24/08/2026
TANGAN YANG KOSONG TIDAK SELALU RUGI
Ada hari dalam hidup ini kita pegang sesuatu erat-erat, kemudian tiba-tiba ia terlepas juga. Kerja yang kita sayang, orang yang kita harap, rezeki yang kita sangka akan kekal, atau doa yang kita rasa patut dimakbulkan cepat. Waktu itu memang susah untuk hati terima.
Kita akan tanya macam-macam. Kenapa benda ini jadi pada saya, kenapa sekarang, kenapa selepas saya berusaha sungguh-sungguh. Mulut mungkin diam, tapi dalam dada rasa macam ada sesuatu yang runtuh perlahan-lahan.
Masalahnya, bila kita kehilangan sesuatu, kita selalu nampak bahagian kosong itu saja. Kita pandang tangan yang sudah tidak menggenggam apa-apa lalu terus anggap kita rugi. Padahal boleh jadi pada saat itulah Allah sedang menyelamatkan kita daripada sesuatu yang kita sendiri belum nampak.
Bukan semua yang kita mahu itu baik untuk kita. Kadang-kadang kita terlalu sayang pada satu pintu, sampai kita marah bila pintu itu ditutup. Bertahun kemudian baru kita faham, kalau pintu itu dibuka dulu, mungkin hidup kita akan lebih hancur daripada yang kita sangka.
Saya rasa ramai pernah melalui fasa begini. Masa itu kita menangis, kecewa dan tertanya-tanya mengapa Allah mengambil sesuatu daripada kita. Kemudian masa berjalan, hidup bergerak, dan sedikit demi sedikit kita mula nampak hikmah yang dulu terlindung.
Rupanya kehilangan itu mengajar kita sabar. Rupanya kecewa itu membuatkan kita lebih dekat dengan Allah. Rupanya tangan yang dikosongkan itu bukan untuk memalukan kita, tetapi untuk menyediakan ruang menerima sesuatu yang lebih baik pada waktu yang lebih tepat.
Jadi kalau sekarang ada sesuatu yang terambil daripada hidup kita, jangan terlalu cepat menghukum takdir sebagai kejam. Menangislah kalau perlu, sebab kita memang manusia. Tetapi jangan putus harap.
Boleh jadi hari ini Allah sedang mengambil, supaya esok Dia memberi. Boleh jadi hari ini Dia menutup satu ruang, supaya kita berhenti bergantung pada makhluk dan kembali belajar berharap penuh kepada-Nya. Dan boleh jadi, apa yang kita panggil kehilangan hari ini sebenarnya permulaan kepada kebaikan yang belum sempat kita bayangkan.
Kalau hati sedang melalui fasa kehilangan, kecewa atau rasa jauh, buku Reset Hidup: Recharge Iman mungkin boleh jadi teman yang lembut untuk dibaca perlahan-lahan. Kadang-kadang kita cuma perlukan beberapa halaman yang mengingatkan bahawa hidup ini masih ada arah, dan Allah masih ada di sisi kita. Dapatkan di sini: https://s.shopee.com.my/8Kmyt1EVqs