02/04/2024
with Kau dan Kopi di Senja Hari | Sofi Sugito | 38 bab
📚 Cabaca App
Satu hal yang saya tangkap dari cerita ini adalah : perempuan ternyata setangguh itu 🥲
Fara, seorang janda berusia 36 tahun, namun membawa luka mendalam dari latar belakang keluarganya yg sangat rumit, bertemu dgn Dimas, lelaki lajang berusia 26 tahun, calon dosen dan bekerja di sebuah kafe. Bila Fara datang membawa irisan luka, Dimas hadir dgn sepercik kehangatan, meski dari keluarga sederhana dan hidup tanpa kedua orangtua. Fara dengan segala "gerak cepat" nya dan seolah tanpa basa-basi gencar mendekati Dimas. Di tengah perjalanan, datanglah mantan suami Fara, Haris, yang ternyata masih berada dalam lingkaran keluarga Dimas.
Awalnya saya merasa sedikit bosan membaca kisah Fara ini di bab awal, tapi di bab pertengahan, saya terus dibuat penasaran karena konflik mulai bermunculan. Ya, hadirnya Haris di kehidupan Fara lagi bak lingkaran setan yg tak ada ujung. Terlebih lagi ketika Dimas dan Fara akan melaksanakan pernikahan, Haris makin gencar melancarkan aksinya. Mendekati akhir cerita, saya merasakan sesak di dada, karena membayangkan bagaimana kuatnya Fara dan Mamanya menjalani takdir Tuhan. Semua masalah di dunia terasa ringan sebab masih ada seorang ibu di sisi 🥲😭 Oh iya, di e-book ini juga diselipkan sedikit unsur kekerasan.
🌸 Pros
E-book ini diceritakan dari sudut pandang pertama, dengan tokoh Fara sbg tokoh utama. Keunikan dari e-book ini juga diceritakan bagaimana hecticnya Fara bekerja di pemerintahan sbg ASN. Seperti judulnya, e-book ini diselipkan ttg jenis kopi dgn nuansa Kota Malang dan Batu. Saya sudah membayangkan dinginnya Kota Malang dan Batu kemudian disandingkan dgn secangkir kopi hangat (walau saya hanya tau kopi sachet 🤣). Perkembangan tiap karakter juga terasa hingga akhir cerita, meski harus melewati derai air mata.
🌸 Cons
Penjabaran karakter Dimas yg ganteng, yg bisa membuat Fara klepek klepek, menurut saya kurang digambarkan. Apakah seganteng Dimas Seto atau Nicholas Saputra? 🙈
E-book ini layak kamu baca sembari ngabuburit, menunggu buka puasa tiba.