا أَبْرَحُ أَغْفِرُ لَهُمْ مَا اسْتَغْفَرُونِي

“Sesungguhnya iblis berkata kepada Rabb-nya, ‘Demi keagungan dan kemuliaan-Mu, Saya akan terus menyesatkan anak Adam selama ruh-ruh masih bersama mereka.’

Maka Allah berfirman kepadanya, ‘Demi keagungan dan kemuliaan-Ku, Aku akan terus mengampuni mereka selama mereka memohon ampun kepada-Ku.’.”

[Diriwayatkan oleh Ahmad dan Al-Hâkim (Ash-Shahîhah no. 14)]
_________________________

🌍 BimbinganIslam.comSenin, 02 Dzulqa'dah 1436 H / 17 Agustus 2015 M📝 Materi Tematik👤 Ustadz Firanda Andirja, MA📖 20 Seba...
17/08/2015

🌍 BimbinganIslam.com
Senin, 02 Dzulqa'dah 1436 H / 17 Agustus 2015 M
📝 Materi Tematik
👤 Ustadz Firanda Andirja, MA
📖 20 Sebab Kenapa Harus Mema'afkan (bagian 3)
⬇ Download Audio
https://drive.google.com/file/d/0B1e0BM9z9hzYV2JyNHJrUHNFRk0/view?usp=docslist_api
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

20 SEBAB KENAPA HARUS MEMAAFKAN (BAG. 3)


Ikhwān dan akhwāt yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Alhamdulillāh, kita akan lanjutkan pembacaan risalah yang ditulis oleh Syaikhul Islām Ibnu Taimiyyah rahimahullāh yang topiknya adalah:

"20 Sebab Kenapa Kita Harus Memaafkan Orang Yang Menzhalimi Kita".

KEEMPAT

Hendaknya dia ingat kalau dia memaafkan dan berbuat baik maka hal itu akan menimbulkan di dalam hatinya hati yang bersih, hati yang jauh dari ghill, hati yang jauh dari keinginan buruk, hati yang jauh dari keinginan membalas dendam.

Dan ini adalah suatu kelezatan yang luar biasa kata Syaikhul Islām Ibnu Taimiyyah.

KELIMA

Hendaknya dia mengetahui bahwasanya tidaklah seorang pun yang membalas untuk membela jiwanya (nafsunya) kecuali hal itu akan menimbulkan kehinaan (kerendahan) di dalam hatinya (jiwanya).

Kalau dia memaafkan, maka Allãh akan muliakan dia.

Dan ini adalah yang pernah di kabarkan oleh Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam dimana Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلَّا عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ

"...tidaklah seseorang memaafkan kecuali Allãh akan menambah kemuliaannya... "

(HR. Muslim)

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menyebutkan hadits ini berkaitan dengan 3 perkara yang diluar zhahir;

• ⑴

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

"Sedekah tidak mengurangi harta."

• ⑵

وما زاد اللهُ عبدًا بعفوٍ إلَّا عزًّا

"Seorang hamba tidaklah memaafkan kecuali Allãh akan menambah kemuliaannya."

• ⑶

وما تواضَع أحدٌ للهِ إلَّا رفعه اللهُ

"Tidaklah seorang tawadhu karena Allãh kecuali Allãh akan mengangkatnya."

KEENAM

Hendaknya dia ingat bahwasanya balasan sesuai dengan perbuatan, dia ingat bahwasanya jiwanya pun zhālim dia adalah hamba yang penuh dosa.

Dan ingat, barangsiapa yang memaafkan orang lain maka dia akan dimaafkan oleh Allãh Subhanallahu wata'allã.

Oleh karenanya, ini adalah a'zhamul fawāid (faidah yang paling besar), jika anda ingin dimaafkan oleh Allāh maka maafkanlah orang lain.

KETUJUH

Hendaknya seseorang ingat, jika dia sibuk, menyibukkan dirinya untuk balas dendam dan untuk membalas kezhaliman orang lain, maka akan habis waktunya.

KEDELAPAN

Bahwasanya seorang yang tatkala dia membalas dendam sesungguhnya dia sedang menolong nafsunya.

Dia bukan membalas karena Allãh tapi membalas karena jiwanya. Dan kebanyakan orang seperti itu.

Padahal Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam-dan dia adalah seorang Nabi-yang ketika seseorang mengganggunya, (mengganggu Nabi adalah mengganggu Allãh, mengganggu Nabi berarti mengganggu agama Allãh) nabi tidak pernah membela dirinya.

Kalau yang disakiti dirinya, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam tidak pernah berontak padahal jiwanya adalah jiwa yang paling mulia, jiwa yang penuh dengan akhlaq yang mulia yang jauh dari keburukan.

Itupun tidak pernah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam bela jiwanya, yang Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam bela adalah kalau ada hak Allāh yang terlanggar baru Nabi marah. Kalau tidak dia yang disakiti, dia tidak pernah membalas.

KESEMBILAN

Jika ternyata anda diganggu (dizhalimi) oleh orang lain karena perjuangan di jalan Allãh:

- karena anda berdakwah, -
- karena menyuruh kepada yang ma'ruf,
- karena mencegah dari yang mungkar,
- karena mengingatkan manusia akan kesyirikan akan kebid'ahan dan macam-macamnya,

lalu anda disakiti, dituduh dengan tuduhan macam-macam, maka janganlah anda balas, karena anda berharap balasan dari Allãh.

Syaikhul Islām Ibnu Taimiyyah menyebutkan ibarat yang sangat indah:

"Barangsiapa yang tidak bersabar dalam berdagang

-dia tidak bersabar dengan panasnya matahari,
-dia tidak bersabar dengan dinginnya hujan
-dia tidak bersabar dengan dinginnya salju
-dengan beratnya bersabar dengan gangguan pencuri

dia tidak bersabar dengan ini semua maka dia tidak perlu berdagang."

KESEPULUH

Hendaknya diingat bahwasanya Allãh bersama dia ketika dia bersabar. Dan dia ingat bahwa Allãh cinta kepada dia ketika dia bersabar.

Siapakah diantara kita yang tidak ingin dicintai Allãh Subhanallahu wata'allã ?

Diantara cara Allãh mencintai kita adalah ketika kita bersabar

إِنَّ اللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ

"Dan Allāh mencintai orang-orang yang sabar".

(Āli 'Imrān : 146)

Ibnul Qayyim Rahimahullãh mengatakan:

ليس الشأن أن تُحب ولكن الشأن ان تُحَب

"Perkaranya bukanlah engkau mencintai Allãh Subhanallahu wa ta'ālla, tetapi perkaranya adalah apakah engkau dicintai Allãh Subhanallahu wa ta'ālla."

Banyak orang merasa cinta kepada Allãh, tetapi belum tentu Allãh cinta sama dia.

Diantara bukti bahwasannya Allãh cinta kepada kita, adalah bila kita diuji kita bersabar, berarti Allãh cinta kepada kita, buktinya kita bersabar, dan Allãh mengatakan:

وَ اللّٰهِ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ

Allãh mencintai orang-orang yang bersabar.

Inilah derajat yang indah, dicintai Allãh Subhanallahu wa ta'allã, caranya diantaranya dengan bersabar tatkala dizhalimi.

Kata Ibnu Taimiyyah Rahimahullāh:

"Kalau Allãh sudah bersama dengan seorang hamba, maka Allãh akan menghilangkan berbagai macam kemudharatan (gangguan) yang tidak mampu untuk dihilangkan oleh seorangpun dari mahluk Allãh Subhanallãhu wa ta'ālla."

Kenapa?

Karena Allãh bersama kita.

Karena itu Ibnu Taimiyyah mengatakan:

"Barangsiapa bersabar, Allãh bersama dia maka Allãh akan menolong dari segala macam gangguan-gangguan yang lainnya."


(Bersambung bag. 4)

________________________
📦 Donasi Pengembangan Dakwah Group Bimbingan Islam
| Bank Mandiri Syariah
| No. Rek : 7103000507
| A.N : YPWA Bimbingan Islam
| Konfirmasi Transfer : +628-222-333-4004

📝 Saran atau Kritik silahkan sampaikan kepada kami melalui link berikut:
🌐 http://www.bimbinganislam.com/kritikdansaran

Bimbingan Islam atau BiAS adalah salah satu media belajar agama Islam melalui group di WhatsApp yang diasuh dan dibimbing oleh para ustadz yang merupakan lulusan dari Universitas Islam Al-Madinah Kerajaan Saudi Arabia, yang mencakup materi aqidah, fiqih, muamalah, akhlak, dan hal-hal yang wajib dike…

17/08/2015

🌴Beberapa Mutiara Faidah untuk Pemuda Muslim Akhir Zaman🍃

📝(Ringkasan Tabligh Akbar Bandung bersama Asy-Syaikh Al-Fadhil Ahmad Syamlan hafizhahullah)🍂

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

➡ Pertama: Dua pemuda yang berbahaya bagi kaum muslimin adalah;

شاب ذو شبهة وشاب ذو ش**ة

“Pemuda yang memiliki syubhat (kerancuan dalam beragama) dan pemuda yang memiliki syahwat (cenderung memperturutkan hawa nafsu).”

Pemuda yang memiliki syubhat; semangat dalam beragama tapi tersesat karena tidak merujuk kepada ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah, maka ia pun bersemangat dalam penyimpangan. Pemuda yang memiliki syahwat; yaitu yang memperturutkan nafsu syahwatnya maka ia terjerumus dalam dosa-dosa.

➡ Kedua: Sungguh merugi orang yang tidak menggunakan masa mudanya untuk memperbanyak ibadah kepada Allah ta’ala, karena apabila ia telah memasuki masa tua, lemah dan sakit-sakitan, ia tidak akan mendapatkan keutamaan pahala orang yang tetap beribadah kepada Allah seperti di masa sehat dan kuat, sebagaimana sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam,

إِذَا مَرِضَ العَبْدُ، أَوْ سَافَرَ، كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا

“Apabila seorang hamba sakit atau melakukan safar, maka akan ditulis untuknya pahala seperti yang biasa ia amalkan ketika mukim lagi sehat.” [HR. Al-Bukhari dari Abu Musa radhiyallahu’anhu]

➡ Ketiga: Apa sebab perceraian antara suami istri yang terbesar? Asy-Syaikh Ahmad Syamlan hafizhahullah berkata,

أعظم ما يفرق به بين المرء وزوجه معصية الله

“Sebab terbesar terjadinya perceraian antara seseorang dengan pasangannya adalah maksiat kepada Allah ta’ala.”

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam,

وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ مَا تَوَادَّ اثْنَانِ فَفُرِّقَ بَيْنَهُمَا، إِلَّا بِذَنْبٍ يُحْدِثُهُ أَحَدُهُمَا

“Demi (Allah) yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, tidaklah dua orang saling mencintai, lalu terceraikan antara keduanya, kecuali karena dosa yang dilakukan salah satunya.” [HR. Ahmad dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma, Shahih At-Targhib: 3495]

Dan termasuk dosa seorang suami yang sering dikeluhkan istri adalah seorang suami yang s**a bercanda ria dengan wanita-wanita non mahram melalui FB, BBM, WA dan lain-lain. Padahal sebagai suami ia tidak s**a kalau istrinya diajak melakukan hal tersebut oleh laki-laki lain. Maka inilah diantara sebab terjadinya perceraian, yaitu maksiat yang dilakukan salah satu dari suami atau istri. Dan sebelumnya Asy-Syaikh Ahmad Syamlan hafizhahullah telah menasihati para istri untuk membantu suaminya yang perlu untuk menikah lagi, karena poligami adalah syari’at Allah ta’ala sebagai solusi yang terbaik, maka tidak boleh bagi istri meminta cerai dengan alasan suaminya berpoligami.

➡ Keempat: Para sahabat radhiyallahu’anhum dan para ulama dahulu telah berkhidmah kepada Islam sejak muda, sebagai contoh;

✅Ali bin Abi Thalib, Mu’adz bin Jabal dan Abu Musa Al-‘Asy’ari radhiyallahu’anhum adalah anak-anak muda yang sangat mendalam ilmunya dan telah diutus oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam untuk berdakwah ke negeri Yaman.

✅Usamah bin Zaid radhiyallahu’anhuma memimpin pas**an perang pada umur 18 tahun dan dalam pas**annya terdapat para pembesar sahabat seperti Umar bin Khattab radhiyallahu’anhu.

✅Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma meminta izin kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam untuk ikut berjihad pada perang Uhud ketika umur beliau baru 14 tahun, namun beliau belum diizinkan karena belum baligh, dan beliau telah menjadi rujukan kaum muslimin dalam ilmu dan ibadah sejak umur muda.

✅Al-Imam An-Nawawi Asy-Syafi’i rahimahullah, telah menghasilkan karya-karya ilmilah yang luar biasa di umur mudanya.

✅Sejumlah ulama telah mulai menuntut ilmu sejak kecil, maka di umur belasan tahun sudah mampu memberi fatwa.

➡ Kelima: Sungguh sangat disayangkan, sebagian anak muda yang Allah anugerahkan suara yang bagus dan ketampanan atau kecantikan, tetapi ia gunakan untuk bermaksiat kepada Allah ta’ala, seperti menjadi penyanyi, artis dan lain-lain. Bahkan para wanita mempertontonkan auratnya dan kecantikannya. Sebagian pemuda yang lain, sibuk dengan gatged-gatged terbaru, game-game, dunia sepak bola, film-film, sinetron-sinetron, traveling dan lain-lain, padahal yang seharusnya adalah mereka menyibukkan diri dengan ilmu dan ibadah, dan berusaha meninggalkan karya-karya ilmiah bagi kaum muslimin, sebagaimana yang telah dicontohkan para ulama dahulu.

📚[Dari Ceramah “Pemuda Muslim Akhir Zaman” oleh Asy-Syaikh Al-Fadhil Ahmad Syamlan hafizhahullah di Masjid Syamsyul ‘Ulum, Telkom University, Bandung, Ahad, 1 Dzulqo’dah 1436 H]

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

🌐Sumber: http://sofyanruray.info/beberapa-mutiara-faidah-untuk-pemuda-muslim-akhir-zaman/

✏Al-Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah

Address

Jalan Kaliurang Jogja
Yogyakarta City
5500

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Amy adam muslim store posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category